Dirjen PPR : APBN 2019 Diprediksi Defisit 2,2 Persen

Dirjen PPR : APBN 2019 Diprediksi Defisit 2,2 Persen

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mencapai 2 persen-2,2 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu naik dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 1,84 persen dari PDB.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan pelebaran defisit ini merupakan konsekuensi dari kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah di tengah perlambatan ekonomi global saat ini. Kementerian Keuangan memutuskan untuk lebih banyak menggelontorkan belanja demi menjaga ekonomi domestik.

“Potensi defisit APBN 2019 diperkirakan 2 persen-2,2 persen karena pemerintah mengimplementasikan kebijakan counter cyclical (penyangga ekonomi) untuk merespons kondisi ekonomi domestik dan global,” tutur Luky Alfirman.

Meski defisitnya kian melebar, tapi Luky menyatakan masih dalam angka yang aman karena belum menyentuh ambang batas maksimal sebesar 3 persen. Ia juga mengklaim defisit tak selamanya buruk asalkan konsumsi dan ekonomi domestik tetap tumbuh dengan baik.

“Adanya pelebaran defisit tidak buruk karena ini kan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mengelola ekonomi. APBN ini akan jadi stimulus supaya ekonomi tidak memburuk,” tambah Luky Alfirman. (KRJ/NN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*