Guru BK Atasi Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

Guru BK Atasi Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

MALANG ( Merdeka News ) : Kasus perundungan atau bullying di kalangan pelajar, masih sering terjadi di berbagai daerah di tanah air. Agar kasus bully ini bisa teratasi, maka para guru BK (Bimbingan dan Konseling) atau Konselor perlu berperan aktif ikut mencegah dan menyelesaikannya.

“Kasus perundungan atau bullying yaitu tindakan menyakiti orang lain baik dalam wujud menyakiti secara fisik seperti memukul atau menendang, maupun menyakiti secara psikis dengan tindakan verbal seperti memaki atau menjatuhkan mental. Tindakan perundungan dapat dilakukan oleh sesama remaja atau siswa, guru kepada siswa, bahkan siswa kepada guru. Fenomena perilaku perundungan juga berpotensi terjadi di lingkungan SMP di Kota Malang, dengan dugaan kasus perundungan di sebuah SMP di Malang beberapa waktu lalu yang viral dan menjadi berita nasional,” tutur Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, Rabu (4 November 2020).


Menurut Ella Faridati Zen, M.Pd, kasus perundungan yang terjadi di kalangan siswa SMP tersebut bisa dicegah dan diatasi, dengan pendekatan bimbingan kelompok. Dalam kaitan ini konselor atau guru Bimbingan dan Konseling (guru BK) sebaiknya dilibatkan secara aktif. Lewat peran konselor atau guru BK, para siswa bisa dikondisikan sehingga kasus perundungan dapat dicegah atau dihindari.


Karena itulah Tim Pengabdian Masyarakat dari FIP Universitas Negeri Malang lantas memberi pelatihan kepada para guru BK di Kota Malang. Tema pelatihan yakni Pelatihan Teknik-Teknik Bimbingan Kelompok Untuk Pencegahan Bullying di SMP se-Kota Malang. Pelatihan diikuti oleh 20 orang guru BK SMP di Kota Malang. Diharapkan mereka menularkan hasil pelatihan tersebut ke guru BK SMP lainnya melalui forum MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) SMP Kota Malang.

Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Dengan anggota yakni Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd, Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, Rizka Apriani, M.Pd, keempatnya adalah dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Tim ini juga dibantu dua orang mahasiswa yakni Dwi Ajeng Setyawati dan Nirmala.


Tujuan pelatihan yakni agar guru BK SMP Se-Kota Malang memperoleh peningkatan kompetensi dalam menggunakan teknik-teknik bimbingan kelompok yang melatih perilaku respek, empati dan asertif pada siswanya sebagai upaya mencegah bullying di kalangan siswa SMP di Malang.
Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan peserta memiliki pemahaman dan keterampilan teknik-teknik bimbingan kelompok yang dapat mengantisipasi tindakan bullying.

Selain itu juga mampu merancang Rencana Pelaksanaan Bimbingan Kelompok yang bertujuan mengantisipasi tindakan bullying. Mampu mempraktikkan penerapan teknik-teknik bimbingan kelompok yang dapat mengantisipasi tindakan bullying.


Materi pelatihan diberikan dalam empat tahap. Tahap pertama yakni pada pekan ketiga September 2020 para peserta diberi materi lewat WA Grup dan bisa dipelajari secara mandiri. Tahap kedua tanggal 29 September 2020 diadakan pertemuan langsung di kampus FIP UM mendiskusikan dan berlatih menyusun rancangan layanan pencegahan tindakan perundungan dengan menggunakan teknik-teknik bimbingan kelompok, serta berlatih membuat media bimbingan yang diperlukan. Pelatihan media difokuskan menggunakan program powtoon yang bisa dimanfaatkan dalam menyelenggarakan layanan secara daring. Sebab saat ini layanan bimbingan lebih banyak dilaksanakan secara daring atau online.

Kemudian tahap 3 peserta membuat proyek rancangan layanan bimbingan untuk mencegah bullying lengkap dengan medianya. Serta tahap 4 yakni hasil proyek yang dikerjakan peserta didiskusikan dan disempurnakan bersama tim pelatih dari Pengabdian Masyarakat FIP UM. Produk rancangan yang dihasilkan para peserta pelatihan, akan disusun dalam bentuk buku panduan layanan pencegahan bullying. (MZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*