Day: November 19, 2020

MAMI dan Raiz Invest Indonesia Pasarkan Reksa Dana Syariah

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (“MAMI”) dan PT Raiz Invest Indonesia (“Raiz”) hari ini mengumumkan secara resmi kerja sama strategis untuk memberikan solusi investasi yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah, berkualitas, serta sangat terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.

Melalui aplikasi Raiz, investor bisa berinvestasi di reksa dana syariah kelolaan MAMI secara langsung dengan dana minimal Rp 10 ribu. Selain itu, nasabah dapat melakukan investasi dengan memanfaatkan fitur Recurring (investasi berkala) dan Round-Ups (pembulatan) yang terdapat di aplikasi Raiz.

Afifa, Direktur, Interim Presiden Direktur MAMI mengatakan Pandemi Covid-19 mempercepat perubahan perilaku konsumen menjadi lebih mengandalkan transaksi digital, termasuk pada transaksi reksa dana. Kerja sama strategis antara MAMI dengan Raiz terbentuk berdasarkan kesamaan pandangan tentang pentingnya kemudahan akses dan transaksi yang nyaman untuk berinvestasi di reksa dana syariah, termasuk bagi milenial.

Melalui kerja sama dengan Raiz yang memiliki aplikasi investasi mikro berbasis online dan fokus menjangkau generasi milenial, kami harap akan semakin banyak generasi milenial yang menikmati peluang investasi di pasar modal syariah Indonesia.

Fahmi Arya, CEO Raiz mengatakan, “Kami senang sekali bisa bekerja sama dengan MAMI dalam menyediakan produk investasi yang halal, berkualitas, dan sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk milenial. Melalui kerja sama dengan MAMI, salah satu perusahaan manajer investasi yang terbesar dan terpercaya di Indonesia, kami yakin Raiz dapat memperluas penetrasi pasar.” Lebih lanjut Fahmi mengatakan bahwa permintaan masyarakat terhadap produk investasi syariah semakin meningkat. Oleh karena itu, Raiz menggandeng MAMI dalam menyediakan alternatif reksa dana syariah.

Sejalan dengan pernyataan Fahmi, Justitia Tripurwasani, Director & Chief Legal, Risk and Compliance Officer MAMI sekaligus Kepala Unit Pengelolaan Investasi Syariah MAMI mengatakan bahwa industri reksa dana syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. (Nmm)

INACA Berkontribusi Memajukan Industri Penerbangan Tanah Air

JAKARTA ( Merdeka News ) : Satu-satunya asosiasi perusahaan penerbangan nasional yang diakui sebagai mitra pemerintah, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) terus berkontribusi untuk memajukan industri penerbangan di Tanah Air. Hal ini seperti yang telah dilakukan oleh kepengurusan INACA masa bakti periode 2019-2022.

Ketua Umum INACA, Denon B. Prawiraatmadja menjelaskan, selama satu tahun terakhir kepengurusannya telah melakukan sejumlah langkah serta upaya agar industri penerbangan pada umumnya dan para anggotanya pada khususnya dapat meningkatkan daya saing dan kinerja serta mendorong pertumbuhan bisnis penerbangan dan investasi baru di bidang penerbangan. Selain itu, pihaknya mencoba membantu Pemerintah dalam menciptakan seluas-luasnya lapangan pekerjaan dan penyerapan kerja masyarakat.

“Kita ketahui bersama, sejak awal tahun ini seluruh dunia terdampak virus Covid-19 dan industri penerbangan merupakan sektor paling terdampak. Melihat hal ini INACA memcoba membuat forum komunikasi dan diskusi sehingga mampu menjembatani dan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan terkait bidang penerbangan, terlebih dimasa yang sangat berat ini,” kata Denon dalam jumpa pers virtualnya saat RUA INACA 2020, Kamis (19/11/2020).

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan diantaranya usulan mengenai batas usia pesawat sehingga terbit Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 27/2020 juncto Permenhub No 115/2020. Dalam aturan tersebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut aturan tentang pembatasan usia pesawat dan menggantinya dengan aturan baru yang mengembalikan batasan maksimal usia pesawat angkutan niaga sesuai aturan dari pabrikannya. (Kr)

7 Program Sektor Pertanian dan Perikanan Untuk Ketahanan Pangan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Presiden RI Joko Widodo mengatakan, nilai ekspor sektor pertanian yang cukup baik sejalan dengan perkembangan signifikan pada sektor pangan di seluruh dunia. Tak hanya untuk merespon krisis pangan akibat pandemi, tapi juga karena kebutuhan pangan sejalan dengan melonjaknya populasi penduduk di seluruh dunia.

Kebutuhan dan pasar pangan sangat besar dan akan terus tumbuh. Namun, perkembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara inovatif berbasis teknologi modern, yang akan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan pangan yang harganya terjangkau, dan mampu memperbaiki daya dukung lingkungan, serta menyejahterakan para petani dan sektor pendukungnya.

“Juga harus meningkatkan peran sentral korporasi petani agar dapat mengedepankan nilai tambah on farm maupun off farm. Jadi, saya mendukung model bisnis kolaboratif-inklusif yang bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), telah digelontorkan stimulus ekonomi yang ditujukan untuk membantu dunia usaha, baik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) maupun korporasi. Termasuk stimulus yang bertujuan menjaga kinerja di sektor pertanian dan perikanan, yakni Program Padat Karya Pertanian, Program Padat Karya Perikanan, Banpres Produktif UMKM Sektor Pertanian; Subsidi Bunga Mikro/Kredit Usaha Rakyat; dan Dukungan Pembiayaan Koperasi dengan Skema Dana Bergulir.

Selain itu, terdapat tujuh program di sektor pertanian dan perikanan yang terus dijalankan pemerintah untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani/nelayan. Pertama, pembangunan food estate (baik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara) berbasis korporasi dalam kerangka penguatan sistem pangan nasional. Kedua, pengembangan klaster bisnis padi menggunakan pendekatan pengelolaan lahan yang awalnya tersegmentasi menjadi satu area. Ketiga, pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor dengan model kemitraan Creating Shared Value (CSV) antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta, dan petani.
Keempat, kemitraan inklusif Closed Loop pada komoditas hortikultura sebagai bentuk implementasi sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas (ABGC).

Kelima, pengembangan 1.000 desa sapi program untuk peningkatan populasi dan produktivitas sapi. Keenam, pengembangan industri rumput laut nasional untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri. Dan, ketujuh, pengembangan korporasi petani dan nelayan dengan arah menuju sistem agribisnis hulu-hilir yang mengedepankan pemberdayaan mereka. (Krj)

Prodi Informatika Unriyo Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) menggelar workshop tentang penyusunan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan penyusunan dokumen penjaminan mutu MBKM yang dilaksanakan di Hotel Grand Sarila, Kamis (19/11/2020). Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan diharapkan Program Studi Informatika dapat menjadi pilot project pelaksanaan Kurikulum MBKM di Unriyo.

Workshop ini menghadirkan pembicara Ketua Badan Penjaminan Mutu Fakultas Teknologi Informasi UKSW Prof Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom yang juga Sekretaris Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Turut hadir Ketua Program Studi Informatika Unriyo, I Wayan Ordiyasa, S.Kom.M.T serta Ketua Badan Penjaminan Mutu Unriyo, Dr. Ariyanto Nugroho, SKM, MSc.

Dalam pemaparannya Eko Sediyono mengatakan program yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar sebenarnya bukan hal yang baru. Menurut Eko Sediyono sejak dahulu kampus telah diberi kebebasan untuk mengatur segala urusan akademik sesuai undang-undang.

“Jadi manfaatnya ini membiasakan mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas saja, tapi juga mengalami proses yang ada di dunia industri atau di luar kelas. Tidak hanya di dunia industri saja tetapi juga bidang penelitian, LSM maupun lainnya. Jadi mereka mengalami proses yang ada di masyarakat secara riil,” jelasnya.

Eko Sediyono mengatakan sebelum ada Merdeka Belajar, capaian akademik dilihat dari hasil pembelajaran di dalam kampus saja. Namun setelah ada program dari Nadiem Makarim capaiannya belajar dapat diraih dari dalam maupun luar kampus.

“Ini bisa menjadi hal baru, namun sebenarnya bukan permasalahan sulit. Dengan Merdeka Belajar seperti ini tentunya capaian yang ingin dihasilkan akan lebih baik lagi untuk dunia pendidikan di negeri ini,” jelasnya.

Dalam program Merdeka Belajar ini tiga prodi di Unriyo masing-masing Informatika, Sastra Inggris dan Ilmu Komunikasi berhak mendapatkan hibah sebesar total Rp 176 juta dari Kemendikbud. Untuk kurikulum Merdeka Belajar di Unriyo sendiri rencananya akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2021 mendatang.

“Jadi masih ada waktu karena hibah ini selesai Desember, sehingga mulai Januari sampai dengan September itu adalah masa persiapan. Pada semester baru kami akan mengaplikasikannya (Kurikulum Merdeka Belajar),” ungkap Ketua Badan Penjaminan Mutu Unriyo, Dr. Ariyanto Nugroho, SKM, MSc.

Ariyanto Nugroho mengatakan tiga prodi yang mendapat hibah ini diharapkan menjadi percontohan bagi prodi lainnya di Unriyo. Ia pun optimis pada tahun ajaran berikutnya bakal ada prodi lain di Unriyo yang akan mendapat hibah serupa. (Krj)