Day: November 20, 2020

Menanti Duel Seru Atletico Madrid vs Barcelona

MADRID ( Merdeka News ) : Jadwal pertandingan La Liga pekan ke-10 musim 2020/2021. Salah satu laga yang paling dinantikan akhir pekan ini adalah duel Atletico Madrid vs Barcelona.

Sejatinya, laga ini bakal menjadi panggung untuk dua sahabat yakni Luis Suarez dan Lionel Messi. Akan tetapi, Suarez diragukan bisa bermain karena terpapar Covid-19 saat membela timnas Uruguay.

Walau tanpa Suarez, Atletico Madrid tetap tajam. Pasukan Diego Simeone punya Diego Costa yang bisa menjadi pengganti. Selain itu, ada Joao Felix yang sejauh ini telah mencetak lima gol di La Liga.

Joao Felix dan kolega akan berjumpa lini pertahanan Barcelona yang belum stabil. Klub asal Catalan itu sudah kebobolan dan delapan gol dalam tujuh laga. Bukan catatan yang bagus untuk Barcelona.

Sebelum jeda internasional, Real Madrid secara mengejutkan kalah dari Valencia. Real Madrid kalah dengan skor 4-1. Pada laga di Mestalla itu, nampak jelas ada masalah di pertahanan Real Madrid.

Zinedine Zidane mendapat kabar baik dengan sembuhnya Casemiro dari Covid-19. Akan tetapi, Zidane masih harus menunggu kabar terakhir Sergio Ramos yang cedera bersama timnas Spanyol.

Real Madrid akan bersua Villarreal yang performanya sangat apik. The Yellow Submarines kini berada di posisi kedua klasemen La Liga dan tidak pernah kalah dalam sembilan laga terakhir.

Tim racikan Unai Emery itu punya duet Paco Alcacer dan Gerard Moreno yang tampil tajam di lini depan. Dua pemain asal Spanyol itu telah mencetak sembilan dari 13 gol Villarreal hingga pekan ke-9 La Liga.(Bln)

Nadiem Izinkan Sekolah Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemerintah putuskan sekolah boleh tatap muka mulai Januari 2021. “Kebijakannya ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021, jadinya bulan Januari 2021,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, Jumat, (20/11 2020)

Semua berdasarkan zona. Namun tergantung keputusan dan izin dari pemerintah daerah, kantor wilayah atau kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Nadiem, Pemda lah yang paling tahu kondisi kelurahan yang ada di wilayahnya. Pembukaan sekolah diterapkan secara fleksibel, dalam artian tidak harus di satu wilayah serentak, tidak pula harus bertahap.

“Bagi kepala daerah mereka bisa melakukan secara serentak atau bertahap. Jadi ke kecamatan tertentu mungkin akan dibuka tahap pertama, tahap kedua. Tidak harus semua serentak, tidak harus bertahap, jadi fleksibilitas ini diberikan kepada Pemda berdasarkan evaluasi terhadap tingkat keamanan kesehatan di daerahnya masing-masing,” jelas Nadiem.

Selain itu Mendikbud meminta Pemda dan sekolah untuk mempersiapkan diri jika ingin membuka sekolah. Persiapan bisa dilakukan mulai dari sekarang hingga akhir tahun. (Kr)

Presiden Jokowi Tekankan Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19

JAKARTA ( Merdeka News ) : Presiden RI Joko Widodo telah menghadiri KTT APEC 2020 malam ini, Jumat (20/11/2020) di Istana Bogor. Pertemuan ini dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia selaku ketua dan tuan rumah APEC 2020.

Pertemuan yang berlangsung secara virtual ini dihadiri oleh para pemimpin APEC dari 21 ekonomi APEC, dan hadir pula Kristalina Georgieva, IMF Managing Director.

Dalam keterangan persnya, Menteri Luar Negeri RI menyampaikan dalam pertemuan itu dibahas dua agenda pembahasan utama.

“Yang pertama kerja sama penanganan COVID-19 dan upaya pemulihan ekonomi di kawasan dan pembahasan visi APEC pasca 2020 yang kemudian dinamakan APEC Putrajaya Vision 2040,” ujar Menlu Retno dalam siaran langsung di akun situs pemutar video resmi milik Sekretariat Presiden.

“Bagi Indonesia, APEC di tahun ini merupakan pertemuan yang sangat penting. Mengingat pertemuan APEC dilakukan di tengah situasi pandemi dan menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia.” tambahnya.

Menlu Retno juga menyatakan bahwa saat ini dunia juga menyaksikan rivalitas yang kian menajam antara negara-negara besar.

“Di tahun 2020, APEC tidak dapat menghasilkan outcome document. Dan tahun 2020 ini merupakan tenggat dari Bogor Goals. Dan pada APEC tahun ini, disepakati APEC Putrajaya Vision 2040 yang melanjutkan visi Bogor Goals tahun 1994,” ujarnya.

“Di dalam negosiasi persiapan KTT terdapat beberapa isu yang berhasil dimasukan Indonesia dalam visi APEC pasca-2020. Yaitu antara lain mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, mendorong pembangunan konektivitas, mendorong pemberdayaan UMKM dan perempuan dalam ekonomi digital. Mengharusutamakan kepentingan Indonesia di bidang investasi akses perdagangan dan pengembangan kapasitas.”

Menlu Retno menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu Presiden Joko Widodo menyampaikan sebuah terobosan besar telah dilakukan APEC di tahun 1994.

“Terobosan ini dinilai oleh presiden masih sangat relevan sampai saat ini. Antara lain mengenai pentingnya memperkokoh sistem pasar terbuka dan multilateralisme dan tebalnya spirit saling membantu,” jelas Retno Marsudi. (Nnm)

Bank Indonesia Turunkan Bunga Acuan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bsp) dari 4 persen menjadi 3,75 persen. Begitu juga, suku bunga Deposit Facility juga turun sebesar 25 bps dari 3,25 persen menjadi 3 persen dan suku bunga Lending Facility turun sebesar 25 bps dari 4,75 persen menjadi 4,5 persen.

“Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, pada acara paparan hasil RDG BI secara virtual, di Jakarta.

Dikatakan, BI tetap berkomitmen untuk mendukung penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN Tahun 2020. Di samping keputusan tersebut, Bank Indonesia menempuh pula langkah-langkah misalnya melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif. Mempercepat pengembangan pasar valas domestik melalui penguatan pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai implementasi Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2025.

Melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif dengan mempertahankan rasio Countercyclical Buffer (CCB) sebesar 0%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) pada kisaran 84-94% dengan parameter disinsentif sebesar 0%, rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 6% dengan fleksibilitas repo sebesar 6%, dan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan properti sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan inklusif, khususnya kepada UMKM. (Krj)