Pemerintah Akan Naikkan Plafon KUR Jadi Rp 253 Triliun

Pemerintah Akan Naikkan Plafon KUR Jadi Rp 253 Triliun

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemerintah akan meningkatkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) di 2021 dari sebelumnya Rp 220 triliun menjadi sebesar Rp 253 triliun. Peningkatan tersebut merupakan respon atas antusiasme pelaku UMKM yang tinggi akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah dan juga harapan pemulihan usaha UMKM.

“Di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional paska Covid-19, pemerintah akan terus memacu penyaluran KUR sebagai upaya mendorong dan mengembangkan UMKM agar dapat membantu pemerataan dan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” katavMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, seusai rakor Komite Kebijakan Pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2021 yang diadakan secara virtual di Jakarta.

Dikatakan, kebutuhan KUR untuk UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada masa Covid-19 cukup besar, maka target penyaluran KUR tahun depan ditingkatkan. Dengan peningkatan itu, maka ada tambahan anggaran subsidi bunga KUR 2021 sebesar Rp 7,6 triliun. Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen selama 6 bulan.

Dijelaskan, perekonomian Indonesia telah melewati posisi dengan kontraksi terdalam pada triwulan II 2020 yaitu sebesar -5,32 persen (yoy). Kondisi ini berdampak pada penyaluran KUR yang sempat mengalami perlambatan. Penyaluran KUR berangsur membaik terutama di triwulan III tahun 2020 dan terlihat pada November 2020, realisasi penyaluran per bulan sebesar Rp 23,9 triliun. Penyaluran ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan periode normal, sebelum pandemi, pada Februari 2020 yang tercatat sebesar Rp 19,2 triliun.

Dipaparkan, penyaluran KUR hingga 21 Desember 2020 tercatat sebesar Rp 188,11 triliun, atau sekitar 99 persen dari target 2020 yang ditetapkan sebesar Rp190 triliun. KUR telah disalurkan kepada sekitar 5,81 juta debitur dengan outstanding sebesar Rpb226,5 triliun dan non performing loan (NPL) relatif rendah di posisi 0,63 persen.(Krj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*