Indonesia Perlu Kembangkan Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri

Indonesia Perlu Kembangkan Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri

SEMARANG ( Merdeka News ) : Pakar sekolah kejuruan Dr Wirawan Sumbodo MT yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes) kepada pers di Semarang, Kamis (7/1) menyampaikan Indonesia perlu segera melakukan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Mobil listrik perlu masuk kurikulum pendidikan, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi. Cara ini bisa mendukung proyek mobil listrik secara nasional.

“Oleh karena itu dunia pendidikan di Indonesia harus bersatu padu menyiapkan SDM untuk mengembangkan mobil listrik dari desain, produksi sampai pelayanan purna jualnya (after sales servis). Bila dunia pendidikan tidak menyiapkan SDM mobil listrik dari sekarang, Indonesia akan kedatangan tenaga asing untuk pengembangan mobil listriknya” ujar Wirawan Sumbodo yang juga Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unnes.

Menurutnya pula, penyiapan SDM mobil listrik dapat dimulai dari kurikulumnya. Prodi terkait mobil listrik perlu bermitra dengan industri mobil listrik yang ada untuk menyusun bersama kurikulum sekolah menengah hingga perguruan tunggi.

Penguasaan teknologi baterai menjadi faktor yang perlu diprioritaskan, mengingat indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) bijih nikel terbesar di dunia yang notabene menjadi bahan utama baterai lithium, baterei untuk mobil listrik. Peluang Indonesia menjadi produsen baterei mobil listrik terbesar didunia terbuka sangat luas.

Peluang ini perlu dijadikan acuan untuk mengembangkan kurikulum teknologi baterei dan mobil listrik di sekolah dan perguruan tinggi. Industri mobil listrik akan berkembang di Indonesia bila SDA (Sumber daya Alam) bahan baterei mobil listrik yang berlimpah didukung oleh SDM lokal yang siap mengembangkan industri mobil listrik, sehingga akan “link and mach”

Menurut Dr Wirawan Sumbodo MT yang pernah belajar production and control technology di Jerman tersebut mengamati selama ini pembelajaran teknologi belum secara spesifik ada di sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Pembelajaran mobil listrik masih menjadi bagian pembelajaran bidang keahlian tertentu di SMK, seperti elektronika dan mekatronika, sehingga materi pembelajaran tentang teknologi mobil listrik masih perlu dikembangkan. Ini sangat berbeda kalau teknologi mobil listrik masuk di dalam kurikulum resmi di SMK dan perguruan tinggi” tambahnya. (Kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*