Madrasah Harus Lebih Berkualitas Walau Tidak Ada UN

Madrasah Harus Lebih Berkualitas Walau Tidak Ada UN

JEPARA ( Merdeka News ) : Sekitar 70 orang Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah yang berada di bawah afiliasi LP Ma’arif NU Jepara, melakukan Rapat Kerja (Raker) di Aula MTs Nurul Islam, Bumiharjo, Keling Jepara, Jawa Tengah kemarin. Para pimpinan MTs yang melakukan Raker berada dalam kordinasi Kelompok Kerja Masrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Ma’arif NU Jepara.

Ikut hadir dalam Raker tersebut sejumlah tokoh antara lain Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara Drs. H. Muh Habib, MM, Kasi. Pendidikan Agama Islam Kemenag Jepara Drs. A. Najib, M.Pd.I,  Ketua LP Ma’arif NU Jepara Drs. Fathul Huda, MM, serta ketua KKMTs 02 Ma’arif NU Jepara  Mualimin, M.Pd.I .

Dalam sambutannya Ketua LP Ma’arif NU Jepara Drs. Fathul Huda, MM mengatakan, Raker KKMTs 02 Ma’arif NU kali ini  istimewa dan luar biasa. Mengapa luar biasa, karena Raker ini dihadiri para pejabat dari Kemenag Jepara secara komplit.

“Raker KKMTs 02  LP Ma’arif NU Jepara kali ini memang luar biasa, karena  dihadiri pejabat Kemenag Jepara ada Pak Drs. H. Muh Habib, MM, Pak  Drs. A. Najib, M.Pd.I, serta Pak Drs. H. Sumaryo. Semoga Raker ini bisa berlangsung sukses. Semoga bisa memberi pencerahan kepada para kepala madrasah tsanawiyah, terutama dalam menghadapi bembelajan di masa pandemi ini,” tutur Ketua LP Ma’arif NU Jepara Drs. Fathul Huda, MM.  

Sedangkan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara Drs. H. Muh Habib, MM dalam sambutannya menekankan beberapa hal penting. Yang pertama Muh Habib menyatakan selamat ulang tahun NU yang ke   95, mudah-mudahan NU semakin jaya. Kebetulan saat pelaksanaan Raker, bertepatan dengan hari lahir NU.

Drs. H. Muh Habib, MM juga menekankan agar para  Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah  tetap mentaati protokol kesehatan, sesuai  yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Yang perlu digaris bawahi yakni  dalam penyelenggaraan pendidikan di Masrasah Tsanawiyah  harus diutamakan prinsip keselamatan bersama. Prinsip keselamatan bagi anak didik, bagi para guru dan tenaga kependidikan, dan keselamatan semua orang yang terkait dalam lembaga pendidikan tersebut,”tambah Drs. H. Muh Habib, MM.

Dalam Raker tersebut, Ketua KKMTs 02 Ma’arif NU Jepara  Mualimin, M.Pd.I menegaskan bahwa kondisi di wilayah Jepara saat ini masih zona merah terkait covid 19. Karena itu  pembelajaran di sekolah juga masih daring (dalam jaringan) atau online. Kita harus selalu waspada, harus hati-hati.

“Terkait persiapan anak didik kita, kita harus kerja keras. Dengan adanya pandemi maka kita justru harus kerja keras untuk kepentingan proses belajar mengajar, meski semua masih dilakukan dengan daring” kata Mualimin, M.Pd.I.

Menurut Mualimin, sesuai ketentuan pemerintah maka saat ini Ujian Nasional (UN), termasuk UN tuntuk para siswa Madrasah Tsanawiyah memang tidak ada. Meski demikian kita tetap harus kerja keras memajukan pendidikan Madrasah Tsanawiyah.  

“Walau UN sudah tidak ada, bukan berarti kita terus tenang tenang atau santai. Kondisi ini justru kesempatan untuk kita agar bisa menata lembaga sendiri sehingga jadi lebih berkualitas. Madrasah harus lebih berkualitas,” tegas Ketua KKMTs 02 Ma’arif NU Jepara  Mualimin, M.Pd.I. (Rosidi)  

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*