Bank Mandiri Luncurkan E-Money Senilai Rp 14 Triliun

Bank Mandiri Luncurkan E-Money Senilai Rp 14 Triliun

JAKARTA ( Merdeka News ) : VP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, hingga akhir 2020, Bank Mandiri telah menerbitkan kartu prabayar berlogo Mandiri e money mencapai 22,8 juta kartu dengan frekuensi transaksi 867 juta transaksi senilai Rp 14 triliun. Saat ini pangsa pasar Mandiri E money berada di kisaran 70 persen dari total industri uang elektronik.

“Pada akhir 2020, Bank Mandiri telah menerbitkan kartu prabayar berlogo Mandiri e money mencapai 22,8 juta kartu dengan frekuensi transaksi 867 juta transaksi senilai Rp14 triliun. Saat ini pangsa pasar Mandiri E money berada di kisaran 70 persen dari total industri uang elektronik,” kata SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi, pada webinar “Digitalisasi Perparkiran, Siapa Diuntungkan?”, di Jakarta, Rabu (24/2).

Menyinggung tentang perparkiran, Thomas mengatakan, ada sedikitnya tiga bentuk dukungan yang bisa diberikan perbankan dalam mendigitalkan perpakiran di Indonesia. Ketiga hal tersebut antara lain, menjadi acquiring bank partner, pengelolaan cash management partner, dan business partner integrator.

Terkait peran sebagai acquiring bank bagi pengelola, Thomas mengatakan Bank Mandiri bisa menerima pembayaran dari berbagai macam metode pembayaran, mulai dari kartu uang elektronik Mandiri e-Money, pembayaran berbasis server seperti Link Aja, QRIS online/offline, hingga kartu debit dan kredit.

“Intinya, banyak sekali metode pembayaran yang bisa kita proses. Ini memberi keleluasaan bagi nasabah untuk memilih metode pembayaran,” katanya.

Dalam hal cash management partner bagi pengelola parkir dan pemda, Thomas mengatakan Bank Mandiri menyediakan layanan manajemen kas untuk memenuhi kebutuhan collection dan payment bagi operator parkir. Salah satunya adalah settlement dana dan splitting fee transaksi parkir. “Semuanya sudah otomatis dan by system. Sangat transparan dan data bisa kita sajikan secara akurat,” ujar dia,

Sedangkan sebagai business partner integrator, kata dia, Bank Mandiri memiliki hubungan kemitraan yang kuat dengan retail merchant, e-commerce, fintech, property management dan developer, serta juga instansi/lembaga di pusat dan daerah, yang dapat disinergikan dengan operator di industri perparkiran untuk memperluas dan memperkuat kerja sama bisnis.

“Saat ini Bank Mandiri menjadi partner bagi lebih dari 41 operator parkir dengan ribuan lokasi parkir tersebar di Indonesia,” tambah Thomas. (Krj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*