Maybank Raih Laba Bersih RM 6,48 Miliar

Maybank Raih Laba Bersih RM 6,48 Miliar

KUALA LUMPUR ( Merdeka News ) : Maybank sebagai bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan menutup tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2020 dengan laba bersih sebesar RM6,48 miliar dibandingkan RM8,20 miliar pada tahun sebelumnya.

Grup harus membukukan secara signifikan net impairment loss yang lebih tinggi disebabkan dampak lanjutan dari pandemi COVID-19, meskipun demikian, hal ini sebagian telah diimbangi oleh pendapatan operasional bersih yang lebih tinggi dan pengurangan biaya overhead. Laba sebelum pajak (PBT) untuk tahun ini turun menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Terlepas dari tahun yang penuh tantangan, Grup mencatat pendapatan operasional bersih (net operating income) yang stabil atau lebih tinggi 0,1% menjadi RM24,76 miliar dari tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sebesar 12,3% secara tahunan (YoY) pada total pendapatan berbasis biaya bersih menjadi RM8,11 miliar, terutama berasal dari pendapatan asuransi dan investasi bersih yang lebih tinggi karena Grup mampu mendapatkan keuntungan dari return yang lebih baik.

Kenaikan pada pendapatan berbasis biaya bersih (net fee based income) sebagian juga tergerus oleh penurunan 4,9% pada total pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM16,65 miliar yang disebabkan penurunan margin bunga bersih sebesar 17 basis poin (bps) secara tahunan karena penurunan pinjaman dan security yields, serta dampak dari adanya empat kali pemotongan Overnight Policy Rate sebesar 125 bps serta timbulnya kerugian atas modifikasi suku bunga tetap pinjaman oleh sebab diterapkannya blanket moratorium berjangka waktu enam bulan yang diberikan kepada nasabah.

Grup tetap menerapkan manajemen biaya secara disiplin serta membantu mengurangi dampak dari kondisi operasional Grup yang melemah, yang menyebabkan terkelolanya tren penurunan pada biaya overhead menjadi RM11,25 miliar atau 2,7% lebih rendah dari RM11,56 miliar pada FY19. Hal ini berdampak pada rasio biaya-terhadap-pendapatan Grup yang membaik menjadi 45,4% dari 46,7% di tahun sebelumnya.

Oleh karena pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya overhead yang semakin rendah, laba operasional sebelum provisi (PPOP) mengalami kenaikan 2,6% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang merupakan sebuah rekor menjadi RM13,52 miliar. (Nn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*