Konseling Model KIPAS Yang Khas Indonesia

Konseling Model KIPAS Yang Khas Indonesia

MALANG ( Merdeka News ) : Prof. Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd selama ini dikenal sebagai pakar pendidikan yang mengembangkan konseling model “KIPAS”. Konseling model KIPAS yakni konseling yang berdasarkan pada 5 tema pembahasan konseling yang meliputi karakter, identitas, pekerjaan (karier), akademik serta sosial.


“Di samping itu KIPAS juga bisa sebagai akronim dari tahapan pelaksanaan konseling yakni memberi kabar gembira ke klien, integrasi data dan internalisasi, perencanaan tindakan, aktualisasi rencana tindakan ke klien, serta selebrasi atau pemberian sertifikat setelah klien sukses mengembangkan potensi diri,” tutur Prof. Dr. Andi Mappiare yang juga Guru Besar Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, dalam keterangannya kepada Merdeka News, Kamis (11 Maret 2021).


Konseling model KIPAS yakni konseling yang khas Indonesia, karena dikembangkan berdasarkan sosio kultural masyarakat Indonesia. Menurut Prof Andi, hari ini adalah tepat sewindu konseling model KIPAS dipublikasikan melalui http://andi-m-um.blogspot.com (11 Maret 2013).

Empat tahun lalu secara resmi model ini melembaga pada Universitas Negeri Malang melalui pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd (28 Februari 2017). Dua tahun yang lalu model ini disepakati untuk diajarkan kepada mahasiswa dan masuk sebagai bagian dari struktur kurikulum Prodi S1 Bimbingan dan Konseling FIP UM, status elective courses bernama Konseling Model KIPAS; teori 2 SKS serta praktikum 2 SKS.

Dalam perkembangannya maka terbentuk organisasi yang bernama Komunitas KIPAS Indonesia (Ku-KIPAS-In) pada tanggal 28 Februari 2017. Komunitas ini beranggotakan para peneliti budaya yang terkait konseling KIPAS berasal dari unsur mahasiswa serta dosen Prodi Bimbingan Konseling.

Dikatakan Prof. Andi Mappiare, belum lama ini dilakukan survei pemantauan konseling model KIPAS, melalui angket di google form. Survei direspon oleh insan Bimbingan Konseling yakni guru BK atau konselor, dosen, mahasiswa, dan alumni Prodi BK Universitas Negeri Malang dari hampir seluruh wilayah Indonesia, serta beberapa responden berasal dari negeri Jiran, Malaysia. Hasil cukup menonjol dari survei yang patut diturunkan di sini adalah animo para insan BK terhadap konseling model KIPAS ternyata sangat tinggi.


Semua responden menyatakan telah berlatih dan mempraktikkan kekhasan konseling model KIPAS yaitu berpikir positif, bersikap positif, dan berkata-kata positif. Banyak pula yang berlatih atau mempraktikkan perluasan relasi (sahabat) dan penguatan interaksi persahabatan. Tidak sedikit pula responden yang sudah berlatih dan mempraktikkan ketiga gugus KIPAS yaitu konseling krisis/fasilitatif (G-1), konseling prevenif dan secondary prevention (G-2), dan konseling perkembangan (G-3).


“Selama masa pandemi ini, KIPAS fokus pada rancangan dan penerapan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) untuk matakuliah Konseling Model KIPAS, teori dan praktikum. Jadi berbeda dari sebelum Pandemi, yang sering dilakukan seminar dan pelatihan, serta acara Kelakar Budaya oleh para peneliti budaya terkait konseling model KIPAS,” tambah Prof. Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*