Budaya Melayu Dukung Konseling Model KIPAS

Budaya Melayu Dukung Konseling Model KIPAS

MALANG ( Merdeka News ) : Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang, Dr. Adi Atmoko, M.Si., belum lama ini bertindak selaku Ketua Dewan Penguji dalam Ujian Tertutup Disertasi atas nama Hastiani. Disertasi tersebut dengan judul Rekonstruksi Bibliokonseling Bermuatan Nilai-nilai Melayu untuk Pengembangan Pribadi Ideal Remaja dalam Langkah KIPAS.

Prof. Dr. Andi Mappiare, M.Pd sebagai pakar pengembang Konseling Model KIPAS yang dihubungi membenarkan adanya ujian disertasi tersebut. Prof. Andi Mappiare, selaku promotor disertasi ini menjelaskan bahwa Promovenda adalah dosen Bimbingan dan Konseling FKIP IKIP PGRI Pontianak Kalimanan Barat.

Promovenda ini, menuntut ilmu pada Prodi S3 Bimbingan dan Konseling UM. Hastiani melakukan penelitian kualitatif, hermeneutika bersusun, sekitar dua tahun mengenai nilai-nilai Melayu Pontianak untuk disertainya. Penelitian dilakukan dengan pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis interpretasi teks terkait dengan aktivitas budaya setempat seperti upacara Robo-robo dan tradisi Saprahan.

Dr. Hastiani, S.Pd., M.Pd berhasil mempertahankan disertainya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari  Prof. Dr. Nur Hidayah, MPd, selaku Koordinator Prodi S3 UM; Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed sebagai penguji bidang pendidikan; Dr. Triyono selaku penguji bidang ilmu bimbingan dan konseling; Prof. Dr. H. Mungin Edi Wibowo, M.Pd., Kons., dari UNNES selaku penguji eksternal bidang bimbingan dan konseling;  Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd selaku penguji dari unsur Pembimbing III; Dr. Adi Atmoko, M.Si selaku penguji dari unsur Pembimbing II dan Prof. Dr. Andi Mappiare-AT., M.Pd., selaku penguji dari unsur Pembimbing I atau Promotor.

Menurut Dr. Hastiani, S.Pd., M.Pd yang baru saja lulus S 3, ada tiga kategori penting nilai budaya melayu Pontianak yaitu: Pertama, karakter utuh dari kebiasaan hidup yaitu harmoni sosial. Kedua, identitas religius, identitas kerja, dan identitas etnis Melayu yang saling mengait. Ketiga, kecakapan sosial meliputi silaturahmi, kerjasama, serta persaudaraan, didasari semangat menjaga adat berisi pantang larang. Nilai-nilai kearifan lokal itu kemudian kami susun dalam bentuk buku cerita bergambar untuk menjadi teknik Bibliokonseling bermuatan nilai-nilai Melayu.

Teknik Biblikonseling itu kami konstruksi khusus untuk diwariskan kepada generasi muda  etnis Melayu Pontianak melalui konseling model KIPAS dengan langkah-langkah Kabar Gembira, Integrasi Data, Perencanaan Tindakan, Aktualisasi Rencana dan Selebrasi atau Sertifikat. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*