UGM Didorong untuk Produksi GeNose hingga 15 Ribu per Bulan

UGM Didorong untuk Produksi GeNose hingga 15 Ribu per Bulan

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, permintaan terhadap alat deteksi COVID-19, GeNose, akan mengalami peningkatan pesat di masa yang akan datang.

Oleh sebab itu, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut meminta Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku promotor untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi GeNose.

Saat ini, Airlangga menyebutkan, produksi GeNose sudah mencapai 3 ribu per bulannya. Namun, pada Juni-Juli 2021, diharapkannya UGM mampu memproduksi alat tersebut sebanyak 10-15 ribu per bulan.

“Sebagai promotor UGM bisa replikasi manufaktur yang ada. Tentu dengan demand banyak produksinya harus ditingkatkan,” kata Airlangga.

Target produksi tersebut diharapkannya bisa tercapai karena permintaan GeNose pada dasarnya sudah sangat besar di pasaran. Saat ini, permintaan GeNose diklaimnya telah mencapai 20 ribu.

“Sudah 20 ribu untuk industri apalagi diberikan masing-masing GeNose, artinya kalau industri beli GeNose kan enggak cuma satu, minimal 5-10 unit,” tegas Ketua Umum Partai Golkar ini.

Selain itu, Airlangga menekankan, kemampuan produksi ini juga harus ditingkatkan karena di beberapa negara juga sudah mulai mengembangkan teknologi deteksi COVID-19 serupa karya anak bangsa tersebut. (Tnp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*