Prof. Nur Hidayah: Ingin Sukses, Jadilah Pendengar Yang Baik

Prof. Nur Hidayah: Ingin Sukses, Jadilah Pendengar Yang Baik

MALANG ( Merdeka News ) : Para profesional helper baik dia seorang guru, psikolog, dokter, psikiater, konselor, dan para profesional lain harusnya memiliki kompetensi dasar dalam hal memberikan bantuan. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki yakni kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.


Demikian dituturkan Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Nenegri Malang (UM), ketika tampil sebagai narasumber pada Pelatihan Peningkatan kompetensi tim pengembang P2BK3A, LP3 UM, kemarin.
Kegiatan Pelatihan ini diselenggarakan oleh P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang. Pelatihan diikuti para Tim Pengembang dari semua Fakultas di lingkungan Universitas Negeri Malang.


Menurut Prof. Nur Hidayah, salah satu kunci sukses berkomunikasi dengan orang lain yakni mampu menjadi pendengar yang baik. Cara paling dasar dan ampuh untuk berinteraksi dengan orang lain adalah dengan mendengarkan. Dengarkan saja, mungkin hal terpenting yang pernah diberikan satu sama lain adalah perhatian. Jika ada satu keterampilan komunikasi yang harus dikuasai, maka dengarkanlah.


“Mendengarkan secara efektif adalah keterampilan yang menopang semua hubungan positif manusia. Mendengarkan tidak sama dengan mendengar. Mendengar mengacu pada suara yang masuk ke telinga. Mendengar adalah proses fisik yang asalkan tidak memiliki masalah pendengaran, terjadi secara otomatis. Adapun mendengarkan, membutuhkan lebih dari moda itu yakni membutuhkan fokus dan usaha yang terkonsentrasi, baik mental maupun fisik,” tegas Prof Nur Hidayah yang juga Korprodi Bimbingan dan Konseling Program S-2 dan S-3 Universitas Negeri Malang.


Dijelaskan, banyak manfaat keterampilan mendengarkan. Antara lain jumlah teman dan jaringan sosial menjadi lebih banyak, harga diri dan kepercayaan diri meningkat, nilai menjadi lebih tinggi di sekolah dan dalam pekerjaan, dan bahkan kesehatan dan kesejahteraan umum menjadi lebih baik. Selain itu hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, meskipun berbicara dapat meningkatkan tekanan darah, sebaliknya mendengarkan dengan penuh perhatian dapat menurunkannya.


Prof Nur Hidayah lantas memaparkan ada sejumlah cara untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan, agar komunikasi menjadi lebih baik. Pertama yakni tunjukkan keterampilan mendengarkan Anda dengan parafrase. Parafrase dan meringkas adalah keterampilan komunikasi yang luar biasa yang membantu Anda memahami poin pembicara dan juga memungkinkan Anda untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan cermat.


Cara lain yakni lakukan kontak mata yang konsisten. Mempelajari cara mendengarkan tidak hanya tentang apa yang Anda katakan kepada orang lain. Bahasa tubuh juga memiliki peran utama. Pastikan juga untuk menyesuaikan kontak mata Anda dengan kebutuhan orang lain. Jika Anda berurusan dengan seseorang yang cemas, kurangi tatapan langsung dan fokuslah pada keterampilan mendengarkan aktif lainnya yang tidak terlalu bertentangan dengan orang yang pemalu.

Cara berikutnya yakni mengadopsi postur terbuka. Alat lain dalam rangkaian keterampilan mendengarkan dengan penuh perhatian melibatkan memperhatikan cara Anda berdiri atau duduk. Ajukan juga pertanyaan terbuka yakni pertanyaan yang dirancang untuk mendorong respons yang lebih lama dan lebih bijaksana. Pertanyaan terbuka menunjukkan keinginan Anda untuk terlibat dalam diskusi yang tepat dan minat Anda untuk memahami pola pikir pembicara.

Manfaatkan setiap kesempatan yang Anda bisa untuk menambahkan komentar yang membuktikan bahwa Anda telah mendengarkan dan mengingat sesuatu dari percakapan sebelumnya. Ini membuat orang merasa dihargai dan membuktikan bahwa Anda benar-benar memperhatikan.

“Agar mudah sukses dalam berkomunikasi dengan orang lain, maka tunjukkan anda pendengar yang baik dengan mengangguk. Komunikasikan mendengarkan secara aktif dengan mirroring. Gunakan bahasa tubuh untuk mencerminkan postur tubuh lawan bicara Anda. Ini adalah keterampilan interpersonal yang sangat baik yang bekerja di tingkat bawah sadar untuk meyakinkan lawan bicara Anda bahwa Anda berempati dengan mereka. Cobalah trik mirroring kecil, seperti menyilangkan kaki Anda searah dengan orang lain atau melipat tangan Anda dengan cara yang sama,” lanjut Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*