Hadapi Pandemi Mahasiswa Perlu Konselor Sebaya

Hadapi Pandemi Mahasiswa Perlu Konselor Sebaya

MALANG ( Merdeka News ) : Kondisi pandemi yang telah berlangsung dalam setahun ini, menimbulkan berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa S1, mahasiswa paskasarjanapun riskan mengalami masalah. Stres akademikpun potensial dialami oleh mahasiswa, dalam pembelajaran daring selama masa pandemic covid 19. Dalam kondisi demikian para mahasiswa tersebut memerlukan kehadiran Konselor Sebaya.


Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Konseling bagi anggota PCC (Peer Counseling Corner ), Senin, 12 April 2021 secara Daring Sinkronus. PCC yakni merupakan mahasiswa yang jadi fasilitator atau penghubung antara calon konseli dengan dosen konselor. Para mahasiswa yang jadi PCC ini juga sering disebut Konselor Sebaya.

Menurut I Wayan Dasna, Ph.D stres akademik berpotensi dialami mahasiswa saat pandemi, disebabkan oleh tugas kuliah yang demikian banyak, harus belajar secara mandiri, tidak bisa bertanya secara leluasa ketika menemui kesulitan dalam belajar dan lain sebagainya. Mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi juga demikian. Mereka galau karena belum juga disetujui oleh dosen pembimbingnya.


Dalam kondisi inilah, lanjut I Wayan Dasna, bantuan dari teman sebagai konselor sebaya sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan yang dialami mahasiswa. Konselor sebaya sebagai teman, dapat mengenali lebih awal temannya yang menunjukkan adanya gejala bermasalah. Sebab teman sebaya, biasanya hubungannya lebih dekat dibandingkan dengan dosen ataupun konselor. Di samping itu, hubungan kedekatan ini juga mendukung adanya kepercayaan dan keterbukaan. Permasalahan yang dialami bisa disampaikan secara leluasa ke konselor sebaya, sehingga bisa segera ditemukan solusinya.


“Saya bangga dengan anggota Peer Counseling Corner, sebagai konselor sebaya. Anda merupakan seseorang yang bisa mengisi kehidupan ini dengan penuh manfaat, sebab bisa membantu orang lain. Anda mempunyai kemampuan, mempunyai ilmu untuk menolong orang lain” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Konseling bagi anggota PCC ini diselenggarakan oleh P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 UM. Pelatihan diikuti para mahasiswa anggota PCC dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, Pelatihan kali ini merupakan pelatihan tingkat lanjut bagi anggota PCC. Sebelumnya, mereka sudah mendapatkan pelatihan dasar sebagai konseor sebaya. Kegiatan ini merupakan salah satu program P2BK3A yang dilaksanakan secara rutin pada setiap tahunnya, sebagai pembekalan bagi paa konselor sebaya. Pelatihan dilaksanakan secara asinkronus melalui SIPEJAR dan sinkronus melalui zoom meeting.


Materi pelatihan disampaikan oleh para Dosen Konselor P2BK3A yang telah berpengalaman di bidang konseling, yaitu Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Dr Diniy Hidayatur Rohman,M.Pd, Widya Multisari,S.Pd.,M.Pd dan Devy Probowati,S.Pd.,M.Pd. Keterampilan dasar komunikasi konseling, yang dilatihkan di anataranya keterampilan attending, openening, paraphrase, refleksi perasaan, structuring, konfrontasi, hingga keterampilan summary dan terminasi. (MZ )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*