Studi SAP: Perusahaan di ASEAN Fokus Pertumbuhan Pascapandemi

Studi SAP: Perusahaan di ASEAN Fokus Pertumbuhan Pascapandemi

JAKARTA ( Merdeka News ) : SAP SE (NYSE: SAP) hari ini mengumumkan temuan studi baru dari perusahaan di Asia Tenggara, yang mengungkapkan kondisi bisnis dan prioritas strategis mereka, serta tantangan dan peluang untuk pertumbuhan pasca-pandemi.

Studi regional yang dilakukan oleh Oxford Economics terhadap 600 eksekutif senior (Termasuk 400 UKM) di Asia Tenggara dengan judul “Digital, Resilient, and Experience Driven: How Large Enterprises and SMEs in South East Asia Can Prepare for The New Economy” mengungkapkan bahwa perusahaan di Asia Tenggara yang mendapatkan momentum stabil memprioritaskan pertumbuhan dan pengalaman pelanggan. Namun, mereka menghadapi tantangan yang signifikan di bidang daya tarik dan retensi bakat, adopsi cloud, dan mendapatkan informasi dari data.

Membuat Jalur Pertumbuhan Lewat Pengalaman Baru

Saat perekonomian mulai mengidentifikasi laju pertumbuhan, perusahaan harus terus beradaptasi dengan ketahanan, mengubah cara kerja operasional mereka untuk dapat memenuhi harapan konsumen dalam ekonomi digital baru.

Perusahaan di Asia Tenggara mengidentifikasi pengalaman pelanggan sebagai strategi untuk survive (keberlangsungan hidup) dan growth (pertumbuhan), lebih dari sepertiga (35%) mengatakan bahwa service excellence (keunggulan layanan) saat ini menjadi sumber utama value dan diferensiasi mereka.

Pengalaman pelanggan yang positif juga dipertimbangkan untuk menjadi strategis utama untuk bisnis di kawasan Asia Tenggara, dengan faktor utama yaitu personalisasi untuk pelanggan (59%), menyediakan produk dan / atau layanan berkualitas tinggi (55%), memastikan perlindungan data dan privasi (53%) serta menawarkan harga yang kompetitif (51%).

Di Indonesia khususnya, perusahaan besar melihat bahwa meningkatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama dalam 3 tahun ke depan (61% dari total perusahaan Indonesia yang disurvey), diikuti meminimalisir risiko kepatuhan dan bisnis (42% dari total perusahaan Indonesia yang disurvey) dan menarik pelanggan baru (33% dari total perusahaan Indonesia yang disurvey).

Sementara bagi UKM Indonesia, tiga prioritas utama mereka adalah meningkatkan pengalaman pelanggan (43% dari total perusahaan Indonesia yang disurvey), pertumbuhan (40% dari total perusahaan Indonesia yang disurvey) dan meningkatkan keuntungan dan mengurangi biaya (27% dari total perusahaan Indonesia yang disurvey).

“Fakta bahwa perusahaan Indonesia, baik UKM maupun perusahaan besar, saat ini mulai melakukan digitalisasi dan mengadopsi teknologi agar bisa tetap kompetitif di era pasca pandemi sangat menggembirakan. Seperti yang terungkap dalam studi tersebut, menurut saya, meningkatkan pengalaman pelanggan saat ini menjadi prioritas utama pimpinan bisnis di berbagai sector,” kata Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia.

“Saya percaya akses yang setara terhadap teknologi dan fleksibilitas adalah dua hal yang sama – sama penting bagi UKM agar mereka berhasil dalam perjalanan digital mereka. Rise with SAP bisa mewujudkan keduanya. Karena lewat Rise with SAP, sebuah layanan transformasi bisnis, bersama dengan ekosistem kami, kami menyediakan semua hal yang diperlukan perusahaan untuk melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh dan lebih cepat dalam memberikan nilai tambah,” kata Diantoro.

“Setelah mengalami gangguan selama masa pandemi, bisnis di seluruh Asia Tenggara saat ini berada pada titik transformatif penting untuk mencapai pertumbuhan kompetitif jangka panjang,” kata Verena Siow, President & Managing Director, SAP South East Asia. (Tnp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*