Menag Ingatakan Prokes Ketat Saat Ibadah Ramadan

Menag Ingatakan Prokes Ketat Saat Ibadah Ramadan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada umat Islam tentang surat edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama terkait panduan ibadah di bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah. Salah satu poin surat edaran tersebut mengatur bahwa ibadah Ramadan seperti Salat Tarawih berjamaah, itikaf hingga kultum yang dihadiri secara massal di masjid saat pandemi tak diperkenankan di zona merah dan oranye.

“Aturan ini tidak berlaku bagi daerah zona merah dan oranye. Zona itu tidak boleh untuk amaliyah selama Ramadan secara massal,” kata Yaqut.

Yaqut mengatakan edaran itu mengatur ibadah di Bulan Ramadan secara massal bisa digelar di wilayah kuning dan hijau penyebaran corona. Meski demikian, ia mengingatkan agar pelbagai protokol kesehatan yang diatur dalam edaran tersebut tetap ditetapkan saat beribadah.

“Selama ramadan, ibadah-ibadah yang menyertainya seperti tarawih, itikaf, kultum, akan ada pembatasan-pembatasan dengan prokes. Jadi tarawih boleh, tapi batas 50 persen,” kata Yaqut.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengajak kepada seluruh umat Islam tetap meningkatkan amal ibadah Ramadan di tengah pandemi. Ia pun mewanti-wanti kepada umat Islam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat beribadah di masjid karena pandemi belum berakhir .

“Harus tetap waspada. doakan bangsa ini segera berlalu dari covid, tatap masa depan lebih baik dengan doa,” kata dia. (Tnp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*