Maybank Indonesia Dukung Keuangan Digital Syariah

Maybank Indonesia Dukung Keuangan Digital Syariah

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (“Maybank Indonesia”) melalui Unit Usaha Syariah (UUS Maybank) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Shariah Thought Leaders Forum – dengan tema ‘From Niche to Mainstream: Accelarating Shariah Economy and Finance in the Digital Era’.

Para pembicara di forum ini berdiskusi mengenai peran dari setiap kekuatan pendorong yang membangun ekonomi Syariah, mulai dari peran transformasi digital hingga pertumbuhan supply chain berbasis ekonomi Syariah.

Forum ini menghadirkan regulator, pakar keuangan Syariah internasional dan praktisi bisnis yaitu: Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institut dan Keuangan Digital, Imansyah, dari sektor perbankan diwakili oleh Chief Strategy, Transformation & Digital Officer, Maybank Indonesia, Michel Hamilton, sektor pasar keuangan Syariah diwakili Direktur Utama BRI Danareksa, Friderica Widyasari, dan Senior Investment Analyst, Saturna Sdn. Bhd., Mustafa Ayedemir dan dengan moderator Romy Buchari, Group Head Shariah Banking Maybank Indonesia dan M Teguh Prawira Anggota Dewan Pengawas Syariah Maybank Indonesia & Shariah Scholar.

Sedangkan dari sektor halal lifestyle diwakili oleh Direktur Industri Produk Halal, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), Afdhal Aliasar, Presiden Direktur Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata dan influencer, Zee Zee Shahab.

Forum Maybank Indonesia Shariah Thought Leaders Forum 2021 dibuka dengan sambutan Presiden Direktur, Maybank Indonesia, Taswin Zakaria dilanjutkan dengan pemaparan mengenai lanskap ekonomi Syariah secara global oleh Dato’ Dr Afifi Al-Akiti, Islamic Scholar di bidang ekonomi Syariah dari Universitas Oxford, beliau juga termasuk dalam The World’s 500 Most Influential Muslims 2021.

Dalam sambutannya Taswin Zakaria mengatakan, “Masa depan perbankan syariah di Indonesia masih sangat menjanjikan. Jika dilihat dari perspektif transaksi perbankan, pandemi mengubah perilaku nasabah dan situasi ini mempercepat adopsi kemajuan teknologi digital yang juga berkontribusi signifikan terhadap penggunaan digital banking, termasuk di Maybank.” tambahnya.

Forum ini dibagi dalam dua sesi diskusi, pertama membahas mengenai sektor keuangan Syariah di era digitalisasi. Sesi ini membahas potensi pengembangan sektor keuangan Syariah domestik yang masih menjanjikan. Hal ini diantaranya didukung oleh besarnya angka populasi masyarakat muslim Indonesia yaitu 229 juta atau 85% dari total penduduk Indonesia, tingginya angka pengguna internet yaitu 202.6 juta pemakai dan adanya pengembangan di beberapa sektor produk halal seperti halal tourism serta masih tersedianya ruang gerak bagi sektor keuangan Syariah untuk mengakses dan mendukung sektor UMKM.

Dengan besarnya potensi untuk pertumbuhan, peran digital sangat krusial dalam mendorong percepatan solusi perbankan Syariah. Maybank Indonesia turut memaparkan kesiapannya dengan menyediakan ekosistem yang komprehensif dan solusi digital berbasis komunitas dengan digital banking M2U melalui fitur one-stop-shop solution untuk produk Syariah seperti Zakat, Sedekah dan lainnya maupun perencanaan keuangan Syariah seperti Haji atau Umrah. Namun solusi Syariah Maybank tentunya tidak hanya berlaku bagi kalangan Muslim tapi juga dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. (Nnm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*