Integrasi Ekosistem BUMN Sektor UMi – UMKM, Pemerintah Konsolidasi Lewat BRI

Integrasi Ekosistem BUMN Sektor UMi – UMKM, Pemerintah Konsolidasi Lewat BRI

JAKARTA ( Merdeka News ) : Langkah awal proses pembentukan ekosistem BUMN sektor UMi – UMKM (Ultra Mikro– Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) telah dimulai. Melalui proses ini, pemerintah tetap mempertahankan kepentingan pengendali dalam ekosistem untuk mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Rencana ini tertulis didalam Keterbukaan Informasi yang disampaikan Perseroan melalui website BEI (Bursa Efek Indonesia), KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) dan website perseroan (https://bri.co.id/announcement) kemarin.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan Keterbukaan Informasi ini menandakan prosespembentukan ekosistem BUMN sektor UMI-UMKM dimulai. Dia menjelaskan, semangat dan tujuanutamaadalahmemusatkandanmensinergikankeahliandalamsatu‘rumahbesar’agarbisa melayani pelaku usaha Ultra Mikro secara end-to-end dengan lebihluas. Sunarso menambahkan bahwa tujuan nyata klain adalah supaya mereka (pelakubisnisUMi-UMKM) bisa segera bangkit.

“KamimeyakinibahwakuncibangkitnyaperekonomianIndonesiaterletakpada pelakuusahaultramikrodanUMKM,sehinggadenganadanyaekosisteminimampumempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh pandemi Covid. Tujuan kami dalammendukung ekosistem adalah untuk mendukung fase pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya, yang telah tergelincir oleh pandemi Covid”ujarnya.

BRImenjadiperusahaanindukholdingBUMNsektorUMi-UMKMmelaluiPenambahanModaldengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Pemerintah akan melaksanakan hak-nya melalui inbreng seluruh saham seri B miliknya di Pegadaian dan PNM kepada BRI dan menyisakan kepemilikan 1 saham Seri ADwiwarna.

Pembentukan holding dengan BRI sebagai induknya penting untuk mengintegrasikan kapabilitas setiap perusahaan guna melayani pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan lebih baik lagi. Selain menyediakan layanan pembiayaan yang komprehensif, integrasi ekosistem ultra mikro ini juga akan memberikan akses simpanan, pembayaran, dan investasi bagi nasabah ataupun calon nasabah yang pada ujungnya akan meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

Sunarso menegaskan keikutsertaan pemerintah dalam PMHMETD ini membuat negara tetap menjadi pemegang saham pengendali atasBRI, Pegadaian,danPNM. Dia menjamin pihaknya siap bahu-membahu dengan Pegadaian dan PNM untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut. Rencana PMHMET Dakan menjadi efektif setelah disetujui oleh RUPSLB dan diperolehnya pernyataan efektif dari regulator.

Proses inbreng yang dilakukan Pemerintah membuat Pegadaian dan PNM akan terkonsolidasi dengan BRI. Pembentukan holding ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya memperkuatpemberdayaansertaperluasanakseskeuanganuntukUMKM.Pembentukanekosistem ini juga berdampak positif bagi valuasi dan efisiensi BRI, PNM, Pegadaian, serta membangun organisasibisnisyanglebihberbasisnilai-nilaienvironment,social,dangovernance.

Keterbukaan Informasi Sebagai Langkah Awal Dalam kesempatan yang sama Ketua PMO (ProjectManagementOfficer) IntegrasiEkosistemUltra Mikro sekaligus Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan Keterbukaan Informasi (KI) yang dipublikasikan Senin (14/06) adalah awal dari langkah pembentukan ekosistem UMi- UMKM yang mengusung visi kedepan.

Dia menyebut, melalui langkah ini akan memberikan dukungan optimal bagi jutaan pelaku usaha di segmen tersebut yang saat ini potensinya belum tergarap, jika ketiga perusahaan pelat merah tersebut tidak diselaraskan.

“Masih ada serangkaian proses yang akan dilalui hingga tuntasnya proses ini. Sebagai perusahaan terbuka, BRI bertanggung jawab untuk melaksanakan keseluruhan prosesnya sesuai dengan regulasi yang berlaku secara transparan. Selama proses tersebut, kami juga akan memastikan seluruh operasional dan layanan berjalan normal seperti biasa baik di BRI, Pegadaian maupun PNM,” jelasnya.

Diciptakannya ekosistem ultra-mikro diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi daerah daerah secara nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan bisnis baru di segmen ultra-mikro, serta untuk memperkuat kerangka sistem keuangan melalui integrasi layanan keuangan strategis. Bagi pengusaha ultra-mikro, integrasi akan memastikan mereka mendapatkan akses yang lebih luas ke layanankeuangan. (Nng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*