Dr Muslihati: Guru BK Harus Kreatif dan Produktif

Dr Muslihati: Guru BK Harus Kreatif dan Produktif

MALANG ( Merdeka News ) : Menurut rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, bakal dilaksanakan mulai semester depan atau sekitar pertengahan Juli 2021. Karena itu para siswa dan para guru ( termasuk Guru Bimbingan Konseling atau Guru BK) perlu mempersiapkan diri secara fisik maupun psikis dalam mengikuti PTM.


“Dalam kaitan ini perlu penyiapan secara psikologis bagi para guru, termasuk guru BK, serta siswa dalam menyongsong diberlakukannya pembelajaran tatap muka. Persiapan bagi Guru BK dapat diawali dengan adanya niat dan positif thinking bahwa profesi guru merupakan tugas mulia. Dengan adanya niat baik ini Allah SWT akan menjaga,” tutur Dr Muslihati,Sag,M.Pd dalam Webinar Penguatan Kesiapan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Menyambut Pembelajaran Tatap Muka, belum lama ini.


Webinar diselenggarakan oleh MGBK ( Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling ) SMP Kabupaten Malang Jawa Timur.


Menurut Dr. Muslihati yang juga Ketua Jurusan (Kajur) Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM), selain punya niat baik serta selalu positif thinking, para guru Bimbingan Konseling juga harus ikhtiar untuk disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga perlu menjaga agar kondisi fisik maupun psikologis kita untuk tetap sehat.


“Guru BK juga harus kreatif dan produktif dalam menghadapi perubahan, siap berkolaborasi dengan guru mata pelajaran maupun orang tua dalam rangka membimbing siswa. Ikhtiar yang telah dilakukan diikuti dengan doa dan tawakkal, menguatkan keimanan dengan doa dan berserah diri pada Allah SWT,” tambah Dr. Muslihati.


Adapun program adaptasi bagi para siswa dalam menghadapi pembelajaran tatap muka, menurut Muslihati meliputi penguatan pemahaman mengenai hakikat manusia. Para siswa perlu menyadari dirinya sebagai manausia yang diciptakan sebagai representasi Keagungan Tuhan YME, bertanggungjawab dalam memakmurkan bumi dan beribadah.


“Program lain yang dikembangkan yaitu penyadaran potensi positif dan potensi negatif, serta melatih cara belajar yang efektif. Selain itu juga perlu mencari sumber belajar serta melatih pengendalian dan pengelolaan diri,” tegas Dr Muslihati,Sag,M.Pd, Kajur Bimbingan dan Konseling, FIP, Universitas Negeri Malang. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*