Model Konseling Naratif Dikenalkan ke Guru BK SMA di Ponorogo

Model Konseling Naratif Dikenalkan ke Guru BK SMA di Ponorogo

MALANG ( Merdeka News ) : Layanan konseling  seringkali dikatakan sebagai jantungnya bimbingan dan konseling di sekolah. Melalui layanan konseling diharapkan Guru Bimbingan dan Konseling (Guru BK) atau Konselor dapat membantu para siswa dalam mengatasi masalah yang sedang dialami. Baik terkait dengan masalah belajar, karir, pribadi ataupun masalah sosial.

“Saat ini ilmu tentang konseling telah mengalami kemajuan demikian pesat.  Di antaranya hadir pendekatan konseling post modern yaitu model konseling naratif. Model konseling naratif yakni layanan konseling meminta konseli atau siswa untuk menceritakan kehidupan yang diharapkan secara positif dan konstruktif. Dengan demikian siswa  diharapkan bisa  fokus terhadap apa yang ingin dicapai di waktu yang akan datang,” tutur Widya Multisari, S.Pd, M.Pd, dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, Senin  (19 Juli 2021).

Menurut Widya Multisari, S.Pd, M.Pd, berdasarkan kajian penelitian terdahulu konseling naratif terbukti dapat membantu siswa  dalam pembentukan konsep diri. Selain itu juga bisa mereduksi kecemasan komunikasi, serta menurunkan gejala depresi. Model konseling naratif ini juga bisa mengurangi tingkat glossophobia atau gangguan kecemasan berbicara di depan umum.

Namun sebagian besar konselor SMA di Ponorogo masih memberikan layanan konseling dengan pendekatan tradisional atau modern. Belum menerapkan layanan konseling  postmodern, dengan pendekatan model konseling naratif.

Karena itulah Tim Pengabdian Masyarakat dari FIP Universitas Negeri Malang lantas memberi pelatihan kepada para guru BK SMA di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Tema pelatihan yakni Peningkatan Kompetensi Konselor Melalui Pelatihan Konseling Naratif bagi Guru BK SMA Kabupaten Ponorogo.Pelatihan diikuti oleh  30 orang guru BK SMA di Ponorogo. Diharapkan para Guru BK SMA di Ponorogo  menularkan hasil pelatihan tersebut  ke guru BK lainnya melalui forum MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) SMA Kabupaten Ponorogo.

Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Widya Multisari, S.Pd, M.Pd. Dengan anggota yakni Dr.Indriyana Rachmawati, M.Pd, Dr. Diniy Hidayaturrahman, M.Pd dan Dra. Ella Faridati Zen, keempatnya adalah dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang.

Tujuan pelatihan yakni meningkatkan kompetensi  guru BK SMA di Ponorogo melalui pelatihan konseling naratif.  Peserta pelatihan diharapkan mampu menelaah konsep dasar konseling naratif, serta  menelaah teknik dan tahapan konseling naratif. Selain itu peserta pelatihan mampu mengimplementasikan penyusunan skenario dan verbatim konseling naratif.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 minggu. Karena masa pandemi maka dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), dengan pola sinkron dan asinkron.

Pelatihan menghadirkan narasumber  Muhammad Muhajirin,M.Pd, Dosen Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Menurut Muhammad Muhajirin, konseling naratif  merupakan teknik konseling yang didasarkan pada pemikiran bahwa pengalaman hidup konseli atau siswa secara internal, dapat diatur dalam cerita atau narasi.

Dalam paradigma baru,  konseling tidak lagi dipandang sebagai upaya memecahkan masalah. Sedangkan model konseling naratif termasuk dalam paradigma baru ini.

 “Konseling lebih memberdayakan keberagaman individu,  keluarga dan kelompok, dalam mencapai  kesehatan mental atau kesejahteraan, pendidikan dan karier, sehingga mencakup seluruh aspek kehidupan” tambah Muhammad Muhajirin M.Pd. 

Sementara Ismadi, MPd,  Ketua MGBK SMA Kabupaten Ponorogo,  dalam sambutannya mengharapkan para peserta hendaknya serius dalam mengikuti pelatihan, sehingga bisa menguasai dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya dalam setahun ke depan diharapkan konseling naratif ini diimplementasikan dalam melayani para siswa.

Ismadi juga berharap pelatihan ini bisa dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan yang lain, misalnya pelatihan pengembangan media. Saat ini para konselor membutuhkan pelatihan dalam pengembangan media, terlebih di masa pandemik  di mana aktivitas pembelajaran dilaksanakan secara online. Diharap Tim Abdimas dari UM berkenan memberikan pelatihan pengembangan Media bagi para konselor di kabupaten Ponorogo.

Pelatihan konseling Naratif disamping diikuti oleh para Konselor SMA Kabupaten Ponorogo, juga diikuti oleh sejumlah Konselor Pusat Pengembangan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, Universitas Negeri Malang (UM). Sebab Ketua Pelaksana yakni Widya Multisari, S.Pd, M.Pd. selain dosen di Jurusan Bimbingan dan Konseling UM, juga dosen konselor di P2BK3A), LP3, UM. (Zen)    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*