Bank BTN Raih Laba Rp 920 Miliar

Bank BTN Raih Laba Rp 920 Miliar

JAKARTA ( Merdeka News ) : Laba Bank Tabungan Negara (BTN) selama kuartal II tahun 2021 mencapai Rp 920 miliar atau mengalami peningkatan 19,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp 768 miliar.

“Perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank BTN juga turut menopang perolehan laba bersih perseroan. Bank BTN telah menggelar beragam strategi mulai dari efisiensi, digitalisasi, perampingan outlet, hingga meningkatkan fee based income melalui transaksi non-kredit. Dengan berbagai langkah tersebut, laba bersih Bank BTN tercatat tumbuh di level 19,87 persen menjadi Rp 920 miliar pada kuartal II tahun 2021 dari Rp 768 miliar di periode yang sama tahun lalu,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo pada acara paparan kinerja pada kuartal II tahun 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu (28/07/2021).

Dikatakan, Bank BTN terus melakukan transformasi dan inovasi agar bisnis tetap melaju positif meski berada di bawah tengah pandemi. Peran positif pemerintah melalui program emulihan Ekonomi Nasional, lanjut Haru, juga turut mendorong kinerja positif Bank BTN.

“Upaya peningkatan bisnis yang kami lakukan juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia yang semakin mendesak di masa pandemi ini. Kami berupaya terus mencatatkan pertumbuhan positif yang berkelanjutan sehingga Bank BTN dapat terus menyediakan rumah untuk rakyat,” ujarnya.

Dikatakan, untuk penyaluran kredit dan pembiayaan pada kuartal II tahun 2021 sebesar 5,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 251,83 triliun menjadi Rp 265,9 triliun. Pertumbuhan tersebut tercatat masih berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional yang hanya tumbuh sebesar 0,45 persen yoy per Juni 2021.

Adapun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit Bank BTN dengan kenaikan sebesar 11,17 persen menjadi Rp 126,29 triliun. KPR Non-subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,90 persen menjadi Rp 80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat di level 17,47 persen menjadi Rp 5,43 triliun.

Sementara Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) nett Bank BTN terus membaik sebesar 54 bps ke level 1,87 persen di kuartal II tahun 2021 dari 2,40 persen.
“Penurunan NPL tersebut juga disertai peningkatan pencadangan sebesar 1.282 bps dari 107,90 persen pada kuartal II tahun 2020 menjadi 120,72 persen di kuartal II tahun 2021,” ujarnya.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 31,84 persen menjadi Rp 298,38 triliun pada kuartal II tahun 2021 dari Rp 226,32 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan DPK tersebut disumbang oleh kenaikan pada seluruh segmen yakni tabungan, giro, dan deposito masing-masing sebesar 17,70 persen, 15,06 persen dan 43,53 persen per kuartal II tahun 2021.

Kendati DPK tumbuh signifikan, Bank BTN berhasil mencatatkan penurunan beban bunga dengan menekan biaya dana (cost of fund/CoF) hingga 171 basis poin (bps). Peningkatan DPK juga menyebabkan Loan to Deposit Ratio (LDR) menurun sebesar 2.216 bps hingga ke level 89,12 persen di kuartal II tahun 2021.

Ditambahkan, pendapatan bunga Bank BTN per kuartal II tahun 2021, BBTN sebesar 1,39 persen. Beban bunga juga berhasil ditekan turun sebesar 13,63 persen sehingga pendapatan bunga bersih Bank BTN melonjak di level 28,18 persen.

Sementara aset Bank BTN senilai Rp 380,51 triliun atau melonjak sebesar 20,95 persen dari Rp 314,60 triliun di periode yang sama tahun lalu. “Bagi kami, tumbuh positif dan berkelanjutan merupakan prioritas kami terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang,” tutur Haru. (Kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*