Rektor UM : Era Teknologi Disruptif Butuh Inovasi Pembelajaran

Rektor UM : Era Teknologi Disruptif Butuh Inovasi Pembelajaran

MALANG ( Merdeka News ) : Era Teknologi Disruptif serta masa pandemi covid-19 sekarang ini membutuhkan inovasi di bidang pendidikan dan pembelajaran. Hal ini merupakan tantangan yang perlu diantisipasi dengan tepat oleh kalangan kampus.


Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr A.H. Rofi’uddin, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Malang (UM) ketika membuka Konferensi Internasional ke-5 tentang inovasi belajar ICLI 2021, Kamis (29 Juli 2021).

International Conference on Learning Innovation ( ICLI) merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang, Indonesia, bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan Indonesian Consortium for Learning Innovation Research (ICLIR).

Konferensi ICLI 2021 ini dirancang untuk para ahli pendidikan dan pembelajaran, termasuk para dosen dan guru.

Menurut Prof. Dr A.H. Rofi’uddin, M.Pd., pihak Universitas Negeri Malang atau UM, dalam hal ini Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) UM telah berupaya mengantisipasi era modern ini. Kampus ini telah menyongsong hadirnya teknologi disruptif dengan pendekatan lintas disiplin keilmuan. UM juga menginisiasi center of excellence (CoE) for Learning Innovation, PUI-PT Disruptive Learning Innovation.

Konferensi ICLI 2021 ini, kata Prof. Dr A.H. Rofi’uddin, M.Pd., ada sejumlah tema menarik yang dibahas. Di antaranya yakni tema Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, era pandemi Covid-19 serta Teknologi Disruptif. Semua tema tersebut membutuhkan inovasi di bidang pendidikan dan pembelajaran.


Dalam kaitan ini Rektor UM juga menyampaikan terimakasih kepada pembicara utama yakni Prof. Gavin Brown dari Selandia Baru, Prof. Stuart Kime dari Amerika Serikat, Prof. Weishen Wu, PhD dari Taiwan, Dr. Eng. Muhammad Ashar, S.T., M.T. dari Indonesia, Dr. Mohammad Fadhili Yahaya dari Malaysia, serta Dr. Rer. Nat. Suseno Amien dari Indonesia.

Pelaksanaan Konferenci ICLI 2021 ini berada di bawah kordinasi P2ISB (Pusat Pengembangan Inovasi dan Sumber Belajar), LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran), Universitas Negeri Malang. Menurut Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph. D, Kepala P2ISB LP3 UM, Konferensi ICLI 2021 yang berlangsung secara daring (dalam jaringan) diikuti sekitar 140 orang peserta. Mereka berasal dari 4 negara yakni Indonesia, Malaysia, Taiwan serta Nigeria.


Sementara itu menurut Ketua Panitia Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.,Ph.D., dalam Konerensi ICLI tahun 2021 ini Universitas Negeri Malang sebagai penyelenggara bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya dengan The Islamic Development Bank (IsDB), Universitas Negeri Jember (UNEJ), Univesrsitas Mulawarman (UNMUL), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), serta Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.


“Sejak mewabahnya virus corona (Covid-19), ada beberapa tantangan dalam pendidikan kita khususnya dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran online. Penilaian harus cocok dan efektif diterapkan untuk pembelajaran online. Di sisi lain, dalam era pandemi ini, kita juga harus mempersiapkan siswa kita untuk menyongsong revolusi industri 4.0.,” tambah Eli Hendrik Sanjaya.

Menurut Eli Hendrik Sanjaya S.Si., M.Si.,Ph.D, tema ICLI 2021 yakni Meningkatkan Strategi Penilaian dan Evaluasi tentang Pembelajaran Online. Sejalan dengan tema besar ini, ikut terlibat beberapa pembicara yang memiliki keahlian dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran online dari berbagai negara. Mereka berbagi pengetahuan dan penelitian yang dapat diterapkan pada proses belajar dan mengajar. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*