Greysia Srikandi Bulutangkis Indonesia

Greysia Srikandi Bulutangkis Indonesia

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemain bulutangkis ganda putri Greysia Polii cukup layak disebut “Srikandi” Bulutangkis Indonesia. Greysia sukses melengkapi raihan medali emas di semua ajang multi event bergengsi. Pemain 33 tahun itu tercatat sudah mengoleksi medali emas dari SEA Games, Asian Games dan terakhir Olimpiade. Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Greysia Polii dalam karier menekuni cabor bulutangkis.

Greysia mendapatkan medali emas pertamanya di ajang multi event pada gelaran Asian Games 2014 lalu di Incheon, Korea. Saat itu dia masih berduet dengan Nitya Krishinda Maheswari. Pada partai perebutan medali emas Asian Games 2014 itu, Greysia/Nitya mampu memetik kemenangan dua game langsung atas ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan skor 21-15 dan 21-9.

Dilansir laman Djarumbadminton.com, dari ajang SEA Games Greysia baru mendapatkan medali emasnya pada 2019 di Manila, Filipina. Saat itu, dia sudah berpasangan dengan Apriyani Rahayu.

Sebelumnya, Greysia juga pernah mengalungkan medali perak di tiga edisi SEA Games. Yakni pada 2005 di Filipina, 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand serta 2013 di Naypyitaw, Myanmar. Medali perak SEA Games 2005 dan 2007 diraih Greysia saat masih berpasangan dengan Jo Novita.

Sementara saat mendapatkan perak di SEA Games 2013 Myanmar, Greysia tampil bersama Nitya.

Raihan medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani menjadi pencapaian tertinggi dan terbesar bagi Greysia. Greysia/Apriyani juga sukses mencatatkan sejarah sebagai ganda putri Indonesia pertama yang sukses mendulang medali emas di pentas Olimpiade.

Penantian panjang 29 tahun sektor ganda putri Indonesia untuk meraih medali emas akhirnya mampu diwujudkan Greysia/Apriyani pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini.

“20 tahun yang lalu ketika saya masih berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya bersabar. Saya tahu, saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulutangkis dan saya memiliki keyakinan pada usia 13 tahun bahwa saya ingin membuat sejarah,” ujar Greysia Polii.

“Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan dalam hati bahwa saya memilih ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mencapai mimpi meraih medali emas Olimpiade ini. Keluarga saya mengatakan kepada saya untuk tidak menyerah dan jangan berhenti,” tambahnya. (Krj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*