Prof. Bambang Budi: Cybercounseling Sangat Sesuai di Era Digital

Prof. Bambang Budi: Cybercounseling Sangat Sesuai di Era Digital

MALANG ( Merdeka News ) : Cybercounseling merupakan salah satu strategi dalam memberikan layanan konseling dengan menggunakan perangkat online atau daring (dalam jaringan). Strategi ini sangat sesuai dikembangkan di masa pandemi covid-19 sekarang ini.


Demikian ditegaskan oleh Prof.Dr.H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), saat memberikan sambutan dalam seminar “Optimalisasi Aplikasi Cybercounseling di Era Tatanan Baru: Solusi Cerdas Konselor Milenial”, Rabu (4 Agustus 2021).


“Strategi penggunaan Cybercounseling ini dinilai sesuai dengan era perkembangan digital saat sekarang ini. Di samping itu juga sangat cocok dengan peserta didik pada era milenial yang akrab dengan dunia digital,” tutur Prof.Dr.H. Bambang Budi Wiyono.


Ditegaskan Prof Bambang Budi, Di era revolosi industri 4.0 dan revolosi masyarakat industri 5.0, atau disebut juga sebagai era disruptif, terjadi perubahan yang sangat luar biasa. Perubahan tersebut juga terjadi pada perilaku peserta didik.


Teknologi Informasi dan Komunikasi juga telah berkembang dengan sangat pesat dan menghasilkan perubahan yang demikian cepat. Perubahan ini berdampak dalam dunia pendidikan, baik pada sisi proses pembelajaran, bimbingan dan konseling, termasuk juga dalam manajemen.


“Sehubungan dengan perubahan-perubahan tersebut, maka proses pembelajaran, termasuk dalam konseling juga harus mengikuti perubahan yang terjadi. Dengan demikian layanan yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Hal yang perlu dikembangkan, tidak hanya pada sisi konten saja, tetapi termasuk juga strategi yang digunakan dalam memberi layanan,” tambah Prof.Dr.H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.

Sementara itu menurut Dr. Hj. Muslihati, S.Ag,M.Pd, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, UM, seminar ini merupakan wujud kepedulian sekaligus aplikasi keilmuan konseling yang cepat tanggap terhadap perkembangan di Era Tatanan Baru. Dalam konteks revolusi industry 4.0, sekaligus dalam situasi pandemi, diharapkan upaya ini menjadi gerakan baru yang dapat menginspirasi dan menginisiasi para konselor, khususnya konselor di era milenial.


Ditegaskan Dr Muslihati, tujuan seminar dengan tema “Optimalisasi Aplikasi Cybercounseling di Era Tatanan Baru: Solusi Cerdas Konselor Milenial”, yaitu untuk mensosialisasikan model Konseling Online produk mahasiswa S2 BK FIP UM kepada para praktisi dan akademisi bidang bimbingan dan konseling.


“Di samping itu untuk meningkatkan pemahaman para konselor dan guru BK tentang Cybercounseling sebagai inovasi dan solusi di era tatanan baru,” tegas Dr Muslihati.

Seminar diikuti sekitar 300 orang peserta, terdiri dari para konselor sekolah, dosen, mahasiswa Bimbingan dan Konseling, serta pemerhati Bimbingan dan Konseling dari berbagai negara. Di antaranya dari Indonesia, Malaysia dan dari Brunei Darussalam. Pelaksanaan seminar secara daring, dengan sesi pemaparan materi dari narasumber dan dilanjut dengan sesi presentasi makalah secara pararel.

Seminar menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing. Para narasumber tersebut yakni Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah,M.Pd, Guru Besar Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang (UM), Dato’ Dr. Abdul Halim B. Moh Hussin, dari Malaysia, serta Dr. Citra Kurniawan S.T., M.M, dari FIP UM.

Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah,M.Pd, membawakan topik Konseling Online pada Era Tatanan Baru di Indonesia. Dato’ Dr. Abdul Halim B. Moh Hussin dengan materi Konseling Krisis dan Pemanfaatan Teknologi untuk Menyiapkan Kehidupan Akademik Pasca Pandemi, serta Dr. Citra Kurniawan S.T., M.M, dengan topik Interaksi dan Media Virtual dalam Pendidikan On Line. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*