Prof. Dr. Nur Hidayah : Cybercounseling Terobosan Baru di Era New Normal

Prof. Dr. Nur Hidayah : Cybercounseling Terobosan Baru di Era New Normal

MALANG ( Merdeka News ) : Cybercounseling merupakan layanan konseling profesional yang melibatkan konselor dan siswa atau konseli, melalui media video-conference atau video-call. Dalam Cybercounseling memungkinkan bertatap muka secara online dari layar monitor komputer atau laptop tanpa menuntut kehadiran kedua belah pihak secara fisik.


Demikian dituturkan Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM), ketika tampil sebagai narasumber pada Seminar antar bangsa, bertema “Optimalisasi Aplikasi Cybercounseling di Era Tatanan Baru: Solusi Cerdas Konselor Milenial”, belum lama ini.


Karena masih masa pandemi, seminar digelar secara online atau daring (dalam jaringan). Seminar diikuti sekitar 300 orang peserta, terdiri dari para konselor sekolah, dosen, mahasiswa Bimbingan dan Konseling, serta pemerhati Bimbingan dan Konseling dari berbagai negara. Di antaranya dari Indonesia, Malaysia dan dari Brunei Darussalam.


“Salah satu keunggulan Cybercounseling adalah dapat dilakukan dengan sangat fleksibel, yakni bisa kapan saja serta di mana saja. Selain itu Cybercounseling ternyata mendapat respon positif dari para konselor SMP & SMA. Para konselor atau guru Bimbingan dan konseling tersebut menilai hadirnya layanan cybercounseling sebagai terobosan baru di era new normal,” tutur Prof. Dr. Nur Hidayah, yang juga Kaprodi Bimbingan dan Konseling Program S-2 dan S-3 Universitas Negeri Malang.

Ditegaskan Prof. Nur Hidayah, Guru BK di sekolah baik tingkat SMA ataupun SMP rata-rata menggunakan layanan secara daring dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Beberapa orang ada yang menggunakan Google clasroom dan video Converence. Layanan yang banyak diberikan oleh konselor secara daring adalah layanan bimbingan klasikal.


Alasan guru BK menggunakan layanan secara daring karena fleksibelnya pemberian layanan. Selain itu layanan daring ini sesuai dengan masa pandemi covid-19. Walaupun secara keseluruhan layanan daring memang tidak bisa menggantikan layanan tatap muka secara langsung.

Menurut Prof. Nur Hidayah, konseling tatap muka secara langsung dan konseling online atau Cybercounseling, ada persamaan dan perbedaannya. Persamaannya yakni sama-sama bertujuan membantu konseli atau siswa secara mandiri menuntaskan permasalahannya. Dilaksanakan dalam kerangka model konseling yang diimplementasikan, serta dilaksanakan dan ditegakkan Kode Etik Profesional Konselor.

Sedangkan perbedaannya yakni konseling tatap muka bisa berinteraksi dan komunikasi langsung. Dilakukan dalam ruang konseling yang terjaga confidentiality. Implementasi model dan teknik konseling yang lebih beragam.Pemantauan hasil konseling secara langsung, serta dapat melayani permasalahan ringan hingga berat.

Sedangkan kounseling online lebih efisien dan fleksibel, ada kemudahan administrasi melalui sistem otomatis. Kebutuhan fasilitas teknologi dan jaringan yang memadai. Kesiapan ruangan konseli yang tidak terganggu. Namun tidak semua model dan teknik konseling dapat diimplementasikan secara online. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*