Islam dan Demokrasi Miliki Kompatibilitas, Golkar Siap Mengawalnya

Islam dan Demokrasi Miliki Kompatibilitas, Golkar Siap Mengawalnya

JAKARTA ( Merdeka News ) : Partai Golkar telah memiliki visi negara kesejahteraan 2045. Pada saat itu, Golkar yakin Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara-negara ekonomi besar lainnya di dunia. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam pidato kebangsaan secara virtual dalam rangka HUT ke-50 CSIS, Selasa (10/08/2021).

“Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat kita harus melakukan restarting dan rebooting tentang skenario kita untuk mewujudkan visi 2045 tersebut,” kata Airlangga dalam pidatonya.

Menurut Airlangga, dunia saat ini juga dihadapkan pada persaingan antara ‘barat’ dan ‘timur’ yang baru. Sesudah perang dagang, kini berlanjut pada geovaksin politik, terutama untuk persyaratan mobilitas.

AS dan sekutunya telah mengesampingkan apa yang sudah diatur dalam WHO dan WTO. Sementara China melakukan retaliasi dengan persyaratan perjalanan dan kunjungan dengan vaksin dari China. “Untuk itu Indonesia harus merespon cepat dengan pembuatan vaksin mandiri,” ujar Menko Perekonomian RI itu.

Airlangga juga mengakui saat ini semua negara tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi pandemi ini. Pandemi sendiri telah mempengaruhi perekonomian. Dalam hal ini pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk mengatasi perlambatan ekonomi.

Pemerintah sendiri mengambil tindakan nonmedis, dengan PPKM di seluruh Indonesia dengan berbagai level, guna mengantisipasi dan memutus penyebaran Covid-19. Lewat upaya ini, diharapkan bisa menekan kasus aktif dan memberikan kelonggaran pada fasilitas kesehatan, dan obat-obatan.

“Seiring dengan pengurangan tekanan pada pandemi ini, maka kita akan secara bertahap menyesuaikan pembatasan dengan persyaratan masyarakat yang sudah divaksinasi sehingga kegiatan sosial bisa pulih kembali. Diperkirakan di kuartal keempat tahun 2021,” ungkap Airlangga.

Menurut Airlangga lewat pertumbuhan ekonomi 7,07 persen di kuartal kedua lalu, maka secara teknis Indonesia telah keluar dari krisis. Selain berbicara tentang pandemi dan penanganannya, Airlangga juga mengungkapkan tentang demokratisasi Indonesia pada saat ini. “Sebagai sebuah sistem, praktek demokrasi di Indonesia selalu mengalami pasang-surut seiring dengan dinamika sosial politik yang terjadi pada setiap masanya,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, demokrasi Indonesia di era reformasi ini dalam prakteknya telah mengalami penyempurnaan seiring dengan dinamika kehendak rakyat, dimana kedaulatan itu berada. “Partai Golkar sebagai partai tertua yang menjadi pilar demokrasi di negara kita, selalu berkomitmen untuk menjaga dan mempertahankan demokrasi di negeri yang kita cintai ini,” ungkap Airlangga.

Lewat demokrasi, maka Indonesia bisa mengelola keragaman kehendak, keinginan dan aspirasi masyarakat Indonesia yang majemuk dan plural. “Demokrasi yang kita praktekkan saat ini harus bisa memperkuat bagi tegaknya negara persatuan Republik Indonesia,” kata Airlangga.

Airlangga menyatakan semua sistem elektoral Indonesia telah berjalan dengan aman dan tertib, serta lancar. Ia juga menyatakan demokrasi elektoral sudah teruji dan menghasilkan kepemimpinan nasional dan daerah yang memiliki legitimasi, publik yang sangat kuat dari masyarakat

“Kita telah diakui dunia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang bisa menerapkan demokrasi. Ini menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi telah memiliki kompatibilitasnya, sebagaimana praktek demokrasi di Indonesia,” tutur Airlangga. (Nnm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*