Ketua LP3 UM: Dosen PA Sangat Berperan Dalam Kesuksesan Mahasiswa

Ketua LP3 UM: Dosen PA Sangat Berperan Dalam Kesuksesan Mahasiswa

MALANG ( Merdeka News ) : Dalam memprogram matakuliah sekarang ini, mahasiswa dihadapkan pada sejumlah pilihan, dan diharapkan mereka dapat mengambil keputusan secara tepat. Dalam kaitan inilah kehadiran Dosen Penasehat Akademik (Dosen PA) sangat diperlukan mahasiswa.


Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Pelatihan Dosen Pembimbingan Akademik, Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2021, Kamis (12 Agustus 2021).


Dijelaskan I Wayan Dasna Ph.D , sekarang ini tugas Dosen PA tidak lagi hanya memberi pengesahan Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa. Dosen PA diharapkan dapat mendampingi mahasiswa, memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) apa yang akan diambil mahasiswa, dan bagaimana konversinya dengan matakuliah. Karena pentingnya peran Dosen PA, maka pihak LP3 UM lantas memberikan pelatihan bagi para Dosen PA.


“Pelatihan kepenasihatan akademik saat ini menjadi penting bagi para dosen, terutama dosen muda yang sedang dipersiapkan sebagai Dosen PA. Dosen muda mempunyai energi yang besar yang diharapkan dapat mengemban tugas sebagai Dosen PA dengan baik di masa mendatang. Ke depan para dosen PA sangat berperan dalam mengantarkan kesuksesan mahasiswa dalam studinya,” tutur Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D .


Menurut I Wayan Dasna Ph.D, kepenasihatan akademik mengalami perubahan dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan sistem perkuliahan maupun kurikulum di lingkungan kampus. Di era lama, kepenasihatan akademik dilaksanakan secara manual, ada pertemuan tatap muka antara Dosen PA dengan mahasiswa, dalam proses konsultasi pengisisan KRS.


Setelah dikembangkannya SIAKAD (Sistem Akademik) secara online, di mana mahasiswa memprogram rencana perkuliahan semester secara online melalui akun SIAKAD, maka proses konsultasi akademik, mengalami perubahan. Mahasiswa tidak lagi menemui Dosen PA untuk konsultasi KRS secara tatap muka. Mahasiswa memprogram KRS di SIAKAD, tanpa proses konsultasi terlebih dahulu.


Mulai tahun 2018, seiring dengan pengembangan kurikulum UM dengan kebijakan matakuliah multidisiplin, mahasiswa dihadapkan pada sejumlah matakuliah pilihan yang dapat diambil di luar Prodi bahkan di luar fakultas bahkan di luar kampus.

“Secara nasional, pada Agustus 2019 diberlakukan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), di mana mahasiswa dituntut untuk mengambil 20 SKS MBKM dengan 8 macam kegiatan di luar Prodi,” tambah Ketua LP3 UM Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D .


Pelatihan Pelatihan Dosen Pembimbingan Akademik ini diselenggarakan oleh P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 UM. Karena masih suasana pandemi, pelatihan berlangsung online atau daring (dalam jaringan). Pelatihan diikuti sekitar 60 orang dosen dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.


Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, Dosen PA memiliki peran penting dalam membimbing mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu. Selain itu Dosen PA juga berperan membantu memecahkan masalah akademik maupun non akademik, memberi pelayanan perencanaan studi setiap semester serta membuat rekam jejak dari proses kepenasihatan selama masa studi masing-masing mahasiswa.

“Pelatihan Kepenasihatan Akademik diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Dosen sebagai Dosen Penasihat Akademik, sehingga akhirnya dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepenasihatan akademik kepada mahasiswa. Pelayanan kepenasihatan yang efektif diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studinya secara tepat waktu,” kata Ella Faridati Zen,M.Pd.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama 2 hari tersebut, ada 5 materi penting yang disajikan para narasumber. Materi pertama yakni Kebijakan Bidang Kemahasiswaan dan Peran PA dalam Layanan Kepenasihatan Non Akademik dari Wakil Rektor III UM Dr. Mu’arifin, M.Pd, materi kedua Kebijakan Kurikulum di UM dan Peran PA dalam Implementasinya dibawakan Dr. Lia Yuliati, M.Pd, materi ketiga Program MBKM dari Siti Muniroh, S.Pd., M.A., Ph.D, materi keempat Wawasan Kepenasihatan Akademik oleh Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd serta materi kelima Strategi komunikasi dengan mahasiswa PA dibawakan oleh Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. (MZ)
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*