Guru BK SMP di Kota Malang Ikuti Pelatihan Cybercounseling

Guru BK SMP di Kota Malang Ikuti Pelatihan Cybercounseling

MALANG ( Merdeka News ) : Cybercounseling atau konseling online merupakan solusi untuk dapat memberikan pelayanan konseling yang sesuai dengan kondisi kemajuan teknologi. Selain itu pemberian layanan Cybercounseling juga merupakan layanan konseling yang paling tepat di masa pandemi covid-19.


“Di masa pandemi covid-19 sekarang ini layanan Cybercounseling memang sangat tepat. Namun keterbatasan akses dan keterampilan para guru BK dalam menerapkan aplikasi cybercounseling, menjadi kendala utama dalam pemberian layanan cybercounseling. Konselor banyak yang belum mengenal, apalagi menerapkan layanan konseling online yang membutuhkan keterampilan penggunaan teknologi digital yang baik. Untuk mengatasi masalah tersebut, Tim kami lantas memberikan pelatihan bagi para Guru Bimbingan Konseling (Guru BK) di Kota Malang, tentang layanan Cybercounseling,” tutur Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, kemarin.


Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd . Dengan anggota Dr. M. Rami, M.A., serta Dr. Fitri Wahyuni, M.Pd, ketiganya adalah dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Dibantu pula dari Tim Pelaksana Mahasiswa BK FIP Universitas Negeri Malang yakni Husni Hanafi dan Richma Hidayati.

Karena masih suasana pandemi covid-19, pelatihan dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan). Pelatihan tentang layanan Cybercounseling ini diikuti 32 orang guru BK SMP yang ada di Kota Malang.

Ada sejumlah materi menarik dalam pelatihan tersebut. Di antaranya yakni Hakikat dan Urgensi Cybercounseling dibawakan oleh Dr. Fitri Wahyuni, M.Pd, Etika, sikap, dan kesiapan konselor dalam Cybercounseling oleh Dr. M. Rami, M.A., serta Konsep Dasar Cybercounseling Kognitif Perilaku dibawakan yakni Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd .

Menurut Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd., kegiatan pelatihan terdiri atas beberapa sesi pelatihan. Sesi pertama pelatihan berisi pemaparan konsep dan materi terkait cybercounseling dalam sistem pembelajaran daring. Sesi ini memberikan pemahaman terkait konsep cybercounseling melalui ekspositori yang dilanjutkan dengan diskusi reflektif-problematik terhadap pengalaman di lapangan para peserta dalam menerapkan konseling online.

Sesi kedua pelatihan berfokus pada pengenalan dan simulasi aplikasi cybercounseling yang berbasis platform gratis google. Pada sesi ini para guru BK diberikan demonstrasi dan mengikuti demonstrasi dalam penggunaan aplikasi cybercounseling.

“Pengenalan dan pembiasaan guru BK untuk menggunakan aplikasi cybercounseling tersebut disertai dengan proses simulasi konseling menggunakan aplikasi cybercounseling. Sesi kedua ditutup dengan kegiatan diskusi reflektif untuk mendapatkan gambaran pengalaman para peserta terhadap simulasi penggunaan aplikasi cybercounseling,” tambah Prof. Nur Hidayah, Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Pada sesi ketiga, lanjut Prof. Nur Hidayah, berfokus pada latihan merancang dan mengkonstruksi aplikasi cybercounseling berbasis platform gratis google. Sesi ini dilakukan dalam bentuk demonstrasi fasilitator terhadap langkah-langkah merancang aplikasi melalui integrasi platform-platform gratis milik google.

Fasilitator turut mendampingi setiap kelompok untuk mengikuti proses perancangan aplikasi. Pada akhir sesi, beberapa peserta mempresentasikan hasil aplikasi cybercounseling yang telah dirancang. Sesi ketiga diakhiri dengan kegiatan diskusi reflektif terhadap proses pelatihan secara keseluruhan.

Tahap berikutnya yakni dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap setiap proses sesi kegiatan dan secara keseluruhan. Evaluasi dilakukan melalui kegiatan diskusi reflektif dan pengukuran keterampilan konseling online para guru BK. Kegiatan diskusi reflektif dilakukan pada setiap akhir sesi untuk memantau hasil dan pengalaman yang didapatkan peserta.

“Pengukuran keterampilan konseling online dilakukan di awal dan di akhir kegiatan dengan disertai penilaian terhadap hasil produk aplikasi cybercounseling yang telah dirancang peserta. Hasil pengukuran dan penilaian tersebut dianalisa untuk melihat perkembangan keterampilan masing-masing peserta,” tambah Prof. Dr. Nur Hidayah, yang juga Kaprodi Bimbingan dan Konseling Program S-2 dan S-3 Universitas Negeri Malang. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*