Pendamping Warga Binaan Pemasyarakatan Ikuti Pelatihan Asesmen Resiliensi

Pendamping Warga Binaan Pemasyarakatan Ikuti Pelatihan Asesmen Resiliensi

MALANG ( Merdeka News ) : Proses pembinaan di lembaga permasyarakatan (Lapas) cenderung masih mendapatkan stereotype negatif dari masyarakat secara umum. Kondisi ini seringkali menjadi beban yang dirasakan para tahanan yang akan masuk dalam situasi kehidupan barunya tersebut. Tidak jarang ditemui para tahanan yang mengalami stress, depresi, dan memperburuk perilaku menyimpang dan pelanggaran yang dilakukan sebelumnya.


“Berdasarkan kondisi tersebut, para pendamping tahanan di L’SIMA Malang, perlu memiliki keterampilan dalam mengukur kondisi resiliensi para tahanan. Keterampilan pengukuran para pendamping akan membantu pemahaman kondisi para tahanan sehingga dapat memberikan bantuan yang tepat. Karena itulah tim kami memberikan pelatihan asesmen resiliensi untuk para pendamping warga binaan masyarakat di L’SIMA Malang,” tegas Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, kemarin.


Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd . Dengan anggota Dr. M. Ramli, M.A., Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, serta Prof. Dr.agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si. Dibantu pula dari Tim Pelaksana Mahasiswa BK FIP Universitas Negeri Malang yakni Husni Hanafi dan Suci Puspita Sari.


Berhubung masih dalam suasana pandemi covid-19, maka pelatihan dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan). Pelatihan tentang Asesmen Resiliensi ini diikuti para pendamping Warga Binaan Pemasyarakatan di L’SIMA Malang. Kegiatan pelatihan ini difasilitatori oleh Tim Dosen dari FIP Universitas Negeri Malang.

Menurut Prof. Nur Hidayah, pelatihan keterampilan asesmen resiliensi bagi para pendamping WBP (Warga Binaan Pemasuarakatan) L’SIMA Kota Malang diawali dengan pemaparan konsep-konsep perancangan instrumen asesmen psikologis dan konsep-konsep teoritik resiliensi beserta aspek-aspek di dalamnya. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan landasan pemahaman konsep dengan metode expositori yang diikuti dengan diskusi reflektif-problematik.

“Tahap kegiatan selanjutnya adalah simulasi bentuk asesmen psikologis other report yang telah dikembangkan selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung para peserta sebagai responden dan pengguna dari aplikasi asesmen psikologis,” tutur Prof. Dr. Nur Hidayah yang juga Kaprodi Bimbingan dan Konseling Program S-2 dan S-3 Universitas Negeri Malang.

Tahapan kegiatan berikutnya berfokus pada bentuk latihan. Kegiatan latihan yang pertama adalah perancangan instrumen asesmen psikologis resiliensi. Pada kegiatan ini, fasilitator membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bertanggung jawab untuk mengembangkan beberapa konstruk item dari aspek-aspek resiliensi tahanan, yakni (1) Confidence; (2) Emotional Insight; (3) Negative Cognition; (4) Social skills; (5) Connectedness; (6) Supportive Environment; dan (7) Availibility.


Kegiatan perancangan dilakukan melalui diskusi dan kerja kelompok yang tersupervisi oleh fasilitator. Kegiatan berlanjut pada presentasi hasil diskusi untuk dikaji oleh seluruh peserta dan fasilitator.


“Kegiatan pelatihan diakhiri dengan diskusi reflektif kegiatan pelatihan dan evaluasi hasil kegiatan atas instrumen asesmen psikologis, serta hasil aplikasi online yang telah dikembangkan. Selain itu juga dilakukan langkah Follow-up terhadap kegiatan pelatihan tersebut,” tambah Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd. yang juga Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*