Hidup Bahagia di Masa Pandemi Diteliti Para Pakar Psikologi

Hidup Bahagia di Masa Pandemi Diteliti Para Pakar Psikologi

MALANG ( Merdeka News ) : Hidup yang bahagia dan sejahtera telah diteliti oleh para ahli psikologi positif lebih dari 20 tahun yang lalu. Psikologi positif telah menyediakan berbagai macam perangkat untuk membantu manusia mengembangkan kebahagiaan serta  kasih sayang.

Dalam kaitan ini Panitia Konferensi Internasional Psikologi 2021 mengangkat tema bagaimana menciptakan hidup bahagia di masa pandemi covid-19. Tema bahagia di masa pandemi ini menjadi materi menarik yang diteliti oleh banyak pakar psikologi positif  dari berbagai negara.

Dalam Konferensi Internasional Psikologi 2021 yang diprakarsai Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, Sabtu (11 September 2021) dipaparkan sejumlah hasil penelitian tentang “hidup bahagia” dari sejumlah pakar psikologi positif. Kepanitiaan Konferensi Internasional Psikologi 2021 ini dengan Steering Committee Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, serta Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi., M.Psi dkk.

“Ada sejumlah tujuan dengan digelarnya Konferensi Internasional Psikologi 2021 kali ini. Di antaranya yakni berbagi hasil-hasil penelitian dalam bidang Psikologi Positif. Selain itu menemukan solusi dari adanya hambatan-hambatan dalam menerapkan mindful living atau hambatan dalam menciptakan masyarakat yang lebih bahagia selama terjadinya pandemi covid-19,” tutur Ketua Panitia Konferensi Dr. Ika Andrini Farida, M.Psi.

Dalam konferensi internasional yang berlangsung secara online tersebut, diikuti oleh sekitar 200 orang peserta. Sebagai narasumber tampil sejumlah pakar di bidang psikologi positif. Di antaranya Dr. Kanvee Viwatpanich dari Thammasat University, Thailand.  Dr. Kanvee menyampaikan hasil penelitian yang mendeskripsikan permasalahan yang dialami orang lanjut usia di Thailand. Permasalahan yang terjadi di Thailand yaitu banyaknya  kekerasan terhadap lansia yang dilakukan oleh anggota keluarga atau pengasuh.

Pakar lain yang tampil yakni Dr. Ryan M. Niemiec dari VIA Institute on Character Amerika Serikat. Dr. Ryan menjelaskan kekuatan karakter adalah sifat-sifat kepribadian yang positif, seperti wisdom (bijaksana), courage (berani), humanity (rasa kemanusiaan), justice (rasa keadilan), dan transenden, serta bagaimana perbedaan character strength antar negara.

Ikut tampil pula Hasan Said Tortop, Ph.D  dari Association for Young Scientists and Talent Education,  Turki.  Dalam materi ini Hasan Said Tortop memaparkan adanya peningkatan penelitian bidang Psikologi Sosial sebagai efek dari terjadinya pandemi covid-19.

Sedangkan dari Indonesia pakar yang tampil sebagai narasumber yakni Kurniati Rahayuni, Ph.D, Dosen Psikologi Olahraga di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang. Kurniati Rahayuni, Ph.D mendalami Psikologi Olahraga karena memiliki latar belakang sebagai atlet pencak silat. Dalam kesempatan tersebut Kurniati Rahayuni, Ph.D memaparkan  penelitian  mengenai berbagai tekanan dan tuntutan yang dialami oleh atlet Indonesia.

Selain menampilkan sejumlah pakar psikologi positif, konferensi juga menampilkan Parallel session dilaksanakan pada sesi siang pk 13.00 – 15.00. Sebanyak 40 hasil penelitian dipresentasikan dalam sesi ini, terbagi dalam enam kelas. Sebanyak 40 paper yang terpilih ini akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*