Meningkat Bagus, Kinerja Asuransi Syariah

Meningkat Bagus, Kinerja Asuransi Syariah

JAKARTA ( Merdeka News ) : Aset asuransi syariah pada triwulan II tahun 2021 mencapai Rp 42,81 triliun, meningkat 4,83 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp 40,84 triliun.

“Hingga Juni 2021 aset asuransi syariah mencapai Rp 42,81 triliun, meningkat 4,83 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun Juni 2020 yang sebesar Rp 40,84 triliun,” kata Ketua Bidang Riset dan Inovasi Asuransi Jiwa Syariah Ronny Ahmad Iskandar, pada acara paparan kinerja Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), secara virtual di Jakarta, Selasa (21/09/2021).

Sementara kontribusi bruto yang signifikan per triwulan II tahun 2021, mencapai Rp 11,551 miliar atau naik 51,89 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 7,605 triliun. Porsi aset didominasi oleh asuransi jiwa syariah yakni sebesar 80,45 persen dengan nilai Rp 34,44 triliun, diikuti asuransi umum syariah sebesar 14,68 persen dengan nilai Rp 6,29 triliun, dan reasuransi syariah sebesar 4,87 persen atau dengan nilai Rp 2,09 triliun. “Keseluruhan mengalami pertumbuhan positif kecuali reasuransi,” tegasnya.

Porsi kontribusi bruto didominasi oleh asuransi jiwa syariah yakni sebesar 87,26 persen dengan nilai Rp10,08 triliun, disusul asuransi umum syariah sebesar 8,67 persen dengan nilai Rp 1 triliun, dan reasuransi Syariah sebesar 4,07 persen dengan nilai Rp 470 miliar. Sedangkan pada triwulan II tahun 2021, hasil investasi asuransi syariah mengalami peningkatan 85,45 persen sedangkan penetrasi asuransi syariah di periode ini mencapai 45,62 persen.

Dikatakan, pada triwulan II tahun 2021, investasi asuransi syariah didominasi oleh pasar modal yakni mencapai Rp 27,634 miliar atau 82,48 persen, sementara perbankan hanya 17,12 persen dan lain lainnya mencapai 0 40 persen. Sementara untuk klaim bruto, Ronny mengatakan, untuk asuransi jiwa pada Juni 2021 mencapai Rp 9,019 triliun atau meningkat dari tahun lalu yang mencapai Rp 4,95 triliun.

Nilai klaim bruto asuransi umum syariah justru turun 14,07 persen, yakni dari Rp 334 miliar per Juni 2020 menjadi Rp 287 miliar per Juni tahun ini. Sedangkan nilai klaim bruto reasuransi syariah tumbuh 23,55 persen, dari Rp 361 miliar per Juni 2020 menjadi Rp 446 miliar per Juni 2021.

Rasio klaim dana tabaru asuransi syariah Indonesia mencapai posisi paling tinggi pada kuartal II/2021 yakni mencapai 97,51 persen. Selama setengah tahun terakhir, rasionya cenderung terus meningkat dibandingkan sejak akhir Desember 2020 yang tercatat sebesar 75,35 persen, kemudian meningkat menjadi 94,67 persen.

Rasio klaim dana tabaru asuransi jiwa per Juni 2021 tercatat sebesar 119,14 persen, jauh melonjak jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 81,22 persen. Setahun terakhir, rasio klaim dana tabaru’ asuransi jiwa terus menunjukkan peningkatan, terlihat pada posisi per September 2020 sebesar 86,18 persen, kemudian 91,83 persen per Desember 2020, dan sebesar 101,65 persen per Maret 2021.

Sementara investasi asuransi jiwa syariah pada triwulan II tahun 2021 mencapai Rp 29,284 miliar mengalami peningkatan 2,6 persen dari Rp 28,540 miliar. Adapun penempatan dana investasi asuransi jiwa di pasar modal mencapai Rp 84,30 persen yakni Rp 24,058 miliar, di perbankan mencapai 15,47 persen. (Kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*