UM Bekali Ketrampilan Belajar Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

UM Bekali Ketrampilan Belajar Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

MALANG ( Merdeka News ) : Universitas Negeri Malang (UM) memiliki komitmen untuk melayani semua mahasiswa dalam aktivitas belajar mereka, termasuk para mahasiswa berkebutuhan khusus (MBK). Saat ini terdapat sejumlah mahasiswa berkebutuhan khusus yang kuliah di beberapa program studi di UM.

Agar dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada MBK, telah dibentuk Sub Pusat Pengembangan dan Pelayanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) UM. Sub pusat ini mendapatkan amanah untuk mengembangkan program dan pelayanan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat belajar dan menyelesaikan studi dengan lancar.

“Salah satu program yang disiapkan bagi MBK yaitu kegiatan Pembekalan Keterampilan Prasyarat dalam belajar untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Hambatan Penglihatan dan Hambatan Pendengaran. Karena itu kegiatan ini sangat penting bagi MBK serta para volunteer yang mendampingi,” tutur Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka kegiatan Pembekalan Keterampilan Prasyarat dalam belajar untuk MBK Hambatan Penglihatan dan Hambatan Pendengaran.

Kegiatan Pembekalan Keterampilan ini berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu 1-2 Oktober 2021. Karena masih dalam suasana pandemi, maka pembekalan berlangsung secara online atau daring (dalam jaringan).

Ditegaskan I Wayan Dasna, Ph.D, kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali MBK dan para volunteer yang tergabung dalam Gempita sebagai pendamping belajar MBK. Tujuannya agar mereka mencapai kemandirian serta sukses di dalam belajar.

“Keterampilan prasyarat dalam belajar ini penting dikuasai oleh para volunter pendamping MBK. Dengan demikian diharapkan mereka dapat membantu teman mereka para MBK untuk belajar secara mandiri dan beraktivitas akademik maupun non akademik sebaik mungkin,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 Universitas Negeri Malang.

Menurut Dr Ahsan Ramadhan, Kepala Sub Pusat Pengembangan dan Pelayanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus LP3 UM, pembekalan keterampilan prasyarat untuk MBK kali ini merupakan salah satu rangkaian dalam mempersiapkan kemampuan MBK mengikuti perkuliahan di UM. Pelatihan kali ini difokuskan bagi MBK dengan hambatan pendengaran dan hamabatan penglihatan.

Materi pelatihan meliputi Keterampilan Komunikasi Bagi Mahasiswa dengan Hambatan Pendengaran, dari Segi Tata Bahasa Tulis dan Lisan dalam Perkuliahan, disampaikan oleh Phieter Angdika (Ketua Gerkatin DIY). Materi ini dikhususkan bagi MBK dan pemdamping pada kelompok hambatan pendengaran. Sedang materi kedua yaitu Penggunaan Teknologi Assistif bagi Mahasiswa dengan Hambatan Penglihatan, disampaikan oleh Rizqi Fajar Pradipta , S.Pd, M.Pd (Dosen PLB UM).

Pelatihan dilaksanakan dalam 2 hari, yaitu tanggal 1 dan 2 Oktober 2021, secara online melalui zoom meeting. Peserta pelatihan sekitar 100 mahasiswa terdiri MBK dengan hambatan pendengaran dan MBK hambatan penglihatan serta para volunteer pendamping belajar MBK yang tergabung dalam GEMPITA. Setelah materi pengantar pelatihan yang disampaikan oleh Dr. Ahsan Romadlon Junaidi , M.Pd, peserta selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok melalui breakoutroom, yaitu kelompok hambatan penglihatan dan kelompok hambatan pendengaran.

Berdasarkan hasil proses diskusi selama pelatihan, diperoleh beberapa rekomendasi untuk peningkatan aktivitas belajar bagi MBK. Diharapkan dikembangkan program pelatihan bahasa isyarat, program belajar Bahasa Indonesia untuk MBK Tuli.

Sedangkan untuk MBK hambatan penglihatan diharapkan ada pelatihan untuk penggunaaan komputer. Selain itu perlu juga diadakan pelatihan bagi dosen di fakultas yang memiliki mahasiswa berkebutuhan khusus sehingga bisa mengadaptasikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*