Siswa Cerdas Istimewa Perlu Dikenali Sejak Dini

Siswa Cerdas Istimewa Perlu Dikenali Sejak Dini

MALANG ( Merdeka News ) : Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul merupakan aset yang paling berharga bagi Bangsa Indonesia. Untuk menjadikan Bangsa Indonesia sebagai negara yang kuat dan maju dibutuhkan SDM yang unggul. Salah satu SDM yang unggul adalah siswa cerdas istimewa (gifted children). Dalam kajian psikologi, siswa cerdas istimewa adalah individu dengan potensi kognitif yang tinggi dan mempunyai karakter yang positif.


“Keberadaan siswa cerdas istimewa itu perlu dikenali sejak dini. Karena itulah saya bersama tim menggelar pelatihan identifikasi siswa cerdas istimewa, bagi guru dan orang tua siswa SD Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM),” tutur Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog, dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Jum’at (8 Oktober 2021).


Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua yakni Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog. Dengan anggota Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi, Psikolog dan Dr. Tutut Chusniyah , ketiganya adalah dosen di Fakultas Pendidikan Psikologi UM. .

Karena masih suasana pandemi covid-19, pelatihan dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan). Pelatihan tentang identifikasi siswa cerdas istimewa ini, diikuti oleh sekitar 100 orang, terdiri para guru dan orangtua siswa di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang.

Ada sejumlah materi menarik dalam pelatihan tersebut. Materi pelatihan tersebut di antaranya yakni Gaya Belajar Anak Berbakat dan Pendampingannya dibawakan oleh Dr. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si, Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, serta Karakteristik dan Intervensi Siswa Berbakat disampaikan oleh Isrida Yul Arifiana., M.Psi., Psikolog dosen di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Menurut Dr. Siti Suminarti Fasikhah, ada beberapa keuinikan yang dimiliki anak berbakat atau anak cerdas istimewa. Di antaranya yakni memiliki pemahaman yang cepat tentang informasi yang kompleks. Selain itu juga memperhatikan detail, mampu berpikir fleksibel serta sintesis komprehensif. Anak cerdas istimewa ini juga bisa mengikuti pembelajaran mendalam dan mampu bertindak secara independen tanpa tergantung pihak lain.

“Pada prinsipnya Anak berbakat itu kondisinya sangat heterogen. Sedangkan lingkungan belajar yang kondusif untuk anak berbakat yakni lingkungan belajar yang bisa membuat mereka aktif, mampu mengatur diri sendiri dan berorientasi pada tujuan,” kata Dr. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si.

Ditegaskan oleh Isrida Yul Arifiana., M.Psi., siswa berbakat atau siswa “cerdas istimewa” yakni siswa yang mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Istilahnya dalam bahasa Inggris dikenal dengan “Gifted Children”.

Menurut Isrida Yul Arifiana, siswa yang memiliki inteligensi tinggi belum cukup untuk menentukan potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Demikian pula, kreativitas tanpa pengikatan diri terhadap tugas belum menjamin prestasi unggul. Oleh karena itu, interaksi antara inteligensi, kreativitas, dan tanggungjawab atau pengikat diri terhadap tugas (task commitment) merupakan unsur esensial dalam menentukan siswa itu tergolong “Gifted Children” atau siswa Gifted.

“Seorang siswa yang teridentifikasi sebagai siswa Gifted atau siswa cerdas istimewa, menurut beberapa penelitian mempunyai potensi lebih sukses daripada teman temannya yang tidak teridentifikasi sebagai siswa cerdas istimewa. Dalam kaitan ini yang terpenting yakni bagaimana agar mereka dapat menggunakan kemampuannya dengan performance optimal. Karena itu orangtua, guru dan lingkungan sosial dibutuhkan untuk memberikan dukungan pada kemampuan siswa berbakat, agar potensi istimewanya dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi yang maksimal,” tambah Isrida Yul Arifiana., M.Psi., Psikolog.


Kegiatan pelatihan tentang identifikasi siswa cerdas istimewa ini, digelar oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari UM yang dikordinir oleh Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog. Menurut Aji Bagus Priyambodo, M.Psi, secara kuantitatif anak cerdas istimewa ini jumlahnya tidak banyak yakni sekitar 2-5 persen dari total populasi penduduk. Sejumlah negara maju banyak mengandalkan siswa cerdas istimewa ini untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu sangat disayangkan saat ini banyak terjadi kasus siswa cerdas istimewa (gifted children) yang tidak teridentifikasi dengan baik, sehingga potensi mereka tidak dapat berkembang dengan optimal. Karena itulah pihaknya bersama tim lantas menggelar pelatihan mengidentifikasi siswa cerdas istimewa (gifted children) untuk guru dan orang tua di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang.

“Pelatihan berlangsung lancar dan sukses, karena pesertanya sangat antusias. Dengan pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan kompetensi guru dan orang tua dalam melakukan identifikasi siswa cerdas istimewa. Selain itu juga bisa meningkatkan dan mengoptimalkan potensi siswa cerdas istimewa dalam berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” tutur Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*