Di Era Disruptif Banyak Muncul Lapangan Kerja Baru

Di Era Disruptif Banyak Muncul Lapangan Kerja Baru

MALANG  ( Merdeka News ) : Bagi mahasiswa tujuan akhir kuliah tidak semata-mata untuk mendapatkan ijazah. Sebagian besar mahasiswa, berharap setelah lulus dari perguruan tinggi,  pasti ingin bekerja  seperti yang dicita-citakan.

“Tantangan bagi para pencari kerja di era disruptif saat ini, yakni ketersediaan lapangan  kerja serba tidak menentu. Banyak lapangan kerja lama hilang dan bermunculan lapangan kerja baru yang mungkin belum terpikirkan oleh para mahasiswa calon pencari kerja. Ketersediaan lapangan kerja  belum tentu linier, belum tentu sesuai dengan bidang studi yang ditekuninya selama kuliah,” tutur  Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Workshop Career Day, Kamis, 21 Oktober  2021.

Ditegaskan I Wayan Dasna,Ph.D, pihak Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengantisipasi perubahan yang demikian pesat ini dengan diluncurkannya program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Universitas Negeri Malang juga sudah mengimplementasikan program MBKM. Melalui program MBKM mahasiswa mendapat kesempatan memperoleh pengalaman belajar yang berbeda yang dapat mendukung kompetensi dan kapabilitasnya, sehingga mendukung atas kesuksesannya dalam memasuki dunia kerja, meski tidak linier dengan bidang yang dipelajari.

DI Universitas Negeri Malang, tambah I Wayan Dasna,Ph.D,  tersedia sejumlah 36 SKS matakuliah transdisiplin, mahasiswa bebas memilih matakuliah di luar Prodinya, bahkan bisa mengikutinya di kampus lain. Atau bisa juga mengikuti program magang perusahaan yang akan memberi pengalaman belajar secara langsung di dunia kerja.

Demikian pula melalui matakuliah Manajemen Inovasi, mahasiswa mendapat kesempatan mengembangkan diri sebagai pribadi yang kreatif dan  inovatif  yang sangat dibutuhkan dalam berkarier saat ini.

“Saat memasuki dunia kerja, ijazah bisa diibaratkan sebagai pintu masuk untuk melewati “Satpam”. Dengan ijazah bisa mengikuti seleksi secara administratif, penanda memenuhi syarat sebagai sarjana. Selanjutnya harus melewati proses seleksi tes, wawancara untuk melihat kompetensi dan kapabilitas yang dimiliki. Di sinilah pentingnya memiliki soft skill , termasuk  branding  diri, yang tidak dibekalkan secara khusus melalui matakuliah bidang studi, melainkan melalui proses pengembangan pribadi,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D. .

Keberhasilan alumni Perguruan Tinggi dimonitor melalui capaian IKU (Indikator Kinerja Utama). Indikator keberhasilan alumni dalam bekerja dilihat dari angka prosentase alumni yang berhasil dalam mendapatkan pekerjaan ataupun berwirausaha dengan pendapatan minimal sebulan 1.2 kali UMR (Upah Minimal Regional). Maka bagi alumni yang ingin berkontribuasi pada kampus, bisa dalam bentuk setelah lulus segera mendapatkan pekerjaan maupun berwirausaha dengan pendapatan minimal 1.2 UMR, dan melaporkan ke kampus melalui pengisian tracer study.

Kegiatan  Workshop Career Day bagi mahasiswa  ini, difasilitasi Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A) , LP3, UM. Karena suasana pandemi, pelatihan dilakukan secara online,  diikuti sekitar 120 orang mahasiswa dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, Workshop Career Day bagi mahasiswa  ini, bertujuan agar mahasiswa memahami jenis dan karakteristik pekerjaan dan bidang usaha alternatif yang sedang berkembang di masyarakat. Mahasiswa juga diharapkan mampu merencanakan dan mempersiapkan karirnya.

Kemudian mahasiswa mampu memahami karakteristik karir-karir alternatif yang sedang berkembang di masyarakat meliputi: Bidang pengembangan UMKM & Digital Marketing (e- commerce), Bidang kewirausahaan Consulting & Training, serta Bidang Jurnalistik (Freelance Journalist).

Ada empat narasumber berkualitas di bidangnya masing-masing, yang mengisi  Workshop Career Day tersebut. Masing-masing Widya Multisari, S.Pd., M.Pd. (dosen konselor Universitas Negeri Malang) membawakan topik Bimbingan Karir,  M. Arif Fadli, S.Pd. ( City Seller Performance Tokopedia) dengan topik Motivasi dan kiat sukses berkarir di bidang pengembangan UMKM & Digital Marketing, Risa Rahmawati, M.Psi., Psikolog (Manager Indonesia LED Consultant) membawakan materi Motivasi dan kiat sukses berkarir di bidang kewirausahaan Consulting & Training, serta Dyna Rochmyaningsih, S.Si. (Executive Director Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) dengan topik Motivasi dan kiat sukses berkarir di bidang Jurnalistik as Freelance Journalist. (Zen)

.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*