Ketua LP 3 UM: Konselor Sebaya Sangat Dibutuhkan Mahasiswa

Ketua LP 3 UM: Konselor Sebaya Sangat Dibutuhkan Mahasiswa

MALANG ( Merdeka News ) : Terimakasih telah bersedia dan berkenan menjadi anggota komunitas konselor sebaya. Kalian sebagian kecil dari 30.000-an mahasiswa di Universitas Negeri Malang yang mempunyai ketertarikan dan kepedulian dalam memberi bantuan pemecahan masalah terhadap sesama teman mahasiswa. Kehadiran konselor sebaya sangat dibutuhkan mahasiswa, khususnya mahasiswa yang sedang mengalami masalah.

Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Pelatihan Peningkatan Keterampilan Layanan Konseling Sebaya Bagi Anggota Peer Counseling Corner (PCC) UM, Rabu 3 Nopember 2021.


Menurut Ketua LP3 UM I Wayan Dasna, Ph.D, saat ini kehadiran PCC menjadi hal yang sangat penting, di samping P2BK3A dalam memberikan layanan bimbingan dan kenseling mahasiswa. Peer counseling atau konselor sebaya mestinya menyebar di seluruh fakultas. Dengan demikian, jika ada mahasiswa yang membutuhkan bantuan bimbingan dan konseling, bisa segera terdeteksi dan segera mendapat layanan pemecahannya.


Ditegaskan Ketua LP3 UM, saat ini hambatan atau masalah yang dihadapi mahasiswa sangat beragam. Terlebih dengan adanya pandemi covid 19, selama 1.5 tahun mahasiswa kuliah secara daring (dalam jaringan) atau online. Hal ini berdampak pada munculnya masalah mahasiswa. Jika bertemu dan berkomunikasi secara langsung, maka pesan yang disampaikan bisa lebih jelas, jika ada yang belum jelas, bisa langsung diklarifikasi, sehingga terhindar dari situasi salah paham.


Dengan komunikasi secara daring, seringkali ada hal-hal yang tidak tuntas. Mahasiswa sungkan atau takut untuk mempertanyakan lebih lanjut. Di sinilah akhirnya muncul permasalahan. Kecemasan lebih sering dialami mahasiswa di saat daring. Jika ini terus berlanjut, bisa berkembang menjadi depresi.


“Anggota PCC diharap ikut berpartisipasi dalam mengidentifikasi teman-teman yang menunjukkan gejala adanya masalah yang sedang mereka alami. Jika masalahnya ringan, maka diberi kesempatan untuk curhat dengan anggota PCC, solusi masalah bisa ditemukan. Jika masalahnya belum bisa terselesaikan melalui konseling sebaya, maka PCC bisa merujuk ke Dosen Konselor di P2BK3A LP3 UM,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 UM.


Kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Layanan Konseling Sebaya Bagi Anggota Peer Counseling Corner (PCC) UM, diselenggarakan Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, UM. Diikuti oleh 40 mahasiswa yang tergabung dalam PCC di P2BK3A. Mereka berasal dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Layanan Konseling Sebaya Bagi Anggota Peer Counseling Corner (PCC) UM, bertujuan meningkatkan keterampilan layanan konseling bagi konselor sebaya dalam memberikan layanan bimbingan konseling pada mahasiswa. Agar mahasiswa peserta pelatihan mampu mengelola diri dalam memberikan layanan bantuan pada sebaya, serta memiliki keterampilan komunikasi konseling dalam membantu sebaya.

Pelatihan ini, menghadirkan dua narasumber berkualitas. Masing-masing yakni Aji Bagus Priyambodo, S.Psi,M.Psi Psikolog Dosen Fakultas Pendidikan Psikologi UM membawakan topik Manajemen Diri Konselor Sebaya, serta Dr. M. Ramli,MA Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UM membawakan topik Keterampilan Komunikasi Konseling. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*