Kemampuan Guru Kendalikan Emosi Berpengaruh Pada Anak Didik

Kemampuan Guru Kendalikan Emosi Berpengaruh Pada Anak Didik

MOJOKERTO ( Merdeka News ): Kemampuan orangtua dalam mengendalikan emosi, sangat berpengaruh kepada anak-anaknya. Demikian juga kemampuan guru dalam mengendalikan emosi, akan banyak berpengaruh kepada anak didiknya, termasuk anak didik yang usia Sekolah Dasar (SD).

Demikian ditegaskan  Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 ((Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat mengisi Bimbingan Teknis Psiko Edukasi Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) Kota Mojokerto, Kamis 4 Nopember 2021.  Bimbingan Teknis tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Jawa Timur.

Menurut Ella Faridati Zen, M.Pd, guru memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap karakteristik siswa atau anak didik. Jika guru terbiasa mengembangkan karakter emosional maka para siswa memiliki potensi kuat ikut bersikap emosional.

“Namun jika guru bersikap sabar, ceria dan mengedepankan kasih sayang saat menghadapi anak didiknya, maka anak didik pasti akan lebih mudah bersikap sabar, ceria dan penuh toleransi. Semua ini terjadi lewat proses duplikasi atau proses meniru,” tambah Ella yang juga dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,  Universitas Negeri Malang.

Ditegaskan Ella Faridati Zen, terkait dengan proses meniru maka seorang guru mesti memberi contoh atau teladan yang baik. Lakukan pembiasaan yang baik dan positif, agar anak didik juga bisa meneladani pembiasaan yang baik serta positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ella, seorang guru atau pendidik harus  mampu memahami karakteristik maupun kebutuhan peserta didik, dengan segala keunikan yang dimiliki. Aspek yang perlu dipahami di antaranya  perkembangan  kognitif,  emosi, sosial,  moral dan spiritualnya, termasuk juga kondisi lingkungan keluarga dan sosial masyarakatnya.

Pemahaman yang tepat kepada peserta didik, akan membantu guru dalam membuat rancangan psiko edukasi ataupun  pembelajaran secara tepat. Ketepatan dalam membuat rancangan sudah tentu akan mendukung capaian tujuan yang diharapkan.

“Sejumlah teknik untuk memahami peserta didik dapat digunakan dan disiapkan oleh guru. Di antaranya teknik non tes seperti observasi, wawancara, angket maupun inventori. Oleh karena itu guru juga perlu mempunyai keterampilan dalam mengembangkan instrument atau alat  yang akan digunakan dalam memahami peserta didik,” tambah Dra Ella Faridati Zen, M.Pd.

Dalam kesempatan bimtek, para guru berlatih membuat instrument angket untuk mengumpulkan data dalam memahami perilaku peserta didik.

Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Psiko Edukasi dibuka oleh Amin Wahid,SS,M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.  Dalam Sambutannya  Amin Wahid,SS,M.Si, menegaskan pentingnya Bimtek ini bagi para guru.

Menurut  Amin Wahid,SS,M.Si,  melalui kegiatan Bimtek Psiko Edukasi ini diharapkan para guru dapat membantu para peserta didik dalam proses perkembangan mereka. Di samping itu diharapkan guru dapat membantu peserta didik dalam mengenali diri dan lingkungannya. Selanjutnya membantu  peserta didik agar bisa  mengadakan penyesuaian diri atas perubahan-perubahan yang terjadi.

“Bimbingan Teknis Psiko Edukasi sangat penting bagi para guru, termasuk para guru Sekolah Dasar (SD).  Apa lagi model Bimbingan Teknis ini lebih diarahkan pada pendidikan karakter bagi para peserta didik,” tutur Amin Wahid,SS,M.Si.

Menurut Kabid Pendidikan SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto,  Febri Amayanti,SE,M.Si, Bimtek Psiko Edukasi ini dalam rangka pengembangan profesionalitas para guru SD di Kota Mojokerto. Bimtek diikuti oleh  48 orang Guru SD Negeri di Kota Mojokerto.

Kegiatan Bimtek Psiko Edukasi bagi guru SD di Kota Mojokerto ini, menghadirkan  2 orang narasumber dari Universitas Negeri Malang. Hari pertama menghadirkan  Dra. Ella Faridati Zen,M.Pd. dengan materi Bimtek: Karakteristik Perkembangan Peserta Didik SD, Metode-metode Pemahaman Diri dan Kebutuhan Peserta Didik SD, serta Pengembangan Instrumen Pemahaman Diri Peserta Didik SD.

Sedangkan pada hari kedua menghadirkan  Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang, Dr Muslihati,Sag, M.Pd. dengan materi Bimtek: Ragam Strategi Intervensi Psikoedukasi bagi Peserta Didik SD, Pengembangan Action Plan dan Program Intervensi, serta Case Studi dan Latihan Implementasi intervensi. (Zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*