Day: November 21, 2021

Telkom Sukses Capai Penjualan Rp780 Miliar

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk menjadi digital telco semakin memperlihatkan hasil yang baik dan menjadi daya tarik bagi investor, tidak hanya lokal tapi juga asing. Beberapa hari terakhir, harga saham Telkom mengalami peningkatan, di mana di dalamnya termasuk investor asing yang pada hari Jumat melakukan transaksi pembelian dengan total lebih dari Rp780 miliar.


Dalam keterangannya yang diterima Minggu (21/11/2021), disebutkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari minat investor terhadap Telkom yang cukup besar dikarenakan kinerjanya yang memuaskan sepanjang tahun 2021 serta penawaran saham perdana (Initial Public Offering) Mitratel, anak usaha Telkom yang mendapatkan minat sangat besar dari para investor.


Hingga tengah tahun pertama 2021, Telkom mencatat kinerja perusahaan yang positif dengan pertumbuhan laba bersih hingga double digit. Diproyeksikan kinerja positif ini akan berlanjut hingga kuartal ketiga yang diperkirakan akan diumumkan pada minggu terakhir November 2021. Selain itu, Telkom melalui anak usahanya juga berhasil melakukan investasi pada startup yang dapat memberikan synergy value dan capital gain bagi perusahaan, seperti Kredivo dan Nium.


Sementara itu, penawaran saham Mitratel ke publik yang diumumkan melalui Public Expose pada Oktober lalu menarik minat investor yang tinggi dengan portofolio lebih dari 28 ribu menara telekomunikasi tersebar di seluruh Indonesia. Potensi bisnis Mitratel akan semakin baik seiring dengan kehadiran 5G yang meningkatkan kebutuhan operator akan menara telekomunikasi.


Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom saat ini terus mempercepat transformasi dan penataan portofolio demi value creation yang optimal bagi TelkomGroup, stakeholder serta bangsa dan negara. Ketertarikan investor yang kian meningkat terhadap saham Telkom dapat menjadi salah satu parameter bahwa apa yang dilakukan saat ini sudah pada jalur yang tepat. Kami optimistis langkah transformasi ini akan memberikan dampak positif yang lebih banyak lagi.”


Ririek menambahkan bahwa keberhasilan implementasi IPO Mitratel memberikan semangat bagi Telkom untuk terus berkomitmen melakukan transformasi perusahaan, di mana salah satu milestone berikutnya adalah unlock value bisnis data center TelkomGroup. Seluruh upaya ini dilakukan untuk memperkuat peran TelkomGroup dalam pengembangan ekosistem digital.

Kinerja saham Telkom yang kian menguat ini juga dipengaruhi oleh faktor penanganan pandemi di Indonesia yang diakui berhasil oleh internasional. Dibanding negara tetangga di ASEAN, kasus Covid-19 di Indonesia turun secara signifikan dan termasuk yang terendah. Hal ini menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.


Telkom pun turut serta dalam mendukung penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui dukungan konektivitas, dashboard dan aplikasi, produk dan layanan hingga bantuan sosial. Adapun aplikasi yang ditujukan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Telkom mendukung pengembangan aplikasi Pasar Digital (PaDi) UMKM dan PeduliLindungi.


“Keberhasilan Indonesia dalam menghadapi pandemi akan menjadi oase untuk kebangkitan ekonomi nasional menjadi jauh lebih baik lagi dan mimpi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital Asia Tenggara dapat direalisasikan,” tutup Ririek. (Nnm)

Trakindo Dukung Penuh Sektor Industri Bangkit Kembali

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemulihan ekonomi menjadi hal penting bagi setiap sektor industri. Hal itu seiring membaiknya situasi pandemi di negeri kita.

Situasi tersebut menjadi momen bagi PT Trakindo Utama (Trakindo), sebuah perusahaan penyedia solusi alat berat Indonesia, untuk turut serta mendukung sektor industri beroperasi kembali dengan lebih produktif dan efisien. Inilah yang mendorong Trakindo menghadirkan Cat 320 GX bagi para pelaku industri dalam negeri.

Produk hydraulic excavator terbaru di kelas 20 ton yang mulai dipasarkan Oktober 2021 lalu menjadi salah satu solusi yang ditawarkan oleh Trakindo sebagai bagian dari investasi perusahaan di masa depan. Produk Cat 320 GX juga membantu perusahaan yang ingin memperoleh pengembalian modal dengan cepat.

Tetapi bagaimana sebuah perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat terkait investasi ini di tengah situasi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang.

Jamil Azzaini, seorang pakar leadership dan self-improvement yang juga adalah pendiri Kubik Leadership menyebut pemimpin perusahaan memiliki peran penting dalam membawa warna bisnis perusahaan di masa depan.

“Kemampuan seorang pemimpin menavigasi dunia usaha dengan segala perubahannya adalah kunci penting keberhasilan,” papar Azzaini, seorang pakar leadership dalam siaran persnya, kemarin.

Menurutnya, pandemi telah membuat dunia usaha mengalami berbagai perubahan besar yang menyentuh berbagai sendi, mulai dari model bisnis dan kemitraan baru hingga inovasi untuk merespons peluang baru yang muncul. Tetapi di luar pandemi, sebenarnya perubahan juga dipicu oleh digital dan milenial.

Bagi Jamil, pelaku usaha dan pemimpin perusahaan harus cermat memilih investasi yang tepat dalam situasi seperti sekarang ini. Investasi yang tepat bisa dilihat dari pemilihan anggota tim yang tepat dan pemilihan alat untuk produksi atau kerja.

“Perubahan harus dianggap lazim, bahkan tepatnya tidak ada yang bertahan, kecuali perubahan. Jika dirangkum, ada tiga peran pemimpin usaha di masa perubahan yaitu mengangkat moral tim, menggerakkan produktivitas tim, dan menjaga kelangsungan bisnisnya,” tutur Jamil Azzaini.

Mengangkat moral tim menjadi tugas paling awal karena anggota tim tengah berpindah zona; dari zona nyaman ketika semua terkendali, ke zona rentan saat pandemi menghantam dunia usaha dengan keras dan membawa berbagai ketidakpastian, dan kini memasuki zona belajar ketika harus menyusun kembali pola dan metode baru untuk mencapai tujuan.

“Di saat anggota tim dihadapkan kondisi yang serba tak pasti, pemimpin memiliki peran untuk memberi arah dan membangun keyakinan positif bagi timnya. Selanjutnya, menggerakkan produktivitas tim menjadi penting karena terjadi disrupsi pada pola dan metode kerja,” tukasnya.

Untuk memetakan jalan ke depan, pemimpin lanjut Jamil juga harus secara simultan merumuskan prioritas usahanya dan menjalankan berbagai inisiatif dengan baik. Ini berarti, pertama dan terutama, mereka harus memimpin dengan tujuan memperhatikan anggota tim, pelanggan dan sistem pendukung lainnya.

“Salah satu langkah yang bisa dilakukan sektor industri misalnya memilih Cat 320 GX. Ekskavator ini adalah produk yang efisien dan tahan lama dengan harga lebih terjangkau, sehingga investasi cepat kembali. Produknya tangguh dan bisa membantu dunia usaha dalam jangka panjang. Artinya pemimpin tersebut berwawasan masa depan dan memikirkan efisiensi serta produktivitas perusahaan,” jelas Jamil Azzaini. (Kr)

Menko Airlangga: Ekonomi Digital RI Melonjak 49%

JAKARTA ( Merdeka News ) : Adopsi teknologi menjadi kunci utama dalam menopang proses transformasi digital yang berjalan sangat dinamis. Pemanfaatan teknologi dilakukan untuk menciptakan efisiensi di berbagai aspek kehidupan, sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Peningkatan kerjasama antara Pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu melipatgandakan dampaknya bagi kemajuan perekonomian. Dalam hal ini, keterlibatan Grab pada upaya pengembangan teknologi dan talenta digital juga merupakan salah satu bentuk dukungan dan peran penting dalam pembangunan ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa peluncuran riset menjadi bukti bahwa sinergi lintas pemangku kepentingan dapat mendorong hadirnya berbagai penelitianpenelitian yang inovatif dan inspiratif di era disrupsi teknologi saat ini. Acara tersebut diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi PT Grab Teknologi Indonesia (Grab Indonesia) dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Peningkatan adopsi teknologi digital yang dipicu oleh tren pergeseran perilaku masyarakat dan perubahan model bisnis, diprediksi mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2021 hingga mencapai USD70 miliar atau tumbuh 49% (yoy), dari nilai tahun lalu sebesar USD 47 miliar. Salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat dan sangat dinamis adalah Layanan Transportasi dan Pengiriman Makanan (ride hailing).

Ini Buktinya Ride hailing menjadi enabler aktivitas ekonomi digital, dan di masa pandemi menjadi penolong dengan menghadirkan beragam layanan untuk masyarakat serta memberikan solusi bagi penciptaan lapangan kerja, meningkatkan inklusi keuangan, serta menunjang peningkatan aktivitas ekonomi. Sepanjang tahun 2020 sampai paruh pertama tahun 2021, di Indonesia terdapat sekitar 21 juta konsumen digital baru. Dari jumlah tersebut 72% berasal dari area nonmetropolitan. Ini artinya di wilayah tier 2 dan 3, penetrasi digital terus tumbuh dan bahkan berlanjut di tengah pandemi,

“Saya berharap Grab dapat terus mengambil peran dengan menghadirkan berbagai solusi dalam mendukung pengembangan ekonomi digital, khususnya di wilayah timur Indonesia, antara lain mendorong peningkatan kontribusi para pelaku UMKM dalam ekonomi digital, meningkatkan keterampilan dan literasi digital, fasilitasi layanan digital, serta meningkatkan partisipasi pelaku usaha di sektor informal,” ujar Menko Airlangga.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, muncul sejumlah risiko dan tantangan, seperti penyediaan infrastruktur fisik dan digital. Oleh karena itu, Pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait terus berusaha mengembangkan penyediaan sarana dan prasarana digital yang dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Kami sangat mengapresiasi berbagai upaya Grab yang turut serta mempercepat pengembangan ekonomi digital hingga ke wilayah Indonesia Timur. Inklusivitas ekonomi digital merupakan bagian penting dalam menyongsong masa depan perekonomian nasional di tengah situasi pandemi ini,” pungkas Menko Airlangga. (Nnm)

Presidensi G20 Bawa Manfaat Bagi Tenaga Kerja

JAKARTA ( Merdeka News ) : Indonesia secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) selama setahun penuh, dimulai dari 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022. Serah terima presidensi dari Italia (selaku Presidensi G20 2021) kepada Indonesia sudah dilakukan secara langsung pada 31 Oktober 2021 di Roma, Italia.

Presidensi G20 mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Semakin terintegrasinya perekonomian global, keberhasilan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi di suatu negara tidak akan dapat bertahan lama apabila tidak diikuti oleh keberhasilan yang sama di negara-negara lain. Melalui forum G20 tersebut, Indonesia berkesempatan mendorong upaya kolektif dunia mewujudkan kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi global secara inklusif.

“Ini adalah momentum untuk menjaga Kawasan Indo Pasifik yang netral, sebab pertumbuhan ekonominya yang relatif tinggi, dan ini adalah eranya untuk Asia. Setelah G20, Indonesia juga akan memimpin ASEAN, sehingga ini (G20) sangat tepat waktu, karena saat ini ASEAN merupakan wilayah cukup tenang dengan pertumbuhan tinggi. Semoga Indonesia juga bisa membawa basis filosofi yaitu konsultasi dan konsensus, konkretnya adalah musyawarah mufakat, dalam forum G20 tersebut,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Airlangga mengungkapkan, sedikitnya terdapat tiga manfaat besar bagi Indonesia dengan menjadi Presidensi G20, yakni manfaat ekonomi, pembangunan sosial, dan politik. Dari aspek ekonomi, beberapa manfaat langsung yang diproyeksikan dapat tercapai dengan menjadi Presidensi G20 (terutama jika pertemuan dilaksanakan secara fisik) antara lain adalah peningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp7,4 triliun, dan pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

Sehingga secara agregat, diperkirakan manfaat ekonominya dapat mencapai 1,5 – 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali, karena pelaksanaan pertemuan G20 tahun depan yang direncanakan sejumlah 150 pertemuan dan side events selama 12 bulan.

“Terutama untuk sektor akomodasi, makan-minum, pariwisata, dan yang terpenting adalah branding Indonesia di dunia internasional. Dalam jangka panjang, branding itu akan meningkatkan confidence dari negara-negara lain terhadap Indonesia, dan Indonesia dapat menjadi central stage di dunia,” imbuh Menko Airlangga.

Hingga saat ini, rangkaian Pertemuan G20 Presidensi 2022 berjumlah 150 events yang terdiri dari Pertemuan Working Groups, Engagement Groups, Deputies/Sherpa, Ministerial, dan KTT G20, serta Side Events. Tiga topik utama yang akan diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia adalah: (i) Sistem Kesehatan Dunia; (ii) Transformasi Ekonomi dan Digital; dan
(iii) Transisi Energi.

Menko Airlangga menerangkan, dari dalam negeri Indonesia harus memperkuat sisi kesehatan yaitu vaksin dalam negeri yang bisa membuat resiliensi untuk mengatasi jika terjadi gelombang berikutnya. “Maka itu, vaksin merah putih, vaksin nusantara ataupun vaksin lainnya yang bisa kerja sama dengan perusahaan farmasi, baik dengan BUMN dan swasta akan terus didorong, agar selain menangani Covid-19, kita bisa juga menghemat devisa,” terangnya.

Terkait digitalisasi, Pemerintah sudah punya roadmap dan mendorong infrastruktur digitalisasi. Dalam hal ini, Indonesia harus mampu memanfaatkan sistem komunikasi satelit orbit rendah atau low earth orbit satellite untuk menjangkau layanan komunikasi hingga wilayah terpencil dan lebih terjangkau. Teknologi ini akan dapat mengatasi kesenjangan digital. Di sisi lain, inklusi keuangan melalui fintech dan digitalisasi, terutama membuat regulatory sandbox untuk melindungi transaksi keuangan masyarakat.

“Untuk transisi energi, Indonesia akan membuat prototype atau percontohan, termasuk kepada dukungan finansialnya, sehingga ini paket percontohan yang bisa direplikasi dan dilihat evaluasinya menjelang KTT G20 nanti,” ujarnya.


Mengenai investasi di Indonesia adalah tentang reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja. Saat ini implementasinya adalah dengan sistem yang dibangun di Kementerian Investasi dengan OSS RBA. Kedua, kebijakan Indonesia untuk melakukan hilirisasi yang menciptakan nilai tambah untuk melengkapi Global Value Chain, misalnya Indonesia mendorong sustainable palm oil sehingga itu menjadi komoditas ekspor andalan.

“Tentu ekosistem terkait hilirisasi bisa didorong keluar, karena ini adalah salah satu sektor unggulan Indonesia, baik kompetitif maupun komparatif. Sektor manufaktur sangat diminati, karena berbagai negara dengan bekal pengalaman pandemi Covid-19, mereka akan berisiko kalau hanya bergantung kepada satu negara saja dalam Global Supply Chain-nya,” ucap Menko Airlangga. (Tnp)