Ketua LP3 UM: Agar Sukses Menulis Skripsi Mahasiswa Perlu Sabar dan Tangguh

Ketua LP3 UM: Agar Sukses Menulis Skripsi Mahasiswa Perlu Sabar dan Tangguh

MALANG ( Merdeka News ) : Menulis skripsi atau tugas akhir, tidak sekedar menulis karya ilmiah. Dalam menulis skripsi mahasiswa dihadapkan pada realitas seperti interaksi dengan dosen pembimbing, subyek penelitian, sumber data dan lain-lain, yang dalam pengelolaannya membutuhkan seni tersendiri. Tidak ada rumus khusus dalam proses menulis skripsi, namun dinamikanya sangat tinggi dan yang jelas perlu ada kiat yang kuat, tekun dan teliti.

Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Talakshow tentang “Kajian Problematika Mahasiswa Menyusun Skripsi dan Kiat Sukses Menyusun Skripsi”, Kamis 6 Oktober 2022.

Menurut Ketua LP3 UM I Wayan Dasna, Ph.D, saat ini masih terdapat ribuan mahasiswa berada pada semester ke 11, ke 13 yang belum lulus karena belum berhasil menyelesaikan skripsi. Kendala yang mereka hadapi bisa jadi pada kawasan akademik maupun non akademik. Kendala akademik terkait dengan substansi penelitian, mestinya bisa diselesaikan dengan dosen pembimbing. Namun ironinya, permasalahan non akademik yang dihadapi sebagian mereka terkait dengan interaksi atau komunikasinya dengan dosen pembimbing.


“Sering terjadi mis-komunikasi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing yang selanjutnya menjadi kendala dalam penyelesaian skripsi. Sebagai contoh mahasiswa menyampaikan pesan melalui WA dengan cara yang kurang etis, sehingga tidak mendapatkan respon balik dari dosen pembimbing. Dalam kondisi yang demikian, selanjutnya memunculkan pikiran-pikiran negatif pada diri mahasiswa yang berakibat pada perasaan takut menemui dosen pembimbing,” tutur I Wayan Dasna, Ph.D.

Dijelaskannya, kondisi lain yang juga menjadi penghambat proses pembimbingan, mahasiswa seringkali menyerahkan draf skripsi kepada dosen pembimbing, tanpa direview terlebih dahulu. Tampilan layout masih belum rapi, terdapat banyak kesalahan pengetikan, teknis penulisan rujukan masih salah. Jika dosen diminta membaca naskah yang masih acak-acakan tentu menimbulkan suasana psikologis yang tidak menyenangkan, sehingga bisa jadi respon terhadap mahasiswa juga kurang menyenangkan. Berbeda dengan naskah yang sudah rapi penampilannya, akan menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga respon yang diberikan juga positif.

“Agar sukses dan lancar dalam menulis skripsi, maka mahasiswa perlu belajar berkomunikasi dengan dosen pembimbing secara efektif dan meperhatikan etika. Mahasiswa juga perlu memahami karakteristik dosen pembimbing, dengan demikian bisa mengadakan penyesuaian diri dalam berinteraksi secara harmonis. Sikap sabar, tekun dan tangguh dalam menghadapi hambatan, juga perlu dimiliki sehingga bisa sukses dalam menulis skripsi. Di samping itu juga harus memiliki kemampuan dalam manajemen diri,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D,

Memang banyak sekali problematika yang dihadapi mahasiswa saat menulis skripsi. Dalam kaitan ini Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, UM, siap mendampingi serta membantu mahasiswa dalam mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Kegiatan talkshow tentang “Kajian Problematika Mahasiswa Menyusun Skripsi dan Kiat Sukses Menyusun Skripsi” ini merupakan salah satu program Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, UM. Diikuti oleh sekitar 110 orang mahasiswa dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, kegiatan talkshow sukses menulis skripsi diselenggarakan dalam rangka membangkitkan semangat mahasiswa dalam menulis skripsi. Mahasiswa juga diajak mengenali berbagai problematika yang pada umumnya dihadapi dalam proses menulis skripsi sekaligus mencari solusinya.

Dalam kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber Dr. Arbin Janu Setyowati,MPd dosen dan Sekretaris Departemen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, serta Achmad Miftachul Ilmi S.Pd, yang pada saat wisuda di UM terpilih sebagai lulusan berpresrestasi non akademik.

Menurut Dr. Arbin Janu Setyowati,MPd, menulis skripsi itu merupakan tantangan seperti halnya dalam permaianan game online. Seseorang saat bermaian game, akan selalu terdorong untuk menyelesaikan permainan, sehingga terus berpikir mencari strategi untuk menemukan solusi sehingga bisa menyelesaikan permainan. Jika mahasiswa berpikir bahwa skripsi itu tantangan, bukan problematika maka akan menghasilkan energi dan semangat untuk menyelesaikan sebagaimana kiat dalam menyelesaikan permainan.

Sementara menurut Achmad Miftachul Ilmi S.Pd, sejumlah kiat yang mendukung keberhasilan dalam menyelesaikan skripsi, di antaranya yaitu kemampuan dalam memanajemen waktu, berani menghadapi dosen pembimbing, menyiapkan naskah skripsi dengan rapi dan senantiasa siap mental untuk merevisi. Ia juga amenambahkan skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. (MZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*