Day: March 22, 2023

WEBINAR 1000 Langkah Peningkatan Kinerja Dosen Berlangsung Sukses

SEMARANG ( Merdeka News ) : Acara WEBINAR 1000 Langkah Dalam Peningkatan Kinerja Dosen yang digelar belum lama ini, berlangsung lancar dan sukses. Acara ini diprakarsai para dosen yang tergabung dalam APJI (Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia).

Dalam Webinar tersebut ada 4 pemateri yakni Prof. Dr. Emiliana Sri Pudjiarti, M.Si dengan materi: Hilirisasi Penelitian untuk Peningkatan Kinerja Dosen, Dr. Achmad Buchori, S.Pd M.Pd menampilkan materi: Hilirisasi Pengabdian Masyarakat untuk Peningkatan Kinerja Dosen, Dr. Honorata Ratnawati Dwi Putranti, SE, MM dengan materi: Tantangan dan peluang menulis karya ilmiah di era AI (artificial intelligence), serta Dr. Dyah Palupiningtyas., SE., Msi membawakan materi: Mengenal Lebih dekat dengan program2 APJI.

APJI (Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia) adalah Perkumpulan untuk mewadahi para pegiat jurnal OJS di Indonesia baik dari Universitas, Institusi, maupun Lembaga yang memiliki kapasitas sebagai tempat publikasi berbentuk jurnal ilmiah di Indonesia. APJI merupakan kepanjangan tangan dari Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen (LPKD) yang didirikan pada tanggal 5 April 2022 Dibawah naungan Yayasan Drestanta Pelita Indonesia (Yayasan DPI).

Dewan pembina dan pendiri APJI adalah gabungan kerjasama dosen-dosen yang berasal dari Universitas STEKOM Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas 17 Agustus Semarang dan STIEPARI Semarang. Dan saat ini sudah beranggotkan kurang lebih 150 pengelola jurnal ilmiah yang bergabung menjadi anggota APJI


Acara webinar diselenggarakan sebagai upaya mengenalkan APJI dan program-programnya ke kalangan akademisi di seluruh Indonesia sebagai upaya membantu kalangan akademisi perguruan tinggi khususnya dosen dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi khususnya lagi di bidang publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dibuka oleh sambutan dari Ketua Umum APJI Ahmad Ashifuddin Aqham., MM., M.Kom dan Founder APJI Danang., S.Kom., MT. dilanjutkan oleh pemaparan dari keempat narasumber yang sekaligus sebagai dewan pembina dan pendiri APJI.

Pada materi akhir disampaikan program-program APJI berupa :

  1. Website resmi APJI https://apji.org/
  2. pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah,
  3. program-program system informasi yang telah dibangun oleh APJI antara lain SIPTENAN (Sistem informasi Pencarian dan Ketersediaan Slot Artikel Jurnal), https://siptenan.apji.org/
  4. Pengenalan APJI sebagai agen atau sponsor resmi dari CROSSREF kaitannya dengan Digital Object Identifier (DOI) untuk artikel ilmiah. https://doi.apji.org/
  5. Layanan pengembangan APJI untuk tatakelola Akreditasi dan Tatakelola Perguruan tinggi.
  6. Pendampingan Sertifikasi Dosen (SERDOS SMART)
  7. Pengembangan APJI ke konsorsium berdasarkan rumpun ilmu.

“Harapannya kedepan LPKD dan APJI akan menjadi Lembaga yang bisa mensupport kalangan akademi dalam pengembangan potensi sebagai dosen dan pengelola jurnal ilmiah,” tambah Dr. Dyah Palupiningtyas., SE., Msi

Ditegaskan Dr. Dyah Palupiningtyas., SE., Msi, kegiatan Webinar diikuti oleh kurang lebih 300 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari pengelola jurnal Ilmiah, Dosen dan Mahasiswa.

Materi yang diberikan oleh 4 narasumber berisikan bagaimana strategi pengembangan kinerja dosen di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi. Tujuannya adalah untuk menjadi seorang dosen professional melalui pendampingan LPKD dan APJI. (Zen)

Industri Asuransi Diyakini Masih Terus Tumbuh

JAKARTA ( Merdeka News ) : Prospek industri asuransi di Indonesia masih sangat menjanjikan. Industri asuransi masih akan tumbuh tinggi selama beberapa tahun ke depan menyusul sejumlah peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menjelaskan, sejauh ini penetrasi sektor asuransi dinilai masih relatif kecil di Indonesia yaitu tidak lebih dari 4 persen di akhir 2021. Oleh sebab itu ia melihat bahwa prospek industri asuransi masih terbuka lebar.

Ibrahim mengatakan, salah satu pendorong utama pertumbuhan industri asuransi dalam negeri adalah adanya perbaikan dari sisi regulasi dengan hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja khususnya P2SK untuk sektor keuangan.

“UU tersebut memberi prioritas pada pengembangan industri asuransi dan dana pensiun melalui berbagai inovasi, memperkuat pengawasan, dan mendukung asuransi dan dana pensiun sebagai salah satu sumber alternatif pembiayaan yang menjanjikan bagi pembangunan,” jelas dia seperti ditulis Rabu (22/3/2023).

B lain pihak, pemanfaatan digitalisasi dalam melakukan pemasaran produk asuransi kepada masyarakat bakal mendorong peningkatan penetrasi asuransi di tengah masyarakat. Dengan digitalisasi, masyarakat jadi lebih mudah memahami dan mengakuisisi berbagai produk asuransi yang ditawarkan.

Salah satu sektor yang cukup menjanjikan adalah bertumbuhnya ekonomi berbasis digital melalui hadirnya marketplace, yang mendorong adanya transaksi digital. Ke depan, kebutuhan akan hadirnya asuransi yang menjamin transaksi tersebut akan makin meningkat bersamaan dengan risiko yang bertumbuh sejalan dengan makin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat untuk berbelanja online.

Di sisi lain, pasar asuransi dari segmen UMKM juga masih terbuka lebar. Pemerintah saat ini terus memberikan dukungan bagi UMKM melalui penyaluran KUR dan PEN, yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

Penyaluran dukungan pemerintah itu membutukan garansi melalui perusahaan asuransi, di samping kesadaran individual pelaku UMKM untuk membeli produk asuransi lainnya dalam menjamin risiko usahanya.

Dengan kondisi ekonomi yang stabil hingga kuartal pertama tahun ini dan tidak ada sentimen negatif yang signifikan di sepanjang tahun ini, pertumbuhan industri asuransi dalam negeri diperkirakan akan terus meningkat.

“Bercermin dari prospek pertumbuhan pendapatan premi, peningkatan pendapatan investasi karena memulihnya kondisi capital market Indonesia dan semakin termoderasinya tingkat klaim secara umum akibat situasi ekonomi nasional yang mulai stabil, bahkan cenderung bertumbuh positif,” ujar dia. (Nng)

Presiden Jokowi: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

JAKARTA ( Merdeka News ) : Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Islam di seluruh Indonesia, melalui akun media sosial Instagram. Dalam akun media sosial itu Presiden juga menyertakan foto ilustrasi yang menggambarkan hiruk pikuk kegiatan masyarakat di perkotaan menjelang waktu berbuka puasa.

“Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, pahala, dan pengampunan. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Islam,” ujar Presiden sebagaimana tertulis dalam keterangan unggahan di akun media sosial Instagram @jokowi yang dipantau di Jakarta, Rabu (22/3/2023).

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah melalui tayangan video.

Wapres menyebut Ramadhan bukan hanya untuk menahan haus dan lapar, melainkan juga momentum untuk meningkatkan kualitas diri agar makin baik.

“Ramadhan sudah selayaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri kita, bukan semata menahan lapar dan dahaga,” kata Wapres dalam tayangan video ucapan selamat Ramadan 1444 H, yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Wapres juga mengimbau umat Islam untuk dapat meningkatkan rasa syukur atas berkah, nikmat, maupun juga tantangan yang selama ini telah dihadapi.(Nnm)

Ketua Muhammadiyah: Puasa Lahirkan Gerakan Sosial

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) ” – Umat Islam diharapkan bisa menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan.

“Puasa harus melahirkan gerakan sosial kebangsaan yang membuat kita, kaum muslim, sebagai kekuatan perekat bangsa, dan pembawa perdamaian yang mencegah konflik,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/3/2023).

Haedar mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk menyimpan amarah untuk setiap orang yang berpuasa dan Ramadhan juga mengajarkan untuk hidup damai, rukun, bersatu, dan bersaudara serta mengendalikan diri, terutama dari emosi, amarah, dan kebencian.

Menurut dia, segala bentuk pertengkaran dan permusuhan harus dijauhi. Sekalipun terdapat perbedaan paham, orang yang berpuasa Ramadhan pasti akan mengedepankan perdamaian dalam menyelesaikan perbedaan.

Ia lantas menyebut salah satu hal yang kerap memicu perdebatan adalah penentuan tanggal untuk hari-hari besar umat Islam. Hal itu harusnya tidak boleh menjadi momen saling ejek dan harus dilalui dengan penuh toleransi.

“Puasa seharusnya menjadikan diri kita insan yang tasamuh, toleran, dan membawa pada ukhuwah. Dengan toleran, kita hidup saling menghormati. Maka, para ilmuwan, ulama, mubalig, dan semuanya, ketika menemui perbedaan, kita harusnya makin dewasa dan tasamuh,” kata Haedar.

Setiap pribadi umat Islam yang berpuasa, kata dia, harus terus menyebarkan pesan-pesan kebaikan disertai perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral serta membiasakan akhlak mulia dalam keseharian.

“Puasa dijadikan sarana untuk menundukkan diri agar kita tidak menjadi orang-orang yang berlebihan karena puasa mengajarkan kita untuk belajar untuk tidak berlebihan. Sikap hidup mewah bertentangan dengan kebiasaan dan kebaikan puasa maupun ajaran agama secara keseluruhan,” pungkas Haedar Nashir.(Tnp)

PBNU Harap Ketegangan Politik Mereda

SURABAYA * Merdeka News ) : Umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa. Selama bulan Ramadhan, ketegangan terkait politik diharapkan mereda, masyarakat lebih fokus beribadah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) berharap agar suasana damai dan sejuk bisa tercipta di bulan Ramadhan tahun ini.

Karena itu ia meminta para politisi berpuasa dengan baik bagi yang muslim dan menghormati bulan puasa bagi non muslim.

Gus Fahrur juga mengingatkan bahwa diantara hikmah puasa Ramadan adalah melatih sabar dan pengendalian diri.”Menahan diri dari dorongan untuk segera memiliki atau melakukan sesuatu yang negatif, melatih kesabaran, tidak memenuhi sesuatu yang menjadi kebutuhan rutin manusia sehari-hari yaitu makan dan minum dan sebagainya,” kata Gus Fahrur.

Gus Fahrur mengatakan Rasulullah Muhammad SAW melarang marah dan berbohong selama berpuasa. Semua itu harus dilakukan agar puasa sempurna dan diterima Allah SWT.

Gus Fahrur juga meminta masyarakat agar menghilangkan sikap narsis dan egois serta napsu serakah. Sehingga tidak terjadi lagi kebencian dan permusuhan sesama anak bangsa.

“Mari hilangkan sikap narsis, egois, dan napsu serakah selama bulan puasa agar tidak ada lagi kebencian dan permusuhan sesama anak bangsa. Mari penuhi masjid dengan beritikaf, baca Alquran dan memperbanyak dzikir, redakan sejenak ketegangan agar bisa puasa dengan nyaman,” ujarnya. (Dnn)