Author: Admin Merdeka News

MI Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara Kini Bertabur Prestasi

JEPARA  ( Merdeka News ) : Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Mafatihul Akhlaq Demangan Kecamatan Tahunan Jepara Jawa Tengah, kini bertabur prestasi.  Madrasah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam ( YPI ) Mafatihul Akhlaq.

Prestasi yang sukses diukir oleh MI Mafatihul Akhlaq ini ada yang bersifat akademik serta non akademik. Di bidang akademik selain lulusannya rata berkualitas bagus, juga para murid di madrasah ini rata-rata memiliki kemampuan unggul di bidang Tahfidz Al-Qur’an.

Salah satu bukti yakni sejumlah 53 orang  siswa  siswi  program kelas Tahfidz MI  Mafatihul Akhlaq  melaksanakan  sema’an  Al-Qur’an Juz 30, kemarin. Sema’an  Al-Qur’an Juz 30 yang dilakukan para siswa dan siswi MI  Mafatihul Akhlaq   tersebut berlangsung khidmad dan lancar, diselenggarakan di Masjid Baitur Rohman Jepara.

Acara Sema’an Al-Qur’an  Juz 30 ini dihadiri oleh Ketua Pengurus YPI Mafatihul Akhlaq  H. Nur Kholis MH, Kepala Sekolah MI Mafatihul Akhlaq  H. Muhammad  Sya’roni, M.Pd.I,  Dewan Guru  serta para  Wali Murid dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah MI Mafatihul Akhlaq  H. Muhammad Sya’roni, M.Pd.I mengatakan, pelaksanaan  sema’an  Al-Qur’an Juz 30 ini untuk mempertegas kelancaran hafalan para siswa dan siswi. Al-Qur’an Juz 30 merupakan juz Amma yang jadi  pondasi dasar anak untuk menuju kesuksesan di masa depan.

“Atas nama Kepala Madrasah  Mafatihul Akhlaq  saya berpesan kepada para siswa dan siswi, agar  jangan bosan  untuk menghapal Al-Qur’an, selalu istiqomah  dan  bersungguh -sungguh saat berusaha menghafalnya agar kelak mendapat Syafaat Al-Qur’an,” kata Kepala Sekolah MI Mafatihul Akhlaq  H. Muhammad  Sya’roni, M.Pd.I.

Sedangkan  Ketua Pengurus YPI Mafatihul Akhlaq  H. Nur Kholis MH, saat sambutan menegaskan bahwa MI Mafatihul Akhlaq  sudah membuktikan bahwa para siswanya  tidak kalah prestasinya dengan sekolah lain. Karena itu para orang tua tidak perlu menyekolahkan anak-anaknya keluar daerah, namun cukup di lembaga pendidikan ini.

“Pihak Pengurus YPI mohon do’a restu kepada para  wali murid dan tokoh masyarakat atas pembangunan gedung asrama Tahfidz yang saat ini sedang berjalan. Mudah- mudahan tahun depan asrama tersebut sudah bisa ditempati, sehingga kegiatan kelas Tahfidz bisa lebih maksimal,” tambah Ketua Pengurus YPI Mafatihul Akhlaq  H. Nur Kholis MH.

MI Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara selain  berprestasi di bidang akademik, juga berprestasi dalam bidang non akademik atau ekstrakurikuler.  Prestasi tersebut yakni  Juara  “Jateng Open Drum Marching Band Competition”  Tahun 2016  tingkat Propinsi Jawa Tengah. (HRF)

1,2 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

SIDOARJO ( Merdeka News ) : Petugas Bea Cukai Juanda di Sidoarjo Jawa Timur memusnahkan sekitar 1,2 juta batang rokok dari berbagai merek yang dinyatakan ilegal karena tanpa dilekati pita cukai.

Kepala Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengatakan selain memusnahkan rokok ilegal, petugas juga memusnahkan barang-barang ilegal lainnya seperti alat bantu seks.

“Barang-barang yang disita dan dimusnahkan oleh petugas itu merupakan penindakan sejak bilang Oktober 2020 sampai dengan Februari 2021,” kata Budi di sela kegiatan pemusnahan barang ilegal di kantor Bea Cukai Juanda, Rabu (3/3/2021).

Ia mengatakan, terdapat sebanyak 848 penindakan rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai atau rokok polos dengan jumlah 2.033.360 batang rokok berbagai merek.

“Antara lain rokok merek Coffee, Stick, HJS, Avoluzzenk, Gudang Garam, Vios, M2 Mild, HND Pratama, Anoah, Nat Geo Mild, YS Pro Mild, AA Mild, Abs Special dan lain-lain,” ucapnya.

Ia mengatakan, perkiraan nilai barang yang ditindak adalah sebesar Rp2 miliar dengan total potensi kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar.

“Penindakan ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Bea Cukai Juanda untuk memberantas peredaran rokok ilegal,” katanya.

Ia mengatakan, atas penindakan terhadap 2.033.360 batang rokok ilegal tersebut, sebanyak 1.282.876 batang rokok telah ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara dan dilakukan pemusnahan pada hari ini.

“Sedangkan sebanyak 750.484 batang rokok masih dalam proses penyelesaian berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Barang-barang tersebut, kata dia, disita dari berbagai tempat paket pengiriman barang yang ada di wilayah Bandara Juanda.

“Jumlah penindakannya banyak, karena barang tersebut dikirimkan melalui jalur perorangan. Terdapat pengiriman rokok ilegal melalui Kantor Pos MPC Surabaya. Selain itu atas informasi dan analisa target barang kiriman melalui jasa pengiriman yang lain seperti JNE, J&T, TIKI, dan SICEPAT EXPRESS,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penelitian, kata dia, terhadap barang hasil penindakan berupa rokok ilegal ditindaklanjuti dengan penetapan sebagai barang yang dikuasai negara dan dilakukan pemusnahan.

Sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (1) Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai menyatakan bahwa, Barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya hanya boleh ditawarkan, diserahkan, dijual, atau disediakan untuk dijual, setelah dikemas untuk penjualan eceran dan dilekati pita cukai atau dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya yang diwajibkan. (Antara)

Bank BRI Berpotensi Berkembang Pesat di Tahun 2021

JAKARTA ( Merdeka News ) : Ekspansi penyaluran kredit oleh lembaga perbankan disinyalir mulai terjadi sepanjang tahun ini. Kondisi ini besar kemungkinan diwujudkan terutama oleh bank yang memiliki kualitas kredit baik dan pencadangan tinggi sepanjang 2020, seperti salah satunya BRI.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin berkata, strategi BRI dalam menjaga stabilitas kredit sangat baik sepanjang tahun lalu. Karena itu, tahun ini bank milik negara tersebut dianggap bisa memperluas dan menumbuhkan penyaluran pembiayaannya secara masif.

“Menurut saya, itu bagus, restrukturisasi dan pencadangannya dilakukan secara agresif pada tahun lalu. Tahun ini justru harusnya BRI tinggal melakukan ekspansi saja,” ujar Amin.

Hingga Desember 2020 rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BRI (angka konsolidasi) ada di bawah 3 persen, atau tepatnya 2,99 persen. Angka ini lebih baik dibanding rasio NPL gross industri perbankan di Indonesia yang mencapai 3,06 persen pada periode tersebut.

Tak hanya menjaga kualitas kreditnya, BRI juga berhasil mengalokasikan pencadangan (NPL Coverage) hingga 237,73 persen per Desember 2020. Besarnya rasio tersebut menunjukkan fokus BRI untuk menjaga sustainability alih-alih sekedar membukukan laba di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Amin menyebut, potensi ekspansi kredit terbuka lebar bagi BRI, terutama karena saat ini tren permintaan restrukturisasi dari debitur sudah berkurang. Pelaku UMKM di banyak daerah juga sudah mulai bangkit dan meningkatkan kembali kapasitas produksinya. (Krj)

Menristek: Kurangi Ketergantungan Impor Alat Kesehatan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro mengatakan memperingati setahun pandemi COVID-19, Indonesia terus berupaya mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan dengan menghasilkan alat kesehatan buatan sendiri, seperti ventilator dan alat tes cepat COVID-19.

“Upaya kita mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan maupun obat berhasil dilakukan,” kata Menristek Bambang dalam acara virtual peringatan Satu Tahun Pandemi COVID-19 dengan tema “Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih, Bangkit dan Maju,” di Jakarta.

Pada awal pandemi COVID-19, terjadi begitu banyak impor alat tes cepat (rapid test) antibodi untuk skrining atau penapisan COVID-19.

Menristek menuturkan karena kondisi pada saat itu bersifat mendesak, sehingga mungkin tidak ada analisa atau penilaian terhadap kualitas dari alat tes cepat COVID-19 berbasis antibodi yang diimpor dari berbagai negara tersebut. (Krj)

Amerika Siapkan Sanksi Baru untuk Rusia

AMERIKA ( Merdeka News ) : Amerika Serikat berencana menjatuhkan sanksi baru untuk Rusia terkait upaya meracun aktivis Alexei Navalny. Dua sumber di Gedung Putih menuturkan Presiden Joe Biden akan menjatuhkan sanksi bagi Rusia dengan dua keputusan presiden.

Kedua keppres itu yakni nomor 13661 yang diterbitkan saat Rusia mencaplok Krimea pada 2014 lalu, dan nomor 13382 yang diterbitkan pada 2005 terkait proliferasi senjata pemusnah massal.

Dua keppres itu memungkinkan AS membekukan aset-aset pemerintah dan entitas Rusia yang berada di Negeri Paman Sam. Sanksi AS ini juga melarang setiap perusahaan dan penduduk AS untuk berurusan dengan pihak Rusia yang masuk dalam daftar sanksi.

Sumber tersebut menuturkan beberapa individu dari Rusia akan menjadi sasaran sanksi baru pemerintahan Biden ini tanpa menjelaskan identitas mereka. Sementara itu, sumber ketiga mengatakan kepada Reuters bahwa Uni Eropa juga mungkin menerapkan sanksi serupa kepada Rusia bersamaan dengan AS. (Nnm)

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pada pertengahan Februari lalu Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 3,5 persen. Penurunan suku bunga acuan tersebut juga diikuti oleh perbankan dengan menurunkan suku bunga pinjamannya. Salah satu yang menurunkan suku bunganya dengan signifikan adalah BRI.

BRI kembali menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) mulai 28 Februari 2021 untuk seluruh segmen (Korporasi, Ritel, Mikro, KPR dan non-KPR) dengan penurunan yang signifikan atau sebesar 150 bps – 325 bps. Penurunan SBDK terbesar diberikan pada kredit konsumer non-KPR sebesar 3,25 persen. Dengan penurunan ini, SBDK non-KPR berubah dari semula 12 persen menjadi 8,75 persen.

Selain itu, BRI juga menurunkan SBDK KPR sebesar 2,65 persen, dari 9,90 persen menjadi 7,25 persen. Penurunan SBDK juga dilakukan untuk segmen mikro sebesar 2,5 persen. Perubahan ini membuat SBDK mikro turun dari 16,50 persen menjadi 14 persen.

Pada kredit segmen korporasi dan ritel, BRI melakukan penurunan SBDK masing-masing sebesar 1,95 persen dan 1,5 persen. Dengan demikian saat ini, SBDK korporasi berubah dari 9,95 persen menjadi 8 persen. Kemudian, SBDK segmen ritel berkurang dari 9,75 persen menjadi 8,25 persen.
Penurunan suku bunga kredit oleh BRI tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2020 lalu BRI telah menurunkan suku bunganya sebesar 75 bps – 150 bps, bahkan khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300 bps – 500 bps.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga kredit yang dilakukan BRI ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, seiring berlanjutnya tren penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. (Tnp)

Menteri Pertahanan Israel Temui Raja Yordania

ISRAEL ( Merdeka News ) : Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, diam-diam bertemu dengan Raja Yordania, Abdullah II. Pertemuan keduanya disebut dilakukan di Yordania. Namun, tanggal dan isi pertemuan tidak diketahui.

Gantz memberi tahu rekan sejawatnya di Partai Biru Putih tentang pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Yordania. Di dalam pertemuan internal Partai Biru Putih, Gantz juga mengkritik kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dinilai merusak hubungan dengan Yordania.

“Saya pikir Yordania adalah aset terbaik Israel, dan saya pikir hubungan Israel dengan Yordania bisa seribu kali lebih baik. Sangat disayangkan Netanyahu adalah sosok yang tidak disukai di Yordania dan keberadaannya bisa merusak hubungan itu,” kata Gantz.

Sampai saat ini pemerintah Yordania belum memberikan pernyataan soal pertemuan itu. Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, dua kali bertemu dengan Menlu Yordania, Ayman al-Safadi, dalam beberapa bulan belakangan membahas kerja sama bilateral. (Nnm)

Unisnu Jepara Maju Pesat Kini Banjir Dukungan

JEPARA ( Merdeka News ) : Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Jawa Tengah, kini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan itu antara lain meliputi kualitas pendidikan bagi mahasiswa, jumlah mahasiswa yang terus bertambah serta pembangunan fisik kampus yang semakin representatif.

Pesatnya kemajuan Unisnu mengundang banyak dukungan dari sejumlah lembaga terkait. Salah satunya dari pihak Pemerintah Kabupaten Jepara yang sangat mengapresiasi perkembangan Unisnu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara  kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yaptinu (Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama ) yang telah mengelola Unisnu Jepara menjadi kampus yang semakin berkembang,” tegas Asisten 1 Sekda Jepara Dwi Ryanto,  mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi, S.Sos.

Dwi Ryanto memberikan sambutan  mewakili Bupati Jepara,  saat hadir pada acara Pelantikan Pengurus dan Pengawas Yaptinu Jepara masa bakti 2021-2026 di Auditorium Perpustakaan Unisnu Jepara,kemarin. Acara pelantikan tersebut di bawah kordinasi Ketua Panitia H. Fathur Rofiq SE,MM. Ikut hadir dalam acara tersebut pejabat dari Kemenag Jepara, Pimpinan DPRD Jepara, Rektor dan para Dekan di Unisnu, serta para tokoh pendidikan NU di Jepara dan lingkup Jawa Tengah.

“Pemerintah Kabupaten Jepara ikut bangga dengan kemajuan yang telah dicapai Yaptinu dalam mengelola Unisnu. Selain itu  Pemerintah daerah juga telah menghibahkan gedung Akademi Komunitas  Negeri Jepara  beserta para dosennya, ikut bergabung ke Unisnu,” tambah Dwi Ryanto.

Dalam acara pelantikan tersebut, tampil memberikan sambutan Pembina Yaptinu Drs. H. Muhammad Najib, Msi. “”Hari ini merupakan hari yang berbahagia, karena kita  bersama- sama menyaksikan Pelantikan Pengurus dan Pengawas serta  Dewan Pertimbangan  Yaptinu Periode 2021 – 2026,” kata Drs. H. Muhammad Najib, Msi.

Dalam kaitan ini Drs. H. Muhammad Najib, Msi juga memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi  kepada Pengurus dan Pengawas Yaptinu periode 2016-2021 yang telah bekerja dalam kemajuan dan pengembangan Unisnu. Sejumlah prestasi yang telah dicapai untuk pengembangan Unisnu antara lain mendirikan Klinik yang merupakan cikal bakal Rumah Sakit, meningkatnya jumlah mahasiswa dan meningkatnya Akreditasi Prodi di kampus tersebut. Selain itu kampus Unisnu kini didukung dengan  gedung  perkuliahan yang cukup representatif.

Sementara itu Ketua LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama ) Jawa Tengah Prof. Dr. Mudzakir Ali dalam sambutannya mengatakan, ikut bersyukur dan mendukung atas  kemajuan yang dicapai oleh Yaptinu dalam mengelola Unisnu Jepara.

“Namun Yaptinu sebaiknya tidak hanya mengurusi bidang Pendidikan, tetapi harus mampu mengembangkan usaha lain, misalnya  rumah sakit. Sebagaimana yang telah dilakukan Unwahas  Semarang, yang telah sukses  mendirikan klinik, bekerja sama dengan Alfamart, mendrikan Apotik, dan mengembangkan Pesantren,” tambah Prof. Dr. Mudzakir Ali. (Ros)

Gibran Buka Ruang Aduan Lewat Media Sosial

SURAKARTA ( Merdeka News ) : Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka membuka ruang aduan dari masyarakat melalui media sosial dan berkomitmen untuk menanggapinya secara cepat.

“(Solo) kan ‘smart city’, reformasi birokrasi, pokoknya kami ingin semuanya serba cepat,” katanya di Solo, Senin.

Ia mengatakan hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada pelantikan kepala daerah beberapa waktu lalu, yaitu kepala daerah diharuskan memiliki akun sosial media.

Selanjutnya, akun sosial media ini dijadikan sebagai kanal aduan masyarakat yang ingin menyampaikan keluh kesahnya kepada wali kota.

Baca juga: Polresta Surakarta pantau aktivitas medsos untuk harkamtibmas

“Kita sudah mulai, ada aduan masyarakat tentang aspal bolong, genangan air, secara ‘fast respons’ kami tangani semua,” katanya.

Ia mengakui selama ini Pemerintah Kota Surakarta sudah membuka ruang aduan dari masyarakat melalui program unit layanan aduan Surakarta (ULAS). Meski demikian, menurut dia ULAS sifatnya kurang pribadi.

“(Dengan sosial media) warga akan lebih terbuka untuk sambat ke Wali Kota langsung. Kalau ULAS kan keluhan ditulis, dibaca banyak orang. Ini (sosial media) kan lebih ‘private’ (pribadi), langsung ‘fast respon’ (respon cepat),” katanya.

Dengan adanya aduan dari masyarakat yang masuk ke akunnya, maka Wali Kota bisa langsung melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

“Bisa diselesaikan dalam berapa hari. Yang pasti ULAS sudah berjalan baik tetapi akan lebih baik lagi kalau kepala daerahnya aktif di sosial media,” katanya. (Ant)

Maybank Raih Laba Bersih RM 6,48 Miliar

KUALA LUMPUR ( Merdeka News ) : Maybank sebagai bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan menutup tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2020 dengan laba bersih sebesar RM6,48 miliar dibandingkan RM8,20 miliar pada tahun sebelumnya.

Grup harus membukukan secara signifikan net impairment loss yang lebih tinggi disebabkan dampak lanjutan dari pandemi COVID-19, meskipun demikian, hal ini sebagian telah diimbangi oleh pendapatan operasional bersih yang lebih tinggi dan pengurangan biaya overhead. Laba sebelum pajak (PBT) untuk tahun ini turun menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Terlepas dari tahun yang penuh tantangan, Grup mencatat pendapatan operasional bersih (net operating income) yang stabil atau lebih tinggi 0,1% menjadi RM24,76 miliar dari tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sebesar 12,3% secara tahunan (YoY) pada total pendapatan berbasis biaya bersih menjadi RM8,11 miliar, terutama berasal dari pendapatan asuransi dan investasi bersih yang lebih tinggi karena Grup mampu mendapatkan keuntungan dari return yang lebih baik.

Kenaikan pada pendapatan berbasis biaya bersih (net fee based income) sebagian juga tergerus oleh penurunan 4,9% pada total pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM16,65 miliar yang disebabkan penurunan margin bunga bersih sebesar 17 basis poin (bps) secara tahunan karena penurunan pinjaman dan security yields, serta dampak dari adanya empat kali pemotongan Overnight Policy Rate sebesar 125 bps serta timbulnya kerugian atas modifikasi suku bunga tetap pinjaman oleh sebab diterapkannya blanket moratorium berjangka waktu enam bulan yang diberikan kepada nasabah.

Grup tetap menerapkan manajemen biaya secara disiplin serta membantu mengurangi dampak dari kondisi operasional Grup yang melemah, yang menyebabkan terkelolanya tren penurunan pada biaya overhead menjadi RM11,25 miliar atau 2,7% lebih rendah dari RM11,56 miliar pada FY19. Hal ini berdampak pada rasio biaya-terhadap-pendapatan Grup yang membaik menjadi 45,4% dari 46,7% di tahun sebelumnya.

Oleh karena pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya overhead yang semakin rendah, laba operasional sebelum provisi (PPOP) mengalami kenaikan 2,6% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang merupakan sebuah rekor menjadi RM13,52 miliar. (Nn)