Author: Admin Merdeka News

Waspada, Pengumuman Palsu Tenaga Honorer Diangkat PNS Tanpa Tes

JAKARTA ( Merdeka News ): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyampaikan adanya dua informasi yang tidak benar dan berpotensi membingungkan masyarakat berupa pengumuman dan surat pemberitahuan terkait penerimaan CPNS 2019 dan PPPK.

Untuk pengumuman yakni terkait informasi penerimaan CPNS di lingkungan pemerintah pusat dan daerah. Pengumuman tersebut bernomor BL:B/017/M.SM.01/2020 yang seolah-olah ditandatangani oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.

Pengumuman palsu tersebut ditujukan kepada seluruh tenaga honorer guru, administrasi, tenaga kesehatan, dan tenaga penyuluh adanya kesempatan untuk diangkat menjadi PNS tanpa mengikuti tes.

Mereka diminta untuk konfirmasi langsung ke Direktur Pengadaan dan Kepangkatan PNS BKN Pusat Jakarta Drs Muh Iqbal dengan nomor Whatsapp 081953388478.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian menegaskan bahwa pengumuman tersebut tidak benar.

“Pengumuman tersebut tidak berasal dari Kementerian PANRB dan sudah dipastikan palsu. Untuk pengangkatan CPNS juga harus melalui tahapan seleksi CPNS,” tegasnya di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Sedangkan untuk surat pemberitahuan palsu ditujukan untuk para peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Surat tersebut ditandatangani oleh SUB Verifikasi Data Reformasi Birokrasi Aparatur dan Pengawas, Muhammad Yusuf Ateh.

Surat palsu tersebut berisikan penjelasan kebutuhan ASN untuk pemerintah pusat dan daerah dengan alokasi CPNS 50 persen dan PPPK 50 persen. Tertulis dalam surat itu, instansi dapat mengusulkan kebutuhan jabatan fungsional yang dapat diisi PPPK dengan memberi kesempatan kepada pegawai non PNS yang saat ini masih aktif bekerja secara terus-menerus.

Andi lantas mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar. “Saya meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan melakukan konfirmasi kebenaran surat/informasi kepada Kementerian PANRB,” tambahnya. (KJ)

Cara Hentikan Lionel Messi Versi Raphael Varane

MADRID ( Merdeka News ): Bek Real Madrid, Raphael Varane, telah mengakui kesulitannya untuk menaklukkan striker Barcelona yakni Lionel Messi. Sebagai pemain yang sering bertemu dengan Messi di kompetisi domestik Spanyol, Varane sudah memiliki formula sendiri untuk menanganinya.

Pemain berpaspor Prancis itu mengatakan tidak hanya satu orang untuk menahan pergerakan Messi. Menurut Varane, sebuah tim membutuhkan lebih dari satu orang untuk mengawasi pemain berpaspor Argentina tersebut.

Seperti diketahui, kapten Barcelona itu adalah pencetak gol tersubur di Spanyol. Kehadirannya pun sering mengobrak-abrik pertahanan lawan dengan keahliannya. Namun, titik terang didapat Varane ketika Madrid mampu menahan imbang Barcelona 0-0 di Camp Nou.

Varane pun mengaku bukan tugas mudah untuk bisa menahan pemain berjuluk La Pulga tersebut. Tetapi, setidaknya ia memiliki beberapaide untuk bisa menahan kelihaian Messi dalam mengolah si kulit bundar.

“Anda tidak bisa bertahan seperti yang Anda lakukan dengan orang lain dan itu membutuhkan kerja tim. Anda tidak bisa meninggalkannya bebas,” ungkap Varane, mengutip dari Goal, Jumat (17/1/2020).

“Menjadi pemain bertahan Real Madrid berarti mampu membuat sedikit kesalahan. Karena kami memiliki lapangan 50 meter di belakang kami,” pungkas pemain berusia 26 tahun tersebut. (ORK)

Pengurangan Uang Saku Jamaah Haji Ditolak DPR

JAKARTA ( Merdeka News ): Usulan Kementerian Agama untuk memangkas uang saku jemaah haji tahun ini, mendapat penolakan dari Komisi VIII.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Muh Fauzi mengatakan, usulan tersebut sebetulnya belum pernah dibahas di DPR. Hanya saja, pihaknya tentu menolak jika pemerintah melakukan pemangkasan layanan yang sudah ada pada tahun sebelumnya.

Dia menjelaskan, Kemenag sudah berkomitmen untuk tidak memangkas layanan serta tak menaikkan biaya haji. Jika ada pengurangan uang saku, menurutnya itu tak jauh beda dengan kenaikan karena layanan yang berkurang.

“Semestinya perbaikan layanan, bukan pengurangan. Ini pun harus persetujuan dewan. Tak boleh asal dialihkan,” ungkap Suami dari Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ini.

Penurunan dari 1.500 real (Rp5,4 juta) ke 1.000 real (Rp3,6 juta) menurutnya cukup besar. “Inikan masih sebatas usulan. Kita tunggu saja seperti apa. Yang jelang jangan kurangi pelayanan ke masyarakat,” tambahnya.

Direktur Pengelolaan Dan­a Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag, Maman Saepulloh mengatakan pengurangan jatah uang saku tersebut karena beberapa sebab. Salah satunya lantaran ada penambahan fasilitas makan untuk jemaah.

Dia mengatakan, ta­hun lalu jemaahhaji men­dapatkan 40 kali katering ma­kan selama di Makkah. Se­dang­kan tahun ini jemaah men­dapatkan 50 kali jatah makan. Jadinya penambahan katering itu, otomatis menambah biaya perjalanan ibadah haji.

“Ini baru usulan dan masih akan dibahas bersama dengan DPR. Untuk mengurangu BPIH, usulan pengurangan ini akan dimasukkan. Agar tak ada kenaikan,” tambahnya. (KRJ)

PNM Salurkan Pembiayaan Hingga Rp 24 Triliun

JAKARTA ( Merdeka News ): PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM), mencatat jumlah penyaluran dana pada 2019 mencapai sebesar Rp24,1 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp3,9 triliun dan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sebanyak Rp20,1 triliun.

“Jadi, realisasi pembiayaan secara nasional Rp24,1 triliun untuk ULaMM dan Mekaar di 2019. Di mana nasabah Mekaar 6 juta nasabah, ULaMM 73 ribu. Dan telah tersalurkan semuanya,” ujar Executive Vice President Bisnis PNM Kindaris dalam acara IDX Channel tentang Sinergi Membangun Destinasi Pariwisata Prioritas di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Menurut dia, pada tahun ini, Perseroan mematok target penyaluran pembiayaan bisa tumbuh mencapai sebesar 10-20% dari 2019. Hal itu akan dibicarakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar pada hari ini.

“Tapi yang jelas kita ada peningkatan sekitar 10-20%. Tinggi sekali ya planning kita begitu, tapi belum disetujui sama kementerian,” ungkap dia.

Dia menjelaskan untuk target nasabah sendiri, khususnya program Mekaar mematok sebanyak 7,3 juta pada tahun ini. Target tersebut didasari dari jumlah nasabah tahun lalu sebesar 6 juta yang sudah terpenuhi. “Pada tahun ini, perseroan mengaku sudah memiliki sejumlah strategi. Salah satunya yakni melakukan perluasan jaringan, dengan membuka cabang baru sebanyak 200 unit. ULaMM ada 623 kantor unit layanannya,” pungkasnya. (OKZ)

Perbedaan Pneumonia dan Sakit Flu

PENYAKIT pneumonia mendadak menjadi isu yang serius, setelah memakan 1 korban di China. Sampai sekarang, penyakit tersebut tidak diketahui penyebabnya.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan virus, bakteri, ataupun jamur. Penyakit ini menular dari satu manusia ke manusia lain, tapi tidak dengan pneumonia yang disebabkan jamur, karena penyebarannya dari tumbuhan ke manusia.

“Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang sangat serius. Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini bisa diobati dengan mengonsumsi antibiotik atau bila kondisi buruk, mendapat penanganan medis intensif tentu akan lebih baik,” kata Dr. Jordan Owens seperti dilansir dari cbs19.

Dr Owens menjelaskan, penyakit pneumonia bisa dialami oleh semua orang, tapi akan menjadi sangat rentan bagi anak di bawah 5 tahun dan lansia di atas 65 tahun. “Kelompok rentan ini bahkan bisa meninggal dunia akibat pneumonia,” sambungnya.

Bicara mengenai pneumonia, maka kita mesti ketahui bahwa penyakit ini kebanyakan berasal dari virus korona yang juga menyebabkan flu pada umumnya. Jadi, antara flu dan pneumonia itu sumbernya sama, tapi dengan gejala yang berbeda.

Nah, karena dari sumber masalah yang sama, penting bagi kita untuk membedakan penyakit flu biasa dengan pneumonia. Seperti dilansir dari CBS19, ada beberapa gejala khas yang harus Anda perhatikan ketika Anda sedang flu sebab bisa saja itu mengarah pada pneumonia.

Pneumonia itu bisa dikenali dengan munculnya gejala-gejala seperti kuku dan bibir kebiruan, tubuh panas dingin, batuk berdahak bahkan berdarah, nafsu makan menurun, kelelahan ekstrem, demam hingga 41 derajat celsius, nyeri saat bernapas, detak jantung lebih cepat, berkeringat, dan kesulitan menarik napas.

Selain gejala tersebut, pada orang dewasa, pneumonia dapat menyebabkan kebingungan. Sementara itu, pada anak-anak pneumonia menyebabkan keluarnya suara saat si anak menarik napas dalam.

Meskipun memiliki gejala yang hampir mirip dengan mereka yang mengalami flu seperti demam dan batuk, tapi pneumonia bisa menyebabkan kelelahan ekstrem.

Selain itu, flu biasanya hanya ditandai dengan suhu tubuh 38 derajat celsius dan batuknya kering. Gejala flu lainnya adalah sakit kepala dan nyeri di seluruh tubuh. (OKZ)

Walikota Surabaya Enggan Bicara Banjir

SURABAYA ( Merdeka News ): Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Surabaya, Rabu sere hingga malam, memang segera surut. Hingga hari Kamis suasana banjir sudah tidak ada, dan kondisi kota Surabaya kembali normal.

Meski banjir sudah surut namun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini enggan memberikan komentar apapun terkait banjir yang sempat beberapa jam melanda Surabaya.

“Saya buru-buru,” ujar Risma kepada awak media, usai menghadiri peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Mapolda Jatim, Kamis (16/1).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christyanto mengatakan banjir dan genangan air di sejumlah titik itu sudah surut Rabu (15/1) pukul 20.00 WIB.

“Yang jelas hujan jam 16.00 WIB, jam 19.00-20.00 WIB sudah surut. Enggak sampai malam, hanya beberapa jam,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Eddy mengatakan ada juga sejumlah evaluasi yang harus dibenahi agar peristiwa tak terulang. Yakni adanya tumpukan sampah yang bisa menyumbat pintu pembuangan air menuju selokan.

Salah satunya yang terjadi di komplek Ruko Darmo Park II Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Di sana pintu air tersumbat oleh tumpukan sampah dan kayu, akibatnya air sempat menggenang hingga ketinggian satu meter.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya Muhammad Fikser mengakui bahwa banjir terjadi di Jalan Mayjen Sungkono pada Rabu sore kemarin. Namun cepat pula surutnya.

“Kejadiannya memang ada, tapi cepat surut, seiring dengan redanya hujan,” katanya.

Fikser mengatakan, kawasan itu memang jadi langganan banjir setiap hujan turun dengan intensitas tinggi mengguyur Surabaya. Hal itu lantaran, topografi wilayah tersebut yang membentuk cekungan.

Kawasan Mayjen Sungkono sendiri sebenarnya sudah terpasang box culvert atau gorong-gorong besar. Namun untuk titik Darmo Park II, Pemkot Surabaya masih mencari solusi.

“Cuma, yang di situ (kawasan Ruko Darmo Park II), kita belum bisa pasang box culvert besar karena memang kita masih komunikasi dengan pengembang pemilik areal di sana dan belum selesai,” tutur Fikser dengan nada ramah. (RL)

Jokowi Setuju Reformasi Industri Keuangan Non Bank

JAKARTA ( Merdeka News ): Presiden RI Joko Widodo mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) untuk mereformasi Industri Keuangan Non Bank( IKNB) seperti asuransi dan dana pensiun.

“Saya setuju bahwa perlu reformasi di bidang IKNB baik asuransi maupun dana pensiun dan lainnya. Ini penting dan ini saatnya kita melakukan reformasi,” tutur Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), di Jakarta, Kamis (16/1).

Jokowi menegaskan industri perbankan melakukan reformasi pada periode 2000-2005 dan hasilnya sektor keuangan stabil dan dapat dipercaya investor.

Menurutnya IKNB yang perlu direformasi terutama dari  di sisi pengaturan, pengawasan, maupun permodalan. Dan yang lebih penting dari siis. Sisi prudensial, transparansi dan manajemen risikonya. 
“Semuanya. Jangan sampe ada distrust dan mengganggu ekonomi secara umum. Ini dilakukan dalam waktu secepat-cepatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan industri asuransi membutuhkan perhatian lebih serius untuk memperbaiki governance, kehati- hatian dan kinerjanya. Setidaknya dibutuhkan reformasi dalam bentuk pengaturan, pengawasan dan permodalan.

“Preminya masih tumbuh jadi tidak terimbas isu yang kita tangani tapi kita butuh perhatian lebih serius karena industri ini belum pernah kita reform berbeda waktu 97- 98 kita butuh waktu 5 tahun reformasi,” tegas Wimboh Santoso. (KRJ/NN)

Sejumlah Tempat di Surabaya Dilanda Banjir

SURABAYA ( Merdeka News ): Sejumlah kawasan di Kota Surabaya, Jawa Timur, terendam banjir setelah diguyur hujan deras pada Rabu (15/1/2020) sore. Informasi yang diperoleh Antara, banjir terjadi di sejumlah kawasan seperti Kendangsari, Ketintang, Mayjen Sungkono, Bogowonto dan lainnya.

“Hujan deras, depan rumah saya banjir,” kata warga Kendangsari, Surabaya, Laila Mufidah, kepada Antara.

Menurut Laila, banjir yang terjadi di kawasan Kendangsari akibat saluran air atau box culvert yang ada tidak bisa menampung air saat hujan deras. Hal ini dikarenakan saluran air dari sisi utara dan selatan tidak menyambung ditambah dengan banyaknya tumpukan sampah yang mengakibatkan banjir.

Laila yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya ini mengatakan sebelum dan sesudah ada box culvert di kawasan Kendangsari tetap banjir saat hujan deras. Namun demikian, lanjut dia, banjir yang ada saat ini cepat surut.

“Tapi sekarang terkurangi sedikit dengan adanya box culver. Meski banjir tapi cepat surut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Laila berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Pematusan Pemkot Surabaya segera mengatasi persoalan saluran air yang tidak terhubung dengan yang lainnya.

“Sebetulnya sudah dicek pihak kelurahan, di situ ada cor dan pipa bekas jembatan lama. Selain itu perlu disudet agar airnya lancar. Ini kata Pak Sekda (Sekretaris Daerah Kota Surabaya) mau bilang kan ke Bu Erna (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pematusan Kota Surabaya),” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Hal sama juga dikatakan warga Ketintang, Imam Budi. Ia mengatakan kawasan Ketintang, khususnya di dekat Royal Plasa sempat banjir akibat hujan lebat yang terus mengguyur. (Tirto)

Nasib Pegawai Honorer Diperjuangkan DPR

JAKARTA ( Merdeka News ): Ketidakpastian nasib tenaga honorer Kategori 2 (K2) yang ada di Indonesia mengundang rasa keprihatinan yang mendalam dari legislator Komisi II DPR RI di Senayan sehingga terus berupaya keras untuk memperjuangkan aspirasi dan keluh kesah yang disampaikan para tenaga honorer K2 kepada wakil mereka di parlemen.

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus dalam rapat dengar pendapat umum Komisi II DPR RI dengan Perkumpulan Guru Inpassing, Forgasn PUPR, Perkumpulan Honorer K2, dan juga Adkasi di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

“Saya ikut merasakan dan merasa prihatin terhadap kondisi yang dialami oleh para tenaga honorer yang sampai saat ini masih belum mampu diakomodir oleh pemerintah. Apa yang mereka sampaikan merupakan perasaan saya pada saat ini terhadap keprihatinan itu. Hal ini akan kami bicarakan pada saat Komisi II melakukan rapat kerja dengan MenPAN-RB agar mendapatkan solusi-solusi terbaik atas permasalahan ini,” ucap Guspardi.

Dia mengatakan semua aspirasi yang disampaikan kepada Komisi II dalam rapat tersebut sudah dicatat dan akan diteruskan kepada pemerintah. Diantaranya tentang adanya benturan antara perundang-undangan dengan kondisi yang sedang diperjuangkan oleh tenaga honorer. Selain itu juga mengenai persyaratan pembatasan umur yang menyebabkan tenaga honorer yang sudah mengabdi lama dan berusia diatas 35 tahun tidak mempunyai kesempatan untuk diangkat menjadi pegawai negeri.

“Begitu pula dengan  nasib guru-guru honorer yang telah lama mengajar di lembaga pendidikan yang ada, baik milik pemerintah maupun swasta. Kementerian kita bukanlah kementerian pendidikan negeri tetapi Kementerian Pendidikan Nasional. Sehingga mereka yang mengajar di (sekolah) swasta pun juga berhak untuk diperjuangkan,” papar politisi Fraksi PAN itu.

Guspardi menilai kedatangan para tenaga honorer untuk mengadukan dan menyampaikan keluh kesahnya ke Gedung DPR RI merupakan sebuah langkah yang tepat. “Kewajiban kami adalah bagaimana agar keinginan dan harapan yang disampaikan itu bisa kami mengejawantahkannya melalui suatu kebijakan bersama dengan pemerintah. Perlu ada lex spesialis tentang aturan ini. Kami akan perjuangkan harapan, keinginan dan juga nasib tenaga honorer yang telah disampaikan kepada kami,” tandasnya

Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih kembali menetes. Ini terjadi saat Titi mengungkapkan betapa menderitanya nasib honorer K2. Belasan tahun mengabdi dengan gaji sangat rendah, tetapi kemudian dibuang pemerintah dengan alasan tidak memenuhi UU Aparatur Sipil Negara (ASN). UU tersebut jelas menetapkan batasan usia bagi honorer K2 menjadi PNS. (KRJ)

Shin Tae Yong Rajin Belajar Bahasa Indonesia

JAKARTA ( Merdeka News ): Shin Tae-yong belum satu minggu berada di Indonesia. Namun, pelatih 50 tahun itu perlahan-lahan sudah menunjukkan progress soal usahanya yang ingin belajar menggunakan bahasa Indonesia.

Juru taktik berpaspor Korea Selatan itu diperkenalkan sebagai manajer pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada Sabtu 28 Desember 2019. Setelah menandatangani kontrak empat tahun dengan PSSI, Tae-yong kembali ke negaranya.

Baru pada Kamis 9 Januari 2020, Tae-yong kembali ke Indonesia. Saat sesi perkenalan, eks pelatih Seongnam Ilwa Chunma itu mengaku ingin belajar bahasa Indonesia. Dengan belajar bahasa Indonesia, Tae-yong bakal lebih mudah berkomunikasi dengan para pemainnya, sehingga lebih mudah baginya untuk menerjemahkan strategi yang diinginkan.

“Selamat sore. Hai, apa, siapa, ke mana, kapan,” kata Tae-yong saat mengucapkan kata-kata yang sudah dikuasainya dalam bahasa Indonesia.

Tae-yong saat ini sedang menyeleksi 53 pemain untuk masuk Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang. Di sela-sela kesibukannya itu, Tae-yong ditanya makanan Indonesia apa yang sudah dijajalnya. Tae-yong mengatakan nasi goreng sebagai makanan yang sudah dicobanya.

“Makanan yang tidak berbeda jauh dengan di Korea Selatan. Saya sudah mencobanya seperti nasi goreng,” tutup pelatih yang membawa Korea Selatan U-23 lolos ke perempatfinal Olimpiade 2016. (NN)