Author: Admin Merdeka News

Unik, Sabang Kota Pertama Alami Sehari Tanpa Bayangan

JAKARTA ( Merdeka News ): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena hari tanpa bayangan atau kulminasi. Fenomena ini terjadi ketika matahari berada tepat di posisi tertinggi langit.

Ketika matahari berada tepat di atas kepala, bayangan benda yang berdiri tegak seolah-olah menghilang. Padahal sebenarnya, bayangan hanya bertumpu pada benda tersebut.

Salah satu penyebab hilangnya bayangan lantaran kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang ekliptika. Akibatnya, matahari terlihat seperti bergerak dari timur ke utara. Fenomena ini dikenal juga dengan sebutan gerak semu matahari.

Posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat fenomena kulminasi utama terjadi dua kali dalam kurun waktu setahun. Melalui keterangan resmi, waktu terjadinya kulminasi pun tak jauh dari saat matahari tepat melintasi khatulistiwa. Pontianak, kota yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, setiap tahunnya akan menghadapi fenomena kulminasi.

Pada Maret lalu, fenomena hari tanpa bayangan telah terjadi di Pontianak. Posisi matahari berada di posisi tertinggi di Indonesia sejak September 2018.

Sementara itu kota Sabang yang berada di paling barat Indonesia menjadi area pertama yang mengalami kulminasi utama. Sedangkan kota Seba di Nusa Tenggara Timur akan mengalami kulminasi pada 21 Oktober 2019. (NA/KRJ)

Ustad Abdul Somad Ditolak Ceramah di Masjid UGM Yogya

YOGYAKARTA ( Merdeka News ): Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui pimpinan universitas menyatakan permintaan pembatalan atas agenda kuliah umum di Masjid Kampus UGM Sabtu 12 Oktober 2019 dengan pembicara utama Ustad Abdul Somad. Alasannya, UGM menilai kegiatan tersebut tak selaras dengan jati diri UGM Yogyakarta. 

Dr. Iva Ariani, Kepala Bagian Humas dan Protokoler UGM, membenarkan perihal permintaan pembatalan acara yang suratnya sudah tersebar cukup masif sejak beberapa hari terakhir. Apalagi, baru saja ramai penolakan Kraton Yogyakarta pada acara Muslim United yang didalam rangkaianya juga menghadirkan Ustad Abdul Somad. 

“Berkaitan dengan acara yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2019, maka pimpinan universitas meminta agar acara tersebut dibatalkan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselarasan kegiatan akademik dan kegiatan non akademik dengan jati diri UGM. Surat sudah kami kirimkan ke takmir masjid,” tegas Iva pada wartawan Rabu (9/10/2019). 

Kampus UGM Yogya elama ini menanamkan Pancasila sebagai jati diri yang hampir selalu didengungkan di setiap kesempatan. Dengan kata lain, UGM menilai kajian Abdul Somad selama ini tak sesuai dengan jati diri UGM yang lantas melandasi permintaan pembatalan acara 12 Oktober di Masjid Kampus UGM. 

Dalam surat undangan acara 12 Oktober yang tersebar, disebutkan Abdul Somad bakal menjadi pembicara dalam tema kuliah umum Integrasi Islam dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Pondasi Kemajuan Indonesia bersama Prof Deddy Shri Ahimsa Putra. (KRJ/NR)

Presiden Jokowi : Jaga Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat

JAKARTA ( Merdeka News ): Presiden Joko Widodo tampil sebagai inspektur upacara, dalam HUT TNI ke-74 di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (05/10/2019).

Saat memberikan amanat selaku inspektur upacara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh prajurit TNI agar bisa bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“TNI harus mampu bersinergi dengan kementerian dan lembaga seperti Polri, BNPT, BNPB, dan Bakamla,” tegas Presiden Jokowi.

Jokowi juga meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk tak terjebak dalam ego matra. Diketahui, ada tiga matra di TNI, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo berharap seluruh prajurit untuk terus menjaga kemanunggalan bersama rakyat melalui Operasi Bhakti dan program Tentara Manunggal Membangun Desa. (***)

Kabar bagus, Nilai Tukar Rupiah Makin Menguat

JAKARTA ( Medeka News ): Ada kabar bagus terkait dengan nilai tukar Rupiah. Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.138 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (04/10/2019) sore. Posisi ini menguat 0,24 persen dibanding penutupan pada Kamis (03/10/2019), yakni Rp14.172 per dolar Aerika Serikat.

Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.135 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin, yakni Rp14.193 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.124 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,02 persen, ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, dan yen Jepang menguat 0,13 persen.

Kemudian, baht Thailand menguat 0,31 persen dan won Korea Selatan menguat 0,71 persen. Di sisi lain, terdapat mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS, seperti dolar Hong Kong sebesar 0,02 persen, rupee India sebesar 0,09 persen, dan yuan China sebesar 0,36 persen.

Mata uang negara maju juga tercatat menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, euro menguat 0,1 persen, dan dolar Australia menguat 0,22 persen. (MN)

Tersangka Dr Abdul Basith Sewa Ahli Bom Dari Ambon

JAKARTA ( Merdeka News ): Dr. Abdul Basith, Dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) kini resmi ditetapkan sebagai tersangka, terkait dengan upaya menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk Aksi Mujahid 212.

Ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, tersangka Abdul Basith tidak bekerja sendiri dalam perakitan bom molotov tersebut, namun menyewa seorang ahli perakit bom.

“Dia (Abdul Basith) mendatangkan ahli pembuat bom ikan yang di dalamnya ada pakunya,” kata Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Tersangka Dr Abdul Basith mendatangkan pembuat bom dari Papua dan Ambon, yang dibayar masing-masing Rp8 juta. “Mendatangkan ahli bom dari Papua dan Ambon. Tiketnya dibiayai,” tambah Kombes Argo Yuwono.

Menurutnya, selain Abdul Basith pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap sembilan tersangka lain yang diduga atas perencanaan aksi sabotase Mujahid 212.

“Jadi kita akan memeriksa juga ada dimana pertemuannya, dengan siapa dia bertemu, agendanya apa. Kemudian akan kita tanyakan semuanya, satu per satu peran daripada para tersangka yang sudah dilakukan penahanan ini, apa perannya. Misalnya ada yang menyuruh dan mendanai nanti akan kita tanyai satu per satu,” tegas Kombes Argo Yuwono. (ADN)

Penyelenggaraan Ibadah Haji Dievaluasi

JAKARTA ( Merdeka News ): Pihak Kementerian Agama (Kemenag) dalam waktu dekat segera akan menggelar evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1440 Hijriyah/ 2019 Masehi. Evaluasi dilakukan untuka mendukung fokus peningkatan layanan untuk jamaah Haji di tahun-tahun berikutnya.

“Pihak Kami akan merumuskan inovasi apa saja yang akan dilakukan untuk memperbaiki layanan haji pada 2020,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Sesuai jadwal yang ada, Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji 1440 H/ 2019 M berakhir pada 15 September. Sedangkan evaluasi penyelengaraan haji akan dilaksanakan pada 8-10 Oktober. Dalam kegiatan tersebut salah satunya membahas evaluasi sembilan inovasi haji 2019 dan rencana inovasi haji 2020 mendatang.

Evaluasi penyelenggaraan haji ini akan dihadiri sekitar 148 peserta yang terdiri dari kepala kanwil Kemenag se-Indonesia, kabid PHU, kepala UPT asrama haji serta perwakilan kementerian/lembaga yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Nizar Ali juga mengatakan pada 7 Oktober akan digelar kegiatan pendukung, yaitu pameran foto dan video penyelenggaraan haji selama 2014-2019. Dengan evaluasi ini diharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya akan semakin baik dan memuaskan jamaah haji. (ADN/KRJ)

BPJS Kesehatan Mengganti Data PBI-JK

JAKARTA ( Merdeka News ): Pihak Pemerintah melakukan penggantian data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) per 1 Oktober 2019. Hal ini dilakukan untuk ketepatan sasaran penerima bantuan. Pembaruan data peserta PBI tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 109/HUK/2019 tentang Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019 Tahap 8.

Bona Evita, Deputi Direksi Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan, mengungkapkan BPJS Kesehatan menerima sejumlah data peserta pengganti dari peserta yang sudah tidak didaftarkan lagi oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan SK Mensos.

BPJS Kesehatan juga telah melakukan koordinasi internal untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat serta melakukan konsolidasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“BPJS Kesehatan menjalankan SK Mensos tersebut dan memperbarui data peserta PBI. Pembaruan data peserta PBI tersebut tidak akan mengubah data peserta PBI APBN tahun 2019. Jumlahnya tetap 96,8 juta jiwa, sudah termasuk dengan perubahan atau penggantian peserta tersebut dan bayi peserta PBI yang didaftarkan,” kata Bona Evita.

Ditegaskannya, selama ini BPJS Kesehatan bersama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Direktorat Jenderal kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terus melakukan upaya perbaikan data peserta JKN-KIS. Pembaruan data peserta merupakan hal yang rutin dilakukan mengingat data kepesertaan Program JKN-KIS yang sangat dinamis.

“Contohnya saja dari data kami temukan ada yang melakukan mutasi kepesertaan. Bisa jadi karena ada perubahan taraf hidup peserta PBI menjadi mampu, sudah terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), sudah meninggal dunia, dan lain sebagainya. Kementerian Sosial melakukan update secara berkala untuk mengisi data peserta yang memenuhi kriteria dan layak diberikan bantuan oleh pihak Pemerintah,” tambah Bona Evita. ( KKJ/KRJ )

Makin Canggih, Sistem Deteksi di Bandara Juanda Surabaya

SURABAYA ( Merdeka News ): Untuk memanjakan konsumen, sistem deteksi di Bandara Juanda Surabaya kini dilengkapi dengan
peralatan yang semakin canggih.

Peralatan canggih yang sangat penting dalam mendukung kinerja Airnav adalah Advanced Surface Movement Guidance and Control System (ASMGCS) dan Clearance Delivery Unit (CDU). “Kedua alat ini dapat membantu dan mempermudah pemandu lalu lintas udara dalam memantau pergerakan pesawat terbang,” tegas General Manager AirNav Cabang Surabaya, Yasrul, Jumat.

Di sejumlah bandara internasional negara-negara maju, ASMGCS dan CDU sudah banyak digunakan. Namun di Indonesia, kedua alat canggih itu baru dipasang di Bandara Internasional Soekarno Hatta jakarta, serta Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Menurut Yasrul, salah satu alasan dipasangnya kedua alat tersebut di Bandara Juanda, karena bandara ini memiliki traffic penerbangan yang sangat tinggi. “Alat ini selain banyak membantu petugas pemandu lalu lintas udara, juga mampu meningkatkan kapasitas runway,” tambah Yasrul.

Sebetulnya fungsi ASMGCS yang dipasang di menara air traffic control (ATC) untuk mengamati pesawat saat melakukan pergerakan di landas hubung (taxiway) dan landas pacu (runway). Selain itu juga untuk mendeteksi pergerakan pesawat, baik menuju atau dari tempat parkir pesawat (apron) yang tidak bisa terlihat secara visual dari menara.

Di samping itu, jika tanpa ASMGCS kemungkinan bisa terjadi kesalahan tanda panggil pada urutan pesawat yang akan terbang. Namun dengan alat itu maka tanda panggil terakurasi pada urutannya.

Keunggulan lainnya ASMGCS, yakni pemandu lalu lintas penerbangan dapat dengan mudah membedakan tipe dan pesawat yang berada di area apron, taxiway maupun runway. “Tipe dan jenis pesawat akan tertulis secara otomatis dan jelas di layar monitor,” tambah Yasrul dengan nada mantap. ( EST /KRJ)

Kebakaran di Gunung Sumbing Meluas

TEMANGGUNG ( Merdeka News ): Kebakaran hutan di lereng gunung Sumbing Temanggung Jawa Tengah, kini semakin meluas. Untuk

mengatasinya banyak relawan yang siap memadamkan api, dengan datang langsung ke lokasi kebakaran di puncak dan lereng

gunung.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Gito Walngadi menegaskan, api masih membakar

lereng gunung Sumbing. Petak yang terbakar adalah 23-3 dan 27-4. Petugas dan relawan berangkat Rabu pagi. Sebelumnya

petugas dan relawan ditarik Selasa sore karena cuaca dan kondisi sudah relatif sulit.
.

“Kami menarik personel Selasa sore, pemadaman sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi gunung Sumbing masih terbakar,” tambah

Gito.

Menurut Gito, petak yang terbakar yakni petak 23-3 dengan luasan baku 27,8 hektare dan petak 27-4 dengan luasan baku 40,9

hektare. Lokasi ini masuk di RPH Kemloko BKPH Temanggung KPH Kedu Utara atau berada di wilayah administratif Desa Kemloko

Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Semua lahan yang terbakar di petak 23-3 dan 27-4 mencapai 19,5 hektare. Sampai Selasa malam titik api terpantau hanya di

titik 27-4, sedangkan di petak 23-3 sudah tidak ada lagi. “Kobaran api di petak 27-4 belum bisa di padamkan karena medan

yang sulit dijangkau,” kata Gito.

Ditegaskannya, upaya pemadaman dalam beberapa hari terakhir dengan cara tradisional. Pemadaman dan penyisiran titik api

dengan tim ke 3 jalur yaitu jalur Banaran 12 orang bertugas melakukan pemantauan, pemadaman dan penyisiran titik api di

seputaran pos 3 jalur Banaran.

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Kodim 0706, Polres dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan

bantuan peralatan dan perlengkapan keselamatan untuk pemadaman gunung Sumbing pada relawan, Rabu (25/9/2019).

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan bantuan yang disalurkan pada relawan adalah peralatan dan

perlengkapan keselamatan, yang Senin (23/9/2019) disampaikan saat pertemuan dengan Kapolda Jateng Irjen (Pol) Rycko A

Dahniel di Posko Banaran. “Peralatan dan perlengkapan itu sangat diperlukan dalam pemadaman,” kata Kapolres.

Dia mengatakan bantuan itu berupa 30 pasang sepatu boot, masker 6 dos, masker asap 5 buah, sarung tangan 8 bungkus, oksigen

3 botol obat-obatan, head lamp, dan parang/ golok 55 buah. “Polres menerjunkan tim siaga medis untuk pengecekan kesehatan

terhadap relawan,” tambah kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo. ( ADN/KJ)

Unjuk Rasa di Solo Ricuh

SURAKARTA ( Merdeka News ): Unjukrasa ribuan mahasiswa di depan kantor DPRD Surakarta (Solo), Selasa (24/9/2019), berakhir dengan kericuhan. Terjadi saling dorong antara polisi dan pengunjukrasa, lantas disusul dengan aksi anarkhis yakni pengunjukrasa melempari polisi dengan botol dan batu. Akibatnya Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berunjukrasa.

Meletusnya aksi kericuhan sekitar pukul 14.20 WIB ini, nyaris tak diduga sebelumnya. Sebab aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB berlangsung lancar dan tertib. Bahkan beberapa menit sebelum kericuhan, ribuan pengunjuk rasa mendengarkan orasi dengan duduk santai di kawasan Jalan Adi Sucipto. Tiba-tiba muncul seruan hingga peserta aksi serempak berdiri dan berupaya merangsek barikade polisi yang sedang mengawal unjukrasa.

Maka aksi saling dorong meletus, dan semakin memanas setelah muncul lemparan botol dan batu, hingga sebagian peserta aksi berhasil menerobos gerbang gedung DPRD. Maka tak ada jalan lain, polisi berupaya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Satu orang yang diduga sebagai provokator diamankan petugas.

Para pengunjukrasa yang jumlahnya ribuan berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Solo, diantaranya Universitas Sebelas Maret (UNS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Slamet Riyadi, dan sebagainya, lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Sebagaian berlarian ke arah Barat dan Timur di sepanjang Jalan Adi Sucipto, sebagian lagi menyelamatkan diri memasuki gang-gang kampung di sekitar gedung DPRD Surakarta.

Kapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai menyatakan, kericuhan itu terjadi karena ada provokasi dari oknum tak bertanggung jawab. Setidaknya, provkasi itu terlihat dari lemparan botol dan batu ke arah polisi, serta teriakan-teriakan untuk menerobos gedung DPRD Surakarta. (ETS/KRJ)