Category Archive : Berita Daerah

Panitia Besar Mantapkan Persiapan PON Papua

PAPUA ( Merdeka News ) : Pekan Olahraga Nasional ke-20 kali ini akan diselenggarakan di Provinsi Papua. Sejumlah persiapan tengah dilakukan Panitia Besar PON, termasuk menyiapkan program promosi untuk menyemarakkan pesta olahraga terbesar ini dalam rangka hitung mundur 100 hari menuju PON XX Papua 2021.

Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua akan digelar pada 2 – 15 Oktober 2021. Event empat tahunan ini, akan mempertandingkan total 37 cabang olahraga dan 56 disiplin olahraga. Semakin dekat dengan pelaksanaan PON, sejumlah persiapan terus digencarkan, mulai dari persiapan infrastruktur venue hingga program promosi untuk lebih mengenalkan PON kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

“Tak henti-hentinya, kami PB PON Papua selaku Panitia Penyelenggara, terus berupaya mensosialisasikan perkembangan terkait persiapan dan pelaksanaan PON XX Papua 2021. Kami siap menyambut seluruh kontingen maupun masyarakat dari seluruh Indonesia di tanah Papua”, jelas Roy Letlora, S.Hut.,M.M selaku Ketua II PB PON XX 2021 Papua.

Untuk meningkatkan animo masyarakat tentang Pekan Olahraga Nasional ke-20 yang diselenggarakan di Provinsi Papua, Panitia Besar PON menyiapkan program promosi bertajuk PONDEMI, hitung mundur 100 hari menuju PON XX Papua 2021.

Dalam program PONDEMI ini akan melibatkan banyak talenta muda Papua serta terdapat beragam event menarik dan kompetisi berhadiah total jutaan rupiah. Event menarik dan kompetisi berhadiah tersebut diantaranya, Kompetisi Blogger, Virtual Ride & Run, Kelas Inspirasi yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), PONDEMI Stand Up Comedy, Torang Show, dan Kolaborasi Anak Negeri.

Untuk membuka rangkaian acara PONDEMI, Panitia Besar PON menyelenggarakan acara talkshow KICK OFF HITUNG MUNDUR 100 HARI MENUJU PON XX PAPUA 2021. Acara yang dipandu oleh Nowela Elisabeth Auparay ini membahas kesiapan penyelenggaraan PON bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Ketua KONI Pusat Marciano Norman, dan Duta PON XX Papua 2021 Boaz Solossa. (Nng)

90 % Tenaga Kesehatan Yang Terpapar Covid-19 Kini Telah Sembuh

KUDUS ( Merdeka News ) : Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih. Hingga 12 Juni 2021, 308 nakes terkonfirmasi positif COVID-19, 277 tenaga kesehatan dalam perawatan isolasi mandiri, dan 193 lainnya sudah dinyatakan sembuh.

“Namun, hari ini (17/6), 90% nakes yang isolasi mandiri sudah bisa mulai masuk kerja dan kembali melayani masyarakat. Ini sebuah berita yang menggembirakan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan kepada mereka benar-benar efektif melindungi dari kondisi terburuk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo dalam siaran pers.

Jumlah tenaga kesehatan di Kudus sendiri saat ini mencapai kurang lebih 6000 nakes. Dengan perlindungan yang diberikan melalui program vaksinasi bagi nakes yang dimulai periode Januari-Maret 2021 lalu, nakes di Kudus tidak terlalu banyak terpapar COVID-19.

“Hampir 100% nakes di Kudus yang berjumlah sekitar 6000 orang telah menerima vaksinasi dosis satu dan dua. Dari jumlah tersebut, hanya 308 nakes yang terpapar atau sekitar 5,13% dari jumlah keseluruhan nakes dan sebagian besar di antaranya sudah sembuh dan mulai bekerja kembali,” ujar Badai.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Aziz Achyar menyampaikan data terbaru pada Kamis (17/6), bahwa dari total 153 nakes yang terkonfirmasi kasus positif COVID-19 di rumah sakit tersebut, hanya 11 orang (7,1%) yang dirawat inap, 86 (56%) sisanya melakukan isolasi mandiri. Kemudian dari 153 kasus konfirmasi COVID-19 tersebut 59 (38,5%) nakes RSUD dr. Loekmono Hadi sudah dinyatakan sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.

Hingga Kamis (17/6), nakes dan tenaga penunjang kesehatan di Kudus yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 6.085 orang dan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 5.888 orang.

Untuk mengantisipasi dan melakukan intervensi kesehatan di Kudus, Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan vaksin COVID-19 sejumlah 50 ribu dosis khusus guna mempercepat cakupan vaksinasi di Kudus. Hal ini merupakan upaya melindungi masyarakat Kudus dari COVID-19 karena terbukti vaksinasi memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sudah mendapatkannya lebih dahulu. (Kr)

PPKM Mikro Diperpanjang 15 – 28 Juni

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tren peningkatan kasus COVID-19 harus segera dikendalikan melalui testing, tracing dan pelaksanaan isolasi serta penguatan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Peningkatan kasus COVID-19 ini harus segera dikendalikan dan jangan sampai mengganggu upaya pemulihan ekonomi yang saat ini sedang digulirkan pemerintah bersama pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Menko Airlangga, kemarin.

Menko Airlangga yang juga Ketua Komite PC-PEN mengungkapkan berdasarkan pada tren kenaikan BOR atau keterpakaian tempat tidur Isolasi maupun ICU, terutama di keempat provinsi utama di Pulau Jawa, maka perlu segera dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.

Utamanya di kabupaten/kota yang termasuk zona merah dan BOR tinggi di atas 60 atas serta juga perlu dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19 di rumah sakit rujukan di kota terdekat atau Ibukota Provinsi. “Penambahan kapasitas ini akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan pemerintah daerah dan akan dievaluasi lagi selama seminggu ke depan,” tutur Airlangga.

Oleh karena itu PPKM Mikro akan dilanjutkan dengan melakukan perpanjangan tahap sepuluh yang akan mulai diberlakukan tanggal 15-28 Juni 2021 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri yang sedang dalam proses penyelesaian.

“PPKM Mikro akan diperpanjang untuk tanggal 15 hingga 28 Juni 2021 dan di dalam pengaturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, harus mempertimbangkan perkembangan zonasi risko wilayah di masing-masing daerah,” ujar Airlangga.

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga akan mempercepat pelaksanaan Genome-Sequencing untuk melacak Genome (rangkaian DNA/RNA), terutama terkait dengan potensi penularan virus corona varian baru. Selain juga mendorong percepatan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 di klaster kesehatan, terutama yang terkait dengan program diagnostik (testing dan tracing) yang anggarannya ada di Pemda masing-masing. (Tnp)

Tekan Covid-19 di Bangkalan, Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama

BANGKALAN ( Merdeka News ) : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan Covid-19 di daerah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kemarin.

Selain bertemu Forkompinda setempat, Panglima dan Kapolri juga melakukan silahturahmi dengan para tokoh agama di Bangkalan, Madura. Hal itu dilakukan untuk merangkul para pemuda agama dan tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus corona di wilauah tersebut.

“Kerjasama tokoh agama dengan Forkopimda bisa kita maksimalkan untuk pencegahan Covid-19,” kata Sigit dalam pertemuan tersebut.

Menurut Sigit, peran dari tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu Pemerintah dan Forkompinda. Khususnya menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan. Terutama, kata Sigit adalah penggunaan masker di lingkungan sosial masyarakat.

Menurutnya, pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal yang ampuh menangkal penyebaran virus corona.

“Masalahnya adalah masker dengan kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat yang bisa menangkal Covid-19 adalah masker berdasarkan penelitian. Penggunaan masker untuk bagi seluruh masyarakat baik yang sehat dan sakit harus menggunakan masker,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga mengajak tokoh agama untuk menyampaikan pentingnya proses 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Mengingat, masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak mau atau sulit untuk melakukan tes Swab Antigen ataupun RT-PCR.

“Mohon bantuan disampaikan agar kami bisa mengobati dan memisahkan. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mau Swab. Padahal tujuannya agar kami bisa tahu siapa yang sehat dan sakit serta bisa dipisahkan,” ucap mantan Kapolda Banten itu. (Nng)

Airlangga Bertemu Ridwan Kamil Bahas Pemulihan Ekonomi Jabar

BANDUNG ( Merdeka News ) : Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kemarin. Pertemuan dua tokoh ini dikemas dalam acara sederhana sarapan pagi di Hotel Intercontinental Bandung Jabar.

Dalam kegiatan ini baik Airlangga Hartarto maupun Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengisi pagi dengan berdiskusi membahas perkembangan terbaru penanganan covid-19 dan vaksinasi di Jawa Barat. Selain itu dibicarakan pula aktualisasi upaya pemulihan perekonomian daerah, khususnya di Jawa Barat.

“Pertemuan juga membahas tentang aktualisasi upaya pemulihan perekonomian daerah, khususnya Jawa Barat,” kata Airlangga Hartarto.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga Hartarto membicarakan rencana peresmian nama jalan ‘Eddy Sukardi’. Ini merupakan kelanjutan dari jalan ‘Didi Sukardi’ yang merupakan jalan tingkat provinsi di Kabupaten Sukabumi yang merupakan nama Kakek dan Paman Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto merupakan salah satu cucu dari seorang tokoh pejuang kemerdekaan asal Sukabumi Jawa Barat, yakni RH Didi Sukardi. Nama Didi Sukardi diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Sukabumi.

Airlangga sendiri adalah putra dari R Hartini Sukardi (putri Didi Sukardi) dan Hartarto Sastrosunarto (mantan Menteri Perindustrian). Masyarakat setempat menganggap bahwa Didi Sukardi adalah salah satu tokoh yang patut dihargai dengan melihat jasa-jasa beliau memperjuangan peningkatan taraf hidup rakyat Sukabumi. (Tnp)

Penyidik Bareskrim Geledah Kantor Bupati Nganjuk

NGANJUK ( Merdeka News ) : Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Krimnal (Bareskrim) Polri menggeledah kantor Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintah Kabupaten Nganjuk.

“Tim telah memeriksa saksi-saksi dan menggeledah ruang kerja bupati, kantor bupati, dan beberapa kantor camat,” kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Brigjen Djoko Purwanto.

Namun, Djoko tak merinci barang atau bukti apa saja yang ditemukan saat proses penggeledahan tersebut. Djoko hanya menyebut bahwa penggeledahan dan pemeriksaan saksi itu dilakukan guna mempercepat pelengkapan berkas perkara. “Dalam rangka percepat selesai berkas perkara,” ucap Djoko.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka terkait dugaan korupsi terkait pengisian jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten.

Selain Novi, sejumlah camat di lingkungan pemerintahan Nganjuk juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni Camat Pace, DR; ES, Camat Tanjunganom sekaligus Plt Camat Sukomoro; HY, Camat Berbek; BS Camat Loceret, dan TBW selaku mantan camat Sukomoro sebagai pemberi serta MIM Ajudan Bupati Nganjuk yang diduga sebagai perantara. (Tnp)

Kiai NU Jatim: Petasan Hukumnya Haram

SURABAYA ( Merdeka News ) : Katib Syurian Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur KH Syafruddin Syarif menyebut hukum bermain petasan adalah haram. Kiai Syafruddin mengatakan fatwa haram petasan atau mercon itu sudah disepakati ulama-ulama NU jauh-jauh hari.

Dasarnya, petasan dianggap mubazir dan membahayakan. Hal ini diungkap menyusul peristiwa ledakan petasan yang menewaskan nyawa di sejumlah daerah.

“Para ulama-ulama NU, jauh hari di dalam muktamar sudah dibahas bahwa mercon itu hukumnya haram. Satu, mercon itu menimbulkan mubazir karena tidak ada manfaat yang bisa diambil dari mercon. Kedua, mudarat, berbahaya,” kata Kiai Safruddin.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatuddin Al Islami Probolinggo itu kemudian mengutip salah satu kaidah fikih yang menjadi dasar fatwa haram petasan.

Menurutnya, dalil tersebut berasal dari sebuah hadis Nabi Muhammad SAW. Landasan utamanya ialah firman Allah SWT di dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 195.”Laa dharara wa laa dhirara. Tidak boleh membahayakan diri sendiri apalagi orang lain. Itu sudah menjadi kesepakatan para ulama,” ucapnya. (Nnm)

1.000 Orang Dosen dan Karyawan Ikut Vaksinasi

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Sebanyak 1.000 orang tenaga dosen dan karyawan perguruan tinggi swasta (PTS) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti vaksinasi COVID-19 yang dipusatkan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Selasa.

Sebagaimana dilansir Antara, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyempatkan untuk memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tersebut.

Danang menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat vaksinasi COVID-19 di sektor pendidikan.

“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan untuk membantu mempercepat proses belajar mengajar secara tatap muka, mengingat dunia pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pelaksanaan program vaksin,” katanya.

Ia berharap vaksinasi COVID-19 ini bisa segera dilakukan di beberapa perguruan tinggi lainnya di Kabupaten Sleman.

“Saya berharap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dapat berjalan dengan lancar, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sehingga pembelajaran tatap muka dapat segera dilakukan,” katanya.

Vaksinasi COVID-19 bagi tenaga pendidik PTS di Sleman ini menyasar enam kampus swasta, yakni Universitas Amikom, YKPN, UPN, STIE SBI, STIKES Guna Bangsa, STIE Megar Kencana dan STIE Nusa. (Ant)

Pemprov Jatim Beri “Diskon Ramadhan” Pajak Kendaraan Bermotor

SURABAYA (Merdeka News) : Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberi diskon pajak kendaraan bermotor bagi wajib pajak pemilik sepeda motor maupun mobil dalam rangka Ramadan 1442 Hijriah.

“Insentif pajak ‘diskon Ramadan’ ini memberikan keringanan bagi masyarakat di tengah suasana pandemi COVID-19 yang belum berakhir,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, kemarin.

Insentif pajak diberikan mulai 20 April 2021 hingga 24 Juni 2021, berupa pengurangan pokok pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 15 persen untuk roda dua dan roda tiga, serta 5 persen untuk roda empat atau lebih.

Para wajib pajak di Jatim juga memperoleh kesempatan berupa pembebasan sanksi administratif pembayaran PKB dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

“Pada tahun lalu telah memberikan insentif pajak berupa ‘Diskon Corona’. Antusiasme wajib pajak cukup besar, dan itu artinya banyak warga yang telah terbantu dengan pemberian diskon tersebut,” tutur Khofifah sebagaimana dilansir Antara.

Terkait dengan antusiasme masyarakat, Khofifah berharap mampu mendorong gairah pembayaran pajak karena pajak ini akan menjadi sumber daya sangat penting untuk mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Namun, berdasarkan catatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim sepanjang Triwulan I tahun 2021 masih ada 18,09 persen wajib pajak tidak patuh atau belum membayar kewajibannya.

“Bagi masyarakat Jatim pada bulan Januari sampai Maret kemarin belum bayar pajak, silakan bayar pada bulan Ramadan ini. Insyaallah, selain berkah, juga dapat diskon dan hilang dendanya,” kata Gubernur Jatim Khofifah. (Nng)

Bali Daerah Realisasi Vaksinasi Tertinggi

DENPASAR ( Merdeka News ) : Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto melaporkan 13 April 2021 program vaksinasi Covid-19 telah mencapai 15,6 juta dosis. Dari angka itu kapasitas vaksinasi harian mencapai 500 ribu dosis suntikan.

Provinsi Bali menjadi daerah realisasi penyuntikan tertinggi yakni 80,03 persen dari target vaksinasi tahap 1 dan 2. Sedangkan, untuk vaksinasi dosis kedua DKI Jakarta menjadi daerah dengan persentase realisasi tertinggi yakni 24,24 persen.

“Ini perlu terus diakselerasi di setiap daerah guna mencapai herd immunity,” kata Airlangga HArtarto saat Rapat Koordinasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 secara virtual, kemarin.

Airlangga Hartarto yang juga selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan tingkat pengendalian Covid-19 yang telah mencapai momentum lebih baik ini harus dipertahankan. Belajar dari libur Hari Raya Idul Fitri 2020, momentum tersebut terjadi peningkatan kasus terjadi hingga 93 persen.

Oleh karena itu pemerintah mengambil sejumlah kebijakan pada tahun ini. Diantaranya pelarangan mudik dan sejumlah pengaturan pembatasan mobilitas masyarakat yang diatur dalam Surat Edaran oleh Kementerian Agama, BNPB dan Kementerian Perhubungan.

Ia berharap dengan kebijakan itu maka pengenadalian Covid-19 dapat bertahan dengan baik. Tentunya dengan diiringai program vaksinasi serta kesadaran masyarakat untuk selalu menerapan protokol kesehatan yang baik. (Nhk)