Category Archive : Budaya

Kebijakan Pemerintah Hidupkan Kembali Industri Perfilman Nasional

JAKARTA ( Merdeka News ) : Sejak tahun lalu Pemerintah telah melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional guna mengurangi dampak pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut telah membuahkan hasil dan terlihat dalam tren positif perekonomian nasional pada Q2 tahun 2021 yang tumbuh sebesar 7,07%. Hampir seluruh sektor perekonomian menunjukkan perbaikan. Hal ini seiring dengan terkendalinya kasus Covid-19, membaiknya permintaan dalam negeri dan membaiknya ekonomi global, khususnya negara mitra dagang.

Sektor perfilman menjadi salah satu sektor yang terdampak ketika pandemi Covid-19. Mulai dari terhentinya proses produksi yang melibatkan banyak pekerja seni dan juga penutupan bioskop yang dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19. Untuk itu, Pemerintah telah melakukan evaluasi kebijakan yang ditujukan untuk menghidupkan kembali industri perfilman nasional.

“Pembukaan bioskop telah dilakukan seiring dengan perbaikan level PPKM. Ini diterapkan di daerah PPKM Level 3 dan 2. Aplikasi PeduliLindungi juga digunakan sebagai pembatasan penonton yang masuk, serta tidak diperbolehkan menjual makanan minuman di area bioskop,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri, secara virtual pada Rabu (22/09).

Di masa pandemi Covid-19 ini, pelaku industri di berbagai sektor harus mampu untuk terus berinovasi agar bisa beradaptasi. Menko Airlangga mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 industri perfilman terbuka dengan peluang baru yakni berupa layanan streaming berbasis platform digital dengan video on demand. Berdasarkan data statistik, pendapatan dari langganan video on demand Indonesia bisa mencapai USD 411 juta di tahun 2021 dengan penetrasi pengguna sebesar 16% di tahun 2021 dan diperkirakan akan naik menjadi 20% di tahun 2025.

“Layanan streaming ini menjadi peluang tambahan bagi industri perfilman karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas bahkan bisa masuk pasar global. Ini peluang besar bagi para sineas Indonesia yang berkiprah di regional maupun global,” lanjut Menko Airlangga.

Mendukung potensi ini, Pemerintah memformulasikan aturan bagi layanan video on demand dengan tujuan untuk melindungi industri dalam negeri agar bisa tumbuh dan terjaga dengan baik tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam memperoleh tontonan yang baik.

Di sisi lain, kehadiran film berbasis digital membuat pertunjukan film semakin beragam dan membutuhkan proses filtrasi. Menko Airlangga menegaskan bahwa perkembangan ini harus diiringi dengan proses filtrasi dan penyensoran yang sesuai dengan norma dan budaya serta aspek religi bangsa Indonesia. Perlu ada keterangan terkait klasifikasi usia yang tepat untuk menonton film tersebut.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi Lembaga Sensor Film Indonesia yang mencanangkan budaya sensor mandiri guna mendorong masyarakat memilih dan memilah dalam menonton yang sesuai dengan klasifikasi usia. Diharapkan juga para orang tua terus ikut mengawasi apa yang ditonton oleh anggota keluarganya,” pungkas Menko Airlangga. (Nnm)

Meriah Reuni dan Halal Bi Halal PARFI Kabupaten Malang

MALANG ( Merdeka News ) : Pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Kabupaten Malang Jawa Timur, sukses menggelar reuni dan halal bi halal kemarin. Acara yang berlangsung di Singosari Malang tersebut berlangsung meriah, dihadiri para anggota dan sejumlah tokoh penting.

Dalam sambutannya, Ketua PARFI Kabupaten Malang Agung Pamudji, S.Pd, SH, MM mengatakan, saat ini pihak pengurus sedang aktif melakukan pendataan keanggotaan atau registrasi baik anggota lama maupun calon anggota baru.

“PARFI Kabupaten Malang memiliki aktifitas mewadahi generasi milenial yang mempunyai talen, keahlian maupun kompetensi dibidang seni budaya, sinematografi dan perfilman agar lebih berkembang di masa mendatang,” tambah Agung Pamudji yang kini sedang menempuh pendidikan S 3 Manajemen.

Ditegaskan Agung Pamudji, ada beberapa program prioritas PARFI Kabupaten Malang. Di antaranya yakni dalam waktu dekat akan segera melaksanakan workshop dan pelatihan untuk peningkatan SDM seluruh anggota.

Selain itu juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan atau beberapa Lembaga baik Swasta maupun perguruan tinggi yang ada di Malang untuk memproduksi film.

“Film tersebut berisi pesan moral yang ditonjolkan untuk pendidikan, religi dan inovasi wisata baru. Hal ini memang dalam rangka turut serta mempromosikan pariwisata daerah,” tambah Ketua PARFI Kabupaten Malang Agung Pamudji, S.Pd, SH, MM.

Acara Reuni dan Halal Bi Halal PARFI Kabupaten Malang ini selain dihadiri para anggota, juga dihadiri Ketua PARFI Kota Malang Hj. Rossa S. Romlah dan sejumlah tokoh. (Zen)

Hari Santri Nasional Dimeriahkan Pentas Virtual Santriversary

JAKARTA ( Merdeka News ) : Dalam rangka Memperingati Hari Santri Nasional tahun ini, digelar sebuah pentas virtual yang bertajuk Santriversary. Acara tersebut merpakan malam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2020.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”.

Acara tersebut berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.

Acara yang berlangsung tadi malam diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Lagu Hari Santri.

Acara tersebut diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya peluncuran buku Pesantren Tangguh Bencana Covid-19, Pengumuman dan Pemutaran Video Pemenang Santri Millenial Competition Santritizer dan Mencari Esais Muda Pesantren, serta testimoni Aktivitas Diaspora Santri Luar Negeri di Tengah Pandemi yakni Amerika dan China.

Selain itu, malam puncak Peringatan Hari Santri Nasional 202 juga dimeriahkan dengan Musikalisasi Puisi Pandemi serta testimoni dari pimpinan pondok pesantren dan sambutan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Pentas virtual Santriversary tersebut dapat disaksikan secara online oleh Kepala Kankemenag, Kanwil Kemenag, dan keluarga besar pesantren seluruh Indonesia. Sebagaimana di lansir dari klikseleb dengan judul “Malam Puncak Peringatn Hari Santri 2020, Kemenag RI Gelar Pentas Virtual SantriversaryMalam Puncak Peringatn Hari Santri 2020, Kemenag RI Gelar Pentas Virtual Santriversary” (NN)

Bioskop Akan Buka Lagi Mulai 29 Juli 2020

JAKARTA ( Merdeka News ) : Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin dalam rilisnya mengatakan bioskop di seluruh Indonesia akan kembali dibuka serentak pada 29 Juli 2020 seiring pelonggaran aturan PSBB.

“Kami para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop terhitung mulai Rabu, 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Djonny .

Jaringan bioskop yang akan beroperasi kembali yakni XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex. Protokol kesehatan kini tengah dipersiapkan untuk dapat diimplementasikan dalam tiga minggu ke depan.Salah satu yang dipersiapkan adalah materi komunikasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan normal baru di Bioskop. Selain itu, proses edukasi dan pelatihan internal kepada seluruh karyawan yang akan bertugas.

Upaya tersebut dilakukan agar tempat umum yang biasanya dipadati pengunjung saat akhir pekan ini tidak menjadi tempat penularan virus. “Komunikasi kepada rumah-rumah produksi terkait kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat kembali aktif beroperasi,” tambahnya.

Rencana pembukaan bioskop menjadi angin segar bagi pihak pengelola pusat perbelanjaan atau mal. Sejak mal dibuka jumlah pengunjung masih sangat sedikit dengan tingkat pembelanjaan hanya 10-15%.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Stefanus Ridwan mengatakan, masih minimnya pengunjung yang berbelanja di mal menyebabkan hanya 80% gerai-gerai ritel yang kembali beroperasi. Sebagian besar gerai yang telah beroperasi yaitu milik pengusaha yang memiliki modal besar. (KR)

Pekan Budaya Tionghoa Digelar di Yogyakarta

YOGYAKARTA ( Merdeka News ): Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-15 (PBTY XV) tahun 2020 akan segera digelar mulai Minggu (2-8/2/2020) dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2571 di sepanjang Kampung Ketandan. Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerjasama Jogja Chinese Art & Culture Centre, Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta. 

Kali ini, PBTY XV mengambil tema ‘The Cultural Colors of Wonderful Indonesia’. Tema tersebut sengaja diambil untuk menggambarkan pekan budaya yang didatangi oleh beragam pengunjung di Yogyakarta. Kegiatan ini juga diampu oleh tiga paguyuban, yakni Bhakti Putera, Hin An Hwee Koan, dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Selain menghadirkan karnaval dan Jogja Dragon Festival ke-9, PBTY XV juga akan membuka pameran di rumah budaya, yakni Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Di situ, pengunjung akan melihat sederet koleksi barang peranakan Tionghoa-Indonesia.

“Rumah Kapiten Tan Jien Sing atau KRT Secodiningrat itu terletak di Jalan Ketandan Kidul No 9. Kami buka selama tujuh hari dengan beragam kegiatan, seperti ramal ba’zi dan ramal pa’ce, cooking class pada 3 Februari pukul 18.30, sarasehan batik Tionghoa oleh Afif Syakur pada 4 Februari pukul 16.00, Festival Dim Sum pada 6 Februari pukul 17.00 dan tata cara minum teh pada 7 Februari pukul 18.30,” ucap Humas PBTY, Fantoni.

Selain rumah Kapiten Tan Jien Sing yang dibuka untuk umum, PBTY XV akan dibuka dengan karnaval ‘Malioboro Imlek Carnival’ yang diselenggarakan di hari Minggu (2/2/2020). Karnaval itu akan digelar di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Km mulai 18.30 – 22.30. 

Kegiatan lain yang memeriahkan PBTY XV adalah panggung utama, menampilkan berbagai penampilan seni dan budaya dari SD, SMP, SMA, Sanggar dan perorangan, pertunjukan wayang potehi, bazaar kuliner, lomba budaya dan karaoke mandarin, serta pemilihan Koko dan Cici Jogja 2020.  (KRJ)

Malioboro Yogya Akan Jadi Kawasan Bebas Rokok

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Pemkot Yogya akan memperluas cakupan kawasan tanpa rokok. Salah satu yang akan dicanangkan ialah Malioboro. Ditargetkan, pusat kunjungan wisatawan di Kota Yogya tersebut sudah diterapkan pada Maret mendatang.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogya Eny Dwiniarsih, pencanangan Malioboro sebagai kawasan tanpa rokok sudah direncanakan sejak tahun lalu. “Saat ini kami sedang melakukan berbagai persiapan yang juga melibatkan Pemda DIY. Targetnya akhir Maret sudah bisa diresmikan,” jelasnya.

Merujuk pada Perda 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok, terdapat tujuh lokasi yang diatur yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja serta tempat umum lain yang ditetapkan.

Akan tetapi baru tiga lokasi yang diawasi lebih intensif yaitu fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari posyandu hingga rumah sakit, kemudian fasilitas pendidikan sejak dari PAUD hingga perguruan tinggi, serta tempat kerja namun baru khusus di lingkungan Balaikota. Sementara Malioboro merupakan kawasan umum yang akan ditentukan.

Eny menambahkan, salah satu persiapan yang dilakukan ialah keberbadaan tempat khusus merokok. Hal ini karena dalam amanat Perda 2/2017, ada kewajiban menyediakan tempat khusus merokok pada kawasan tanpa rokok.

“Tujuannya supaya wisatawan tidak merokok sembarangan. Asapnya juga tidak akan.mengganggu pengunjung lain,” imbuhnya.

Akan tetapi ada kendala untuk membangun tempat khusus merokok di Malioboro. Selain tidak bisa dibangun di sepanjang jalur semi pedestrian, fasilitas berupa tempat khusus merokok juga tidak sesuai dengan aturan Keistimewaan DIY.

Oleh karena itu, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh ialah melakukan pendekatan ke para pengusaha di Malioboro. Terutama pengusaha yang memiliki lahan untuk dibangun tempat khusus merokok.

Terkait desain bangunan, menurutnya tidak ada spesifikasi khusus meski Malioboro merupakan kawasan cagar budaya. Tempat khusus merokok hanya harus menyediakan asbak untuk menampung abu maupun puntung rokok.

“Lokasinya juga di luar ruang. Misal ada persil seperti halaman hotel atau toko yang dekat dengan pedestrian, bisa dibuat tempat khusus merokok sehingga mudah diakses wisatawan,” tambah Eny. ( KRJ )

Meriah, Festival Hadrah Se Propinsi DIY

YOGYAKARTA ( Merdeka News ): Wakil Bupati Sleman Yogyakarta Sri Muslimatun membuka Festival Hadroh Se- DIY, bertempat di Pondok Pesantren Albarokah, Godangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (5/1).

Dalam sambutannya Sri Muslimatun menyampaikan bahwa melalui Festival Hadroh tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan serta memperkenalkan kesenian tradisional islami yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sleman.

“Selain menjadi media dakwah, diharapkan kegiatan ini juga menjadi wadah untuk saling bersilaturahmi dan mempererat tali antar umat, sehingga terciptanya NKRI yang guyub dan rukun, saling menghargai” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ajaran Islam tersebut menarik, indah, dan menyenangkan.

“Islam bisa berkembang pesat di Bumi Nusantara ini karena indahnya kesenian yang dimiliki, sehingga banyak masyarakat yang tertarik menyelami indahnya islam,” ungkapnya.

Diakhir sambuntannya Sri Muslimatun mengutip salah satu nasihat Sunan Kalijogo, yakni “Dengan ilmu maka hidup kita akan lebih mudah, dengan agama maka hidup yang lebih mudah itu akan terarah dan bermakna, dan dengan seni maka hidup yang terarah dan bermakna itu, akan terasa indah baik oleh diri maupun orang lain”.

Sementara itu Mewakili Pengasuh Ponpes Albarokah Gus Miqdam Makfi mengatakan Festival yang diselenggarakan pada tahun pertamanya tersebut dimaksudkan menyambut khataman Alquran Para Satri Ponpes sekaligus memperingati 1 tahun wafatnya Kyai Haji Rosim Al Fatih.

Festival yang bertajuk Alba Fest tersebut diikuti oleh 25 Grup Hadroh yang berasal dari berbagai Ponpes yang ada di DIY.

Adapun Kategori Lomba Hadroh pada Festival tersebut dibagi menjadi 3 yakni, Kategori Juara Umum, Kategori Vokal Terbaik dan Kategori Aransemen Terbaik. Tiap peserta akan membawakan 2 buah tembang, yakni 1 tembang wajib dan 1 tembang pilihan. ( KRJ )

Musisi Ahmad Dhani Segera Bebas

JAKARTA ( Merdeka News ) : Musisi Ahmad Dhani Prasetyo bakal bebas dari balik jeruji pada Senin (30/12/2019) mendatang, setelah mendekam di Rutan Cipinang, Jakarta Timur selama setahun. Lieus Sungkharisma selaku juru bicara keluarga Ahmad Dhani menyebut, pentolan Dewa 19 itu berpesan dua hal kepada masyarakat yang ingin menjemput dan mengantarnya.

“Pesannya yang pertama, jangan singgung-singgung (soal) Jokowi, itu udah masa lalu. Yang kedua, jangan juga dorong-dorong Ahmad Dhani jadi DKI 2. Banyak ini yang sekarang bilang, ‘udah maju aja jabatan kosong Sandiaga Uno diisi’,” kata Lieus.

Ia mengatakan antusias masyarakat yang ingin menjemput Ahmad Dhani tinggi. Dia memperkirakan akan ada konvoi untuk mengantar Ahmad Dhani dari Rutan Cipinang ke ke rumahnya. “Kita sudah bikin surat pemberitahuan ke polisi,” ucap dia.

Setelah bebas dari penjara, Lieus menuturkan Ahmad Dhani akan kembali bermusik dan tetap di politik. “Musik udah darahnya dia. Politik masih, lah, kaosnya aja tahanan politik. Ibaratnya dia naik pangkat. Pernah ditahan, enggak semua pendukung Prabowo masuk sel kan,” ujar Lieus. (NN)

PARFI Malang Produksi Film Berkualitas

MALANG ( Merdeka News ): Di tengah kelesuan film nasional, para pengurus Persatuan Artis Film (Parfi) Kabupaten Malang merencanakan memproduksi sejumlah film berkualitas. Langkah Parfi Kabupaten Malang tersebut diharapkan jadi pendorong semakin berkembangnya perfilman di tanah air.

“Sekarang ini ada tiga judul film yang siap dibuat oleh para pengurus dan anggota Parfi Kabupaten Malang. Pertama yakni film yang melibatkan pariwisata daerah, kedua film yang bertopik relegi atau keagamaan, serta film ketiga yakni menyangkut masalah pendidikan,” tutur Agung Pamudji S.Pd, SH, MM, Ketua DPC Parfi Kabupaten Malang dalam keterangannya kepada Merdeka News.

Ditegaskan Agung Pamudji, pihaknya merasa optimis rencana pembuatan tiga buah film tersebut bisa direalisasikan dengan baik. Sebab sejumlah pemain handal telah tergabung sebagai anggota atau pengurus Parfi Kabupaten Malang. Anggota pengurus Parfi Kabupaten Malang juga memiliki peralatan yang komplit terkait dengan produksi film, baik mengenai peralatan shoting atau pengambilan gambar serta studio film untuk menunjang suksesnya produksi film buatan “arek Malang” tersebut.

“Anggota kami banyak yang potensial di bidang seni acting khususnya di acting perfilman atau sinetron. Pengurus juga ada yang punya peralatan komplit untuk pembuatan film atau sinetron. Jadi kami optimis pembuatan film ini akan terealisasi dengan baik,” tambah Agung Pamudji yang kini sedang menempuh pendidikan S3 Ilmu Ekonomi di Pascasarjana Universitas Merdeka Malang.

Dikatakan Agung, pihak DPD Parfi Jawa Timur di bawah pimpinan Wira Lina SE MSi sudah mengadakan kerjasama dengan pihak MNC TV dan Bios TV. Karena itu jika personil Parfi di Jawa Timur, termasuk Parfi Kabupaten Malang sudah selesai buat film, akan dapat ditayangkan di MNC TV dan Bios TV. (Zen)