Category Archive : Ekonomi Bisnis

PermataBank Syariah Distribusikan Sukuk Wakaf Ritel Seri 002

JAKARTA ( Merdeka News ) : PermataBank Syariah kembali melakukan sinergi dengan pemerintah dengan hadir sebagai mitra distribusi Sukuk Wakaf Ritel Seri 002. Inovasi produk Sukuk Negara dengan manfaat wakaf-uang ini menjadi produk yang pertama kali ada dalam layanan PermataBank dan merupakan seri yang kedua yang telah diterbitkan secara nasional. Melalui tajuk “Investasi Sementara, Wakaf Selamanya”, kesempatan berinvestasi kali ini tidak hanya menghadirkan imbal hasil bagi investor tetapi juga membuka peluang berkontribusi positif bagi pemerataan ekonomi khususnya melalui wakaf uang.

Sinergi ini juga merupakan bentuk dukungan PermataBank Syariah terhadap inisiatif Pemerintah dalam mendorong upaya melakukan percepatan ekonomi di tengah pandemi yang terjadi. Selama ini, instrumen Sukuk Negara telah terbukti memberikan kontribusi strategis dalam pembiayaan pembangunan. Hal ini tercermin dari data Bank Indonesia pada bulan April 2021 yang menyatakan nilai penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) meningkat 42.2% pada tahun 2020 menjadi Rp 367,31 triliun, dipadu dengan laju inflasi Indonesia yang rendah sebesar 1,37% pada Maret 2021 menjadikan intrumen Sukuk Negara sebagai salah satu sharia sovereign bonds di dunia dengan real-yield yang menarik.

Dengan menggandeng YPI Al-Azhar, kegiatan ini juga mempererat kerjasama yang telah terjalin antara PermataBank Syariah dengan YPI Al-Azhar selaku lembaga pemegang izin resmi nazhir penerima wakaf uang yang akan menjamin distribusi manfaat wakaf uang dilakukan secara transparan dan akuntabel serta semakin memantapkan peran PermataBank Syariah dalam menyediakan berbagai solusi keuangan syariah yang kini mencakup kebutuhan filantropis – semakin menguatkan pesan Investasi sesuai #PilihanHati.

Produk Sukuk Wakaf Ritel Seri 002 yang diluncurkan PermataBank Syariah dan Pemerintah ini dapat dipesan melalui PermataNET, internet banking yang dapat menjawab kebutuhan perbankan nasabah yang semakin bergantung kepada teknologi. Hal tersebut juga menjadi cerminan wujud layanan perbankan syariah yang up-to-date mengikuti perkembangan zaman.

Herwin Bustaman, Direktur Unit Usaha Syariah PermataBank mengatakan, “Sinergi kami dengan pemerintah dalam menawarkan produk Sukuk Wakaf Ritel Seri 002 ini merupakan wujud komitmen dan peran PermataBank Syariah dalam pemerataan percepatan perbaikan ekonomi di Indonesia. Nasabah dapat dengan mudahnya mewakafkan imbal hasil melalui YPI Al-Azhar dan mendapatkan kembali dana pokoknya setelah dua tahun berjalan. Melalui sinergi ini kami juga berharap dapat terus menghadirkan inovasi terbaru dalam produk layanan investasi syariah yang sesuai dengan #PilihanHati untuk setiap nasabah PermataBank Syariah” tambahnya.

Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan mengatakan, “Pemerintah memberikan apresiasi kepada Permata Syariah yang telah menjadi Agen Penjual CWLS Ritel. Melalui CWLS Ritel, Pemerintah memfasilitasi para pewakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen agar dapat menempatkan wakaf uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif.

Dengan bergabungnya PermataBank Syariah sebagai Agen Penjual CWLS Ritel diharapkan dapat semakin meningkatkan literasi tentang wakaf uang dan menarik lebih banyak wakif karena PermataBank Syariah sudah mampu menyediakan layanan online. PermataBank Syariah menggandeng Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar sebagai Nazhir yang akan menyalurkan imbalan CWLS Ritel untuk bantuan pembiayaan peternak sapi desa binaan sehingga diharapkan dapat ‘Mengalirkan Berkah Untuk Ekonomi Ummah’. Semoga sukses dan mendapat berkah dari Allah SWT”

PermataBank Syariah juga telah melakukan webinar yang membahas mengenai produk Sukuk Wakaf Ritel seri 002 yang dihadiri oleh M. Naufal S.T., M.M selaku Kasubdit Analisis Keuangan dan Pasar SBSN Kementerian Keuangan, H. M. Faiz, M.A selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah PermataBank, H. Daram. Spd. selaku Direktur Eksekutif Wakaf YPI Al-Azhar, dan dimoderatori oleh Hadi Wijaya selaku Kabid Perencanaan & Kerjasama UPZDK PermataBank Syariah pada Jumat, 16 April 2021.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sukuk Wakaf Ritel seri 002, silahkan mengunjungi www.permatabank.com atau akun Instagram @PermataBank. (Nn)

Menko Airlangga Optimis Ekonomi Indonesia Triwulan II Tumbuh 7,8%

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis perekonomian pada triwulan II-2021 mulai tumbuh di zona positif pada kisaran 6,9 persen – 7,8 persen. Proyeksi itu lebih baik dari perekonomian triwulan I-2021 yang diperkirakan masih tumbuh negatif atau kontraksi pada kisaran 0,5 persen – 0,3 persen, meski sejumlah indikator ekonomi menunjukkan adanya pemulihan.

Untuk itu, sebagai upaya menghadapi potensi penguatan dan risiko pelemahan pada pertumbuhan, tambah dia, pemerintah akan mendorong ekonomi sektoral dan spasial melalui penguatan Local Value Chain (LVC). “Penguatan LVC yang berorientasi pada beberapa komoditi strategis, yakni kelapa sawit, karet, industri kimia, industri aluminium, industri elektronik, dan industri alas kaki,” kata kata Airlangga dalam pernyataan di Jakarta.

Selain itu, ia memastikan pemerintah akan mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat untuk mencapai herd-immunity, termasuk mendorong pengadaan vaksin gotong-royong. Prioritas vaksinasi telah dilakukan berdasarkan risiko wilayah atau zonasi risiko, dengan prioritas vaksinasi kepada penerima di wilayah dengan Zona Merah (sesuai data Kemenkes).

Saat ini, secara historis distribusi vaksin program untuk area Jawa-Bali mampu mencapai 70 persen dengan area luar Jawa-Bali 30 persen. Prioritas vaksin diberikan untuk sektor usaha maupun jenis perusahaan tertentu, antara lain yang mempunyai risiko penularan tinggi dan sektor utama penunjang pertumbuhan ekonomi.

Pemberian vaksin juga didahulukan untuk sektor jasa lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan sektor yang cara kerjanya padat karya serta kontak dengan banyak orang. Hingga akhir April 2021, Indonesia tercatat sudah melakukan 20 juta suntikan kepada masyarakat, atau mampu menembus 10 juta suntikan dalam dua bulan (atau sejak 26 Maret 2021).

“Sekarang saja, dengan segala keterbatasan, tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksin pertama. Diharapkan ke depan akan bisa lebih cepat lagi,” ujar Airlangga. (Nng)

BRI Bagikan Sembako ke Panti Asuhan dan Panti Werdha

JAKARTA ( Merdeka News ) : Beragam cara dilakukan BRI dalam memaknai keistimewaan bulan Ramadan 1442 H, antara lain melalui kegiatan-kegiatan positif seperti penyaluran bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satunya adalah dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada 200 Panti Asuhan dan 50 Panti Werdha yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Penyaluran bantuan ini merupakan dukungan BRI kepada masyarakat khususnya bagi Panti Asuhan dan Panti Werdha.

Setiap sembako yang diberikan berisi beras, minyak goreng, gula pasir, susu dan sembako lainnya. Penyaluran sembako dilakukan oleh perwakilan Kantor Wilayah BRI di 18 Wilayah di Indonesia yang secara keseluruhan, total bantuan sembako yang disalurkan tercatat mencapai Rp 5 miliar. Dalam pelaksanaanya, bantuan sembako gratis diserahkan langsung oleh perwakilan BRI ke Panti Asuhan dan Panti Werdha dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan menghindari terjadinya penumpukan massa.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto secara langsung menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah dan Panti Asuhan Umar Bin Khattab di Lubuk Pakam, Sumatera Utara pada Selasa (04/05/2021) mengungkapkan bahwa BRI sebagai salah satu BUMN berkomitmen untuk terus menjalankan kewajiban sosial, memperkuat peran sebagai salah satu pilar ekonomi nasional, dan memberikan manfaat positif bagi lingkungan atau masyarakat sekitar.

“Dengan bantuan yang kami salurkan, semoga dapat meringankan beban masyarakat terutama warga penghuni Panti Asuhan dan Panti Werdha ini,” ungkap Catur.

Di Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah BRI juga menyalurkan bantuan-bantuan lainnya selain paket sembako gratis, antara lain bantuan sarana pra sarana, santunan untuk anak yatim, bantuan untuk pengurus Panti dan bantuan-bantuan lainnya.

Dengan sarana prasarana yang lebih baik, tentunya diharapkan dapat mendukung pola dan kualitas hidup lebih sehat untuk Panti Asuhan. Disamping itu, berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat memberi semangat kepada penghuni Panti dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama.

Selain menyalurkan sembako gratis kepada Panti Asuhan dan Panti Werdha, BRI juga telah menyalurkan 3.000 paket sembako gratis kepada masyarakat umum di Bendungan Hilir, Jakarta. Setiap sembako yang diberikan berisi Beras, Minyak Goreng, Gula pasir dan lain-lain.

Dalam pelaksanaanya, bantuan sembako gratis untuk masyarakat didaerah tersebut didistribusikan oleh pihak RT/RW setempat dan langsung diserahkan ke masing-masing penerima dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Nnm)

Pemerintah Naikkan Plafon KUR Tanpa Jaminan

JAKARTA ( Merdeka News ) : KRJOGJA.com – Pemerintah memperpanjang jangka waktu kebijakan pemberian subsidi pada bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 3 persen selama enam bulan. Ini dimulai sejak 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, selain perpanjangan waktu pemberian subsidi, juga ditingkatkan plafon pemberian KUR tanpa jaminan.

“Pemerintah menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR, salah satunya yaitu perubahan skema KUR tanpa jaminan yang awalnya tertinggi adalah Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta,” tutur Airlangga.

Penambahan ini hingga Rp 100 juta ini juga berlaku untuk untuk skema KUR Kecil. Penerima KUR Kecil juga dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Di sisi lain, juga ada penambahan ketentuan KUR Khusus untuk industri UMKM, atau komoditas sektor produktif lain yang bisa dikembangkan menjadi KUR khusus. Ketentuan sebelumnya KUR khusus hanya untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat dan perikanan rakyat.

Pemerintah dikatakannya juga memutuskan untuk menambah plafon KUR 2021 dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Ini seiring dengan anggaran sebesar Rp 4,39 triliun untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka waktu tersebut.(Tnp)

AFPI Perkuat Industri Fintech Pendanaan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pacu anggotanya untuk mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memperkuat industri fintech peer to peer lending (fintech pendanaan).

Hal ini seiring semakin maraknya operasional fintech illegal, dan diharapkan kedepannya hanya fintech pendanaan berizin OJK saja yang dapat beroperasi di Indonesia. Sejak awal tahun ini, sudah ada tambahan 19 anggota AFPI mengantongi izin OJK.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah mengatakan dengan semakin banyaknya anggota AFPI yang mengantongi izin usaha, diharapkan industri fintech pendanaan di Tanah Air semakin kredibel, kokoh dan menutup celah beroperasi fintech illegal atau pinjol ilegal yang merugikan industri dan masyarakat.

“Kami ucapkan selamat kepada 10 anggota AFPI yang baru saja mengantongi izin usaha dari OJK. Dengan demikian, sejak awal tahun ini saja, sudah ada 19 member AFPI yang peroleh izin. Ini kemajuan besar, dan kami harapkan, kedepannya akan semakin banyak anggota lainnya mengikuti jejak dari 56 anggota berizin OJK,” kata Kuseryansyah, di Jakarta.

Kuseryansyah menambahkan AFPI akan terus mendukung para anggota mempercepat perolehan izin usaha OJK. Hal ini karena AFPI tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk DPR untuk mempertimbangkan adanya payung hukum setara Undang-Undang yang mengatur fintech, yakni hanya fintech pendanaan yang berizin OJK saja yang dapat beroperasi di Indonesia.

“Kami ingin ada peraturan yang mengatur bahwa hanya fintech berizin OJK yang boleh beroperasi. Anggota kami yang masih berstatus terdaftar, kita dorong agar segera memperoleh status berizin OJK. Hal ini agar tidak ada celah bagi pihak pinjol atau fintech illegal bermain, jika tetap beroperasi, dengan adanya UU yang mengatur fintech, pinjol illegal masuk dalam pidana melanggar UU,” ujar Kuseryansyah.

Kesepuluh (10) anggota AFPI yang baru saja memperoleh izin usaha OJK per akhir April 2021 yakni Dhanapala, Cicil, 360 KREDI, Kredinesia, Pintek, Modal Rakyat, Solusiku, Cairin, TrustIQ dan KlikKami. Adapun anggota AFPI yang lebih dulu memperoleh izin OJK sejak awal 2021 (6 Januari) yakni PINJAM YUK, FinPlus, UangMe, dan PinjamDuit. Peroleh izin per 23 Februari 2021 yakni DANA SYARIAH, BATUMBU, Cashcepat, klikUMKM, dan Pinjam Gampang.

Dengan demikian, sejak awal tahun ini total ada 19 anggota AFPI yang sudah mengantongi izin OJK, sehingga total fintech pendanaan yang sudah memperoleh izin OJK sebanyak 56 penyelenggara fintech P2P lending. Sisanya, 90 dari 146 anggota AFPI berstatus terdaftar bisa segera mendapatkan status berizin OJK.

“Mohon doanya, dengan demikian, kualitas industri fintech pendanaan bersama akan semakin meningkat pula kedepannya,” ujar Kuseryansyah. (Nnm)

Kuartal I/2021, BTN Kantongi Laba Rp 625 Miliar

JAKARTA ( Merdeka News ) : Laba bersih Bank Tabungan Negara (BTN) pada kuartal I tahun 2021 mencapai Rp 625 miliar atau meningkat 36, 75 persen dari periode yang sama tahun 202 yang mencapai Rp 457 miliar.

“Kinerja BTN pada kuartal I tahun 2021 menunjukkan perbaikan, kita harapkan perbaikan ini berlanjut hingga akhir tahun,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam paparan kinerja BTN kuartal I tahun 2021 secara daring, di Jakarta.

Dikatakan, BTN akan terus memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat tekanan pandemi menjadi 115 persen atau naik 1.027 basis poin. “BTN juga tetap memupuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) menjadi sebesar 115,93 persen %per Maret 2021 atau naik. 1.027 bps,” tegasnya.

“Misi utama kami adalah menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Ke depannya, kami akan terus berinovasi sehingga semakin banyak masyarakat memiliki hunian sekaligus tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan,” kata Haru.

Dijelaskan, perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga. Pendapatan bunga BTN tercatat naik 2,99 persen menjadi Rp 6,35 triliun. Selain itu BTN juga sukses menekan beban bunga sebesar 10,28 persen yoy dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp3,58 triliun. Dengan langkah tersebut, pendapatan bunga bersih Bank BTN tercatat naik di level 27,32 persen yoy menjadi Rp 2,77 triliun.

Sementara untuk penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 261,34 triliun per kuartal 1 tahun 2021. Penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut tercatat naik 3,19 persen yoy dari Rp 253,25 triliun per kuartal I tahun 2020. Adapun, pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut pun berada di atas penyaluran kredit perbankan nasional. (Krj)

CEO PTI Salman Subakat: Konten Media Harus Bagus dan Berkualitas

MALANG ( Merdeka News ) : Salman  Subakat,  Chief  Executive  Officer (CEO)  Paragon Technology and Innovation (PTI) hadir di Malang  memberikan sharing motivasi di kantor Tugu Media Group, Kamis (22/4/2021).  

Dalam  kesempatan tersebut, Salman yang alumni ITB Bandung ini menyatakan bahwa industri media hendaknya mengutamakan konten yang bagus serta berkualitas.

“Memperbaiki  kualitas konten merupakan hal paling penting untuk diterapkan oleh industri media. Sebab masyarakat kita perlu media yang memiliki konten bagus serta berkualitas,” tegas Salman Subakat didampingi pakar komunikasi dan motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana.

Menurut Salam Subakat, wartawan di media tidak hanya asal nulis, namun ada informasi yang berisi sesuatu yang lebih bermanfaat di masyarakat. Sedangkan masyarakat kita juga inginnya  mencari konten itu yang bagus serta memiliki kualitas.

Dijelaskannya,  tulisan kita yang ada di media adalah salah satu dari ribuan tulisan, namun  bisa jadi itu menjadi segalanya bagi satu atau dua orang yang terpengaruh. Karena itu tulisan harus mendalam dan memberikan dampak positif bagi pembacanya. Dalam menulis kita harus memikirkan dampak apa yang akan terjadi,ketika orang sudah membaca tulisan kita.

“Cara memastikan tulisan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembacanya yakni  dengan menulis murni tulisan sendiri. Selain itu penulis harus mampu memahami materi yang dia tulis secara mendalam,” tambah Salman Subakat, CEO perusahaan yang membawahi sejumlah brand kecantikan ternama yakni Wardah, Make Over, Emina dan Kahf.

.Salman lantas  mencontohkan, salah satu perusahaan asuransi yang tak menggunakan SEO dan click bait tetapi konsisten menulis hal yang positif. Tulisan tulisan tersebut  akhirnya men jadi sumber utama banyak orang untuk mengetahui perkembangan dunia asuransi.

“Sehingga pada  akhirnya dia tidak perlu bayar Google Ads dan yang lainnya. Bahkan manajer Facebook dan Google juga bilang pokoknya buat konten yang bagus dan jangan mikir click bait,” tegas CEO PTI yang membawahi sekitar 11 Ribu karyawan tersebut.  

Dijelaskan Salman Subakat, apabila  yang dipentingkan hanya click bait, maka pengiklan akan memilih media yang memiliki click bait tinggi. Namun dalam  kenyataannya, pihak  pengiklan lebih sering memilih media yang memiliki kualitas konten yang bagus, dalam memasang iklan. Karena itulah  media perlu  mengedepankan konten yang berkualitas dan bagus, serta bermanfaat bagi masyarakat. (Zen)

Permudah Transaksi Remitansi, BRI Kerjasama dengan Western Union

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan kerja sama remitansi dengan salah satu perusahaan Penyedia Layanan Transfer Dana Global yaitu Western Union pada Selasa (20/4) di Jakarta. Kerjasama berupa penyediaan layanan remitansi yang memungkinkan nasabah yang berada di Indonesia dapat menerima pengiriman dana Western Union dari luar negeri di lebih dari 9 ribu unit kerja BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mengenai mekanisme pengiriman, pengirim yang berada di luar negeri dapat mengirimkan dana menggunakan digital service Western Union yang tersedia di 75 negara, atau melalui Agen Western Union yang berada di seluruh dunia. Sedangkan untuk pengiriman outgoing transfer dari BRI di Indonesia, diperkirakan akan mulai berjalan di tahun ini.

Senior Executive Vice President (SEVP) Treasury & Global Services BRI, Listiarini Dewajanti menyatakan bahwa BRI selalu berfokus untuk menjaga pertumbuhan bisnis remitansi. Selain itu, BRI merupakan salah satu bank yang diperhitungkan dalam bisnis remitansi.

“Kami selalu mencoba untuk meningkatkan transaksi remitansi, khususnya dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan top di industri ini, dalam hal ini Western Union. Semoga Kerjasama ini dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” tutur Listiarini.

Gayung bersambut dari pihak Western Union, Head of Network Singapore, Indonesia, and North Asia Western Union, K. Premmananth, menyatakan bahwa pihaknya sangat bersemangat dengan kolaborasi yang dilakukan dengan BRI dalam rangka menyediakan layanan dari Western Union.

“Jaringan global Western Union yang sangat luas, dengan cakupan lebih dari 200 negara, mengindikasikan bahwa kami merupakan ahli dalam mengarahkan dan mentransformasikan beragam kompleksitas di bidang cross-border money transfer menjadi suatu pengalaman yang berharga untuk nasabah dalam menerima dana dari keluarga dan rekan yang berada di luar negeri. Diharapkan kolaborasi ini dapat berjalan dengan sukses”, jelas Premmananth.

Berdasarkan data World Bank, diperkirakan jumlah pengiriman dana dari luar negeri ke Indonesia sekitar USD $9,8 Miliar atau sekitar Rp 142 triliun (kurs USD/IDR 14.500). Jumlah tersebut terbilang besar dan dibutuhkan dukungan jaringan yang luas untuk memudahkan masyarakat mengambil uang kiriman dari luar negeri.

Dengan jumlah unit kerja lebih dari 9 ribu outlet dan tersebar di seluruh Indonesia, BRI optimistis dapat memberikan layanan terbaik khususnya bagi para penerima dana yang membutuhkan pengambilan dana secara cepat dan efisien. Terlebih lagi masyarakat tengah bersiap untuk menyambut datangnya lebaran, hari dimana sanak keluarga mengirimkan uang untuk keluarga termasuk dari luar negeri.

Adapun kedepannya, untuk memberikan layanan yang lebih baik. BRI dan Western Union berencana untuk menyediakan layanan pengiriman dana dari Indonesia ke luar negeri. (Nng)

Aksi Menarik Safari Ramadhan CEO PTI Salman dan Motivator Dr. Aqua

TEGAL ( Merdeka News ) : Aksi menarik dilakukan saat safari Ramadhan yang dilakukan oleh Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation (PTI) Salman Subakat dan Tim, bersama motivator Dr.Aqua Dwipayana, kemarin.


Dalam safari Ramadhan lintas Jawa tersebut, Salman dan rombongan mendatangi sejumlah DC dan outlet PTI di beberapa kota yang dilintasi, termasuk Indramayu, Cirebon, Tegal, Semarang, Solo, Yogyakarta, Kediri, Surabaya, dan Malang.


Di samping itu, rombongan juga bersilaturahim ke sejumlah media, pemimpin TNI-Polri di daerah, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dan tiga pondok pesantren (ponpes) di Jombang, Jawa Timur, yakni Ponpes Tebu Ireng, Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, dan Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.


Saat berada di wilayah Tegal Jawa Tengah, Salman Subakat dan rombongan mengunjungi Radar Tegal Grup. Dalam kesempatan tersebut Salman diterima langsung Direktur Radar Tegal Grup, M. Sukron bersama jajarannya. Selain bersilaturahim mengenalkan jajaran perusahaannya, Salman yang juga concern di bidang pendidikan tersebut, sangat antusias dan tertarik bekerja sama dengan Radar Tegal Grup.


Setelah mendengarkan paparan Direktur Radar Tegal Grup, M. Sukron, Salman memberikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian yang telah dilakukan Grup Media Massa di Tegal tersebut.


“Program-program yang ada di Radar Tegal Grup ini sesuai dengan misi perusahaan kami. Utamanya terkait kegiatan yang melibatkan kalangan pendidikan dan lembaga pendidikan di Tegal dan sekitarnya,” tutur Salman Subakat.


Pakar Komunikasi dan Motivator, Dr Aqua Dwipayana di sela-sela pertemuan menegaskan keberadaan Radar Tegal Grup merupakan mitra penting perusahaan seperti PTI untuk menjalankan roda bisnisnya. Karena itulah Aqua mendukung simbiosis yang selama ini sudah terjalin, bahkan berharap bisa ditingkatkan di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Aqua memberikan sejumlah buku karyanya kepada Radar Tegal Grup. Setelah dari Tegal, rombongan lalu bergerak ke Pekalongan, serta kota-kota lain di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. (Zen)

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

“Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun prakiraan inflasi tetap rendah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara pengumuman hasil RDG, di Jakarta, sebagaimana di lansir krjogja.com.

Dikatakan, dengan rendahnya tetapnya tingkat suku bunga acuan dan likuiditas yang masih longgar mendorong suku bunga terus menurun. Di pasar uang, longgarnya likuiditas dan penurunan BI7DRR sebesar 150 bps sejak 2020 mendorong rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight sekitar 2,79 perse selama Maret 2021.

Di sektor perbankan, sejalan dengan dilakukannya kebijakan transparansi suku bunga, perbankan telah merespons dengan melakukan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) per Februari 2021 sebesar 171 bps (yoy). Penurunan SBDK tersebut terutama terjadi pada kelompok bank BUMN yang turun sebesar 266 bps (yoy) menjadi sebesar 8,70.persen lebih besar dibandingkan penurunan SBDK kelompok bank lainnya.

Penurunan SBDK terjadi pada semua jenis kredit dengan penurunan terdalam masih pada jenis kredit Mikro yaitu 346 bps (yoy), meski masih merupakan jenis kredit dengan level SBDK tertinggi yaitu 12,72 persen. Sementara itu, penurunan SBDK yang terjadi pada jenis kredit Konsumsi KPR, Konsumsi Non KPR, Korporasi dan Ritel masing-masing adalah sebesar 194 bps, 193 bps, 139 bps dan 136 bps (yoy) menjadi 8,19 persen, 9,25 persen, 8,26 persen dan 8,84 persen. (Krj)