Category Archive : Ekonomi Bisnis

Saat Pandemi, Asuransi Adira Perkuat Digitalisasi

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Asuransi Adira Dinamika Tbk atau Adira Insurance digitalisasi merupakan salah satu andalan Adira Insurance untuk dapat terus bertahan di masa pandemi ini.

“Wabah corona mengubah nyaris semua kebiasaan masyarakat yang sebelumnya melakukan banyak hal secara fisik, kini melalui online dari rumah atau work from home (WFH). Adira melihat hal ini sebagai peluang untuk menyentuh masyarakat melalui digitalisasi. Dengan digitalisasi merupakan salah satu andalan Adira Insurance untuk dapat terus bertahan di masa pandemi ini,” kata Chief Marketing Officer Adira Insurance, Hassan Karim dalam acara ‘How To Win In The Market Through And Post COVID-19’, di Jakarta.

Menurut Hassan , ternyata Adira Insurance sudah memulai perjalanan digitalisasinya sejak 2014, saat itu diawali dengan sentralisasi pembayaran klaim. Serta perusahaan pun telah akrab dengan sistem WFH yang sekarang banyak dilakukan orang-orang sejak 2018.

“Ketika pandemi melanda dan seluruh dunia harus bekerja dari rumah, ini bukan merupakan hal baru bagi Adira Insurance. Kami telah menerapkan working from home sejak 2018, sehingga infrastuktur dan sistem IT kami siap untuk seluruh perusahaan agar tetap beroperasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” tegasnya.

Dikatakan, , infrastruktur dan sistem IT kami siap untuk seluruh perusahaan agar tetap beroperasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Pelanggan kami pun juga dapat membeli produk-produk perlindungan dari website, call center, hingga berbagai partners e-commerce Adira Insurance,” kata nya.

Ditegaskan, jalur digital memang merupakan penopang bisnis serta operasional bisnis yang lebih efektif dan efisien terlebih lagi saat pandemi, yang mengharuskan masyarakat lebih banyak tinggal di rumah. Kanal digital menjadi jalur yang paling diminati oleh generasi Millenial. Perusahaan asuransi pun harus pandai memanfaatkan peluang digitalisasi.

“Setelah Covid-19 ini, kami yakin Pelanggan kami akan memiliki standar yang lebih tinggi tentang produk perlindungan dan bagaimana mereka mendapatkan perlindungan. Strategi kami dalam memenangkan pasar adalah dengan berfokus kepada pelanggan untuk memberikan nilai lebih serta menggunakan data analitik untuk mendorong pertumbuhan premi,” ungkap Hasan.

Wabah corona membuat perusahaan asuransi umum secara nasional hanya mampu mengumpulkan premi Rp 37 triliun. Angka ini lebih rendah 6,1 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Akan tetapi, Hassan menyebut, Adira Insurance justru masuk dalam lima perusahaan asuransi umum teratas yang tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2020. (Krj)

Telkomsel Raih Predikat Terbaik Cloudera Data Impact Awards

JAKARTA ( Merdeka News ) : Telkomsel terpilih menjadi pemenang pada 2020 Cloudera Data Impact Awards, ajang penghargaan internasional yang mengapresiasi upaya 1.400 perusahaan di seluruh dunia dalam menciptakan inovasi berbasis data. Panel juri menobatkan Telkomsel sebagai yang terbaik untuk kategori Industry Transformation. Pengumuman pemenang dilakukan dalam acara penganugerahan yang diselenggarakan secara virtual pada 19 November 2020.

“Kami bersyukur bisa mendapat penghargaan di 2020 Cloudera Data Impact Awards. Penghargaan tersebut memberikan semangat lebih bagi Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu mentransformasi industri telekomunikasi di Indonesia, mulai dari penyediaan layanan digital yang lebih luas hingga memaksimalkan peran teknologi yang memberikan efisiensi lebih di dalam operasional perusahaan,” ujar Direktur IT Telkomsel Bharat Alva.

Cloudera Data Impact Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Cloudera, penyedia software asal Amerika Serikat yang menyediakan platform untuk data engineering, data warehousing, data analytics, dan machine learning. Dari ribuan perusahaan terpilih 29 finalis perusahaan dari berbagai negara yang terbagi ke dalam tujuh kategori. Penentuan pemenang di setiap kategori dilakukan berdasarkan penilaian oleh panel berisi 37 juri yang berasal dari 451 firma riset global dan media teknologi internasional.

Di 2020 Cloudera Data Impact Awards, Telkomsel mendapat penghargaan pada kategori Industry Transformation. Kategori ini diperuntukkan bagi perusahaan yang mampu menggerakkan bisnisnya ke level yang lebih tinggi dan menciptakan perubahan nyata di dalam industri melalui teknologi terkini, kemampuan digital baru, serta automasi proses operasional.

Dalam hal ini, Telkomsel dinilai mampu menjalankan transformasi digital secara menyeluruh melalui platform digital terintegrasi. Dengan begitu, Telkomsel dapat mengambil keputusan berbasis data untuk mengembangkan pengalaman digital pelanggan dan mengidentifikasi model bisnis baru yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Telkomsel telah menjalankan transformasi digital secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik dari segi internal maupun eksternal perusahaan. Secara internal, transformasi digital menyentuh seluruh aspek dalam perusahaan, mulai dari sumber daya manusia, kultur kerja, hingga organisasi.

Hal tersebut dijalankan dengan pembekalan hingga 30 kapabilitas digital bagi insan Telkomsel, implementasi tujuh kultur digital yang menjadi bagian besar dari budaya perusahaan (open mind, creativity, experimental, agility, networking, innovation, dan anticipatory), serta digitalisasi operasional melalui aplikasi terintegrasi untuk menuntaskan pekerjaan administratif secara digital. (Nnm)

SMI Realisasikan Investasi Rp 3,5 Triliun Untuk Kereta Api Indonesia

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) merealisasikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam bentuk Investasi Pemerintah (IP PEN) senilai Rp3,5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“PT KAI”). Tujuannya agar kegiatan operasional PT KAI dapat berjalan kembali setelah mengalami penurunan pendapatan secara serius akibat pembatasan layanan perjalanan penumpang kereta api selama masa pandemi Covid-19.

Kesepakatan penyaluran IP PEN dari PT SMI ke PT KAI ditandai dengan Penandatanganan Pejanjian IP PEN oleh Edwin Syahruzad selaku Direktur Utama PT SMI dengan Didiek Hartantyo selaku Direktur Utama PT KAI di Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan.

Penandatanganan perjanjian IP PEN antara PT SMI dan PT KAI disaksikan langsung oleh Isa Rachmatarwata (Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan), Bapak Carlo B. Tewu (Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN), jajaran Komisaris serta Direksi PT SMI dan PT KAI, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN, serta Direktur Hukum dan Humas DJKN.

Edwin Syahruzad, Direktur Utama PT SMI, menyatakan pada proses penyalurannya, PT SMI melakukan kajian secara mendalam dan komprehensif terhadap kondisi keuangan PT KAI, kajian pemberian investasi ini dilakukan tidak hanya dari aspek finansial tapi juga aspek hukum dan kelayakan ekonomi dengan melibatkan lembaga independen. Selain itu, PT SMI bersama Kementerian Keuangan telah melakukan kajian atas faktor-faktor risiko serta upaya mitigasi atas risiko tersebut. Diharapkan dengan adanya Investasi Pemerintah ini kinerja PT KAI akan kembali pulih”.

Hasil studi kelayakan yang dilakukan PT SMI terhadap PT KAI sebagai penerima IP PEN, menyimpulkan bahwa: (1) Terdapat aspek urgensi pemberian IP PEN kepada PT KAI karena PT KAI mengalami penurunan signifikan dari sisi pendapatan dan arus kas operasional; (2) PT KAI memiliki peran penting dalam penyediaan transportasi publik yang murah dan terjangkau melalui moda kereta api; (3) Pemberian IP PEN memiliki dampak positif terhadap perekonomian, karena penggunaan dana IP PEN turut berkontribusi meningkatkan pendapatan fiskal baik langsung maupun tidak langsung; (4) Proyeksi keuangan mengindikasikan bahwa PT KAI mampu melakukan pengembalian IP PEN; (5) Tidak terdapat penolakan dari pemegang saham dan kreditur eksisting PT KAI terkait dengan perolehan IP PEN. (Nn)

Maybank Peroleh Laba Rm 1,95 Miliar

KUALA LUMPUR ( Merdeka News ) : Maybank, bank keempat dengan aset terbesar di Asia Tenggara mengumumkan laba bersih kuartal III yang berakhir 30 September 2020 sebesar RM1,95 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, sebesar RM2,00 miliar.

Group mencatat pendapatan operasional bersih yang lebih rendah sebagai dampak kelanjutan pandemi Covid-19, meskipun hal ini sebagian diimbangi dengan pengurangan biaya overhead dan penurunan biaya impairment. Laba sebelum pajak (PBT) untuk kuartal tersebut turun menjadi RM2,61 miliar dari RM2,65 miliar tahun lalu.

Pendapatan operasional bersih pada kuartal III 2020 turun 6,5% menjadi RM6,08 miliar dari sebelumnya, sebesar RM6,50 miliar. Hal ini disebabkan penurunan sebesar 8,7% terhadap total pendapatan berbasis dana secara tahunan menjadi RM4,13 miliar, sebagai akibat pemotongan pada Overnight Policy Rate yang menekan marjin bunga bersih sebesar 27 basis poin secara tahunan.

Disamping itu, Group juga mencatat penurunan 1,3% pada total pendapatan berbasis non bunga bersih menjadi RM1,95 mliar, terutama dari biaya inti yang lebih rendah menyusul aktivitas bisnis yang melambat karena pandemi, serta keuntungan investasi yang lebih rendah.

Sebagai bagian dari strategi bank untuk memitigasi penurunan pendapatan, Group terus berupaya mengendalikan biaya secara disiplin, dimana biaya overhead menjadi terkendali seiring dengan tren penurunan biaya overhead dari tahun lalu, yang mencatat penurunan 8,7% menjadi RM2,70 miliar pada kuartal III 2020 dari RM2,96 miliar pada kuartal III 2019.

Selain itu, net impairment losses pada kuartal tersebut mengalami penurunan 13,8% menjadi RM805,9 juta, sebagai hasil upaya Group menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya dalam memproyeksikan kebutuhan akan penyediaan biaya provisi ke depan. (Nn)

Bank Syariah Mandiri Meluncurkan Fitur E-mas

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meluncurkan fitur e-mas di Mandiri Syariah Mobile (MSM). Melalui fitur e-mas ini, nasabah dapat memiliki rekening tempat menyimpan emas yang dapat di top-up, ditarik dan ditransfer cukup dari handphone.

“Investasi emas merupakan alternatif instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat, karena sifatnya yang walaupun bergerak volatile namun secara jangka panjang harga emas relatif terus meningkat,” kata Direktur Information Technology, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii, di Jakarta.

Dikatakan, tren pembelian emas untuk keperluan pembiayaan kepemilikan emas di Mandiri Syariah pun mengalami peningkatan dua kali lipat di masa pandemi dibanding sebelum pandemi, berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, dilakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM.

Dijelaskan, fitur ini menjadi solusi untuk melindungi nilai tabungan nasabah. Tabungan yang saldo kepemilikannya berupa gram emas ini pun sangat mudah, aman dan nyaman diakses nasabah. Hanya dengan mengakses MSM, nasabah yang sebelumnya telah memiliki Tabungan Mudharabah atau Wadiah Mandiri Syariah, dapat membuka rekening e-mas dan selanjutnya membeli, menjual, mengambil fisik dan bahkan mentransfer saldo emasnya kepada orang lain.

Pembelian emas di fitur ini pun terbilang fleksibel secara nominal. Cukup dengan setoran awal 0,1 gram atau senilai kurang dari Rp 100 ribu, nasabah sudah dapat menikmati fitur ini. Setoran berikutnya pun sangat ringan, minimal hanya 0,05 gram atau tidak sampai Rp 50 ribu.

Uniknya nasabah yang telah mempunyai emas di rekening e-mas tersebut, dapat memberikan emasnya kepada orang lain dengan cara transfer antar rekening e-mas secara real time. Bila dibutuhkan, nasabah juga dapat menjual emasnya. Cukup dari MSM tanpa harus ke kantor cabang karena uang hasil penjualan emas akan langsung masuk ke rekening nasabah, artinya investasi emas dalam fitur e-mas ini likuid dengan proses penjualan yang mudah.

Dari sisi keamanan, karena fisik emasnya disimpan di Bank, nasabah tidak perlu repot dan khawatir memikirkan tempat menyimpan emasnya. Apabila nasabah ingin menarik fisik emasnya, nasabah cukup mengajukan melalui MSM dan mengambilnya di kantor cabang yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan.

Fitur e-mas ini menjadi kesempatan nasabah untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan jangka panjang, memiliki emas dengan mudah sekaligus memanfaatkan fasilitas penitipan fisik emas milik Bank. (Krj)

AAJI Desak Polisi Tindak Tegas Penyebar Hoax

JAKARTA ( Merdeka News ) : Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung tindakan tegas dari aparat hukum kepada oknum pelaku penyebar informasi dan berita bohong atau hoax tentang asuransi. Pasalnya informasi hoax yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi sengaja melakukan penipuan kepada nasabah, akan merusak reputasi dan mengganggu bisnis industri asuransi jiwa di Indonesia. Padahal, ditengah pandemi covid-19 saat ini, peran asuransi sangat penting, dalam memberikan proteksi kesehatan kepada nasabah.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, industri asuransi jiwa diatur dan dilindungi oleh undang-undang (UU). Dalam melakukan proses bisnisnya, perusahaan asuransi juga harus proper dengan berbagai regulasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan berbagai aturan main yang sangat ketat tersebut, perusahaan asuransi tidak dapat melakukan penipuan ke nasabahnya.

“Industri asuransi diawasi secara ketat oleh OJK sebagai regulator, sehingga tidak memungkinkan sebuah perusahaan asuransi bisa menipu nasabahnya. Semua ketentuan ada di polis dan nasabah bisa membatalkan jika tidak setuju. Kalaupun ada nasabah yang komplain, bisa saja terjadi dikarenakan beberapa hal, seperti misalnya malas membaca polis, minim pemahaman produk, dan sebagainya,” tutur Togar.

Dia menegaskan, guna menghindari adanya komplain yang berpotensi menjadi masalah hukum, khususnya pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maka Togar meminta nasabah agar menyampaikan keluhan secara langsunng ke perusahaan asuransi, sesuai kesepakatan di polis. Keluhan nasabah sebaiknya bisa disampaikan langsung ke perusahaan asuransi, ketimbang melakukan pendiskreditan perusahaan asuransi di sosial media. Karena hal itu berpotensi merugikan nasabah sendiri.

Menurutnya, sebuah produk asuransi jiwa itu sejatinya adalah perlindungan untuk kesehatan dan nilai ekonomi nasabah secara jangka panjang. Oleh kareana itu, tidak dapat diutamakan sebagai instrument investasi yang bersifat jangka pendek. “AAJI meminta masyarakat untuk tetap berasuransi, terutama ditengah kondisi pàndemi Covid-19 dengan memilih perusahaan asuransi yang berkinerja baik dan agen pemasar yang berlisensi,” tukasnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini, Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap seorang pelaku penyebar informasi dan berita tidak benar atau hoax yang merugikan reputasi dan bisnis sebuah perusahaan asuransi nasional. Tersangka berinisial “Bob” tersebut, ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu daerah di Sumatera Utara, akhir pekan lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka menyebar informasi hoax di berbagai platform sosial media, seperti: Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube. Dalam aksinya, Bob membuat postingan dan video yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi nasional tersebut dan tenaga pemasarnya dengan sengaja telah menipu dan merugikan nasabah. Bahkan, selain menghina dan mencemarkan nama baik tenaga pemasar dan perusahaan asuransi, pelaku juga memprovokasi dan menghasut nasabah asuransi, untuk menarik uangnya dari perusahaan asuransi tersebut. Pelaku mengiming-imingi bisa membantu nasabah, agar perusahaan asuransi mengembalikan dana nasabah seluruhnya, asalkan nasabah memberikan sejumlah uang, sebagai biaya jasa atas bantuannya tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan, tindak kriminal yang dilakukan pelaku, dipicu oleh motif sakit hati dan mencari keuntungan pribadi. Aksi pelaku tersebut berpotensi melanggar Pasal 27 UU ITE dan merugikan industri asuransi nasional yang dilindungi undang-undang,” katanya. (Nm)

Jasa Armada Indonesia Tbk Bagikan Dividen Rp 10,6 Miliar

JAKARTA ( Merdeka News ) : . PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) selenggarakan Paparan Publik 2020 secara virtual dari Ciawi, Jawa Barat. Paparan disampaikan Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf; Direktur Keuangan dan SDM, Rizki Pribadi Hasan, dan Sekretaris Perusahaan, Eddy Haristiani.

Kinerja Perseroan sampai akhir September tahun 2020 menunjukkan neraca yang sehat, dengan peningkatan dalam aset dan ekuitas menjadi Rp 1,4 triliun dan Rp 1,1 triliun. Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp 69,7 miliar, naik 1,3% dari Rp 68,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba bersih IPCM ditunjang oleh peningkatan pendapatan sebesar 3,8% dari Rp 491,7 miliar tahun lalu menjadi Rp 510,2 miliar pada tahun ini. Pendapatan terbesar diperoleh dari jasa pelayanan kapal yang terdiri dari jasa penundaan (towage) dan jasa pemanduan (pilotage).

”Kamiberharap tren ini terus berlanjut dan pada akhir tahun IPCM akan kembali membukukan kinerja positif. Sejalan dengan itu, sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, bulan ini Perseroan telah mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2020 sebesar Rp 2 per saham dengan total Rp 10,6 miliar, ujar Amri Yusuf.

Ada tiga strategi utama yang diterapkan IPCM yaitu meningkatkan daya saing, ekspansi bisnis, serta meningkatkan kinerja keuangan dan kinerja operasional, lanjut Amri. IPCM akan memanfaatkan peluang di beberapa terminal khusus yang ada di sekitar terminal yang dikelola oleh PT Pelindo II (Persero) serta merencanakan ekspansi bisnis dengan beberapa mitra strategis di berbagai industri.

Saat ini, IPCM juga sedang mempersiapkan pelayanan ke Pelabuhan Kijing yang direncanakan ke depannya akan menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan.

Selain itu, dalam paparannya, Rizki Pribadi Hasan menyampaikan bahwa perusahaan sedang fokus menyelesaikan pembangunan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2200 HP yang sempat tertunda karena dampak pandemi Covid 19. Tahun depan perusahaan merencanakan akan kembali melakukan penambahan armada dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi ekonomi pada tahun tersebut.

IPCM juga memperoleh sejumlah penghargaan pada 2020. Perseroan berhasil meraih Sertifikat Penghargaan SMK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang dilimpahkan ke badan sertifikasi Lloyds Register Quality Assurance (LRQA) Indonesia. Sertifikat ini diberikan kepada IPCM untuk Sektor Industri Bidang Pemanduan dan Penundaan Kapal (Angkutan Air).

Selain itu, Perseroan juga mendapatkan sertifikasi dalam Sosialisasi Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan) ISO 37001:2016, hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud kepatuhan peraturan dan strategi kelangsungan bisnis perusahaan.

IPCM juga memperoleh penghargaan dari TopBusiness dalam kategori Top CSR Awards 2020 dan menjadi salah satu Perusahaan terbaik secara Internasional dalam Annual Report Competition 2019 Vision Awards. (Nnm)

Bisnis Jalan Tol Tetap Bagus Walau Saat Pandemi

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pandemi virus Corona Covid-19 menghajar sebagian besar lini industri di Tanah Air. Namun, untuk bisnis transportasi, seperti jalan tol, ternyata tidak berdampak signifikan.

Dijelaskan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, pembuktian tersebut bisa dilihat dari pemulihan sektor ini yang sangat cepat. Selain itu, BUMN tol, PT PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih mencetak untung semester I tahun ini dan diprediksi berlanjut hingga akhir tahun.

“Ada dua hal yang menjadi perhatian BPJT selama pandemi Covid-19. Pertama, keyakinan konsumen bahwa jalan tol masih aman digunakan. Apalagi, sejumlah rest area sudah menerapkan protokol kesehatan ketat. Kedua, dari sisi keyakinan investor, bahwa sektor jalan tol bisa pulih dengan cepat,” ujar Danang dalam diskusi virtual Bisnis Sistem Transportasi di Tengah Pandemi.

Sementara itu, Plt. Anggota BPJT Unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mahbullah Nurdin menegaskan, trafik jalan tol memang sempat turun tajam pada April-Juni 2020 berkisar 50-60 persen.

Bahkan, di beberapa ruas, penurunan mencapai 80 persen. Namun, memasuki November 2020, trafik sudah mendekati level normal, yakni 90 persen. Di tol JORR, trafik sudah normal.

Dia menambahkan, pembangunan jalan tol masuk sasaran utama pembangunan infrastruktur 2020-2024. Jalan tol masuk klaster infrastruktur ekonomi, dengan target waktu tempuh jalan utama pulau sekitar 2,2 jam per 100 km. Selama 2020-2024, dia menerangkan, pemerintah menargetkan pembangunan tol baru mencapai 2 ribu kilometer dan jalan nasional baru 2,5 ribu kilometer.(Nnm)

CIMB Niaga Raih Laba Bersih Rp 1,9 Triliun

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan 2020 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas perseroan kepada publik, khususnya para pemegang saham. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini acara dilaksanakan secara elektronik melalui video conference, sejalan dengan surat edaran PT Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor SE-00003/BEI/05-2020 perihal Tata Cara Pelaksanaan Public Expose Secara Elektronik.

Dalam paparan publik tahunan ini, Direktur Finance & SPAPM CIMB Niaga Lee Kai Kwong menyampaikan laporan kinerja perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2020. Di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang, CIMB Niaga dapat mempertahankan posisi sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset, dengan total aset mencapai Rp281,7 triliun per 30 September 2020.

Adapun laba bersih konsolidasi (unaudited) pada periode ini mencapai Rp1,9 triliun dan menghasilkan earnings per share sebesar Rp74,79.

“Kami berkomitmen terus mendukung karyawan, nasabah, dan masyarakat untuk menghadapi kondisi ini secara bersama-sama. Prioritas kami saat ini adalah meminimalisir dampak yang kurang baik bagi nasabah, dan senantiasa membantu pemulihan bisnis secara keseluruhan melalui program bantuan dan dukungan likuiditas tambahan,” kata Lee Kai Kwong di Jakarta.

Lee Kai Kwong menjelaskan, likuiditas, kualitas aset, dan manajemen biaya tetap menjadi fokus utama CIMB Niaga. Penyaluran kredit dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian secara ketat untuk memastikan tingkat modal dan biaya pencadangan yang baik dalam mengantisipasi tantangan perekonomian ke depan.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2020, perseroan telah menghimpun dana pihak ketiga (“DPK”) sebesar Rp211,9 triliun dengan rasio CASA sebesar 60,31%. Adapun Giro dan Tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 35,6% Year on Year (Y-o-Y) dan 16,6% Y-o-Y. Hal ini sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Adapun jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp180,9 triliun, utamanya dikontribusikan oleh bisnis Consumer Banking yang tumbuh 4,1% Y-o-Y. Kredit Pemilikan Rumah (“KPR”) CIMB Niaga tumbuh 7,9% Y-o-Y, sementara Kredit Pemilikan Mobil (“KPM”) meningkat sebesar 7,0% Y-o-Y.

“Untuk meningkatkan customer experience, kami terus memperkuat platform digital banking OCTO Mobile, dengan mengusung tagline baru “Banyak Bisanya, Bisa Semaunya”. Dirancang layaknya Super App, OCTO Mobile menjadi one stop mobile financial solution yang dapat memenuhi kebutuhan finansial nasabah kini dan nanti pada setiap fase kehidupan. OCTO Mobile juga disiapkan sebagai aplikasi yang bisa melayani dan disesuaikan dengan preferensi nasabah,” ujar Lee Kai Kwong.

Pada segmen perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (“UUS”) CIMB Niaga (“CIMB Niaga Syariah”) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp32,6 triliun (+4,7% Y-o-Y) dan DPK sebesar Rp35,1 triliun (+32,0% Y-o-Y) per 30 September 2020. (Nnm)

Kuota Rumah Bersubsidi Akan Segera Ditambah

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) dan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU-PPDPP) berencana akan menambah kuota perumahan bersubsidi.

Kebijakan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah mengingat tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sebelumnya pemerintah menargetkan kuota penyaluran dana FLPP sepanjang tahun ini untuk 102.500 unit hunian. Namun hingga Rabu (18/11) dana FLPP telah disalurkan senilai Rp 10,52 triliun bagi 102.665 unit atau sebanyak 100,16 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Sedangkan jika dilihat dari nilai Rupiah yang ditugaskan kepada PPDPP untuk menyalurkannya, maka sudah terserap sebesar 95,66 persen. Jadi, masih ada dana FLPP sebesar 4,34 persen dari Rp 11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada kami,” Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin di Jakarta.

Dengan begitu, lanjutnya, PPDPP optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan dana yang tersisa mencapai 107.600 unit rumah.

Rencana tambahan kuota rumah bersubsidi ini mendapat respon positif dari Direktur PT Bank Tabungan Negara/BTN (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, untuk penyerapan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema FLPP.

“Sebab, pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali,” tuturnya menanggapi rencana pemerintah tersebut.

Dikatakan, BTN memang mengharapkan adanya tambahan kuota KPR subsidi, baik melalui skema FLPP, subsidi selisih bunga (SSB) maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Karena kita sangat meyakini permintaan KPR subsidi pada tahun 2021 akan lebih tinggi dari 2020,” ujar Nixon ketika dihubungi di tempat terpisah. (Krj)