Category Archive : Ekonomi Bisnis

Bank BRI Berpotensi Berkembang Pesat di Tahun 2021

JAKARTA ( Merdeka News ) : Ekspansi penyaluran kredit oleh lembaga perbankan disinyalir mulai terjadi sepanjang tahun ini. Kondisi ini besar kemungkinan diwujudkan terutama oleh bank yang memiliki kualitas kredit baik dan pencadangan tinggi sepanjang 2020, seperti salah satunya BRI.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin berkata, strategi BRI dalam menjaga stabilitas kredit sangat baik sepanjang tahun lalu. Karena itu, tahun ini bank milik negara tersebut dianggap bisa memperluas dan menumbuhkan penyaluran pembiayaannya secara masif.

“Menurut saya, itu bagus, restrukturisasi dan pencadangannya dilakukan secara agresif pada tahun lalu. Tahun ini justru harusnya BRI tinggal melakukan ekspansi saja,” ujar Amin.

Hingga Desember 2020 rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BRI (angka konsolidasi) ada di bawah 3 persen, atau tepatnya 2,99 persen. Angka ini lebih baik dibanding rasio NPL gross industri perbankan di Indonesia yang mencapai 3,06 persen pada periode tersebut.

Tak hanya menjaga kualitas kreditnya, BRI juga berhasil mengalokasikan pencadangan (NPL Coverage) hingga 237,73 persen per Desember 2020. Besarnya rasio tersebut menunjukkan fokus BRI untuk menjaga sustainability alih-alih sekedar membukukan laba di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Amin menyebut, potensi ekspansi kredit terbuka lebar bagi BRI, terutama karena saat ini tren permintaan restrukturisasi dari debitur sudah berkurang. Pelaku UMKM di banyak daerah juga sudah mulai bangkit dan meningkatkan kembali kapasitas produksinya. (Krj)

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pada pertengahan Februari lalu Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 3,5 persen. Penurunan suku bunga acuan tersebut juga diikuti oleh perbankan dengan menurunkan suku bunga pinjamannya. Salah satu yang menurunkan suku bunganya dengan signifikan adalah BRI.

BRI kembali menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) mulai 28 Februari 2021 untuk seluruh segmen (Korporasi, Ritel, Mikro, KPR dan non-KPR) dengan penurunan yang signifikan atau sebesar 150 bps – 325 bps. Penurunan SBDK terbesar diberikan pada kredit konsumer non-KPR sebesar 3,25 persen. Dengan penurunan ini, SBDK non-KPR berubah dari semula 12 persen menjadi 8,75 persen.

Selain itu, BRI juga menurunkan SBDK KPR sebesar 2,65 persen, dari 9,90 persen menjadi 7,25 persen. Penurunan SBDK juga dilakukan untuk segmen mikro sebesar 2,5 persen. Perubahan ini membuat SBDK mikro turun dari 16,50 persen menjadi 14 persen.

Pada kredit segmen korporasi dan ritel, BRI melakukan penurunan SBDK masing-masing sebesar 1,95 persen dan 1,5 persen. Dengan demikian saat ini, SBDK korporasi berubah dari 9,95 persen menjadi 8 persen. Kemudian, SBDK segmen ritel berkurang dari 9,75 persen menjadi 8,25 persen.
Penurunan suku bunga kredit oleh BRI tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2020 lalu BRI telah menurunkan suku bunganya sebesar 75 bps – 150 bps, bahkan khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300 bps – 500 bps.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga kredit yang dilakukan BRI ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, seiring berlanjutnya tren penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. (Tnp)

Maybank Raih Laba Bersih RM 6,48 Miliar

KUALA LUMPUR ( Merdeka News ) : Maybank sebagai bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan menutup tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2020 dengan laba bersih sebesar RM6,48 miliar dibandingkan RM8,20 miliar pada tahun sebelumnya.

Grup harus membukukan secara signifikan net impairment loss yang lebih tinggi disebabkan dampak lanjutan dari pandemi COVID-19, meskipun demikian, hal ini sebagian telah diimbangi oleh pendapatan operasional bersih yang lebih tinggi dan pengurangan biaya overhead. Laba sebelum pajak (PBT) untuk tahun ini turun menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Terlepas dari tahun yang penuh tantangan, Grup mencatat pendapatan operasional bersih (net operating income) yang stabil atau lebih tinggi 0,1% menjadi RM24,76 miliar dari tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sebesar 12,3% secara tahunan (YoY) pada total pendapatan berbasis biaya bersih menjadi RM8,11 miliar, terutama berasal dari pendapatan asuransi dan investasi bersih yang lebih tinggi karena Grup mampu mendapatkan keuntungan dari return yang lebih baik.

Kenaikan pada pendapatan berbasis biaya bersih (net fee based income) sebagian juga tergerus oleh penurunan 4,9% pada total pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM16,65 miliar yang disebabkan penurunan margin bunga bersih sebesar 17 basis poin (bps) secara tahunan karena penurunan pinjaman dan security yields, serta dampak dari adanya empat kali pemotongan Overnight Policy Rate sebesar 125 bps serta timbulnya kerugian atas modifikasi suku bunga tetap pinjaman oleh sebab diterapkannya blanket moratorium berjangka waktu enam bulan yang diberikan kepada nasabah.

Grup tetap menerapkan manajemen biaya secara disiplin serta membantu mengurangi dampak dari kondisi operasional Grup yang melemah, yang menyebabkan terkelolanya tren penurunan pada biaya overhead menjadi RM11,25 miliar atau 2,7% lebih rendah dari RM11,56 miliar pada FY19. Hal ini berdampak pada rasio biaya-terhadap-pendapatan Grup yang membaik menjadi 45,4% dari 46,7% di tahun sebelumnya.

Oleh karena pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya overhead yang semakin rendah, laba operasional sebelum provisi (PPOP) mengalami kenaikan 2,6% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang merupakan sebuah rekor menjadi RM13,52 miliar. (Nn)

Semangat Logo Baru, Peugeot Pertegas Karakter

PEUGEOT mempertegas personalitas dan karakter dengan hadirnya logo baru. Peugeot Global siap membuka lembaran baru sejarah. Sejak kelahiran, inilah logo Peugeot ke-sebelas yang dipergunakan pabrikan asal Prancis tersebut. Sebuah logo dengan simbol berbentuk kepala singa yang sangat elegan.

Sejak 1850, Peugeot telah memiliki 10 logo yang semuanya identik lambang singa. Sekarang, logo ke-sebelas Peugeot memberikan gambaran singa yang lebih elegan dan modern. Logo ini diciptakan oleh tim desain kebanggaan Peugeot, Peugeot Design Lab.

Logo ini diciptakan oleh brand Peugeot secara dinamis untuk ikut berpacu mengikuti perkembangan produk inovatif dan eksepsional. Selama satu dekade terakhir, seluruh jajaran produk Peugeot kian matang.

Hal ini terbukti dengan sederet pernghargaan internasional bergengsi. Lihat saja penghargaan “International Van of The Year” yang diraih Peugeot e-Expert (2021) dan Peugeot Partner (2019). Selain itu, raihan tiga penghargaan “Car of the Year” yang diraih Peugeot 308 (2014), Peugeot 3008 SUV (2017), dan Peugeot 208 (2020).

Kembali ke logo baru, Peugeot memberi spirit. Logo terbaru dari Peugeot ini memberikan gambaran makna masa lalu, masa kini, dan masa depan dari brand Peugeot. Sebuah jubah baru bagi Sang Singa.

Logo ini menunjukan kebanggaan brand yang ‘timeless’. Lambang singa memiliki arti prestige, percaya diri, panjang umur, dan juga kehidupan turun temurun yang tidak lekang oleh waktu.

Logo terbaru ini juga kian menegaskan brand Peugeot secara global. Pabrikan asal Perancis ini siap melakukan ekspansi lebih mendunia dan menjangkau lebih luas. Peugeot ingin menunjukan taringnya sebagai brand otomotif global.(Tnp)

BCA Expoversary Online 2021 Resmi Dibuka

JAKARTA ( Merdeka News ) : Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja resmi membuka gelaran BCA Expoversary Online 2021 secara virtual di halaman expo.bca.co.id.

Menurut Jahja melalui even ini perseroaningin mempermudah nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan hunian impian, kendaraan idaman, dan beragam solusi perbankan. “Expo virtual ini dilaksanakan selama satu bulan penuh, sejak 27 Februari 2021 hingga 27 Maret 2021,” ungkap Jahja.

Sementara itu, Ketua Panitia BCA Expoversary 2021 & Direktur BCA Finance Petrus Karim turut membuka gelaran dalam rangka HUT ke-64 BCA pada Sabtu (27/02). BCA Expoversary Online 2021 menggandeng 88 developer dengan lebih dari 280 project hunian dan 177 kantor property agent.

Disamping itu, kata Petrus terdapat 18 merek mobil ternama dari 400-an dealer mobil yang menawarkan beragam benefit untuk pembelian merek-merek ternama di antaranya Mercedes-Benz, BMW, Porsche, Mitsubishi, Honda, serta mobil listrik Hyundai Ioniq; 14 merek motor seperti Benelli, Cleveland Cyclewerks, Gesits, Piaggio Vespa, Yamaha dan sebagainya; serta beragam penawaran menarik dari BCA dan perusahaan anak.

Sebagaimana diketahui BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, UKM, dan konsumer.

Pada akhir Desember 2020, perseroan melayani 25 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 32 juta transaksi setiap harinya, didukung oleh 1.248 kantor cabang, 17.623 ATM, serta layanan internet & mobile banking dan contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. (Nnm)

BRI Sukses Jaga Kualitas Kredit Sejak Pandemi

JAKARTA ( Merdeka News ) : Portofolio kredit yang sehat merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis perbankan, khususnya ditengah kondisi perekonomian yang melambat karena dampak pandemi Covid-19. Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BRI berhasil menjaga kualitas kreditnya sejak pandemi terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto melalui sambungan telepon yang mengungkapkan bahwa untuk menjaga risiko dan keberlangsungan bisnis kedepan, BRI memiliki pencadangan kerugian kredit yang sangat memadai dengan NPL coverage ratio di atas 200 persen.

Berdasarkan data kinerja Desember 2020, BRI tercatat telah menyalurkan kredit secara konsolidasian sebesar Rp938,37 triliun atau naik 3,89 persen secara tahunan (yoy) dengan rasio NPL gross terjaga di level 2,99 persen. Angka ini menunjukkan bahwa dalam situasi sulit pun kinerja intermediasi BRI masih berjalan dengan sangat baik.


Capaian tersebut juga merupakan prestasi, karena dengan kredit yang tumbuh diatas industri, rasio NPL BRI masih lebih baik dibandingkan kondisi industri perbankan di Indonesia pada periode yang sama, yaitu mencapai 3,06 persen.

“NPL BRI masih sangat terjaga dan lebih baik dibanding tingkat rata-rata NPL industri perbankan sepanjang 2020. Hal ini menunjukkan kehati-hatian BRI dalam menyalurkan kredit yang selama pandemi dilakukan secara selektiSelain itu, rasio NPL yang rendah juga menggambarkan besarnya kekuatan nasabah BRI yang mayoritas pelaku UMKM untuk tetap menyelesaikan kewajibannya meski kondisi sulit terjadi akibat pandemi,” ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.

Secara individual NPL BRI (gross) sepanjang 2020 sebesar 2,94 persen. Tiga segmen dengan NPL terendah berasal dari segmen mikro sebesar 0,83 persen, segmen konsumer yakni 1,49 persen, dan segmen kecil mencapai 3,61 persen. Terjaganya kualitas pembiayaan tersebut menunjukkan kehati-hatian dan terukurnya penyaluran kredit di BRI selama ini.

“Tanpa penyaluran yang selektif dan ketat, kami tidak mungkin menorehkan angka NPL yang terjaga seperti saat ini. Khusus di segmen konsumer, rasio kredit bermasalah yang kecil juga mencerminkan debitur BRI cukup resilience dalam menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini.” Tambah Catur.

BRI juga mengalokasikan biaya pencadangan (NPL Coverage) hingga 237,73 persen dari nilai total kredit bermasalah. Pencadangan yang sangat memadai ini membuat laba perusahaan terkoreksi menjadi Rp18,66 triliun di akhir tahun 2020. Kondisi ini sejalan dengan komitmen BRI yang tidak ingin memupuk laba terlampau besar di tengah masih tingginya ketidakpastian kondisi perekonomian yang diakibatkan pandemi. (Nn)

Go-Food Lebih Banyak Digunakan Dibandingkan Aplikasi Lain

JAKARTA ( Merdeka News ) : Go-Food terus memimpin layanan pesan-antar makanan secara online. Bagian dari ekosistem Gojek itu unggul karena memiliki loyalitas pelanggan sedangkan Grab-Food untuk bisa bersaing banyak mengandalkan diskon.

Keunggulan Go-Food atas Grab-Food tersebut tercatat dalam riset tematik yang dilakukan CLSA dan diumumkan pada 24 Februari 2021. Hasil lembaga survey ternama itu mencatat mayoritas orang atau mencapai 35% lebih memilih Go-Food dan sebesar 20% memilih Grab-Food.

Analis CLSA, Jonathan Mardjuki, dalam catatan risetnya menyatakan bahwa tema pesan-antar makanan online dipilih sebab sektor ini merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di tengah pandemi.

”Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70% dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya,” ungkapnya dalam laporan riset tersebut.

Survei dilakukan terhadap 450 responden, mayoritas berasal dari Jakarta dan Bodetabek. ”Hanya ada dua pemain besar dalam bisnis pesan-antar makanan online di Indonesia: Go-Food yang dimiliki oleh start-up Gojek asal Indonesia dan Grab-Food yang dimiliki oleh perusahaan rintisan asal Singapura yaitu Grab,” terangnya.

Survei dibagi ke berbagai segmen. Berdasarkan pendapatan bulanan, proporsinya (19-23%) relatif sama untuk golongan Rp4-6 juta, Rp7-10 juta, Rp11-20 juta dan di atas Rp20 juta, sedangkan 10% responden berpenghasilan di bawah Rp3 juta atau tidak memiliki penghasilan bulanan sama sekali seperti pelajar atau mahasiswa.

Hasil survei didasarkan pada tingkat pendapatan, preferensi merek mereka, seberapa teratur mereka memesan makanan secara online, dan beberapa faktor lainnya.

Hasilnya, lebih banyak orang memilih Go-Food yaitu sebesar 35% vs 20% untuk Grab. Sedangkan sebesar 43% responden menggunakan kedua aplikasi. ”Go-Food, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, dimana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah ‘familiar dengan aplikasi’, ‘ketergantungan pada Go-Pay e-wallet’ dan ‘ramah pengguna,” ungkapnya.

Sementara Grab-Food pada kondisi sebaliknya. Sebab, menurut hasil riset, sebesar 60% responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama. ”Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal, sedangkan Grab mengandalkan komersialitas. Kami juga menilai Grab lebih agresif dalam mengamankan penyewa (pelanggan). Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa ini akan berdampak positif bagi pasar Indonesia.”

Dengan kekuatan brand yang dimiliki sebagai karya Indonesia, CLSA memperkirakan pangsa pasar Gojek akan terus naik mencapai 58%, sementara Grab hanya 42%. Angka pengguna aktif bulanan Gojek di perangkat android juga lebih tinggi dibandingkan Grab.

Berdasarkan survei, CLSA juga berpendapat bahwa pelanggan kini telah mengalihkan fokus pada aspek-aspek seperti kenyamanan aplikasi ketimbang pengiriman yang lebih cepat atau tingkat pembatalan yang lebih rendah oleh pengemudi, seperti di masa-masa awal. ”Ini telah menjadi standar umum untuk platform online,” tegas Jonathan.(Tnp)

Bank Mandiri Luncurkan E-Money Senilai Rp 14 Triliun

JAKARTA ( Merdeka News ) : VP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, hingga akhir 2020, Bank Mandiri telah menerbitkan kartu prabayar berlogo Mandiri e money mencapai 22,8 juta kartu dengan frekuensi transaksi 867 juta transaksi senilai Rp 14 triliun. Saat ini pangsa pasar Mandiri E money berada di kisaran 70 persen dari total industri uang elektronik.

“Pada akhir 2020, Bank Mandiri telah menerbitkan kartu prabayar berlogo Mandiri e money mencapai 22,8 juta kartu dengan frekuensi transaksi 867 juta transaksi senilai Rp14 triliun. Saat ini pangsa pasar Mandiri E money berada di kisaran 70 persen dari total industri uang elektronik,” kata SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi, pada webinar “Digitalisasi Perparkiran, Siapa Diuntungkan?”, di Jakarta, Rabu (24/2).

Menyinggung tentang perparkiran, Thomas mengatakan, ada sedikitnya tiga bentuk dukungan yang bisa diberikan perbankan dalam mendigitalkan perpakiran di Indonesia. Ketiga hal tersebut antara lain, menjadi acquiring bank partner, pengelolaan cash management partner, dan business partner integrator.

Terkait peran sebagai acquiring bank bagi pengelola, Thomas mengatakan Bank Mandiri bisa menerima pembayaran dari berbagai macam metode pembayaran, mulai dari kartu uang elektronik Mandiri e-Money, pembayaran berbasis server seperti Link Aja, QRIS online/offline, hingga kartu debit dan kredit.

“Intinya, banyak sekali metode pembayaran yang bisa kita proses. Ini memberi keleluasaan bagi nasabah untuk memilih metode pembayaran,” katanya.

Dalam hal cash management partner bagi pengelola parkir dan pemda, Thomas mengatakan Bank Mandiri menyediakan layanan manajemen kas untuk memenuhi kebutuhan collection dan payment bagi operator parkir. Salah satunya adalah settlement dana dan splitting fee transaksi parkir. “Semuanya sudah otomatis dan by system. Sangat transparan dan data bisa kita sajikan secara akurat,” ujar dia,

Sedangkan sebagai business partner integrator, kata dia, Bank Mandiri memiliki hubungan kemitraan yang kuat dengan retail merchant, e-commerce, fintech, property management dan developer, serta juga instansi/lembaga di pusat dan daerah, yang dapat disinergikan dengan operator di industri perparkiran untuk memperluas dan memperkuat kerja sama bisnis.

“Saat ini Bank Mandiri menjadi partner bagi lebih dari 41 operator parkir dengan ribuan lokasi parkir tersebar di Indonesia,” tambah Thomas. (Krj)

Petugas Keamanan BRI Dapat Penghargaan Polri dan Gugus Covid-19 Makassar

MAKASSAR ( Merdeka News ) : Akhir Januari silam, masyarakat dihebohkan dengan viralnya video seorang petugas keamanan Bank BRI yang tegas terhadap nasabah yang memaksa masuk ke area kantor tanpa menggunakan masker. Dalam video berdurasi dua menit tersebut, tampak petugas keamanan lengkap dengan masker dan pelindung wajah melarang seorang nasabah masuk ke kantor tanpa menggunakan masker.

Meski mendapat respon yang tidak baik dan dibentak-bentak oleh nasabah tersebut, petugas tetap menutup pintunya. Karena aksinya yang berani dengan tegas menerapkan protokol kesehatan, petugas ini mendapat banyak pujian dari netizen.

Hasrudin, petugas keamanan BRI Kantor Cabang Pembantu Ahmad Yani, dialah petugas pemberani itu. Atas dedikasinya dalam menjaga protokol kesehatan, Hasrudin dianugerahi penghargaan oleh Kakorbinmas Baharkam POLRI, Irjen (Pol) Suwondo Nainggolan, S.Ik, MH.

Pada kesempatan yang sama, BRI, PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Tim Gugus Covid Makassar, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) pun turut memberikan penghargaan kepada Hasrudin. Penghargaan ini diserahkan di Kantor BRI Makassar pada Kamis (25/02/2021).

Irjen (Pol) Suwondo Nainggolan, S.Ik, MH terbang dari Jakarta secara khusus Bersama rombongan yang terdiri dari Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri BJP Drs. Edy Murbowo, SH., MH., Kasubdit Binkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri KBP Drs. Sutrisno DGM, Ketua DPP ABUJAPI Agus Darmawan, dan Ketua DPP APSI Agus Sukoco untuk menyampaikan secara langsung penghargaan ini.

“Kami Bangga kepada Insan BRILian BRI yang berhasil menjadi contoh bagi banyak pihak dalam menjaga keamanan dan keselamatan nasabahnya, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan. Apresiasi ini akan menjadi penyemangat bagi pekerja lainnya untuk terus menjaga dan menerapkan protokol kesehatan dilingkungan kerja BRI,“ kata Muhamad Fikry Satiawan, Pimpinan Wilayah BRI Makassar dalam sambutannya di acara tersebut.

Fikry juga menambahkan, BRI akan terus mendukung pemerintah dalam penegakan disiplin penerapan protokol Kesehatan di setiap aktivitas, khususnya dalam setiap layanan perbankan di BRI. (Nn)

BRI Salurkan Rp 562 Triliun Kredit Kepada Aktivitas Bisnis Berkelanjutan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank BRI kian mempertebal komitmen dalam penerapan praktek environmental, social, governance (ESG) serta praktik keuangan berkelanjutan (sustainable finance) dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

Perseroan mencatat hingga akhir tahun 2020 sebesar 63,9 persen dari total portofolio kredit BRI atau setara dengan Rp 562 triliun tergolong pembiayaan kepada aktivitas bisnis berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No 51 /POJK.03/2017.

Faktor yang mendukung pencapaian bank UMKM terbesar di Indonesia ini, salah satunya karena BRI secara aktif meningkatkan awareness terkait ESG kepada pekerja BRI dan nasabah / debitur. Hal ini dilakukan melalui berbagai program pendidikan dan sosialisasi terkait sustaianability dan ESG. Dari sisi kinerja, kredit BRI yang tergolong aktivitas bisnis berkelanjutan tumbuh 14,1 persen secara year on year dan nilai kredit sebesar Rp562 Triliun, dalam kategori ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan peers.

Penyaluran kredit kepada aktivitas bisnis berkelanjutan di BRI terdiri dari dua pilar utama, yakni social financing dan green financing. Social financing di BRI diwujudkan dalam penyaluran kredit UMKM, khususnya mikro senilai Rp. 488,6 triliun, serta penyaluran KUR super mikro bagi ibu rumah tangga dan Agen BRILink yang hingga kini telah mencapai 504 ribu agen.

Sementara itu komitmen penerapan praktik green financing di BRI tercermin dari penyaluran kredit kepada sektor energi terbarukan, kredit untuk pencegahan polusi, kredit untuk transportasi ramah lingkungan dan kredit untuk green building. Masih dalam kaitannya praktik green financing, BRI juga menjadi bank pertama di Asia Tenggara yang menerbitkan sustainability bond pada 2019 yang lalu.

SEVP Treasury & Global Services BRI Listiarini Dewajanti mengungkapkan bahwa sustainability bond tersebut sangat diminati oleh para investor, hal tersebut terbukti bahwa pemesanannya oversubscribed hingga 8,4 kali, dari USD 500 juta menjadi USD 3,3 miliar. Sustainability Bond milik BRI juga menjadi yang pertama diterbitkan oleh BUMN di Indonesia.

Sesuai dengan tujuan penerbitannya, seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan Sustainability Bond BRI telah digunakan oleh perseroan untuk kegiatan yang berwawasan sosial dan lingkungan. Dari total US$500 juta dana yang diperoleh dari penerbitan Bond tersebut, US$422 juta atau 84,4% dari total dana yang diperoleh digunakan untuk kegiatan berwawasan sosial, dan sebesar US$78 juta atau 15,6% digunakan untuk kegiatan berwawasan lingkungan.

Dana yang digunakan untuk kegiatan berwawasan sosial, melalui penyaluran Kupedes dan KUR BRI, telah berhasil menciptakan lapangan kerja di lebih dari 245 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Selain itu, melalui penyaluran KPR bersubsidi, Sustainability Bond BRI telah memberikan akses kepada 1.200 orang untuk memiliki hunian yang layak.

Dana yang diperoleh dari penerbitan Sustainability Bond juga digunakan untuk membiayai proyek ramah lingkungan seperti Green Transportation dan Green Building antara lain untuk pembangunan proyek LRT.

Dalam 2 tahun terakhir sustainability bond market semakin atraktif, dan diproyeksikan penerbitan instrument pembiayaan ESG tumbuh hingga mencapai USD 11 triliun pada tahun 2025. Dengan asumsi tren pertumbuhan 15 persen per tahun, Asset Under Management (AUM) ESG diproyeksikan mencapai lebih dari USD 53 triliun di tahun 2025. Selain itu, sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2020 pertumbuhan penerbitan sustainability bond mencapai 151 persen, dari sebesar USD 72,3 miliar di tahun 2019 menjadi USD 109,1 miliar di tahun 2020 (Sumber : Bloomberg).

“Tujuan penggunaan dana hasil Sustainability Bond BRI mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain untuk menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work & economic growth), mengurangi kesenjangan (reduce inequalities), serta kota dan komunitas berkelanjutan (sustainable cities and communities)” pungkas Listiarini menutup wawancara pada media.(Nnm)