Category Archive : Ekonomi Bisnis

Jelang Akhir Tahun, Rupiah Menguat

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menjelang akhir tahun 2019 nilai tukar rupiah menguat. Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.952 per dolar AS pada Jumat (27/12/2019) sore. Posisi tersebut menguat sebesar 0,04 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Kamis (26/12/2019).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.956 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Kamis (26/12), yakni Rp13.982 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, ringgit Malaysia dan yen Jepang menguat 0,16 persen, peso Filipina 0,08 persen, serta dolar Singapura menguat 0,06 persen.

Selanjutnya, penguatan juga terjadi pada won Korea sebesar 0,05 persen, baht Thailand 0,03 persen, diikuti oleh dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen.

Sementara itu, pelemahan terjadi pada lira Turki sebesar 0,18 persen, yuan China 0,03 persen, serta rupee India dan dolar Taiwan yang sama-sama melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,36 persen, dan dolar Australia sebesar 0,16 persen, euro 0,34 persen, serta diikuti dolar Kanada sebesar 0,14 persen terhadap dolar AS. (OC)

DPR Desak Manajemen Lama Jiwasraya “Dicekal”

JAKARTA ( Merdeka News ) : Hingga Kamis (26/12/2019) belum ada kepastian mengenai instrument yang akan digunakan DPR-RI untuk mengendus kasus dugaan kerugian negara di PT Asuransi Jiwasraya, milik BUMN. Hanya saja, Komisi VI DPR-RI sudah sepakat pada satu kata ; melakukan penuntasan dengan jalan membentuk panitai khusus (pansus) atau panitia kerja (panja).  

Seperti diketahui, politikus Partai Demokrat Andi Arief meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tinggal diam terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, dengan mengarahkan partai politik pendukungnya di parlemen. Seperti tersengat dengan kasus ini, Komisi VI DPR menyebut usulan itu sudah muncul dalam rapat sebelumnya dan segera ditindaklanjuti.   

Lebih lanjut Martin menyebut bahwa menyebut urusan Jiwasraya harus mendapatkan perhatian. Kasus ini melibatkan banyak pihak sehingga harus segera ditindaklanjuti. “(Kasus Jiwasraya) Salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian karena melibatkan banyak orang sebagai nasabah, bahkan ada juga yang berasal dari nasabah luar negeri,” ucap Martin.   

Kasus ini tengah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam penyidikan awal, Kejagung sudah menaksir angka kerugian negara di kasus korupsi ini, yaitu sekitar Rp 13,7 triliun. Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menilai Jiwasraya telah melanggar prinsip kehati-hatian dalam hal berinvestasi. Menurut Burhanuddin, Jiwasraya malah menempatkan 95 persen dana di saham yang berkinerja buruk.  

Masalah keuangan yang menimpa  Jiwasraya disebut terjadi sejak beberapa tahun lalu. Hal ini karena pengurus lama tidak menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya. Anggota komisi VI DPR, Mukhtaruddin mendesak agar hasil audit yang telah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bisa dibuka.  

Hal ini, kata dia, bertujuan untuk mengungkap adanya kesalahan pengelolaan investasi perseroan dan dugaan adanya korupsi yang dilakukan direksi lama. Dia menjelaskan, masalah yang terjadi di Jiwasraya bukan merupakan kesalahan direksi baru. Melainkan, masalah defisit keuangan perseroan merupakan kesalahan direksi lama yang dinilai sudah merupakan perampokan terstruktur.  

“Saya sepakat ini ada perampokan terstruktur, karena tidak mungkin investasi yang dilakukan tanpa ada kehati-hatian pasti ada unsur kesengajaan,” kata dia di ruang komisi VI DPR, Jakarta. Ia juga meminta penegak hukum bisa segera memproses adanya dugaan korupsi yang dilakukan manajemen dan direksi lama. “Infonya Kejagung juga udah masuk,” katanya.  

“Perlu ada pencekalan terhadap direksi lama yang terindikasi terlibat. Orang lama yang harus bertanggungjawab. Ini malah direksi baru yang selamatkan iya,” jelas dia. Dia mengapresiasi langkah direksi baru Jiwasraya dalam menyelamatkan perusahaan. Terlebih saat ini, perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia tengah menghadapi defisit hingga Rp 32 Triliun akibat kesalahan yang dilakukan direksi lama.  

“Yang pertama tentu kita apresiasi pada pak Hexana selamatkan asuransi ini, sampai dari segi menenangkan nasabah. Makanya kita harus bekerjasama,” ujar Mukhtaruddin. Sedang anggota Komisi VI lainnya, Rieke Diah Pitaloka mendesak Kepolisian dan pihak Imigrasi mencekal manajemen lama Jiwasraya untuk mengungkap adanya dugaan korupsi.   “Pertama direksi yang ada adalah baru semua. Artinya publik juga harus tahu bahwa ini bukan direksi yang akibatkan persoalan Jiwasraya seperti ini. Jadi mohon ada cekal untuk direksi lama,” ujar Rieke dalam Rapat Dengar Pendapat di Jakarta. (KRJ/NN)

 

Bahana Artha Ventura Bantu Mitra Binaan

DENPASAR ( Merdeka News ) : Bahana Artha Ventura (BAV), semakin gencar menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efektifitas penyaluran kredit Program Kemitraan (PK) demi mendorong  Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) bisa naik kelas, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian ditengah-tengah kondisi perekonomian sekarang ini.

BAV anak perusahaan plat merah  PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) telah menjalin kerjasama dengan 16 BUMN untuk menyalurkan Program Kemitraan guna menopang permodalan UMKM yang menjadi mitra binaannya.  Pinjaman disalurkan ke berbagai sektor mulai dari pertanian, industri,  peternakan, perdagangan hingga jasa. BAV menyalurkan pinjaman kemitraan melalui 17 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD), dengan total outstanding melebihi Rp 500 miliar.

“Dengan jaringan PMVD yang sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia dan mengedepankan prinsip penyaluran kredit yang penuh kehati-hatian sehingga tidak ada kredit yang bermasalah, kami pastikan kedepan masih akan ada tambahan BUMN yang bekerja sama dengan kami untuk membiayai UMKM,” ujar Direktur Utama BAV M. Sidik Heruwibowo.

 
Sampai akhir 2019, BAV memperkirakan total outstanding penyaluran kredit  mencapai Rp 507 miliar, yang diberikan kepada hampir 5.000 mitra binaan di seluruh Indonesia.  Tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah Program Kemitraan yang disalurkan melalui BAV cukup lancar tercermin pada tingkat NPL sebesar 0%.  Pinjaman Program Kemitraan ini sangat membantu usaha kecil karena bunga yg rendah, yaitu 3% bahkan lebih rendah dari tingkat bunga acuan atau BI 7-days Repo Rate yang sebesar 5%.

Ditengah-tengah kondisi perekonomian domestik yang tertekan sebagai dampak dari ketidakpastian di pasar global, BAV menyadari permintaan kredit sepanjang tahun ini tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya, dan bahkan ada beberapa mitra binaan yang mengalami tantangan dalam menjalankan usahanya namun dengan adanya pendampingan yang diberikan PMVD dan BAV mitra binaan tetap mampu menghadapi tantangan tersebut.

“Kedepan, dengan menggandeng  BUMN kami ingin lebih besar lagi memberikan pembiayaan Program Kemitraan bagi mitraan binaan, sehingga UMKM Indonesia mampu naik kelas menjadi perusahaan go public yang mampu bersaing di pasar global,” tambah Sidik Heruwibowo. ***

Penyaluran KPR CIMB Niaga Melonjak 12,6 Persen

JAKARTA ( Merdeka News ) : Penyaluran kredit  kepemilikan rumah ( KPR)  PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga)  per 30 September 2019,  mencapai Rp 32,84 triliun, atau mengalami peningkatan atau lonjakan 12,6  persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 29,41 triliun.

“Penyaluran kredit untuk KPR CIMB Niaga tiap tahun meningkat. Pada tahun 2017 lalu yang disalurkan mencapai Rp 23,6 triliun pada tahun 2018 mencapai Rp 29,41 triliun dan pada tahun 2019 mencapai Rp 32,84 triliun atau meningkat 12,6 persen,” kata Mortgage & Indirect Auto Business Head CIMB Niaga, Heitje Mogi, dalam acara bincang bincang dengan media, di Jakarta, Rabu (13/11).

Dikatakan, tingginya penyaluran kredit tersebut, karena CIMB Niaga terus menggenjot pembiayaan di sektor syariah. Adapun pembiayaan KPR syariah mencapai 35 persen dari total  kredit atau mencapai Rp 11,4 triliun atau meningkat 48 persen dari tahun 2018 yang mencapai Rp 7,7 triliun.

Dijelaskan, pembiayaan untuk KPR syariah terus meningkat, bila dilihat tahun  2017,  pembiayaannya mencapai Rp 4,75  triliun, pada tahun 2018 mencapai Rp 7,7 triliun dan 2019 mencapai Rpn11,49 triliun. “Salah satu strategi kami  dalam penyaluran ini adalah menggenjot pembiayaan di sektor syariah, terbukti, penyaluran pembiayaan syariah kami mencapai 35 persen atau sekitar Rp 11,4 triliun,” tegasnya.

Selain itu, CIMB Niaga terus agresif di bidang refinancing atau pendanaan, baik itu untuk rumah baru maupun rumah second.  Penyaluran kredit tersebut bisa mencapai 50 persen untuk pembiayaan KPR rumah baru dan 50 persen rumah second. 

“Dengan situasi saat ini, kami makin agresif di semua segmen dan semua market kami masukin, baik itu untuk kredit rumah baru, rumah second, dan semua segmen pasar kami masuk,” tegasnya

Dipaparkan, untuk menggenjot pertumbuhan KPR, kami juga menghadirkan beragam program promo yang menguntungkan. Terbaru kami berkolaborasi dengan developer rekanan menawarkan program KPR Xtra Spesial dengan suku bunga mulai dari 2,4 persen  fixed pada tahun pertama dan harga Spesial untuk biaya-biaya kredit. (KRJ)

Dirjen PPR : APBN 2019 Diprediksi Defisit 2,2 Persen

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mencapai 2 persen-2,2 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu naik dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 1,84 persen dari PDB.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan pelebaran defisit ini merupakan konsekuensi dari kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah di tengah perlambatan ekonomi global saat ini. Kementerian Keuangan memutuskan untuk lebih banyak menggelontorkan belanja demi menjaga ekonomi domestik.

“Potensi defisit APBN 2019 diperkirakan 2 persen-2,2 persen karena pemerintah mengimplementasikan kebijakan counter cyclical (penyangga ekonomi) untuk merespons kondisi ekonomi domestik dan global,” tutur Luky Alfirman.

Meski defisitnya kian melebar, tapi Luky menyatakan masih dalam angka yang aman karena belum menyentuh ambang batas maksimal sebesar 3 persen. Ia juga mengklaim defisit tak selamanya buruk asalkan konsumsi dan ekonomi domestik tetap tumbuh dengan baik.

“Adanya pelebaran defisit tidak buruk karena ini kan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mengelola ekonomi. APBN ini akan jadi stimulus supaya ekonomi tidak memburuk,” tambah Luky Alfirman. (KRJ/NN )

Apple Segera Luncurkan Produk Terbaru

JAKARTA ( Merdeka News ) : Perusahaan HP Apple dikabarkan akan memperkenalkan generasi baru AirPods pada akhir Oktober. Seperti halnya iPhone, AirdPods disebut juga menggunakan embel-embel ‘Pro’ sebagai penanda produk premium.

Perangkat audio Bluetooth ini disebut didukung teknologi noise reduction(peredam kebisingan). Dibandingkan generasi sebelumnya, AirPods Pro disebut menggunakan tambahan material metal pada casing.

Kabar kemunculan AirPods Pro sempat muncul beberapa saat setelah desain terbarunya sempat ditemukan pada iOS 13.2 versi beta.

Menurut 9to5Mac, produk dengan kode model B298 ini kabarnya memiliki mode pendengaran lebih baik dibanding pendahulunya. Gambar yang diduga sebagai prototipe AirPods Pro sempat dibagikan oleh SlashLeaks.

AirPods Pro disebut akan dipasarkan mulai dari US$260. Sementara AirPods generasi pertama saat ini dipasarkan US$159. ( RL/KJ )

Kabar bagus, Nilai Tukar Rupiah Makin Menguat

JAKARTA ( Medeka News ): Ada kabar bagus terkait dengan nilai tukar Rupiah. Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.138 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (04/10/2019) sore. Posisi ini menguat 0,24 persen dibanding penutupan pada Kamis (03/10/2019), yakni Rp14.172 per dolar Aerika Serikat.

Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.135 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin, yakni Rp14.193 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.124 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,02 persen, ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, dan yen Jepang menguat 0,13 persen.

Kemudian, baht Thailand menguat 0,31 persen dan won Korea Selatan menguat 0,71 persen. Di sisi lain, terdapat mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS, seperti dolar Hong Kong sebesar 0,02 persen, rupee India sebesar 0,09 persen, dan yuan China sebesar 0,36 persen.

Mata uang negara maju juga tercatat menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, euro menguat 0,1 persen, dan dolar Australia menguat 0,22 persen. (MN)