Category Archive : Hukum

Densus 88 Tangkap 12 Terduga Teroris di Jatim

SURABAYA ( Merdeka News ) : Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri menangkap 12 terduga teroris di berbagai wilayah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, serta Malang.

“Dalam operasi penangkapan di Jawa Timur, tim Densus 88 menangkap 12 orang terduga teroris,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Argo belum menjelaskan lebih rinci ihwal penangkapan terhadap belasan terduga teroris tersebut. Dari informasi yang dihimpun, kedua belas terduga teroris itu yakni UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, dan MI. (Nn)

Kapolri Tak Beri Toleransi Anggota Terlibat Narkoba

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo janji memberikan penghargaan kepada jajarannya yang dapat mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan personel kepolisian. Janji tersebut diutarakan Listyo melalui telegram Kapolri dengan nomor ST/331/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 19 Februari 2021.

“Memberikan reward terhadap anggota yang berhasil ungkap jaringan narkoba yang melibatkan anggota/PNS Polri,” tulis telegram yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Inspektur Jenderal, Ferdy Sambo.

Dalam surat Telegram itu, Listyo memberi peringatan kepada seluruh jajarannya agar tidak main-main dan terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Kapolri memerintahkan agar anggota yang menyimpang, mengedarkan, mengkonsumsi ataupun terlibat dalam jaringan organisasi narkoba diberi hukuman.

Hukuman juga berlaku bagi mereka yang memfasilitasi ataupun menyalahgunakan wewenang dan jabatannya dalam memberikan beking terhadap penyalahgunaan dan peredaran barang haram itu. Dia menegaskan Polri tak akan memberikan toleransi terhadap setiap keterlibatan anggota Polri dalam kasus narkoba. (Nnm)

Polri Hormati Hasil Investigasi Komnas HAM Soal Laskar FPI

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono menghormati hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) soal kasus penyerangan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

“Tentunya yang pertama Polri menghargai hasil investigasi dan rekomendasi dan Komnas HAM,” kata Argo di Mabes Polri.

Menurut Argo, apabila nantinya sudah diterima secara resmi dari Komnas HAM, maka polisi akan segera menentukan langkah selanjutnya.

“Tentunya akan kami pelajari rekomendasi maupun surat itu yang masuk ke Polri,” ujar Argo.

Selain itu, Argo menekankan, sejak awal, dalam menyelidiki kasus penyerangan Laskar FPI ini, polisi sudah bekerja secara profesional, terbuka dan merangkul seluruh pihak eksternal yang ingin membantu mengungkap perkara ini hingga tuntas.

“Penyidik maupun Polri dalam melakukan suatu kegiatan penyidikan suatu tindak pidana tentunya berdasarkan keterangan saksi, keterangan tersangka, barang bukti maupun petunjuk. Tentunya nanti semuannya harus dibuktikan di sidang pengadilan,” ucap Argo mengakhiri pernyataannya. (Tnp)

Bebas, Abu Bakar Baasyir Langsung Menuju Sukoharjo

BOGOR ( Merdeka News ) : Mantan narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir langsung menuju kediamannya di Sukoharjo, Jawa Tengah, usai dinyatakan bebas murni dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat pagi.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika Aprianti dalam keterangan tertulis di Jakarta mengatakan perjalanan Baasyir menuju kediamannya tersebut memperoleh pengawalan dari Densus 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Perjalanan ABB (Abu Bakar Baasyir) menuju kediaman di Sukoharjo, selain didampingi keluarga dan tim pengacara, juga dilakukan pengawalan oleh Densus 88 dan BNPT,” ucap Rika, Jumat (8/1/2021).

Sebelum dibebaskan, Baasyir terlebih dahulu melewati proses administrasi dan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Rika mengatakan hasil tes cepat antigen Baasyir dinyatakan negatif Covid-19.

Selanjutnya, Baasyir diserahterimakan kepada pihak keluarga dan tim pengacara yang datang menjemput sejak tengah malam.

“ABB diserahterimakan dengan pihak keluarga dan tim pengacara yang datang menjemput, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang di antaranya adalah membawa surat hasil tes usap Covid-19 negatif,” ungkap Rika seperti dikutip Antara. (Nn)

Sidang Perdana Praperadilan Rizieq Shihab Digelar di PN Jaksel

JAKARTA ( Merdeka News ) : Sidang perdana praperadilan Rizieq Shihab akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Senin 4 Januari 2021. Praperadilan dilakukan untuk menguji status tersangka dan penahanan Rizieq terkait kerumunan di Petamburan dan Tebet, Jakarta.

Kepala Humas PN Jaksel, Suharno mengatakan, pihaknya telah meminta kepolisian memberikan pengamanan ekstra saat sidang perdana praperadilan Rizieq Shihab digelar.

“Kita minta pengamanan pihak kepolisian. Kita tidak mau ambil risiko. Jadi jika ada hal-hal yang tidak kita inginkan, kita persiapkan,” kata Suharno saat dikonfirmasi, Minggu (3/12/2020).

Suharno menjelaskan, hal yang tidak diinginkan adalah adanya gangguan saat jalannya persidangan, selain potensi kerumunan dari massa simpatisan.

“Kalau ada massa kita sudah persiapkan pengamanan. Jangan sampai mengganggu khususnya sidang, umumnya kamtibmas,” jelas dia.(Nnm)

Polisi Tidak Istimewakan Rizieq Shihab

JAKARTA ( Merdeka News ) : Polisi memastikan kondisi Imam Besar FPI, Rizieq Shihab dalam keadaan sehat pada Minggu (13/12/2020) siang hari. Diketahui, Rizieq Shihab ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya usai menjadi tersangka penghasutan terkait kerumunan massa di Petamburan beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan bahwa pihaknya tidak membeda-bedakan tahanan selama menjalani proses hukum. “Kondisinya sehat, kami masih tetap pantau,” ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (13/12/2020).

Dia menjelaskan bahwa para tahanan lain yang juga mendekam di balik jeruji besi itu tetap dipantau kesehatannya oleh Biddokkes Polda Metro Jaya. “Sama juga dengan tahanan-tahanan yang lain tetap masalah kesehatan, masalah makan tetap kami siapkan,” ucap dia.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengungkapkan, salah satu alasan subyektif penyidik menahan tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab ialah agar tersangka tidak melarikan diri.

Selain itu, menurutnya, penyidik memiliki dua alasan subyektif lain menahan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut, yaitu agar tidak menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatan pidana serupa. (Nnm)

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Pengepungan Rumah Mahfud MD

SUABAYA ( Merdeka News ) : Kepolisian Resor Pamekasan bersama Kepolisian Daerah Jawa Timur, berhasil menangkap AD, salah seorang pelaku pengepungan rumah Menkopolhukam Mahfud MD.

AD telah ditetapkan tersangka karena diduga telah melontarkan ancaman pembunuhan saat melakukan pengepungan rumah orang tua dari Mahfud MD, di Pamekasan, Madura.

“Polda Jatim bersama Polres Pamekasan berhasil melakukan penangkapan tersangka berinisial AD,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim, Inspektur Jenderal Nico Afinta.

Nico mengatakan bahwa AD diduga telah melontarkan ancaman pembunuhan kepada Mahfud, saat aksi pengepungan. Ancaman itu terekam dalam bukti video.

“Mahfud Keluar! Kalau Habib Rizieq dijadikan tersangka dan ditahan, bakar rumah Mahfud! Dan Bunuh Mahfud!” teriak AD dalam video bukti tersebut.

Selanjutnya, ancaman itu juga mengakibatkan keluarga dan orang tua Mahfud ketakutan. Pihak Mahfud, kata Nico, kemudian melapor ke Polres Pamekasan.

“Kemudian kita tau bersama ada ucapan berisi ancaman terhadap diri pribadi, sehingga muncul rasa takut dan ini dilakukan beberapa orang namun ada satu orang yang mengucap bunuh-bunuh,” kata dia.

Saat diperiksa, Nico mengatakan bahwa hal itu AD lakukan, lantaran terpengaruh dan terdorong oleh kelompok yang diikutinya.

Selain mengamankan AD, polisi juga telah mengantongi barang bukti berupa rekaman yang berisi kalimat ancaman pembunuhan, serta pakaian yang digunakan AD saat kejadian antara lain, jacket jumper warna abu-abu bertuliskan ‘AHHA’, celana panjang jeans warna biru dan kaca mata hitam. (Nn)

Polda Jabar Bentuk Tim Khusus Terkait Video Azan Jihad

BANDUNG ( Merdeka News ) : Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membentuk tim guna mengusut persoalan video azan jihad yang viral di media sosial. Kasus ini diselidiki lantaran dianggap meresahkan.

Aksi sejumlah pria mengganti lafaz azan ‘hayya ala sholah’ menjadi ‘hayya ala jihad’ atau marilah kita jihad itu diduga direkam di daerah Majalengka, Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago mengatakan proses penyelidikan itu melibatkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar serta Polres Majalengka.

“Masalah kasus azan dari ‘hayya ala sholah’ ke ‘hayya alal jihad’ yang di Majalengka sekarang sudah dilakukan penyelidikan, laporannya juga sudah ada. Tim dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut karena (kasus) ini sangat meresahkan,” kata Erdi.

Dalam penyelidikan ini, Erdi menyatakan polisi tengah memburu penyuruh sekelompok orang mengganti kalimat azan menjadi ajakan jihad.

“Jadi sekali lagi penyidik dari Polda Jabar dan penyidik dari Polres Majalengka akan menyelidiki siapa yang memviralkan dan siapa yang menyuruh,” ucapnya.

Erdi mengatakan penyidik fokus menyelidiki indikasi suruhan kepada sekelompok orang di Majelengka tersebut untuk mengkumandangkan azan ajakan Jihad. (Nn)

KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi Tersangka Kasus Perizinan RS

JAKARTA ( Merdeka News ) : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhamad Priatna (AJM) sebagai tersangka. Ajay Priatna ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit (RS) Kasih Bunda, Cimahi, tahun anggaran 2018-2020.

Selain Ajay Priatna, KPK juga menetapkan satu tersangka lainnya yakni, Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda, Cimahi, Hutama Yonathan (HY). Hutama Yonathan ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Ajay Priatna.

“Terkait kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua orang tersangka,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2020).

Dalam perkara ini, Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. Uang sebesar Rp1,661 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan. Uang itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

Atas perbuatannya, sebagai penerima suap, Ajay disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai pemberi suap, Hutama Yonathan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Okz)

Rumah Pedagang Pakaian Digerebek Densus 88

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Petugas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menggledah salah satu rumah di Padukuhan Ngawu, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Gunungkidul dan mengamankan sejumlah barang bukti Rabu (30/9).

Menjelang penggeledahan, ratusan personel kepolisian memblokade lokasi dengan bersenjata lengkap radius sekitar 100 meter dari lokasi tempat kediaman seseorang berinisial Was (50) yang diketahui mengontrak rumah kosong dan jadi sasaran penggedahan Densus 88 tersebut.

“Penghuni rumah kontrakan tersebut adalah satu keluarga berasal dari Semarang, Jawa Tengah dan tinggal di tempat tersebut sudah sekitar enam bulan,” kata Suryono Ketua RT 02 Padukuhan Ngawu, Playen, Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setyawan SIK saat dihubungi belum bersedia menjelaskan secara rinci kegiatan penggeledahan yang diduga terkait dengan jaringan teroris tersebut ada penangkapn terhadap terduga teroris atau tidak. Pihaknya hanya diminta untuk membantu melakukan pengamanan lokasi.

Sementara beberapa warga sekitar juga mengaku tidak mengetahui keberadaan penghuni rumah Was yang diketahui berasal dari Semarang, Jawa Tengah tersebut. Bahkan mereka juga tidak menduga jika warga baru yang mengontrak rumah tersebut ternyata menjadi target Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Dari keterangan tetangga, selama ini Was diketahui aktivitasnya sehari-hari adalah pedagang pakaian di Pasar Playen, Gunungkidul dan Pasar Dlingo Bantul.

“Saat penggrebekan hanya ada istrinya yang berada di rumah,” kata Lurah Ngawu Wibowo Dwi Jatmiko di lokasi kejadian.

Dari keterangan warga setempat pagi sebelum penggrebekan, Was masih beraktivitas seperti biasa bahkan bersama warga setempat masih menunaikan Salat Subuh berjamaah di masjid sekitar, Namun setelah agak siang warga setempat sudah tidak mengetahui keberadaan Was dan mendadak dikejutkan sekitar rumah kontrakan tersebut sudah banyak petugas kepolisian dengan bersenjata lengkap. (KR)