Category Archive : Internasional

Mayoritas Transaksi Ekonomi Digital ASEAN Berasal dari Indonesia

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pengendalian pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah menunjukkan keberhasilan. Hal ini terlihat dari Jumlah Kasus Harian pada 24 Oktober 2021 yang jauh lebih rendah daripada negara lain, di mana hanya terdapat 2,72 kasus per 1 juta penduduk.

Angka Reproduction Rate (Rt) pada 22 Oktober 2021 yang sebesar 0,71 menjadi angka Rt yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lainnya dan dalam kategori terkendali. Penurunan Angka Rt hingga di bawah 1 atau di kisaran 1 menandakan adanya penurunan angka infeksi di komunitas sekaligus memperlihatkan pandemi mulai terkendali.

Dengan keberhasilan mengatasi peningkatan kasus baru dalam dua bulan terakhir ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2021 akan dapat menyusul angka pertumbuhan di triwulan sebelumnya. Pada Triwulan II-2021 yang lalu, perekonomian Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage yakni mencapai 7,07% (yoy).

Pertumbuhan yang cukup tinggi tersebut juga didorong oleh permintaan yang meningkat pada sektor informasi dan komunikasi karena terjadi pergeseran perilaku masyarakat ke arah ekonomi digital, terutama di masa pandemi yang mengharuskan masyarakat membatasi kegiatannya di luar rumah. Situasi ini menjadi peluang untuk akselerasi transformasi digital di berbagai sektor ekonomi yang akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas ekonomi digital di Indonesia yang terus meningkat, bahkan 41,9% total transaksi ekonomi digital ASEAN selama 2020 berasal dari Indonesia yang mencapai US$44 miliar, dan di 2025 diproyeksikan mencapai US$124 miliar,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara The 1st International Conference on Humanities and Social Sciences (ICHSS) 2021. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh President University secara virtual pada Selasa (26/10) dengan mengambil tema “The Opportunities of Crisis: International Experiences and Best Practices in the Time of Covid-19 and Beyond in Society 5.0”.

Teknologi digital digunakan dalam berbagai sektor ekonomi dan bisnis, seperti fintech, e-commerce, layanan kesehatan/pendidikan/transportasi online, maupun Internet of Things (IoT). Khusus untuk layanan kesehatan dan pendidikan diprediksi akan menjadi sangat besar kontribusinya dalam ekonomi digital ke depannya.

“Namun, untuk sekarang, e-commerce adalah sektor utama yang mendukung ekonomi digital di Indonesia. Sebanyak 72,73% dari total transaksi ekonomi digital di Indonesia berasal dari e-commerce. Pada 2020, nilai e-commerce mencapai US$32 miliar, dan diproyeksikan akan mencapai US$83 miliar di 2025,” jelas Menko Airlangga.

Menurut Airlangga, Indonesia memiliki bonus demografi yang mendukung pembentukan ekosistem digital yang berkelanjutan. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Generasi Z dan Milenial berusia 8 s.d. 39 tahun yang memiliki tingkat adopsi digital tinggi. Sementara, terdapat 37% konsumen baru ekonomi digital yang muncul selama pandemi Covid-19 dan 93% di antaranya akan tetap memanfaatkan produk ekonomi digital pasca pandemi Covid-19 (Google, Bain, Temasek; 2020).

Peran dari para anak muda yang termasuk Generasi Z dan Milenial dalam era digital ini antara lain sebagai talenta digital, wirausahawan digital, ataupun konsumen potensial dari produk-produk domestik. Namun, dunia wirausaha di Indonesia yang didominasi oleh pengusaha milenial (25-34 tahun) tersebut juga mencatat Rasio Wirausaha yang masih rendah yakni 3,30% di 2019 dan 3,47% di 2020 (Kemenkop UKM, 2020).

Pemerintah juga telah berupaya mengakselerasi pembentukan talenta digital dan pengembangan ekonomi digital dengan melakukan pembangunan infrastruktur seperti akses internet 5G dan data center, melakukan pelatihan melalui Program Kartu Prakerja dan Digital Leadership Academy, mengeluarkan regulasi UU Cipta Kerja dan aturan pelaksanaannya, mengembangkan ekosistem UMKM digital, serta menyediakan fasilitas pembiayaan untuk membantu perusahaan rintisan (start-up) di bidang teknologi digital.

Indonesia pun harus siap menghadapi perubahan menjadi Society 5.0, di mana sejumlah besar informasi dari sensor wilayah fisik diakumulasikan ke dalam wilayah maya (cyberspace). Dalam cyberspace, big data dianalisis oleh Artificial Intelligence (AI), dan hasilnya akan dikembalikan ke wilayah fisik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kuncinya adalah tetap kita harus membangun talenta digital dan meningkatkan literasi digital kepada masyarakat umum,” imbuh Menko Airlangga.

Menko Airlangga menambahkan, semua pemangku kepentingan mempunyai peran penting dalam pengembangan kewirausahaan dan ekosistem digital, termasuk dari Lembaga Pendidikan Tinggi atau Universitas.

“Kita menggunakan konsep pentahelix yang di dalamnya terdapat unsur Pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media. Di sini, Pemerintah menjadi fasilitator juga regulator, sementara akademisi menjadi pencetus kurikulum kewirausahaan yang bagus, dan pendorong penciptaan lebih banyak lagi perusahaan start-up yang dimulai dari inovasi mahasiswa,” pungkasnya. (Nng)

Transformasi Digital Peluang Baru Pengembangan Bisnis ASEAN

JAKARTA ( Merdeka News ) : Chairmanship Brunei Darussalam di ASEAN 2021 mengangkat tiga tema penting yaitu: Pemulihan, Digitalisasi dan Keberlanjutan. Sebagai respon tema digitalisasi, pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-20 turut mengundang Menteri Informasi dan Komunikasi dari seluruh negara anggota ASEAN untuk berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama mewujudkan transformasi digital di ASEAN.

ASEAN memandang transformasi digital akan memberikan peluang baru untuk pengembangan bisnis dan berkontribusi pada pemulihan pasca pandemi secara berkelanjutan di kawasan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan MEA mendukung penuh upaya berkelanjutan pada peningkatan keterampilan digital UMKM melalui berbagai inisiatif di ASEAN, seperti ASEAN SME Academy, Go Digital dan ASEAN Access, dan integrasi UMKM ke dalam Rantai Pasok Global (Global Value Chain).

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri AECC (Pertemuan Tingkat Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN) ke-20 yang digelar secara virtual pada Senin (18/10) di Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Minister at the Prime Minister’s Office and Minister of Finance and Economy II, Brunei Darussalam, Dato Dr. Amin Abdullah ini dihadiri oleh seluruh Menteri Dewan MEA dari 10 Negara Anggota ASEAN.

“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam merancang kebijakan dan regulasi mengelola disrupsi dan memaksimalkan keuntungan dari ekonomi digital melalui pendekatan kolektif transformasi digital di ASEAN,” sambung Airlangga.

Pertemuan menyepakati 2 (dua) dokumen penting sebagai komitmen pengembangan ekonomi digital yaitu: (1) Bandar Seri Begawan Roadmap to Accelerate ASEAN’s Economic Recovery and Digital Economy Integration; dan (2) ASEAN Leaders’ Statement on Advancing Digital Transformation in ASEAN.

Lebih jauh Menko Airlangga menekankan kondisi pandemi telah mengakselerasi proses transformasi digital di dunia termasuk di ASEAN. Menko juga mengajak negara-negara ASEAN untuk memanfaatkan pasar internet yang tumbuh cepat di dunia untuk membangun ekonomi digital ASEAN seperti e-commerce, dukungan pada travel dan ride hailing. Sementara itu, Edutech dan Healthtech menjadi sektor utama pendukung ekonomi digital baru di ASEAN di masa pandemi. Sebagai gambaran, pengguna internet di ASEAN meningkat dari 260 juta pada 2015 menjadi 400 juta pada 2020. Hingga Januari 2021, penetrasi pengguna internet di ASEAN telah mencapai 69%.

Menko Airlangga menginformasikan kepada negara-negara ASEAN saat ini Indonesia tercatat telah memiliki 1 decacorn startup yaitu GoTo (Gojek-Tokopedia) dan 6 unicorn startup yaitu, Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T Express, Xendit (Payment Gateway) dan yang terbaru yaitu Ajaib (Fintech). Indonesia juga dalam Forum G20 Innovation League 2021 yang dilaksanakan di Sorrento, Italia memenangkan 2 penghargaan untuk stratup inovasi unggulan yaitu Nalagenetics (kategori Mobility and Healthcare) dan Ruangguru (kategori Artificial Intelegence).

Untuk mendukung agenda transformasi digital dimana Pemerintah sebagai fasilitator, Menko Airlangga menekankan 5 hal, yaitu: (a) Penciptaan regulasi yang inklusif, koheren dan holistik untuk pengembangan ekonomi digital dan mendukung inovasi; (b) Memperluas infrastruktur telekomunikasi dan menjamin akses internet yang terjangkau; (c) Memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dalam penelitian dan perumusan kebijakan; (d) Mempercepat literasi digital dan mempersiapkan talenta digital; dan (e) Meningkatkan produktivitas dan inovasi melalui digital di sektor publik.

Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian utama dengan mengupayakan pembukaan kembali sektor pariwisata yang aman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Indonesia telah membuka kembali Bali, Batam dan Bintan sebagai tujuan wisata internasional pada 14 Oktober 2021, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), melalui standar nasional dan sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (CHSE).

“Pada isu prioritas Sustainable, Indonesia memberikan dukungan dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan dan menciptakan peluang peluang pekerjaan hijau. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional dengan berkomitmen mengurangi limbah makanan hingga 50% dan limbah tekstil hingga 14%,” ujar Menko Airlangga.

Isu krusial lain yang dibahas adalah hasil dari MTR Cetak Biru MEA 2025 di mana peningkatan nilai perdagangan intra-ASEAN yang relatif moderat selama beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Menko Airlangga menjelaskan perlunya mendorong hasil dari MTR ini sebagai katalis efektivitas program-program strategis yang lebih tepat sasaran berdasarkan parameter terukur dan dapat tercapai. Program blue economy dan green economy perlu menjadi perhatian sebagai mesin pertumbuhan baru dan menjaga ASEAN tetap relevan dengan perkembangan global.

Indonesia yang akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2023 memegang peranan penting dalam merumuskan arah ASEAN pasca 2025. Ada 5 (lima) isu penting yang perlu menjadi perhatian yaitu: a) Digitalisasi, teknologi dan inovasi, b) Kesehatan Publik, c) Perubahan Iklim dan kelangkaan sumber daya, d) Perubahan kekuatan ekonomi global, dan e) Pergeseran demografi dan urbanisasi.

“ASEAN Community Post-2025 Vision perlu memperhatikan kondisi yang terjadi saat ini melalui peningkatan kolaborasi penelitian dan pengembangan bidang bioteknologi khususnya untuk mendukung kapasitas produksi vaksin di ASEAN. Pembahasan lebih lanjut terkait penyusunan ASEAN Community Post-2025 Vision perlu melibatkan tiga pilar, terutama dalam membahas isu-isu lintas sektoral yang sedang berkembang dan kapasitas mekanisme kelembagaan ASEAN,” pungkas Airlangga.

Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan dalam pertemuan virtual ini yaitu Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan. (Nng)

Indonesia Dorong Implementasi Kesetaraan Gender di Asean

JAKARTA ( Merdeka News ) : Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan The 4th ASEAN Ministerial Meeting on Women (AMMW) mulai menggelar sejumlah agenda.

Diawali agenda Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA) dalam hal ini Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Lenny N Rosalin sebagai ACW Focal Point Indonesia menerima handover Chairpersonship periode 2021-2022 dari ACW Kamboja.

Hal itu dilakukan pada saat pelaksanaan Sidang 20th ASEAN Commmitte on Women (ACW) pagi tadi. Sebagai ACW Chair, Lenny akan bertugas memimpin seluruh Sidang ACW dan memastikan pelaksanaan ACW Work Plan 2021-2025 berjalan dengan baik. Sebagai ACW Chair, Lenny juga akan mewakili ACW dalam berbagai acara cross sectoral dan cross pilar di ASEAN.

“Suatu kehormatan bagi saya untuk berdiri di sini hari ini dan memimpin Pertemuan ACW ke-20. Saya ingin menegaskan kembali pentingnya komitmen kami untuk melaksanakan mandat ACW untuk mengarusutamakan gender di tiga Pilar Komunitas ASEAN dan melibatkan Badan Sektoral ASEAN untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan,” ujar Lenny.

Dalam kesempatan itu, Lenny mengucapkan terima kasih atas kesepakatan seluruh negara peserta dalam menyelesaikan implementasi Rencana Kerja ACW tahun 2016-2020. Ia juga meminta para focal point ACW untuk bersama-sama mengimplementasikan Rencana Kerja ACW 2021-2025 berikutnya.

“Saya menantikan implementasi Tahap 1 Rencana Kerja ACW 2021-2025, khususnya penyampaian masukan ACW tentang Sistem Monitoring dan Evaluasi,” tambah Lenny.

Lenny berharap pada Pertemuan ACW ke-21 berikutnya yang akan diselenggarakan di Laos pada tahun 2022, seluruh negara peserta dapat kembali berkumpul bersama membahas implementasi Rencana Kerja ACW selanjutnya. (Tnp)

Uni Emirat Arab Damaikan Perselisihan Turki – Iran

ABU DHABI ( Merdeka News ) : Uni Emirat Arab berusaha menjembatani perselisihan Turki dengan Iran, melalui dialog untuk menghindari konfrontasi baru di kawasan itu ketika negara Teluk itu mulai membangkitkan ekonominya pasca COVID-19.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pejabat senior dan penasihat diplomatik Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash. Ia mengatakan bahwa ada ketidakpastian tentang komitmen Amerika Serikat (AS) terhadap kawasan itu dan kekhawatiran mengenai ‘perang dingin yang membayangi’ antara Washington dan Beijing.

Negara-negara Teluk dikenal memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan China. Tapi juga sangat bergantung pada payung militer AS, terkecuali Iran, yang berseteru dengan AS terkait usaha menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 serta kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan di Afghanistan setelah penarikan AS.

“Kita akan melihat dalam periode mendatang apa yang sebenarnya terjadi sehubungan dengan jejak Amerika di kawasan itu. Saya rasa kita belum tahu, tetapi Afghanistan jelas merupakan ujian dan sejujurnya itu adalah ujian yang sangat mengkhawatirkan,” kata Gargash, dilansir dari Reuters.

“Bagian dari apa yang perlu kita lakukan adalah mengelola wilayah kita dengan lebih baik. Ada ruang hampa dan setiap kali ada ruang hampa, ada masalah,” imbuhnya.

UEA telah bergerak untuk mengurangi ketegangan dengan terlibat dengan Iran dan Turki non-Arab, yang pengaruhnya telah dipindahkan untuk melawan konflik di Yaman, Libya dan di tempat lain di wilayah tersebut.

UEA dan Arab Saudi percaya kesepakatan nuklir 2015 cacat karena tidak menangani program rudal Iran dan jaringan proksi regional. UEA juga telah bergerak untuk memerangi kelompok-kelompok Islam seperti Ikhwanul Muslimin yang negara-negara Teluk lihat sebagai ancaman terhadap sistem pemerintahan dinasti mereka.

“Pemeriksaan ulang Turki baru-baru ini terhadap kebijakannya terhadap Mesir, Ikhwanul Muslimin dan terhadap Arab Saudi dan lainnya sangat disambut baik. Dan saya pikir bagi kami untuk datang di tengah jalan dan menjangkau sangat penting,” kata Gargash.

“Orang-orang Turki sangat positif tentang apa yang kami katakan kepada mereka,” katanya.

“Apakah saya sangat positif tentang jangkauan ke Iran? Ya. Apakah saya sangat positif bahwa Iran akan mengubah arah regionalnya? Saya harus mengatakan saya lebih realistis di sini, tetapi saya bertaruh Iran juga khawatir tentang vakum dan eskalasi,” imbuhnya.

Gargash mengatakan pandemi menempatkan prioritas non-politik di garis depan dan bahwa perhatian utama sekarang terperangkap di antara Amerika Serikat dan China.

“Kita semua sangat khawatir dengan perang dingin yang membayangi. Itu adalah berita buruk bagi kita semua, karena gagasan memilih bermasalah dalam sistem internasional, dan saya pikir ini tidak akan menjadi perjalanan yang mudah,” ungkapnya. (Brb)

Pameran Digital Perlindungan WNI Digelar Kemlu RI

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pameran digital bertajuk #NegaraMelindungi menjadi salah satu program terbaru dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI).

Lewat tema ini, pameran digital memamerkan hasil kerja keras tim Kemlu RI dan kantor perwakilannya di luar negeri dalam upaya melindungi WNI.

Teuku Faizasyah selaku Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri mengatakan, ada tiga tujuan utama dari pameran tersebut.

“Pertama, memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berjasa dalam melindungi WNI selama masa pandemi. Perwakilan RI di luar negeri, kementerian/lembaga kemitraan terkait, serta individu yang telah bekerja sama, bahu-membahu memastikan perlindungan WNI di seluruh dunia,” kata Faizasyah, dalam pembukaan pameran.

Bagi Faizasyah, COVID-19 memberi tantangan tersendiri bagi Kemlu RI dalam menjalani upaya perlindungan WNI.

“Butuh proses yang panjang untuk melakukannya,” kata Teuku Faizasyah.

“Tujuan kedua dari pameran adalah menciptakan desiminasi informasi yang inovatif dan kreatif, serta dapat diakses publik dengan mudah,” serunya.

Ini juga menjadi dukungan akuntabilitas publik terhadap program-program Kemlu RI. Ia mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan rangkuman dokumentasi kegiatan perlindungan WNI dari seluruh perwakilan RI di luar negeri.

Terdapat 75 foto dan video ditampilkan dalam pameran digital tersebut. Ke depannya, jumlah foto dan video akan ditambah lagi. (Nnm)

Korut Sibuk Cari Pengganti Kim Jong-un

KOREA UTARA ( Merdeka News ) : Korea Utara (Korut) dikabarkan tengah mencari peng­ganti sang pemimpin, Kim Jong-un. Isu pencarian penerus Kim muncul di tengah kekha­watiran kesehatannya mem­buruk setelah berat badannya turun tiba-tiba.

Dilansir dari The Sun, Minggu (29/8), pejabat senior Partai Buruh, Jo Yong-won yang baru-baru ini mendapatkan peran wakil kepemimpinan baru yang disebut didapuk untuk mencari suksesor Kim.

Pakar Korut, Michael Madden,menyebut sosok misterius Jo sebagai king maker yang akan menyiapkan Kim selan­jutnya.

“Kita bisa mengatakan mungkin Kim Jong-un menetapkan Jo Yong-won sebagai king maker yang membantu membimbing dan mengarah­kan penerus turun temurun,” kata Madden.

Madden pun mencontohkan langkah serupa yang dilakukan ayah Kim, Kim Jong-il, men­jelang akhir hayatnya. Pada 2007, Kim Jong-il mengalami stroke ringan.

Menurut Madden, masalah kesehatannya menjadi agak genting dan dia mulai bersiap untuk suksesi turun temurun. Dia mempercayakan kepada 5 atau 6 orang yang kesetiaan dan ambisinya tidak perlu dipertanyakan untuk dijadikan wali.

Wali ini adalah orang-orang yang mengambil kebijakan yang sangat besar dan sensitif.

“Ini adalah orang-orang yang membuat transisi dari Kim Jong-il ke Kim Jong-un berjalan efektif. Mereka se­mua mengawal Kim Jong-un melalui hari-hari di awal,” ujarnya.

Desas-desus memburuknya kesehatan Kim Jong-unterus bergulir bagai bola salju. Apalagi, desas-desus itu diiringiberbagai bukti.

Dia terlihat tampak lebih kurus dan disebut kehilangan berat badan lebih dari 18 kilogram pada Juli lalu. Belum lagi, foto Kim menggunakan perban kecil di kepala juga sempat beredar.

Meski demikian, menurut Madden, hal itu belum tentu menunjukkan kondisi keseha­tan Kim, menurun.

“Apa yang paling mungkin kita lihat adalah dia memi­lih menurunkan berat badan­nya sendiri. Itu alasan seperti orang-orang di seluruh dunia yang mengalami obesitas. Ini lebih baik untuk sistem kardio­vaskuler,” terang Madden.

Kim disebut-sebut sebagai perokok berat dan peminum. Dia dinilai gemuk sehingga berisiko masalah kesehatan.

Tahun lalu, Kim tidak ter­lihat dalam perayaan Hari Matahari pada 15 April. Kim muncul kembali setelah be­berapa pekan absen, di tengah spekulasi bahwa dia telah meninggal. [RM/DAY]

Kerjasama IMT-GT Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan perlunya memperkuat solidaritas dan kerja sama Sub-Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) untuk menanggulangi krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi.

Pernyataan ini disampaikan saat memimpin Delegasi Indonesia pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-27 yang digelar secara virtual pada Jumat (06/08/2021), di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut hadir Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Ekonomi) Malaysia YB Dato’ Sri Mustapa Bin Mohamed, Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith, Wakil Presiden Asian Development Bank (ADB) Ahmed M. Saeed, dan Sekretaris Jenderal Sekretariat ASEAN Dato’ Lim Jock Hoi.

“Kerja sama IMT-GT dibentuk untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, menghilangkan kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di tiga negara. Selama 28 tahun berkiprah, telah kita saksikan bahwa kerja sama ini tetap bertahan dari berbagai guncangan ekonomi yang melanda dunia. Jadi, dalam situasi krisis pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya, kita perlu meningkatkan solidaritas dan kerja sama untuk membantu rakyat kita keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga melanjutkan bahwa hari ini dirinya beserta Menteri Malaysia dan Thailand telah menyepakati untuk memastikan semua target dalam kerja sama IMT-GT dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita harus memanfaatkan platform Kerja Sama IMT-GT untuk mendorong proyek yang konkret bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan dengan tetap memperhatikan permasalahan yang terjadi saat ini seperti kesehatan, revolusi industri, ketahanan pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia, dan sumber daya berkelanjutan. Tak lupa, kita juga harus mempercepat transformasi dan adaptasi teknologi yang memainkan peran kunci untuk masa depan kerja sama IMT-GT,” tutur Menko Airlangga.

“Saya mendukung adopsi prinsip green dan blue economy serta circular economy dalam kerangka kerja Pemerintah untuk lima tahun ke depan. Berkaitan dengan hal ini, Indonesia juga tengah mengembangkan kebijakan sektor industri dengan konsep ekonomi sirkular melalui Standarisasi Industri Hijau,” lanjut Airlangga.

Melalui ekonomi sirkular, Indonesia diproyeksikan akan menciptakan 4,4 juta pekerjaan baru dan menambah US$42,2 miliar dari PDB pada 2030. “Saya yakin, kondisi serupa juga dapat diterapkan di negara-negara lainnya,” lanjutnya.

Meskipun tengah dilanda gelombang kedua pandemi, Indonesia beserta Malaysia dan Thailand tetap berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai program dan kegiatan dalam Cetak Biru Implementasi IMT-GT 2017-2021, serta menyusun kerangka kerja lima tahun berikutnya dalam Cetak Biru Implementasi IMT-GT 2022-2026.

Pada kesempatan pertemuan tersebut, para Menteri IMT-GT juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding on Geopark Colloboration antara tiga geopark yang masuk dalam UNESCO Global Geopark, yaitu: (i) Toba Caldera (Indonesia); (ii) Langkawi (Malaysia); dan (iii) Satun (Thailand). MoU tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama dan pertukaran pengalaman dalam pengelolaan geopark dengan prinsip-prinsip resiprositas, saling menghormati kesetaraan dan kemandirian masing-masing geopark.

Secara garis besar, Menko Perekonomian bersama para Signing Minister IMT-GT lainnya dalam pertemuan ini mendukung 3 (tiga) dokumen, yaitu: (1) 27th IMT-GT Joint Ministerial Statement; (2) Ministerial Report for 13th IMT-GT Summit 2021; dan (3) MoU on geopark Collaboration.

Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dalam kesempatan ini yaitu Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi. (Nnm)

Kerajinan Indonesia Dipamerkan di Paris

PARIS ( Merdeka News ) : Produk-produk kerajinan Indonesia dipamerkan di sebuah toko bernama Merci Beyond Bali, yang dibuat dengan tujuan untuk menghadirkan suasana Indonesia di Paris, di tengah pandemi COVID-19.

Mengutip kemlu.go.id, Senin (26/7/2021), produk Indonesia akan dipamerkan selama satu bulan penuh, sejak dibuka pada 21 Juli dan diresmikan pada Jumat 23 Juli.

“Merci Beyond Bali hadir mengobati rindu masyarakat Prancis yang tidak dapat berlibur menikmati keindahan budaya Indonesia dan hijaunya pemandangan di zamrud khatulistiwa akibat pandemi Covid-19,” sebut Duta Besar RI Paris, Arrmanatha Nasir pada acara pembukaan Merci Beyond Bali.

Promosi Merci Beyond Bali yang rencana awal dilakukan tahun 2020, tahun ini diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76.

Lobi utama toko Merci ditranformasi secara istimewa dalam dekor saung-saung di tengah pepohonan hijau dan sawah yang berundak-undak seperti di Bali.

Masing-masing saung menampilkan berbagai kekayaan kreativitas Indonesia yang disuguhkan oleh sekitar 28 merk dari Indonesia. Mulai dari produk fashion, busana, aksesoris dan pernak pernik, tas dan dompet, sampai dengan perabotan dan peralatan makan, semua bertuliskan “Made in Indonesia”.

Produk-produk yang dipamerkan merupakan hasil kurasi toko Merci sendiri, didatangkan dan dibeli Merci langsung dari Indonesia. Sejumlah barang pun sudah laku terjual di hari pertama promosi.

“CEO Merci menyampaikan kepada saya bahwa Merci akan melakukan repeat order untuk beberapa produk karena sudah sold out,” tutur Dubes RI.

Acara pembukaan Merci Beyond Bali yang dihadiri mitra KBRI Paris dari kalangan pengusaha, desainer, budayawan, media Prancis dan Indonesia serta kalangan Pemerintah dan Parlemen Prancis.

Acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Puspanjali dari Bali dan Tari Burung Enggang dari Kalimantan Timur, serta dilengkapi sajian kuliner khas Indonesia, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sebelum memasuki toko, para tamu harus menunjukkan bukti vaksinasi lengkap (Health Pass) sesuai dengan kebijakan Pemerintah Prancis. (Krj)

Sebanyak 327 WNI Akan Berhaji

JEDDAH ( Merdeka News ) : Arab Saudi mulai menggelar penyelengaraan ibadah haji 1442 H pada, Sabtu 17 Juli 2021. Tahun ini, kuota dibatasi hanya 60ribu, serta dikhususkan bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana.

Mereka dipilih dari lebih 500 ribu calon jemaah yang mendaftar. Dari 60 ribu jemaah haji, sebagian adalah warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Saudi.

“Saat ini sudah terdata 327 WNI yang menjadi jemaah haji tahun ini. Mereka adalah WNI yang selama ini sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jemaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi,” tegas Konsul Haji, KJRI Jeddah Endang Jumali.

Menurut Endang, jemaah yang sudah terdata ini terdiri atas unsur diplomat (KBRI dan KJRI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta mahasiswa Indonesia dan sejumlah WNI lainnya yang sudah lama menetap di Saudi.

“Proses pendataan WNI yang berhaji tahun ini masih dilakukan. Data kita akan terus berkembang. Mungkin baru final saat wukuf di Arafah atau menginap di Mina,” tambah Endang Jumali. (Kr)

Ceko Dukung Indonesia Bersama Menuju Global Economic Recovery

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menko Airlangga Hartarto telah menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Ceko Y.M. Mr. Richard Brabec yang disertai Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Y.M. Mr. Jaroslav Doleček, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko H.E. Ms. Martina Tauberová, dan Presiden Konfederasi Industri Republik Ceko Mr. Jaroslav Hanák. Pertemuan ini membahas tentang meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan, lingkungan hidup, energi, serta kesehatan, terlebih di tengah masa pandemi Covid-19 dan kondisi perekonomian global yang masih penuh dengan tantangan, kemarin, di Jakarta.

Di bidang perdagangan, keduanya sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang saat ini tengah dirundingkan kedua pihak. Dalam kaitan ini keduanya berharap penyelesaian perundingan dapat tercapai pada saat Ceko menjabat sebagai Presidensi Uni Eropa dan Indonesia menjabat sebagai Presidensi G20 di 2022. Hal ini diharapkan akan memberikan dorongan/boost dan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha nasional masing-masing dan dalam upaya menuju global economic recovery.

“Hubungan ekonomi bilateral kedua negara telah menunjukkan tren yang stabil meskipun pandemi dan dampak ekonomi global telah memaksa setiap negara untuk memperkuat upayanya untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan mitra ekonomi mereka,” ujar Menko Airlangga.

Dijelaskan oleh Menteri Brabec bahwa Presidensi UE dibawah Ceko nantinya juga akan mendukung langkah Pemerintah Indonesia dalam pengembangan Minyak Sawit berkelanjutan dan menegaskan bahwa UE sama sekali tidak menerapkan importation ban produk minyak sawit dari Indonesia. Untuk itu Ceko akan terus melakukan koordinasi dan konsultasi bersama Komisi dan Parlemen Eropa guna mendukung langkah Indonesia tersebut.

“Saya mengajak para pelaku bisnis Ceko untuk menjadi mitra pembangunan infrastruktur dan digitalisasi serta giat berinvestasi di Indonesia, sejalan dan seiring dengan langkah transformasi ekonomi dan reformasi struktural yang tengah dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini melalui UU Cipta Kerja. Upaya-upaya perbaikan regulasi akan terus dilakukan Pemerintah Indonesia guna menciptakan iklim investasi yang lebih baik, dibarengi dengan reformasi di bidang lingkungan hidup dan ketenagakerjaan yang berlandaskan pada ketentuan dan standar internasional,” ujar Menko Airlangga.

Kedua negara juga akan lebih mengintensifkan kerjasama di bidang lingkungan hidup antara lain di bidang penanganan sampah perkotaan dan pengelolaan sampah plastik dimana Ceko banyak memiliki keunggulan, pengalaman dan expertise. Selain itu telah diidentifikasi sejumlah kerja sama potensial kedua negara di bidang renewable energy guna penurunan emisi gas buang seperti hydropower, geothermal, tenaga surya, dan kerjasama pengembangan teknologi baterai untuk mobil listrik.

Sebagai sesama negara produsen batu bara, Ceko siap mendukung pemanfaatan batu bara yang bersih dan ramah lingkungan (clean coal technology). Kedua negara juga telah menyepakati pertukaran experts di bidang Sumber Daya Mineral melalui pembentukan Working Group dalam mekanisme kerjasama bilateral.

Terkait perubahan iklim, Indonesia terus berupaya untuk memenuhi National Determined Contributions (NDC) sesuai target Perjanjian Paris dan target yang terangkum dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Dijelaskan komitmen kuat Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi gas buang sebesar 29% (secara mandiri) dan 41% dengan dukungan dan kolaborasi internasional.

Dalam kesempatan ini, pihak Ceko memberikan apresiasi atas upaya Indonesia dalam menurunkan laju deforestasi di Indonesia dan untuk itu ditegaskan kembali kesiapan Ceko untuk mendukung dan bekerjasama lebih erat di bidang kehutanan.

Sehubungan dengan penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Ceko juga siap membantu dan bekerjasama dalam pengadaan vaksin, obat-obatan dan alat kesehatan yang akhir-akhir ini sangat dibutuhkan oleh banyak negara di dunia.

Kunjungan yang dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 menunjukkan komitmen kuat Ceko untuk senantiasa meningkatkan kerjasama bilateral dengan Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan dan lingkungan hidup. Selama kunjungan delegasi ke Indonesia, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam pertemuan ini, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Ceko, Y.M. Kenssy Dwi Ekaningsih, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian Fajar Wirawan Harijo. (Nnm)