Category Archive : Internasional

Amerika Siapkan Sanksi Baru untuk Rusia

AMERIKA ( Merdeka News ) : Amerika Serikat berencana menjatuhkan sanksi baru untuk Rusia terkait upaya meracun aktivis Alexei Navalny. Dua sumber di Gedung Putih menuturkan Presiden Joe Biden akan menjatuhkan sanksi bagi Rusia dengan dua keputusan presiden.

Kedua keppres itu yakni nomor 13661 yang diterbitkan saat Rusia mencaplok Krimea pada 2014 lalu, dan nomor 13382 yang diterbitkan pada 2005 terkait proliferasi senjata pemusnah massal.

Dua keppres itu memungkinkan AS membekukan aset-aset pemerintah dan entitas Rusia yang berada di Negeri Paman Sam. Sanksi AS ini juga melarang setiap perusahaan dan penduduk AS untuk berurusan dengan pihak Rusia yang masuk dalam daftar sanksi.

Sumber tersebut menuturkan beberapa individu dari Rusia akan menjadi sasaran sanksi baru pemerintahan Biden ini tanpa menjelaskan identitas mereka. Sementara itu, sumber ketiga mengatakan kepada Reuters bahwa Uni Eropa juga mungkin menerapkan sanksi serupa kepada Rusia bersamaan dengan AS. (Nnm)

Menteri Pertahanan Israel Temui Raja Yordania

ISRAEL ( Merdeka News ) : Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, diam-diam bertemu dengan Raja Yordania, Abdullah II. Pertemuan keduanya disebut dilakukan di Yordania. Namun, tanggal dan isi pertemuan tidak diketahui.

Gantz memberi tahu rekan sejawatnya di Partai Biru Putih tentang pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Yordania. Di dalam pertemuan internal Partai Biru Putih, Gantz juga mengkritik kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dinilai merusak hubungan dengan Yordania.

“Saya pikir Yordania adalah aset terbaik Israel, dan saya pikir hubungan Israel dengan Yordania bisa seribu kali lebih baik. Sangat disayangkan Netanyahu adalah sosok yang tidak disukai di Yordania dan keberadaannya bisa merusak hubungan itu,” kata Gantz.

Sampai saat ini pemerintah Yordania belum memberikan pernyataan soal pertemuan itu. Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, dua kali bertemu dengan Menlu Yordania, Ayman al-Safadi, dalam beberapa bulan belakangan membahas kerja sama bilateral. (Nnm)

Maybank Raih Laba Bersih RM 6,48 Miliar

KUALA LUMPUR ( Merdeka News ) : Maybank sebagai bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan menutup tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2020 dengan laba bersih sebesar RM6,48 miliar dibandingkan RM8,20 miliar pada tahun sebelumnya.

Grup harus membukukan secara signifikan net impairment loss yang lebih tinggi disebabkan dampak lanjutan dari pandemi COVID-19, meskipun demikian, hal ini sebagian telah diimbangi oleh pendapatan operasional bersih yang lebih tinggi dan pengurangan biaya overhead. Laba sebelum pajak (PBT) untuk tahun ini turun menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Terlepas dari tahun yang penuh tantangan, Grup mencatat pendapatan operasional bersih (net operating income) yang stabil atau lebih tinggi 0,1% menjadi RM24,76 miliar dari tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sebesar 12,3% secara tahunan (YoY) pada total pendapatan berbasis biaya bersih menjadi RM8,11 miliar, terutama berasal dari pendapatan asuransi dan investasi bersih yang lebih tinggi karena Grup mampu mendapatkan keuntungan dari return yang lebih baik.

Kenaikan pada pendapatan berbasis biaya bersih (net fee based income) sebagian juga tergerus oleh penurunan 4,9% pada total pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM16,65 miliar yang disebabkan penurunan margin bunga bersih sebesar 17 basis poin (bps) secara tahunan karena penurunan pinjaman dan security yields, serta dampak dari adanya empat kali pemotongan Overnight Policy Rate sebesar 125 bps serta timbulnya kerugian atas modifikasi suku bunga tetap pinjaman oleh sebab diterapkannya blanket moratorium berjangka waktu enam bulan yang diberikan kepada nasabah.

Grup tetap menerapkan manajemen biaya secara disiplin serta membantu mengurangi dampak dari kondisi operasional Grup yang melemah, yang menyebabkan terkelolanya tren penurunan pada biaya overhead menjadi RM11,25 miliar atau 2,7% lebih rendah dari RM11,56 miliar pada FY19. Hal ini berdampak pada rasio biaya-terhadap-pendapatan Grup yang membaik menjadi 45,4% dari 46,7% di tahun sebelumnya.

Oleh karena pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya overhead yang semakin rendah, laba operasional sebelum provisi (PPOP) mengalami kenaikan 2,6% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang merupakan sebuah rekor menjadi RM13,52 miliar. (Nn)

Israel Tahan Mata-mata Hamas

ISRAEL ( Merdeka News ) : Badan Keamanan Dalam Negeri Israel, Shin Bet menangkap seorang pria yang memiliki hubungan keluarga dengan kerabat di Jalur Gaza. Pria itu diduga menjadi mata-mata salah satu faksi besar di Palestina, Hamas.

Pria 43 tahun tersebut bernama Mohamad Abu Adra. Adra dituding memberikan informasi pertahanan rudal Israel kepada Hamas. Melalui pernyataan Badan Keamanan Dalam Negeri Israel, Shin Bet menuturkan Adra dijerat sejumlah pelanggaran termasuk keanggotaan organisasi teroris dan menyampaikan informasi rahasia kepada musuh Israel.

Dalam pernyataannya, Shin Bet mengatakan ibu dan istri Adra berasal dari Jalur Gaza. Sementara sang ayah merupakan seorang warga Israel dari suku Bedouin sehingga memungkinkannya keluar masuk wilayah Palestina.

“Ini memungkinkan sayap militer Hamas merekrut dia dan mengadakan pertemuan tatap muka dengannya di Jalur Gaza, dengan pada akhirnya dapat memberikan (Hamas) akses unik dan berkualitas tinggi ke wilayah Israel dan melaksanakan misi untuk mereka,” bunyi pernyataan Shin Bet.

Shin Bet mengatakan Adra ditangkap pada 3 Februari lalu dan secara resmi menghadapi dakwaan pada hari ini di Pengadilan Distrik Kota Beersheba, selatan Israel. “Selain melakukan misi lainnya untuk Hamas, dia juga mengumpulkan dan memberikan informasi tentang lokasi sistem rudal Iron Dome Israel.”

Iron Dome merupakan sistem pertahanan rudal Israel yang kerap digunakan untuk mencegat roket Hamas yang ditembakkan dari Jalur Gaza. Selama ini, Israel menganggap Hamas sebagai kelompok teroris. Kedua pihak sempat terlibat tiga kali peperangan dalam beberapa tahun terakhir.

Perang antara keduanya terakhir terjadi pada 2014. Saat itu tercatat 2.251 warga Palestina meninggal, dan 74 orang Israel tewas. (Nnm)

Arab Saudi Tolak Dokumen Intelijen Amerika

ARAB SAUDI ( Merdeka News ) : Arab Saudi menolak dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) yang mengindikasikan bahwa Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman merestui pembunuhan jurnalis pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi pada 2018 lalu.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sepenuhnya menolak penilaian negatif, salah, dan tidak dapat diterima dalam dokumen tersebut. Dokumen tersebut berisi informasi dan kesimpulan yang tidak akurat,” tulis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Dokumen tersebut menyimpulkan bahwa Khashoggi dinyatakan tewas di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2018 lalu. “Sangat disayangkan atas hadirnya dokumen ini yang tidak akurat, sementara kerajaan dengan jelas mengecam kejahatan keji ini,” tulis Kementerian Luar Negeri.

Kerajaan Arab Saudi, tulis pernyataan tersebut, menolak tindakan apa pun yang melanggar kedaulatan dan kemandirian sistem peradilannya. (Tnp)

Filipina Resmi Pakai Vaksin Sinovac

FILIPINA ( Merdeka News ) : Filipina telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, CoronaVac untuk penggunaan darurat. Namun Filipina memastikan vaksin Sinovac tidak akan diberikan pada tenaga kesehatan karena tingkat efikasinya yang rendah.

Badan Makanan dan Obat-obatan (FDA) Filipina pada Senin (22/2) merilis data uji klinis tahap akhir vaksin Sinovac yang menunjukkan tingkat efikasi rendah saat disuntikkan ke tenaga medis yang terpapar Covid-19.

“Menurut para ahli kami, vaksin (Sinovac) bukanlah vaksin terbaik untuk mereka,” kata Kepala FDA Filipina, Rolando Enrique Domingo.

Hasil uji klinis yang dilakukan Filipina menunjukkan, efikasi vaksin Sinovac terhadap nakes yang terinfeksi lebih rendah dibandingkan dengan orang sehat berusia 18 hingga 50 tahun.

Enrique mengutip data efikasi vaksin Sinovac yang dirilis Brasil, Indonesia, dan Turki. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis hasil efikasi vaksin corona di Indonesia mencapai 65,3 persen. (Tnp)

Inggris Beri Sanksi Panglima Junta Militer Myanmar

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemerintah Inggris pada Kamis (25/2/2021) mengumumkan bahwa pihaknya menjatuhkan sanksi tambahan kepada junta militer Myanmar, yang kini menyasar panglima tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing serta lima petinggi lain Dewan Administrasi Negara.

“Sanksi ini akan melarang mereka untuk bepergian ke Inggris Raya, dan akan mencegah bisnis dan institusi menangani dana atau sumber daya ekonomi mereka di Inggris,” dikutip dari keterangan Kedutaan Inggris di Jakarta pada Jumat (26/2/2021).

Pascakudeta pemerintahan resmi Myanmar pada awal bulan ini, pihak junta militer membentuk Dewan Administrasi Negara (SAC) sebagai otoritas yang menjalankan fungsi negara itu. Jenderal Min Aung Hlaing mengambil alih kuasa tertinggi di dalamnya.

“Panglima Tertinggi, sebagai Ketua SAC dan Kepala Tatmadaw (militer), dijatuhi sanksi atas keterlibatannya dalam mengawasi dan mengarahkan pelanggaran HAM serius sejak kudeta 1 Februari,” kata pihak Inggris.

Sanksi tahap dua dari Inggris ini menyusul sanksi sebelumnya kepada 19 tokoh militer Myanmar, yang disebut Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab sebagai “pesan yang jelas kepada rezim militer di Myanmar bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia akan dimintai pertanggungjawaban.”

Lima tokoh petinggi lain di dewan yang juga dijatuhi sanksi oleh Inggris adalah Sekretaris SAC Letjen Aung Lin Dwe, Sekretaris Bersama SAC Letjen Ye Win Oo, Jenderal Tin Aung San, Jenderal Maung Maung Kyaw, dan Letjen Moe Myint Tun.

Di bawah sanksi ini, Inggris akan menghentikan sementara promosi perdagangan dengan Myanmar, dan Departemen Perdagangan Internasional Inggris memimpin penerapannya demi memastikan “perusahaan Inggris di Myanmar tidak berbisnis dengan perusahaan atau institusi milik militer.”

Selain itu, Pemerintah Inggris juga menangguhkan semua bantuan yang secara tak langsung dapat digunakan oleh pihak junta, namun menyebut telah mengambil langkah agar bantuan masih dapat diterima oleh masyarakat rentan di Myanmar. (Okz)

Amerika Prihatin Mesir Akan Beli Senjata dari Rusia

AMERIKA ( Merdeka News ) : Amerika Serikat menyatakan prihatin atas rencana Mesir membeli senjata militer dari Rusia, yakni jet tempur Su-35. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat melakukan percakapan telepon Menlu Mesir Sameh Shoukry.

“Menlu menyampaikan keprihatinan atas hak asasi manusia, yang dia tekankan akan menjadi inti dari hubungan bilateral AS-Mesir, dan rencana pembelian pesawat tempur Su-35 Mesir dari Rusia,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Negeri Paman Sam juga menentang keras langkah sekutunya, Turki yang membeli jet tempur Rusia. AS mengancam menjatuhkan sanksi kepada para sekutu mereka yang nekat membeli peralatan tempur dari Rusia.

Dalam kesempatan itu, Blinken dan Shoukry juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis yang kuat antara Amerika Serikat dan Mesir. “Terutama dalam keamanan dan kerja sama kontraterorisme yang sedang berlangsung, serta bertukar pandangan tentang masalah regional.”

Pembicaraan perdamaian yang didukung PBB di Libya dan proses perdamaian Timur Tengah turut disinggung dalam percakapan tersebut. (Nnm)

Turki dan Yunani Kembali Memanas

TURKI ( Merdeka News ) : Ketegangan antara Turki dan Yunani kembali terjadi setelah Athena mengirim jet tempur ke Laut Aegea di Mediterania Timur. Turki menuduh keberadaan jet tempur Yunani telah mengganggu kapal mereka di sana.

Sumber kementerian pertahanan Turki mengatakan empat jet tempur F-16 Yunani terlibat dalam tindakan provokatif dan mengganggu kapal Cesme di perairan internasional Aegean utara. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menyayangkan keberadaan jet tempur Yunani di daerah tersebut. “Sayangnya, ini adalah salah satu gangguan yang sering dilakukan oleh tetangga kami di Yunani,” kata Akar di Ankara.

Sumber pertahanan Turki juga menyebut salah satu pesawat Yunani menjatuhkan sekam kartrid berjarak 3,7 kilometer laut dari kapal Turki. Kartrid digunakan untuk membingungkan atau menonaktifkan radar lawan.

Sementara Kementerian Pertahanan Yunani membantah tudingan Turki. Pihaknya mengatakan angkatan udara mereka sedang melakukan latihan militer dan berada cukup jauh dari kapal Turki.

Kemunculan kapal Yunani itu tak pelak memicu ketegangan antara kedua pihak. Turki mengumumkan bahwa kapal Cesme akan melakukan survei hidrografi dari 18 Februari hingga 2 Maret. (Nn)

Palestina Kekurangan Dana Untuk Vaksinasi

PALESTINA ( Merdeka News ) : Rencana vaksinasi COVID-19 Palestina mengalami kekurangan dana USD30 juta (sekitar Rp423 miliar), bahkan setelah memperhitungkan dukungan dari skema vaksin global untuk negara ekonomi yang lebih miskin, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan, Senin (22/2/2021).

Israel, pemimpin dunia dalam hal kecepatan vaksinasi, mungkin dapat mempertimbangkan untuk menyumbangkan kelebihan dosis vaksin kepada Palestina untuk membantu mempercepat peluncuran vaksinasi di Tepi Barat dan Gaza, kata Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, untuk memastikan ada kampanye vaksinasi yang efektif, otoritas Palestina dan Israel harus berkoordinasi dalam pembiayaan, pembelian dan distribusi vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.

Otoritas Palestina (PA) berencana untuk melindungi 20 persen warga Palestina melalui program berbagi vaksin COVAX. Selanjutnya, otoritas Palestina berharap untuk mendapatkan vaksin tambahan untuk mencapai cakupan 60 persen dari populasi Palestina.

Perkiraan biaya menunjukkan bahwa “total sekitar USD55 juta (sekira Rp776 miliar) akan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan vaksin bagi 60 persen populasi, di mana terdapat kesenjangan sebesar USD30 juta (sekira Rp423 miliar),” kata Bank Dunia, menyerukan bantuan donor tambahan.

Palestina mulai vaksinasi bulan ini dan telah menerima sumbangan sejumlah kecil dosis vaksin COVID dari Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Namun, sekitar 32.000 dosis yang diterima hingga saat ini jauh dari total 5,2 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967. (Nnm)