Category Archive : Internasional

Ibadah Umrah Diizinkan Arab Saudi Mulai Awal Nopember 2020

ARAB SAUDI ( Merdeka News ) : Mengingat kondisi yang saat ini tengah melanda dunia akibat pandemi Corona COVID-19, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan ketetapan yang mengizinkan pelaksanaan umrah dan kujungan lainnya. Meski begitu, tetap mengacu pada protokol kesehatan.

“Ketetapan Kerajaan nomor 6460 tanggal 5/2/1442 H mengizinkan pelaksanaan umrah dan kunjungan secara bertahap sesuai dengan rencana yang teliti dan tetap untuk pola umrah dan kunjungan yang aman, serta memperhatikan penerapan tindakan pencegahan dan protokol kesehatan,” demikian ditulis dalam keterangan pers dari KJRI Jeddah.

Dalam rilis yang dikirim pada Senin, 26 Oktober 2020 tersebut juga disebutkan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan Saudia Airlines guna menyediakan kapasitas seat yang diperlukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Perlu diketahui bahwa penyambutan jamaah umrah dari luar Kerajaan Arab Saudi akan dimulai pada tahap ketiga 15/3/1442 H bertepatan dengan 1/11/2020 masehi,” jelasnya.

Adapula sejumlah aturan yang ditegaskan oleh kementerian terkait di Arab Saudi seputar kandidat jemaah umrah. Seperti:

Kategori usia yang diizinkan mulai dari 18 hingga 50 tahun sesuai dengan persyaratan Kementerian Kesehatan, mengajukan tes PCR dengan hasul negatif, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan ke Arab Saudi.

Selain itu, harus melakukan reservasi di dua masjid suci untuk ibadah umrah yaitu reservasi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ada pula aturan reservasi akomodasi layanan konsumsi, tranportasi antara pelabuhan, asuransi komprehensif dan pelayanan yang meliputi antara Haram serta pemandu untuk setiap kelompok.

Selain itu ada pula aturan soal melakukan entry data pra kedatangan yang telah disiapkan paling lambat 24 jam sebelum waktu kedatagan dengan tingkat akurasi 100 persen, dengan memasukan data tiket penerbangan, kota keberangkatan, tanggal dan waktu keberangkatan, kota kedatangan, tanggal dan waktu kedatangan dan data yang sama untuk penerbangan kepulangan, serta data akomodari Makkah dan Madinah.

Dalam siaran pers tersebut juga ditegaskan kepada agen luar negeri untuk memberi tahu jemaah umrah tentaang isolasi kesehatan yang wajib dalam jangka waktu tiga hari setelah tiba di Arab Saudi.

Aturan lainnya soal pembagian jemaah umrah yang datang dalam beberapa kelompok, sehingga setiap kelompok paling sedikit terdiri dari 50 orang.

Di sisi lain, pihak Arab Saudi tetap menekankan adanya akreditasi pelayanan yang meliputi hotel dan trasnportasi yang terkualifikasi sesuai dengan ketentuan tahapan.(Ndn*)

Iran Dituduh Ganggu Pilpres di Amerika

IRAN ( Merdeka News ) : Iran membantah tuduhan bahwa mereka mencoba mengganggu pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun ini melalui serangan siber.

Juru Bicara Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Alireza Miryousefi, mengatakan bahwa tuduhan itu tidak lebih dari skenario untuk merusak kepercayaan pemilih dalam keamanan pemilu AS, dan tidak masuk akal.

“Iran tidak tertarik untuk ikut campur dalam pemilihan AS dan tidak ada keuntungan untuk hasilnya,” ujar Alireza di New York.

Direktur Intelijen Nasional AS, John Ratcliffe, dan Direktur Biro Penyelidikan Federal AS (FBI), Chris Wray, kemarin menuduh Rusia dan Iran mencoba mengacaukan pemilihan presiden pada 3 November mendatang.

Bentuk intervensi itu salah satunya adalah pengiriman surat elektronik berisi intimidasi terhadap para simpatisan Partai Demokrat supaya mereka memilih kandidat petahana, Donald Trump.

Pengumuman itu dilakukan dua pekan menjelang pilpres, dan juga menyoroti upaya negara lain untuk turut campur dalam ajang itu dengan menyebarkan informasi guna menekan tingkat keikutsertaan dan menurunkan tingkat kepercayaan para calon pemilih untuk memberikan suara mereka. (BN)

Amerika Tuduh Intelijen Rusia Terlibat Serangan Siber

AMERIKA ( Merdeka News ) : Kementerian Hukum Amerika Serikat menjerat enam perwira intelijen militer Rusia dengan sangkaan melakukan serangan siber dan peretasan.

Para perwira militer Rusia yang dituduh bertanggung jawab atas serangan siber itu adalah Yuriy Sergeyevich Andrienko, Sergey Vladimirovich Detistov, Pavel Valeryevich Frolov, Anatoliy Sergeyevich Kovalev, Artem Valeryevich Ochichenko, dan Petr Nikolayevich Pliskin.

Para penyerang diduga meretas perangkat lunak menggunakan malware yang dapat merusak dan membuat komputer gelap. Kerugian atas tindakan mereka ditaksir hampir US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.

Menurut Kementerian Hukum AS, serangan yang dilakukan mereka dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah Rusia dalam merusak, membalas, atau mengguncang jaringan komputer di seluruh dunia.

Para peretas diduga adalah perwira Direktorat Intelijen Utama Angkatan Bersenjata Rusia (GRU). AS juga menuduh hal itu sebagai serangan politik yang dilakukan oleh Kremlin, sejak berupaya untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016. (NB)

Turki Uji Coba Rudal Kiriman Rusia

TURKI ( Merdeka News ) : Turki dilaporkan telah menguji sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Saluran televisi A Haber melalui situsnya menuturkan bahwa militer Turki melakukan uji coba dengan menembakkan S-400 Rusia di provinsi Laut Hitam Sinop.

Laporan tersebut didasarkan pada sebuah video amatir yang direkam di Sinop dengan menunjukkan penembakan sebuah contrail ke langit. Media lain juga memberitakan hal serupa.

Pejabat militer dan pertahanan Turki menolak mengomentari laporan tersebut. Aktivitas itu dinilai dapat meningkatkan kebuntuan baru dengan Amerika Serikat.

Washington sangat keberatan dengan akuisisi Turki atas sistem anti-pesawat Rusia, pihaknya juga menangguhkan Turki dari program jet tempur F-35 berteknologi tinggi. AS mengatakan S-400 adalah ancaman bagi pesawat siluman.

AS juga telah memperingatkan Ankara bahwa mereka berisiko terkena sanksi AS di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi jika mengaktifkan sistem S-400. (ND)

Perpanjangan Visa Amerika Kini Dilakukan Tanpa Wawancara

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengumumkan kabar gembira bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin memperpanjangan visa untuk berkunjung ke Negeri Paman Sam. Kini, proses perpanjangan visa dapat dilakukan tanpa wawancara.

Berdasarkan informasi di laman Kedubes AS, “mulai 12 Oktober, pemohon yang ingin memperbarui visa B1/B2, C1/D atau J, yang masa berlakunya habis kurang dari 24 bulan yang lalu, mungkin memenuhi syarat untuk memperbarui visa tanpa wawancara.”

“Saya mengkonfirmasi informasi di situs web itu benar,” ujar Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat, Michael Quinlan.

Pemohon perpanjangan visa yang memenuhi syarat, kini hanya perlu menyerahkan dokumen yang diperlukan ke kantor perwakilan RPX dan tidak perlu datang ke Kedutaan atau Konsulat secara langsung. Untuk lokasi pengantaran dokumen RPX tersebut berada di Jakarta, Bandung, Denpasar, Manado, Medan, Surabaya, Ujung Pandang, Cirebon, Batam, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Palembang, Yogyakarta, Solo, dan Semarang.(NN)

Perancis Peringatkan Turki Terkait Provokasi

PERANCIS ( Merdeka News ) : Perancis telah memperingatkan Turki, negara itu bisa menghadapi sanksi Uni Eropa, setelah Ankara mengerahkan kapalnya untuk melakukan misi eksplorasi energi baru di Mediterania timur.

Berbicara di Paris pada Kamis (15/10), usai pertemuan Segi-Tiga Weimar yang melibatkan Perancis, Jerman dan Polandia, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian menegaskan kembali pendirian Uni Eropa bahwa kecuali kalau Turki menunjukkan “rasa hormat untuk integritas Yunani dan Siprus”, Dewan Eropa akan mempertimbangkan pemberlakuan sanksi.

Pengerahan kembali kapal oleh Turki telah memicu ketegangan dengan Yunani seputar batas kelautan dan hak pengeboran sumber energi.

Turki telah mengerahkan kembali kapal Oruc Reis di dekat pulau milik Yunani, Kastellorizo. Akibatnya rencana untuk memulai kembali pembicaraan antara Athena dan Ankara terombang-ambing. [jm/pp]

Amerika Ingin Tingkatkan Hubungan Diplomatik Dengan India

INDIA ( Merdeka News ) : Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Stephen Biegun, mengibaratkan kebangkitan China sebagai “seekor gajah di dalam ruangan”, dalam lawatan ke India kemarin.

“Tentu saja, saat kami maju ke arah ini, ada seekor gajah di dalam ruangan: China,” kata Biegun.

Biegun mengatakan AS sedang menjajaki peningkatan hubungan diplomatik dengan India. Hal itu diungkapkan Biegun ketika membuka sesi Forum India-AS dalam kunjungannya selama tiga hari di India yang dimulai pada Senin.

“India memiliki tradisi otonomi strategis yang kuat dan membanggakan, dan kami menghormati itu. Kami tidak berusaha mengubah tradisi India,” ujarnya.

Dia menambahkan Washington telah meningkatkan penjualan perangkat militer ke luar negeri dan berbagi data intelijen dengan India.

“Tapi masih banyak yang bisa kami lakukan, termasuk memperkuat kemampuan India untuk mempertahankan diri dan dengan mempromosikan interoperabilitas di antara militer kami,” kata Biegun. (ND)

Debat Kedua Trump – Biden Batal Digelar

AMERIKA ( Merdeka News ) : Komisi Debat Presiden (CPD) Amerika Serikat membatalkan debat kedua antara Donald Trump dan Joe Biden setelah Trump tertular virus corona (Covid-19). Petahana calon presiden AS itu menolak untuk melakukan debat virtual di tengah kekhawatiran atas diagnosis Covid-19 padanya.

Pembatalan ini menjadi keputusan puncak usai komisi dan kedua calon bolak-balik berdiskusi selama 48 jam terakhir. Keputusan itu juga memungkinkan debat ketiga pada 22 Oktober mendatang akan menjadi pertemuan terakhir antara dua kandidat.

“Sekarang jelas tidak akan ada debat pada 15 Oktober, dan CPD akan mengalihkan perhatiannya pada persiapan untuk debat terakhir presiden yang dijadwalkan pada 22 Oktober,” kata komisi dalam sebuah pernyataan.

Pada Kamis (08/10/2020) lalu, dengan dukungan dari penasihat kesehatan mereka, komisi mengumumkan bahwa -karena Trump dinyatakan positif terkena virus corona- debat yang dijadwalkan di Miami akan diadakan secara virtual, dengan kedua kandidat muncul dari dua lokasi terpisah.

Menanggapi pembatalan Trump, seorang juru bicara Biden dengan cepat mengatakan bahwa mereka akan menyetujui format virtual untuk acara Kamis mendatang. Mereka bahkan siap untuk tetap menjawab pertanyaan debat, sekalipun tanpa Trump. (NN)

Arab Saudi Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Bagi Jamaah Umrah

ARAB SAUDI ( Merdeka News ) : Pemerintah Arab Saudi mengizinkan kembali warga lokal dan ekspatriat kerajaan melakukan umrah tahap pertama setelah enam bulan absen karena pandemi virus corona.

Kementerian Haji dan Umrah menulis di Twitter bahwa gelombang pertama umrah dilakukan dengan mengikuti protokol pencegahan penyabaran virus corona. Sejumlah protokol tersebut meliputi kapasitas hingga aturan menjaga kebersihan.

Mengutip Anadolu, warga Arab Saudi dan penduduk asing kerajaan diizinkan melakukan umrah di Masjidil Haram dengan kapasitas 30 persen atau enam ribu orang per hari.

Barikade yang ditempatkan di sekitar Ka’bah dan Hajar Aswad akan tetap berada di tempatnya. Pengunjung dilarang menyentuh barikade itu sebagai bagian dari tindakan pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan lain yang diterapkan menyatakan bahwa jemaah tidak akan diizinkan berkumpul dan mereka dilarang melakukan pertemuan untuk meminimalkan kontak fisik antar jemaah. Untuk memastikan jarak sosial di dalam masjid, jemaah akan dibagi menjadi beberapa kelompok. (NN)

Kim Jong-un Berdoa Untuk Kesembuhan Donald Trump

KORUT ( Merdeka News ) : Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan doa agar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, lekas sembuh setelah terdeteksi terinfeksi penyakit akibat virus corona atau Covid-19.

Pemerintah Korut menyampaikan doa Kim Jong-un untuk Trump dan istrinya, Melania, melalui pernyataan resmi yang dilansir kantor berita resmi KCNA.

“Dia menyampaikan simpatinya kepada presiden dan ibu negara. Dia sangat berharap agar mereka segera pulih. Dia berharap mereka pasti bisa mengatasinya. Dia mengirimkan salam hangat kepada mereka,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap, ini merupakan pertama kalinya Kim mengirim ucapan dan doa kepada pemimpin dunia yang dinyatakan positif mengidap Covid-19. (NN)