Category Archive : Internasional

Korsel Konsisten Gunakan AstraZeneca

KORSEL ( Merdeka News ) : Pemerintah Korea Selatan akan melanjutkan vaksinasi virus corona (Covid-19) menggunakan vaksin AstraZeneca hanya untuk penduduk berusia 30 tahun ke atas. Korea Selatan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pada 7 April lalu kepada orang-orang yang berusia 60 tahun, lantaran efek samping kasus pembekuan darah di sejumlah negara.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Penasihat Praktik Imunisasi Korea Selatan, Cha Eun-hwa, dalam jumpa pers. “Manfaatnya tidak sebesar untuk mereka yang berusia di bawah 30 tahun, jadi kami tidak akan merekomendasikan vaksin AstraZeneca untuk mereka,” kata Eun-hwa pada pekan lalu.

Lebih lanjut Eun-hwa menjelaskan tiga orang yang divaksinasi di Korea Selatan dilaporkan mengalami penggumpalan darah, satu kasus di antaranya terkait dengan vaksin AstraZeneca. Menurut Eun-hwa, kasus itu merupakan jenis pembekuan darah yang dianggap tidak terlampau fatal, ketimbang jenis kasus yang ditemukan oleh Badan Pengawas Obat-obatan Uni Eropa.

Eun-hwa risiko virus korona jauh lebih buruk daripada kemungkinan efek samping yang jarang terjadi. Ia juga menambahkan cara terbaik untuk mengakhiri pandemi adalah dengan memvaksinasi semua orang.

Menurut hasil telaah Universitas Cambridge, rasio manfaat terhadap vaksin AstraZeneca meningkat pada orang tua, sebab risiko efek samping yang serius akibat vaksinasi menurun. (Nnm)

Demo Ricuh Kembali Terjadi di Amerika

AMERIKA ( Merdeka News ) : Aksi unjuk rasa di dekat Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat dipicu penembakan berujung bentrok dengan aparat kepolisian setempat. Insiden itu terjadi karena massa menuntut keadilan setelah polisi menembak seorang lelaki penduduk setempat bernama Daunte Wright (20). Dia meninggal setelah mobil yang dikendarainya menabrak kendaraan lain, untuk menghindari polisi yang berusaha menangkapnya.

Kericuhan antara sekitar seratus pedemo dan polisi antihuru-hara terjadi di kawasan pinggiran Kota Brooklyn Center. Massa membawa sejumlah poster yang salah satunya berisi meminta keadilan atas kematian warga kulit hitam, George Floyd, pada tahun lalu diduga akibat kekerasan polisi.

Para demonstran merusak dua mobil polisi, kemudian melempari aparat dengan batu. Beberapa bahkan menyerang dengan memukuli polisi. Polisi kemudian membalas dan menembakkan peluru karet untuk membubarkan massa.

Kericuhan itu terjadi hingga malam hari waktu setempat. Massa sempat mengepung kantor kepolisian setempat, tetapi berhasil dibubarkan setelah aparat melemparkan granat cahaya dan gas air mata.

Menurut laporan, insiden yang memicu kerusuhan adalah saat polisi berupaya menangkap Wright. Dalam pernyataan, Kepolisian Brooklyn Center menyatakan petugas mulanya memberhentikan mobil yang dikemudikan Wright karena melanggar aturan lalu lintas pada pukul 14.00 WIB waktu setempat. Ketika dikonfirmasi ke markas, ternyata Wright adalah seorang buronan.

Menurut pernyataan polisi, Wright kabur ketika akan ditangkap dan masuk ke mobil. Saat itu seorang polisi menembakkan pistol ke arah Wright dengan alasan yang belum diketahui.

Wright kemudian melarikan mobilnya sejauh beberapa blok, dan akhirnya menabrak kendaraan lain dan meninggal di lokasi kejadian. Polisi menyatakan akan menyelidiki kejadian itu karena kedua opsir itu mengenakan kamera pemantau. (Nnm)

WHO Percaya Vaksin AstraZeneca Tak Berpengaruh Buruk

AMERIKA ( Merdeka News ) : Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penilaian perbandingan manfaat dan risiko dari vaksin AstraZeneca sebagian besar masih positif meski sejumlah klaim pembekuan darah dikaitkan dengan vaksin tersebut.

Seorang pejabat tinggi dari the European Medicines Agency (EMA) selaku pengatur obat-obatan di Uni Eropa mengklaim ada hubungan yang jelas antara vaksin tersebut dengan kasus pembekuan darah. Meskipun, EMA sendiri masih mengkaji data dan belum mencapai kesimpulan akhir.

Sementara itu, WHO mengatakan tak ada bukti bahwa analisis manfaat dan risiko salah satu dari tiga vaksin Covid-19 yang diberi lampu hijau oleh lembaga tersebut telah berubah.

“Tak ada hubungannya untuk saat ini, antara vaksin dan kejadian trombotik dengan trombositopenia,” kata Direktur Regulasi dan Pra-kualifikasi WHO, Rogerio Pinto de Sa Gaspar.

Vaksin AstraZeneca diketahui diproduksi di Korea Selatan dan India. Ditambah vaksin Pfizer-BioNTech dan dari Johnson and Johnson, hanya ketiga vaksin itu yang sejauh ini telah menerima persetujuan dari WHO untuk mengatasi pandemi. (Cds)

Rusia Bangun Pangkalan Militer di Kutub Utara

RUSIA ( Merdeka News ) : Rusia dilaporkan tengah membangun kekuatan militer besar-besaran di Arktika, Kutub Utara, dan menguji senjata baru di kawasan itu demi mengamankan jalur laut baru yang terbentuk akibat es yang mencair.

Sejumlah gambar satelit perusahaan teknologi luar angkasa Maxar memperlihatkan bahwa Rusia melakukan pembangunan pangkalan dan perangkat militer yang terus-menerus di garis pantai negara itu di Arktika.

Gambar tersebut bahkan mengindikasikan Rusia juga tengah membangun fasilitas penyimpanan bawah tanah yang kemungkinan besar dibangun untuk menaruh Poseidon, torpedo 2M39 siluman tak berawak yang dilengkapi reaktor nuklir dan kerap disebut sebagai ‘senjata-super’ oleh Kremlin.

Menurut Rusia, Poseidon bisa mengirimkan hulu ledak hingga beberapa megaton dan menyebabkan gelombang radioaktif yang akan membuat wilayah yang menjadi target senjata itu tidak dapat dihuni selama beberapa dekade.

Pada November 2020 lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia untuk Keamanan Internasional dan Non-Proliferasi, Christopher A Ford, sempat mengatakan Poseidon dirancang untuk “membanjiri kota-kota pesisir AS dengan tsunami radioaktif.”

Satelit Maxar juga mendeteksi bahwa fasilitas militer yang tengah dibangun Rusia di Arktika itu bisa digunakan untuk menempatkan senjata berteknologi tinggi baru lainnya seperti senjata Moskow yang selama ini ditempatkan di wilayah High North termasuk pengebom dan jet MiG31BM, dan sistem radar baru.

Gambar satelit juga menunjukkan pembangunan lapangan udara dan pangkalan dengan desain seperti bebatuan berwarna merah, putih, dan biru layaknya bendera Rusia di beberapa lokasi di pesisir pantai Rusia di Arktika.

Pembangunan berbagai instalasi militer ini pun dikabarkan berada di dalam wilayah Rusia dan merupakan bagian dari zona pertahanan negara tersebut. (Nnm)

Myanmar Putus Layanan Internet

YANGON ( Merdeka News ) : Atas perintah pihak militer Myanmar, penyedia layanan internet broadband nirkabel memutuskan layanannya mulai Jumat (2/4/2021). Ini terjadi seiring terus meluasnya demonstrasi menentang ancaman kekerasan terhadap mereka yang menentang kudeta militer Myanmar.

Arahan dari Kementerian Transportasi dan Komunikasi pada Kamis (1/4/2021) memerintahkan agar “seluruh layanan data broadband nirkabel untuk sementara ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian menurut pernyataan yang dipasang di dunia maya oleh penyedia layanan lokal Ooredoo.

Setelah pemutusan akses layanan internet pada malam hari selama berminggu-minggu, militer Myanmar pada Jumat menutup seluruh tautan – selain yang menggunakan kabel serat optik – yang kecepatan operasinya secara drastis jauh berkurang.

Akses pada jaringan seluler dan semua fasilitas nirkabel, yang merupakan opsi yang lebih murah dan banyak digunakan warga di negara berkembang, juga telah diblokir.

Telenor Konfirmasi Penutupan Seluruh Layanan Nirkabel Oleh Militer

Perusahaan telekomunikasi Norwegia Telenor, salah satu operator terbesar di Myanmar, mengukuhkan bahwa pihaknya tidak lagi dapat menawarkan layanan nirkabel. Berdasarkan tawaran layanan yang disampaikan pada warga hingga hari Jumat ini, Telenor menawarkan layanan serat optik hingga 40 megabit per detik, jauh di bawah akses berkecepatan tinggi yang minimal mencapai 100 megabit per detik.

Pemerintah telah menutup semua layanan kecuali untuk segelintir outlet media yang dikendalikan sepenuhnya oleh militer. Sebagian dari mereka yang dilarang beroperasi atau operasinya telah ditangguhkan, masih terus mempublkasi melalui media sosial atau metode apapun yang dapat mereka temukan.

Facebook Tambah Fitur Keamanan untuk Pengguna di Myanmar

Facebook mengumumkan pihaknya menyediakan fitur keamanan yang memungkinkan pengguna di Myanmar meningkatkan pengaturan keamanan dengan mengunci profil mereka, supaya tidak dapat diakses oleh “bukan teman.”

Hal ini termasuk mencegah “bukan teman” memperbesar, berbagi atau mengunduh profil berukuran penuh dan foto sampul atau foto utama, termasuk melihat apapun yang dipasang seseorang di linimasa (timeline)-nya.

Facebook dan platform media sosial utama lainnya telah melarang anggota militer Myanmar, yang juga dikenal sebagai Tatmadaw, dan memblokir iklan dari sebagian besar entitas komersial yang terkait militer.
Staf Ditembak Mati, Bank Korea Selatan Tutup Cabang di Yangon

Dalam perkembangan lainnya, sebuah bank Korea Selatan hari Jumat mengatakan menutup cabangnya di Yangon untuk sementara waktu dan mempertimbangkan untuk memulangkan karyawan yang berkewarganegaraan Korea Selatan setelah pasukan keamanan menembak mati salah seorang karyawannya di Myanmar.

Juru bicara Bank Shinhan, Noh Ji-young, mengatakan perempuan itu ditembak di kepala ketika sedang pulang kerja Rabu lalu (31/3/2021) dan dinyatakan meninggal dunia hari Jumat. Bank itu tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang insiden itu.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan perempuan itu ditembak oleh pasukan keamanan Myanmar yang memeriksa mobil perusahaan yang digunakannya. Ditambahkan, pihak Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah mengeluarkan peringatan pada seluruh warga Korea Selatan di Myanmar untuk bersikap hati-hati ketika diperiksa oleh pasukan keamanan. (Nnm)

Amerika Minta Israel Perlakukan Baik Palestina

AMERIKA ( Merdeka News ) : Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Anthony Blinken, menyerukan agar Israel memperlakukan Palestina dengan setara. Blinken mengutarakan seruan itu saat berbincang dengan Menlu Israel, Gabi Ashkenazi.

“Menlu Blinken menekankan keyakinan pemerintah bahwa Israel dan Palestina harus menikmati kebebasan, keamanan, kemakmuran, dan demokrasi yang sama,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price.

Dalam komunikasi itu, Blinken juga mengungkapkan komitmen memperkuat semua aspek kemitraan AS-Israel. Ia juga menyuarakan dukungan terhadap Israel yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak Presiden Joe Biden menjabat di Gedung Putih pada 20 Januari lalu, AS dengan hati-hati berupaya menghidupkan kembali solusi dua negara untuk mendamaikan Palestina dan Israel.

Meski Biden tetap menganggap Israel sekutu dekat AS di Timur Tengah, Presiden AS Ke-46 itu mengisyaratkan bahwa pemerintahannya tak akan lagi mendukung negara Zionis itu secara membabi buta seperti yang dilakukan pendahulunya, Presiden Donald Trump. (Nnm)

Istri Pangeran Harry Rencanakan Lahiran di Rumah

INGGRIS ( Merdeka News ) : Meghan Markle berencana melahirkan anak kedua dari Pangeran Harry di rumah sendiri yang terletak di Montecito Estate, California, Amerika Serikat. Seorang sumber menjelaskan Meghan sebenarnya ingin melahirkan di rumah sejak mengandung anak pertama, Archie. Rencana itu gagal lantaran dokter menyarankannya untuk melahirkan di rumah sakit.

Meghan melahirkan Archie pada 6 Mei 2019 lalu di rumah sakit swasta yang terletak di Portland, London. Kala itu Harry yang belum resmi mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris setia menemani Meghan.

“Tetapi ia memiliki rumah yang bagus di California. Ini adalah tempat yang indah untuk melahirkan bayi perempuannya,” kata sumber tersebut.

Diketahui, Harry dan Meghan memutuskan tinggal di Amerika Serikat sejak menyatakan mundur dari Kerajaan Inggris. Bahkan mereka hidup secara mandiri tanpa bantuan Kerajaan, termasuk mandiri secara finansial.

Sebelumnya, Meghan mengumumkan jenis kelamin anak keduanya dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada awal Maret lalu. Ia mengungkap jenis kelamin anaknya saat Harry bergabung dalam wawancara. (Nnm)

Donald Trump Luncurkan Situs Pribadi

AMERIKA ( Merdeka News ) : Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump, meluncurkan situs 45office.com yang dikelola secara pribadi setelah seluruh akunnya di sejumlah media sosial ditutup karena dinilai menyebarkan kebencian dan perpecahan.
Situs dilaporkan dikelola Trump dan sang istri, Melania. Pada halaman muka situs itu terpajang sejumlah foto Trump dan Melania saat masih berada di Gedung Putih.

Foto lainnya yang berada di dalam situs itu adalah saat Trump berjumpa dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Di dalam situs itu juga tersedia biografi tentang Trump.

Di dalam situs itu juga mencantumkan kolom permintaan supaya Trump dan Melania atau salah satunya hadir ke dalam berbagai kegiatan masyarakat. Akan tetapi, karena alasan banyak permintaan, pengelola menyatakan membutuhkan waktu enam pekan untuk menyeleksi undangan itu. (Nnm)

Diplomat Korea Utara Keluar dari Malaysia

MALAYSIA ( Merdeka News ) : Pemerintah Malaysia telah mengusir semua diplomat Kedutaan Besar Demokrat Republik Rakyat Korea (DPRK) di Kuala Lumpur sesuai dengan keputusan dari Pemerintah Malaysia yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri pada 19 Maret 2021.

“Pengusiran telah dilakukan sesuai dengan Pasal 9 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik 1961,” ujar Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato Seri Hishamuddin Hussein dalam pernyataannya kepada media di Kuala Lumpur, Minggu, 21 Maret 2021.

Dia menegaskan Pemerintah Malaysia harus mengambil tindakan ini sebagai tanggapan atas Keputusan DPRK 19 Maret 2021 sepihak dan sama sekali tidak bertanggung jawab untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

“Tindakan Pemerintah Malaysia telah menjadi kebutuhan untuk melindungi Kedaulatan Malaysia dan menjaga kepentingan nasional kita,” katanya.

Tindakan ini, ujar Hisham adalah pengingat bahwa Malaysia tidak akan pernah mentolerir segala upaya untuk mencampuri urusan dalam negeri dan peradilan. Malaysia menilai tindakan Korut tidak menghormati sistem pemerintahan Malaysia dan terus menciptakan ketegangan yang tidak perlu yang bertentangan dengan tatanan internasional.

Sebelumnya, pemerintah Korea Utara memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia pada Jumat, 19 Maret 2021, sebagai protes atas putusan pengadilan yang menyerahkan salah satu warganya yang dituduh melakukan pencucian uang ke Amerika Serikat.

Media pemerintah KCNA melaporkan, Pyongyang menyebut Malaysia telah melakukan tindakan permusuhan super besar dengan menyetujui untuk mengekstradisi seorang pria Korut yang telah terlibat selama bertahun-tahun dalam kegiatan perdagangan eksternal yang sah di Singapura.

Sementara itu, Malaysia sangat menyesalkan keputusan Rakyat Demokratik Republik Korea (DPRK) yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.(Nnm)

Taiwan Perkuat Militer Laut China Selatan

TAIWAN ( Merdeka News ) : Taiwan menambah kekuatan militer mereka di Laut China Selatan, perairan yang menjadi sengketa. China yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu dalam beberapa bulan terakhir.

China berusaha menekan Taipei agar mau menerima kedaulatan Beijing. Namun Taiwan telah bertekad untuk mempertahankan diri.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan bahwa Amerika Serikat juga telah menyetujui ekspor teknologi sensitif untuk melengkapi armada kapal selam baru. Menurut Chiu, Taiwan telah meningkatkan kehadiran personel dan persenjataan di Itu Aba, pulau utama yang diduduki Taiwan di Laut China Selatan.

Itu Aba, juga dikenal sebagai pulau Taiping, pulau alami terbesar di Spratley dan ditempatkan di bawah penjaga pantai Taiwan. “Mereka mampu memulai perang,” kata Chiu.

Hal itu dia ungkapkan ketika ditanya oleh seorang anggota parlemen tentang kemungkinan China menyerang Taiwan. “Tujuan saya adalah agar kami selalu siap setiap saat,” ujarnya. (Nnm)