Category Archive : Kesehatan

Menkominfo: Penanganan Stunting Dimulai dengan Sosialisasi Skala Nasional

JAKARTA ( Merdeka News ) : Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, Kementerian Kominfo memberikan dukungan upaya itu melalui program-program strategis komunikasi publik, penyediaan pusat data dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk akses internet.

Menteri Johnny menyatakan penanganan stunting perlu dimulai dengan melakukan sosialisasi dengan skala nasional. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo telah menyiapkan dukungan komunikasi publik.

“Pak Usman (Dirjen IKP Kominfo) sudah menyiapkan program sosialisasi penurunan stunting, bahkan saya minta mulai di TV agar langsung dilaporkan kepada masyarakat. Program talkshow sudah jalan semuanya,” ujarnya dalam pertemuan dengan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (13/01/2022).

Menurut Menkominfo, komunikasi publik dilaksanakan sebagai bentuk kampanye pemerintah dengan berbagai macam strategi. Sedangkan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional juga perlu mengampanyekan secara efektif dengan menyasar masyarakat luas. “Ada macam-macam strategi komunikasinya. Kita sudah siapkan bahan komunikasi publik,” jelasnya.

Menteri Johnny menegaskan berdasarkan dokumen dari BKKBN berkaitan dengan percepatan penuruan stunting di Indonesia masih terdapat beberapa provinsi dengan angka stunting rata-rata di atas 30%. Padahal, Pemerintah menetapkan target setiap tahunnya harus mencapai 10%. Oleh karena itu, Menkominfo mendorong upaya komunikasi juga dilakukan serius seiring dengan penanganan stunting.

“Mau menangani penurunan stunting ini dalam dua tahun juga bisa turun jadi 10% kalau serius. Jangankan minta 14%, jauh dibawahnya bisa. Ini program sektor yang perlu dikomunikasikan. Saya mau korelasinya searah antara yang kita komunikasikan dengan program yang kita lakukan,” tandasnya.

Infrastruktur TIK

Menkominfo menyatakan pihaknya juga akan membantu menyediakan aplikasi dan pusat data melalui Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik. Namun, Menteri Johnny menekankan agar kebutuhan kapasitas data sudah harus siap.

“Terkait dengan aplikasi dari Kominfo sederhana saja, saya sudah cek kita bisa bantu untuk pemerintahan berbasis elektronik. Kalau perlu pusat data pun saya siapkan. Dan saya harus pastikan dan tahu dulu berapa kapasitas prosesor berapa kapasitas memorinya, berapa kapasitas virtual CPU. Jadi saya harus tahu klafikasinya, selebihnya nanti kita bantu,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo siap berkolaborasi dengan BKKBN dengan memperhatikan korelasi program pemerintah pusat yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di Indonesia.

“Saya dukung (penyediaan aplikasi dan pusat data). Tadi saya sudah sampaikan kepada Pak Semmy (Dirjen Aptika Kominfo) untuk disiapkan, silahkan Pak Hasto (Kepala BKKBN) presentasikan,” jelasnya.

Menkominfo juga menekankan aspek ketahanan dan kedaulatan bangsa dalam pengelolaan data. Oleh karena itu, data pribadi yang berkaitan dengan stunting perlu dilindungi dengan baik.

“Pusat datanya harus bagus. Jangan sampai menaruh di tempat yang tidak dikawal enkripsinya dengan baik. Jadi, jangan sampai teknologi pusat datanya lemah,” tandasnya.

Selain itu, Kementerian Kominfo menyiapkan dukungan infrastruktur TIK di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terpencil) maupun di wilayah non-3T. Menurut Menteri Johnny, guna mendukung pelaksanaan program stunting di tingkat kecamatan oleh BKKBN, pihaknya akan memastikan ketersediaan jaringan internet.

“Kalau di tingkat kecamatan, seharusnya sudah tidak ada yang blankspot. Kalau di wilayah 3T, saya akan lihat apakah desa terkait sudah ada dalam program Kominfo. Sedangkan kalau yang akses internet, saya akan langsung hubungkan ke satelit,” jelasnya.

Dalam pertemuan dengan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Menkominfo Johnny G. Plate didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba; Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong; Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan; dan Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi. (Nnm*)

Keberhasilan Pengendalian Pandemi, Hasil Kerjasama yang Baik

JAKARTA ( Merdeka News ) : Berkat kerja sama yang baik yang dilakukan oleh seluruh pihak, pengendalian pandemi di Indonesia dapat dilakukan dengan efektif, tercermin dari angka reproduction rate yang berlangsung secara konsisten. Hasil baik tersebut berdampak pada meningkatnya confidence dan mobilitas masyarakat, sehingga momentum pemulihan tersebut perlu dijaga melalui peningkatan koordinasi dan sinergi.

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 telah disepakati sebesar 5,2 persen. Pemenuhan target tersebut tentunya akan sangat bergantung pada penanganan Covid-19 dan respon kebijakan ekonomi, termasuk di dalamnya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), penciptaan lapangan kerja, dan kesiapan untuk bertransformasi ke era digital.

“Saya mengajak kita semua untuk memperhatikan seluruh agenda nasional dan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi agar momentum pemulihan ekonomi Indonesia ini dapat terjaga di tahun 2022,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara Forum Diskusi Nasional yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Kolektif Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong 1957 (PPK KOSGORO 1957) yang mengambil tema Masa Depan Ekonomi Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Menko Airlangga melanjutkan, tahun 2022 juga merupakan momentum Indonesia menjadi Presidensi Indonesia dalam Forum G20 yang akan berpotensi untuk meningkatkan investasi dan perdagangan internasional. “Keketuaan G20 ini diharapkan bisa membuat Indonesia berada diatas panggung dunia, sekarang kita melihat secara geopolitik indo-pasifik menjadi penting. Saya harap, dari berbagai kegiatan di 2022 ini akan mengantar kepada keketuaan Indonesia sebagai ketua dari ASEAN di 2023,” tutur Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengimbau untuk menjaga kestabilan politik di tahun 2022 ini agar mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kestabilan politik harus kita jaga, agar ekonomi bisa tumbuh dan ini yang ingin dilihat oleh negara-negara di dunia yaitu Indonesia bisa menjadi solusi atas pandemi Covid-19, perang dagang, dan keamanan indo-pasifik.”

Dalam penanganan pandemi, Pemerintah akan terus menjaga situasi agar tetap terkendali melalui strategi Deteksi, Terapetik, Vaksinasi, dan Perubahan Perilaku. Adapun vaksinasi di tahun 2022 akan terus diakselerasi dengan target vaksinasi dosis primer lengkap selesai pada Q2-2022.

Di samping terus memperbaiki kinerja di sisi kesehatan, Pemerintah juga akan melanjutkan Program PC-PEN di tahun 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp414,1 triliun dengan fokus pada bidang Kesehatan, Perlindungan Masyarakat, dan Penguatan Pemulihan Ekonomi.

Untuk mengoptimalisasi pemanfaatan PEN 2022 kali ini, beberapa program akan didorong sebagai front loading atau direalisasikan di awal tahun antara lain untuk subsidi bunga KUR sebesar 3% untuk Januari – Juni 2022, Perluasan Program BT-PKLW, Insentif Fiskal berupa PPN DTP untuk Perumahan, dan PPnBM DTP untuk otomotif.

Selain memanfaatkan PEN, Pemerintah juga memaksimalkan penggunaan APBN. “Melalui APBN 2022, Pemerintah juga akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM demi masa depan generasi penerus bangsa,” tutur Menko Airlangga.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang besar kepada segenap jajaran Pimpinan Pusat KOSGORO 1957 baik di Pusat dan Daerah yang secara bersama-sama telah berpartisipasi aktif membangun negeri, terutama di masa pandemi. Saya juga berharap teman-teman dari KOSGORO 1957 dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam menghasilkan berbagai program solutif yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus, Anggota DPR RI Dito Ganinduto, Panglima TNI Andika Perkasa yang diwakili oleh Asisten Teritorial Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Sapriadi, Kapolri yang diwakili oleh Kepala Divisi Humas POLRI Dedi Prasetyo, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) KOSGORO 1957 H. R. Agung Laksono, dan Ketua Umum PPK KOSGORO 1957 Dave Laksono. (Nnm)

Dijamin Aman, Pemerintah Ajak Masyarakat Vaksinasi Booster

JAKARTA ( Merdeka News ) ; Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak masyarakat mengambil kesempatan menerima vaksinasi booster karena terbukti aman dan efektif meningkatkan imunitas tubuh. Ia menegaskan, di tengah munculnya berbagai varian mutasi baru COVID-19, perlindungan kesehatan masyarakat adalah hal utama yang harus tetap terjaga.

“Vaksin booster aman dan efektif meningkatkan imunitas tubuh. Mari kita ambil kesempatan menerima vaksin dosis ketiga ini sebagai ikhtiar menjaga kesehatan, di tengah munculnya berbagai varian baru COVID-19. Tentu saja, tetap berdampingan dengan upaya disiplin protokol kesehatan,” ujar Johnny, kemarin.

Terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sering kali menjadi perhatian masyarakat, Johnny menjelaskan bahwa berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan pemerintah, pemberian vaksin booster pada subyek penelitian sejauh ini tidak menunjukkan efek samping atau KIPI yang berat.


Sedangkan untuk waktu pemberian booster atau vaksin dosis ketiga tersebut, pemerintah merekomendasikan minimal enam bulan setelah suntikan vaksin COVID-19 dosis kedua.

Presiden telah memutuskan bahwa pemberian vaksinasi booster akan segera dilakukan. “Sesuai arahan Presiden, program vaksinasi booster untuk COVID-19 direncanakan mulai pada 12 Januari mendatang,” tutur Johnny seraya menambahkan bahwa program vaksinasi booster akan berlangsung melalui 2 skema, yaitu gratis dan berbayar.

Lebih lanjut ia memaparkan, bagi para lanjut usia dan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, vaksinasi booster dapat diberikan secara gratis. Sedangkan skema berbayar berlaku bagi kategori di luar PBI, yaitu warga non lansia yang tidak ikut BPJS Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, vaksin booster terlebih dahulu diberikan kepada populasi berusia di atas 18 tahun dan berdomisili di kab/kota yang telah memenuhi cakupan vaksin dosis pertama 70% dan dosis kedua minimal 60% dari jumlah penduduk. Di dalamnya, kelompok rentan seperti lansia tetap menjadi prioritas. “Total, ada 244 kab/kota yang siap memulai vaksin booster,” imbuh Johnny.

Adapun jenis vaksin dan skema pemberian vaksin akan menunggu rekomendasi dari ITAGI dan BPOM yang segera diputuskan tanggal 10 Januari ini. Pemerintah meminta masyarakat tidak perlu khawatir

seandainya vaksin booster atau vaksin penguat yang digunakan berbeda jenis dengan vaksin yang dipakai pada penyuntikan dosis 1 dan 2. Hal ini, menurut kajian para ahli, karena tujuan pemberian vaksin booster sama, yakni untuk meningkatkan kekebalan tubuh, jadi tidak masalah jenis vaksin apa yang dipakai.

“Semua vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia aman dan berkhasiat. Jadi nanti bagi yang sudah memenuhi syarat, segerakan vaksinasi booster. Bersamaan, yang sama sekali belum vaksin atau belum lengkap dua kali vaksinasi, ayo segera dilengkapi,” pungkas Johnny. (Nnm)

Pemerintah Lanjutkan PPKM, Siapkan Vaksin Booster

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali akan tetap dijalankan untuk periode dua minggu ke depan atau mulai tanggal 4 hingga 17 Januari 2022 mendatang. Hal ini sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan dalam seminggu terakhir ini setelah masa liburan Nataru usai.

Perkembangan Kasus Aktif per 2 Januari 2022 adalah sebesar 4.382 kasus atau 0,1% dari total kasus, di bawah rata-rata Global yang sebesar 10,53%. Apabila dibandingkan kondisi puncak di 24 Juli 2021, persentasenya sudah turun -99,23%. Proporsi Kasus Aktif untuk Jawa-Bali sebesar 54,9% dari nasional dan Luar Jawa Bali 45,1%. Sementara, kasus Konfirmasi Harian per 2 Januari sebanyak 174 kasus, atau sudah turun -99,69% dari puncaknya di 15 Juli 2021.

“Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia yakni 0,98, dan angka Rt semua pulau berada di bawah 1 (laju penularan terkendali). Namun, perlu diwaspadai sedikit kenaikan laju reproduksi di Pulau Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, kemarin.

Perkembangan Level Asesmen Wilayah Luar Jawa-Bali

Level Asesmen Situasi Covid-19 dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali (per 1 Januari 2022) terlihat bahwa seluruh Provinsi memiliki “Transmisi Komunitas” sangat baik yaitu pada Level 1, namun kondisi berbeda terjadi pada “Kapasitas Respon” di mana ada beberapa Provinsi dengan kapasitas Terbatas. Hal ini menjadikan tidak ada Provinsi yang termasuk Level 4 dan Level 3, namun ada 20 Provinsi pada Level 2 (dikarenakan 6 Provinsi dengan kapasitas respon “Sedang” dan 14 Provinsi “Terbatas”). Sementara, terdapat 7 Provinsi yang sudah masuk di Level 1, yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Gorontalo, Bengkulu, dan Kalimantan Utara.

Sampai dengan saat ini, terdapat 20 Provinsi dengan tingkat capaian Vaksinasi Dosis-1 pada Level “Memadai (>70%)”, 6 Provinsi di level “Sedang (50%-70%)”, dan hanya 1 Provinsi pada level “Terbatas (

Sementara itu, per 1 Januari 2022, sudah tidak ada Kabupaten/Kota Level 4, tetapi masih ada 3 Kabupaten di Level 3 yaitu Sukamara, Sorong, dan Teluk Bintuni. Kemudian, Kabupaten/Kota di Level 2 terus mengalami penurunan menjadi 129 Kabupaten/Kota, sedangkan Kabupaten/Kota di Level 1 terus mengalami perbaikan dengan peningkatan jumlahnya menjadi sebanyak 254 Kabupaten/Kota.

Di awal tahun 2022 ini, Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM mulai tanggal 4 hingga 17 Januari 2022. Untuk penentuan Level PPKM di Luar Jawa-Bali tetap mendasarkan pada Level Asesmen Situasi Pandemi, dan mempertimbangkan Capaian Vaksinasi di setiap Kabupaten/Kota, untuk Kabupaten/Kota dengan Vaksinasi Dosis-1 di bawah 50% dinaikkan 1 Level PPKM. Rinciannya adalah sbb:

PPKM Level 1 meningkat dari 191 menjadi 227 Kabupaten/Kota;
PPKM Level 2 menurun dari 169 menjadi 148 Kabupaten/Kota;
PPKM Level 3 menurun dari 26 menjadi 11 Kabupaten/Kota; dan
PPKM Level 4 tetap 0 Kabupaten/Kota.
Update Pelaksanaan Vaksinasi

Laju rata-rata vaksinasi dalam seminggu terakhir meningkat sejak vaksinasi anak dimulai dengan rata-rata 1.519.457 dosis per hari. Vaksinasi anak (6-11 tahun) memang menambah laju vaksinasi harian lebih dari 215.000 dosis sejak dimulai, dan sampai saat ini total sebanyak 3.871.152 dosis telah disuntikan untuk anak usia 6-11 tahun. Laju wilayah luar Jawa Bali meningkat dan menyumbang 50,3% dari laju rata-rata harian nasional.

“Pemerintah sedang mempersiapkan Program Vaksin Booster atau Dosis ke-3, dan sedang menyelesaikan Perpres dan Permenkes/Kepmenkes (KMK). Ini akan segera dimulai pada 12 Januari 2022 nanti,” ungkap Menko Airlangga.

Pengaturan untuk PPLN

Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) telah disiapkan pintu masuk dari berbagai tempat. Untuk yang melalui perjalanan udara disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, dan Sam Ratulangi, sedangkan untuk perjalanan laut melalui Pelabuhan Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan, serta untuk perjalanan darat melalui PLBN Aruk, Entikong, dan Motaain.

Sedangkan, untuk tempat karantina sudah disiapkan 25 Wisma/Rusun dan 16 Hotel (dengan total 28.087 Tempat Tidur) sebagai tempat Karantina Terpusat yang dibiayai pemerintah di Pintu Masuk Kedatangan, dengan rincian yaitu Pintu Masuk Udara (23.830 TT), Laut (2.990 TT), dan Darat (1.267 TT). Untuk masa karantina, akan dilakukan perubahan lamanya waktu karantina menjadi 10 hari dan 7 hari.

Realisasi Anggaran PEN 2021

Realisasi sementara Program PEN Tahun 2021 mencapai Rp658,6 triliun atau 88,4% dari Pagu Rp744,77 triliun dengan uraian per klaster sebagai berikut:

Kesehatan sebesar Rp198,5 triliun atau 92,3% dari pagu Rp215,0 triliun.
Perlindungan Sosial sebesar Rp171,0 triliun atau 91,6% dari pagu Rp186,6 triliun.
Program Prioritas sebesar Rp105,4 triliun atau 89,3% dari Pagu Rp117,9 triliun.
Insentif Usaha sebesar Rp67,7 triliun atau 107,7% dari Pagu Rp62,8 triliun.
Dukungan UMKM dan Korporasi sebear Rp116,2 triliun atau 71,5% dari Pagu Rp162,4 triliun.
“Dalam 2 tahun ini, anggaran Program PC-PEN terbukti bisa menjadi buffer pemulihan ekonomi nasional, termasuk menjaga koefisien Rasio Gini, dan menurunkan tingkat pengangguran dengan menambah penciptaan lapangan kerja. Sehingga kita berharap pertumbuhan ekonomi di Kuartal 4 tahun 2021 bisa dijaga di level 4,5%-5%, dengan keseluruhan tahun 2021 sebesar 3,7%-4% (yoy). Memasuki 2022 ini, kita akan bisa mendorong front loading anggaran di awal tahun,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Tnp)

WHO Optimis Pandemi Bisa Selesai Tahun Ini

NEW YORK ( Merdeka News ) : Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus optimistis bahwa pandemi virus corona bisa dikalahkan pada tahun 2022, asalkan negara-negara bekerja sama untuk mengatasi penyebarannya. Tedros memperingatkan akan bahaya “nasionalisme sempit dan penimbunan vaksin” dalam pernyataan sambutan tahun baru.

Komentarnya itu disampaikan dua tahun sejak WHO pertama kali diberi tahu tentang kasus-kasus pneumonia akibat galur virus yang tidak diketahui di China. Saat ini, kasus Covid-19 mencapai 287 juta di seluruh dunia, dan hampir 5,5 juta orang telah meninggal dengan penyakit itu.

Di seluruh dunia orang-orang menandai tahun baru namun dengan perayaan sederhana, saat banyak negara berusaha mencegah banyak orang berkumpul. Coronavirus tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari: penyakit yang telah menutup perbatasan, memisahkan keluarga, dan di beberapa tempat membuat orang-orang tidak terpikir untuk meninggalkan rumah tanpa membawa masker. Terlepas dari semua ini, pidato Dr Tedros bernada positif. Ia menekankan bahwa sekarang ada lebih banyak alat untuk mengobati Covid-19.

Namun dia memperingatkan bahwa ketidaksetaraan dalam distribusi vaksin, yang terus terjadi, meningkatkan risiko virus untuk terus berevolusi. “Nasionalisme sempit dan penimbunan vaksin oleh beberapa negara telah merusak kesetaraan serta menciptakan kondisi ideal untuk kemunculan varian Omicron, dan semakin lama ketidaksetaraan ini berlanjut, semakin tinggi risiko virus untuk berevolusi dengan cara yang tidak dapat kita cegah atau prediksi,” ujarnya.

“Jika kita mengakhiri ketidakadilan, kita mengakhiri pandemi,” lanjutnya. Dalam komentarnya, Dr Tedros juga menyinggung tingkat vaksinasi yang rendah. Sementara sebagian besar populasi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sudah menerima setidaknya satu dosis, target WHO tingkat vaksinasi penuh di 40% populasi setiap negara pada akhir 2021 tidak tercapai di sebagian besar wilayah Afrika.

Sebelumnya Dr Tedros mengkritik negara-negara kaya karena “melahap” pasokan vaksin global, sepenuhnya memvaksinasi sebagian besar populasi mereka sementara yang lain masih menunggu dosis pertama. WHO menetapkan tujuan baru untuk 2022, yakni memvaksinasi 70% orang di semua negara pada Juli mendatang untuk mengakhiri pandemi.

Sementara itu, Afrika Selatan, tempat Omicron pertama kali dilaporkan, telah mencabut aturan jam malam yang berlaku hanya sehari setelah mengumumkan bahwa negara itu kemungkinan besar telah melewati puncak infeksi baru.

Seorang ahli virologi Jerman, Christian Drosten, berkata kepada televisi ZDF bahwa dia memperkirakan musim dingin yang “relatif normal”, merujuk pada data yang menunjukkan bahwa kasus Omicron tidak separah itu. Beberapa negara, termasuk Inggris, Italia dan Yunani, melaporkan jumlah kasus terbesar selama pandemi.

Ribuan penerbangan dibatalkan, hampir setengahnya di Amerika Serikat (AS), karena maskapai penerbangan kewalahan dengan banyak stafnya yang sakit. Otoritas kesehatan di Prancis mengatakan Omicron sekarang adalah varian dominan di negara itu.

Presiden Macron mengatakan beberapa minggu ke depan akan sulit, tetapi dia “optimis untuk tahun yang akan datang”. Adapun Israel menjadi salah satu negara pertama di dunia yang menyetujui dosis keempat vaksinasi Covid-19. (Tnp)

Program Vaksinasi Anak jadi Prioritas Pemerintah

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan program vaksinasi anak menjadi prioritas pemerintah. Program ini dilakukan untuk mengakselerasi kegiatan sekolah, khususnya pembelajaran tatap muka. Pemerintah menargetkan vaksinasi covid-19 khusus untuk anak 6-11 tahun selesai pada kuartal I-2022.

“Ini menjadi prioritas pemerintah, kemudian pendidikan dan sekolah pertemuan tatap muka sekolah nanti dikondisikan sesuai situasi dan kondisi di sekolah dan terus kami akselerasi,” kata Airlangga saat meninjau Program Vaksinasi Anak di SDN 05 Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (31/12/2021).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga mengatakan dalam tinjauannya, untuk program vaksinasi anak oleh Pemerintah ditargetkan akan rampung pada kuartal 1 di tahun 2022, program vaksinasi anak 6-11 tahun merupakan program vaksinasi Dosis Pertama dan menjadi suatu keharusan bagi masyarakat.

“Partisipasi anak-anak sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan ditargetkan di kuartal satu (Q1) tahun depan harus diselesaikan,” ucap Menko Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan akan terus melakukan perluasan dan percepatan atas cakupan vaksinasi termasuk kepada anak-anak akan mendorong tercapainya herd immunity.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan upaya percepatan dan perluasan vaksinasi bagi anak 6-11 tahun membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik dari pemerintah pusat, daerah, sekolah, media, dan tentunya orang tua.

“Kami ucapkan selamat kepada SDN 05 Kemanggisan yang telah menyelenggarakan vaksin anak dan akan mencakup sejumlah sekolah lain dan nanti seluruhnya akan divaksin bekerja sama dengan Yellow Klinik,” ungkapnya.

“Kita melihat capaian vaksinasi kita yang sudah di atas 70 persen secara nasional dan dosis dua sudah diatas 50 persen di atas nasional,” paparnya.

Selanjutnya disebutkan juga bahwa target program vaksinasi anak-anak untuk menciptakan kekebalan anak dalam mengatasi khususnya varian baru omicron.

“Jadi vaksinasi itu adalah suatu keharusan, maka Kami terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi termasuk kepada anak-anak akan mendorong tercapainya herd immunity di Indonesia,” tutup Airlangga. (Nnm)

Target Vaksinasi Anak Selesai pada Kuartal I-2022

JAKARTA ( Merdeka News ) : Vaksinasi menjadi salah satu upaya menguatkan imunitas masyarakat terus digaungkan Pemerintah dan selaras dengan pelaksanaannya di lapangan. Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara bertahap kepada kelompok tenaga kesehatan, lansia, dewasa, ibu hamil, remaja, hingga kini diperluas kepada kelompok anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.

Hingga 27 Desember pukul 18.00 WIB, total vaksinasi dosis 1 tercatat sebanyak 157.246.796 dosis atau 75,50% dari target, sedangkan vaksinasi dosis 2 tercatat sebanyak 111,168,620 dosis atau 53,38% dari target. “Alhamdulillah sekarang target dosis ke dua di atas 40% sudah tercapai,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat secara langsung mengunjungi Sentra Vaksinasi Serviam di sekolah Santa Ursula Jakarta, kemarin.

“Vaksinasi anak-anak ini bagus untuk dimulai dan ditargetkan pada kuartal pertama tahun depan selesai. Sehingga dengan anak-anak divaksin ini diharapkan bisa mulai sekolah tatap muka. Karena selama 2 tahun sekolah daring tentu ada skill yang hilang, terutama untuk sosialisasi, khususnya kehidupan sosial dengan teman-teman sebayanya,” tutur Menko Airlangga.

Sebagai informasi, Sentra Vaksinasi Serviam (SVS) digagas oleh alumni 3 sekolah yang terdiri dari, Sekolah Santa Theresia, Sekolah Santa Ursula, dan Sekolah Santa Maria. SVS telah melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia di atas 60 tahun, tenaga pendidik, tokoh agama, dan difabel. Selain itu, vaksinasi juga dilakukan kepada masyarakat kelompok usia di atas 50 tahun sejak 31 Mei 2021, kelompok usia di atas 18 tahun sejak 9 Juni 2021, kelompok usia di atas 12 tahun sejak Juli 2021, dan kelompok usia 6 sampai 11 tahun sejak Desember 2021. Khusus kelompok usia 6-11 tahun, target vaksinasi harian sebesar lebih dari 350 penerima vaksinasi.

“Sentra Vaksin Serviam ini flow-nya baik, apalagi didukung dengan IT System yang baik terkait dengan entry data. Ini mungkin bisa menjadi solusi dan direplikasi di tempat lain,” kata Menko Airlangga. Adanya vaksinasi yang ditargetkan kepada kelompok anak usia 6 sampai 11 tahun ini meningkatkan laju rata-rata harian vaksinasi di Indonesia. Total sebanyak 2.324.644 dosis telah disuntikan kepada anak usia 6-11 tahun. “Ke depannya, sentra vaksinasi yang lebih mobile dibutuhkan agar semua masyarakat bisa segera divaksinasi,” pungkas Menko Airlangga. (Tnp)

Airlangga: Target Vaksinaso Dosis Kedua Tercapai

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kesehatan masyarakat selalu menjadi prioritas Pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi yang menjadi salah satu upaya menguatkan imunitas masyarakat terus digaungkan Pemerintah dan selaras dengan pelaksanaannya di lapangan. Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara bertahap kepada kelompok tenaga kesehatan, lansia, dewasa, ibu hamil, remaja, hingga kini diperluas kepada kelompok anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.

Hingga 27 Desember pukul 18.00 WIB, total vaksinasi dosis 1 tercatat sebanyak 157.246.796 dosis atau 75,50% dari target, sedangkan vaksinasi dosis 2 tercatat sebanyak 111,168,620 dosis atau 53,38% dari target.

“Alhamdulillah sekarang target dosis ke dua di atas 40% sudah tercapai,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat secara langsung mengunjungi Sentra Vaksinasi Serviam di sekolah Santa Ursula Jakarta, kemarin.

“Vaksinasi anak-anak ini bagus untuk dimulai dan ditargetkan pada kuartal pertama tahun depan selesai. Sehingga dengan anak-anak divaksin ini diharapkan bisa mulai sekolah tatap muka. Karena selama 2 tahun sekolah daring tentu adaskill yang hilang, terutama untuk sosialisasi, khususnya kehidupan sosial dengan teman-teman sebayanya,” tutur Menko Airlangga.

Sebagai informasi, Sentra Vaksinasi Serviam (SVS) digagas oleh alumni 3 sekolah yang terdiri dari, Sekolah Santa Theresia, Sekolah Santa Ursula, dan Sekolah Santa Maria. SVS telah melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia di atas 60 tahun, tenaga pendidik, tokoh agama, dan difabel. Selain itu, vaksinasi juga dilakukan kepada masyarakat kelompok usia di atas 50 tahun sejak 31 Mei 2021, kelompok usia di atas 18 tahun sejak 9 Juni 2021, kelompok usia di atas 12 tahun sejak Juli 2021, dan kelompok usia 6 sampai 11 tahun sejak Desember 2021. Khusus kelompok usia 6-11 tahun, target vaksinasi harian sebesar lebih dari 350 penerima vaksinasi.

“Sentra Vaksin Serviam ini flow-nya baik, apalagi didukung dengan IT System yang baik terkait dengan entry data. Ini mungkin bisa menjadi solusi dan direplikasi di tempat lain,” kata Menko Airlangga.

Adanya vaksinasi yang ditargetkan kepada kelompok anak usia 6 sampai 11 tahun ini meningkatkan laju rata-rata harian vaksinasi di Indonesia. Total sebanyak 2.324.644 dosis telah disuntikan kepada anak usia 6-11 tahun.

“Ke depannya, sentra vaksinasi yang lebih mobile dibutuhkan agar semua masyarakat bisa segera divaksinasi,” pungkas Menko Airlangga. (Nnm)

Covid Varian Baru Belum Terdeteksi di Indonesia

JAKARTA ( Merdeka News ) : Varian baru Covid-19 bernama Omicron belum terdeteksi di Indonesia. Hal terkait Omicron ini diungkap oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dia mengklaim, laboratorium di Indonesia sudah mampu mengidentifikasi dengan cepat varian baru Covid-19. Termasuk varian B.1.1.529 ini.

“Sampai sekarang, Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, ada sembilan negara yang mengonfirmasi menemukan kasus Covid-19 varian Omicron. Sembilan negara tersebut ialah Afrika Selatan 99 kasus, Botswana 19 kasus, Inggris 2 kasus, Hong Kong 2 kasus, dan Australia 2 kasus.

Kemudian Italia 1 kasus, Israel 1 kasus, Belgia 1 kasus, dan Republik Ceko 1 kasus.

Sementara itu, empat negara baru mencatat kasus probable Omicron, yaitu Belanda 16 kasus, Jerman 3 kasus, Denmark 2 kasus, dan Austria 1 kasus.

“Untuk negara-negara yang terkonfirmasi ada (Omicron), yang paling banyak penerbangan ke Indonesia adalah Hongkong, Italia, Inggris, baru Afrika Selatan. Untuk negara-negara yang kemungkinan ada paling besar dari Belanda, Jerman,” ungkap Budi.(Tnp)

Pemerintah Putuskan Perjalanan Udara Cukup Tes Antigen

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pemerintah telah menetapkan perjalanan udara ke Pulau Jawa dan Bali serta ke luar Pulau Jawa dan Bali tidak lagi diwajibkan menggunakan tes PCR. Melainkan hanya menggunakan tes swab antigen saja.


“Untuk perjalanan udara akan ada perubahan. Untuk Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan menggunakan tes PCR. Tetapi cukup menggunakan tes antigen. Sama dengan yang sudah diberlakukan untuk wilayah luar Jawa dan Bali,” Demikian Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memberikan keterangan pers terkait evaluasi PPKM secara virtual, Senin (1/11/2021).


Usulan perubahan syarat utama untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat terbatas bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“Ini sesuai dengan usulan dari Mendagri,” ujar Muhadjir Effendy.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian telah menerbitkan 2 instruksi mendagri (Inmendagri) yang mengatur perubahan ketentuan PCR bagi penumpang pesawat udara yang ingin bepergian ke wilayah Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali.


Bagi pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara harus menunjukkan PCR (H-3), baik yang masuk/keluar wilayah Jawa dan Bali maupun antarwilayah Jawa dan Bali. (Kr)