Category Archive : Keuangan

5 Jurus Ampuh Cegah Pencucian Uang

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pernahkah Anda mendengar istilah pencucian uang atau money laundering?

Mungkin istilah tersebut sudah akrab di telinga kita. Di Indonesia, istilah pencucian uang kerap muncul di berbagai media pemberitaan televisi maupun surat kabar. Kebanyakan pencucian uang identik dengan tindak pidana korupsi. Namun, apakah Anda sudah tahu pasti bagaimana modus praktik pencucian uang ini bisa terjadi?

Tindak pidana pencucian uang di Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. Seseorang yang terbukti melakukan praktik pencucian uang akan dihukum dengan hukuman jeruji hingga 20 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar.

Menurut Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena, pencucian uang atau money laundering adalah tindak kejahatan untuk menyamarkan hasil kejahatan agar sulit diketahui sistem keuangan.

Dikutip dari unggahan akun instagram OJK Indonesia, Minggu (18/9/2022), pencucian uang ini bertujuan untuk memperkaya diri sendiri dengan berupaya mengaburkan asal usul uang atau aset yang didapatkan dari cara yang tidak wajar atau ilegal seperti korupsi, terorisme, perampokan, perdagangan manusia, narkoba, illegal fishing, dan sebagainya.

Biasanya pelaku kejahatan ini menyamarkan hasil kejahatannya melalui mata uang kripto, barang mewah, menggunakan rekening orang lain, atau mencampur dana hasil kejahatan dengan hasil usaha legal.

Lalu bagaimana cara pencegahannya?

Sophia Wattimena mengungkapkan, masyarakat dapat berperan dalam mencegah pencucian uang. Setidaknya terdapat lima cara, yaitu:

  1. Memberikan identitas dan informasi yang benar ke lembaga jasa keuangan.
  2. Tidak menerima dana yang tidak diketahui asal-usulnya.
  3. Tidak menyimpan dana orang lain pada rekening yang dimiliki.
  4. Tidak membeli harta yang tidak jelas asal-usulnya.
  5. Tidak terlibat dalam pendanaan terkait kejahatan atau terorisme.

Tindak pidana pencucian uang (TPPU) masih menjadi ancaman setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Karena itu, Indonesia terus berupaya mewaspadai dan memerangi TPPU.

Beragam cara terus dilakukan, satu di antaranya dengan menjadi anggota tetap dari Satgas Aksi Keuangan untuk Pencucian Uang, atau The Financial Action Task Force (FATF).

Status baru tersebut bakal makin memperkuat fungsi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), selaku badan pencegah dan pemberantas tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sejak berdiri berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pencucian Uang, lembaga independen ini terus diperlengkap lewat berbagai perubahan regulasi.

Dengan menjadi anggota tetap FATF, Indonesia akan semakin kuat melawan TPPU yang terjadi di dalam negeri.

Melihat berbagai modusnya, TPPU pasti sejalan dengan tindakan pelanggaran aturan lainnya. Ini biasa disebut tindak pidana asal. Berikut modus pencucian yang dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id.

Layering

Layering merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menjauhkan uang yang diperoleh dari kejahatan tersebut.

Cara yang biasa digunakan adalah dengan membeli aset, berinvestasi, atau dengan menyebar uang tersebut melalui pembukaan rekening bank di beberapa negara. Di sinilah tempat suaka pajak (tax havens) memperlancar tindak pencucian uang.

Defenisi tax havens adalah wilayah tertentu yang menyediakan fasilitas penampungan aset atau investasi asing tanpa kewajiban membayar pajak.

Adapun cara lain adalah transfer melalui kegiatan perbankan lepas pantai (offshore banking) serta transaksi menggunakan perusahaan boneka (shell corporation). (Tnp)

Likuiditas Indonesia Dapat Kurangi Dampak Kebijakan Global

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kondisi likuiditas domestik sebenarnya Indonesia dapat mengurangi dampak pengaruh kebijakan di Amerika Serikat atau global melalui kebijakan dalam negeri yang baik.

Soal likuiditas itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (9/8/2022).

“Kita bisa mengendalikan supply uang di dalam sistem finansial kita, dan ini sudah dilakukan oleh Bank Indonesia.

Pertumbuhan M0 atau pertumbuhan uang primer mencapai 20 persen, bahkan angka terakhir menunjukkan pertumbuhannya di angka 28 persen.

“Artinya, sudah cukup banyak uang yang berada di sistem perekonomian kita,” ujarnya.

Sering disebutkan bahwa perekonomian dunia sedang menghadapi ancaman pengetatan likuiditas.

Hal tersebut berkaitan dengan tapering off yang dilakukan oleh Bank Sentral AS (The Fed), yang antara lain tujuannya untuk mengendalikan inflasi dan membawa ekonominya ke level yang lebih stabil, yaitu dengan cara menaikkan bunga dan mengetatkan kebijakan moneter.

“Di Amerika Serikat saat ini hampir resesi, diperkirakan tapering yang dilakukan Bank Sentral mereka juga hampir berakhir. Jadi kami melihat ujung dari tapering tersebut sudah sedikit terlihat.” tambahnya, (Nnm)

LPS Menuju Dunia Finansial Digital

JAKARTA ( Merdeka News ) : Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, digitalisasi adalah hal yang tidak bisa dihindari dan merupakan suatu keniscayaan. Menurutnya, digitalisasi yang terjadi pada masyarakat saat ini seperti munculnya cashless society (masyarakat tanpa uang tunai) maupun tren perkembangan perbankan digital, tidak terlepas dari peningkatan pengguna internet di Indonesia.

“Masyarakat kita memang sebagian besar belum cashless, tetapi kita sedang bergerak ke arah sana. LPS akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena kami juga ingin mewujudkan dunia finansial digital yang tumbuh dengan baik, cepat dan juga aman” ujarnya di acara Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bertema menuju Masyarakat Cashless, dihelat di Jakarta.

Menurutnya, data terkini menunjukkan pengguna internet di Indonesia telah mencapai 204,7 juta jiwa atau 73,7% dari total populasi per Januari 2022. Selain itu, pengguna internet yang memiliki mobile phone di Indonesia telah mencapai 96,1%. Adapun persentase pengguna internet yang memiliki gawai lainnya seperti laptop, tablet, dan smart watch, masing-masing sebesar 68,7%, 18%, dan 17,3%.

Berdasarkan data transaksi uang elektronik, selama tahun 2021 terjadi transaksi uang elektronik di Indonesia sebanyak 5,4 miliar kali transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp239 triliun. Tren kenaikan tersebut juga secara konsisten masih terjadi pada hingga pertengahan tahun 2022 baik secara volume maupun nilai.

Ia juga menjelaskan, tren digitalisasi yang terjadi juga telah merambah sektor perbankan, dimana saat ini marak bank-bank digital atau neobank di tengah masyarakat.

Hal ini ditunjukkan oleh pesatnya peningkatan jumlah rekening simpanan bank digital yang mencapai mencapai 38,2 juta rekening pada Mei 2022 atau meningkat 8.238,4 persen YoY. Selain itu nominal simpanan bank digital juga menunjukkan peningkatan meskipun tidak secepat peningkatan jumlah akun. Per Mei 2022, nominal simpanan pada bank digital mencapai Rp49,3 triliun atau meningkat 58,1 persen YoY.

“Perbedaan utama bank digital dan bank non-digital hanya pada delivery channel. Dalam hal regulasi dan peran penjaminan simpanan LPS, tidak terdapat perbedaan perlakuan antara bank digital dengan bank non-digital. Sehingga, LPS sesuai amanat undang-undang akan menjamin simpanan nasabah pada bank digital, dengan tetap melihat kriteria 3T,” jelasnya.

3T sendiri adalah syarat penjaminan LPS yang terdiri dari, Tercatat pada pembukuan bank, Tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS dan Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya memiliki kredit macet.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengingatkan tentang pentingnya penguatan koordinasi antar lembaga, semisal dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk selalu memberikan masukan atau feedback demi keamanan kegiatan transaksi digital masyarakat.

“Kami juga memerlukan feedback yang lebih kuat dari PPATK, karena yang memonitor segala transaksi adalah PPATK dan kami di KSSK sangat memerlukan untuk mempersiapkan diri demi transaksi digital yang mudah, cepat dan pastinya aman untuk masyarakat,” pungkasnya.(Tnp)

BRI Konsisten Perkuat Transformasi Digital

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tengah menjalani transformasi yang mengacu pada blueprint BRIVolution 2.0. Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Executive Vice President Application Management & Operation BRI I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan transformasi digital yang tengah ditempuh perseroan diyakini bakal membawa BRI menjadi lebih efisien dalam menjalankan operasional bisnis. Maka dari itu, dirinya optimistis BRI dapat menjadi salah satu perusahaan perbankan yang punya daya saing kuat di masa depan.

Nyoman membeberkan masifnya digitalisasi di dunia perbankan membuat BRI semakin terpacu untuk menghadirkan layanan digital terbaik bagi nasabah. Semangat transformasi digital ini yang terus dikomunikasikan kepada Insan BRILian (Pekerja) BRI.

Di samping itu, untuk memenangkan persaingan, BRI perlu mengutamakan user experience terbaik. Terlebih pihaknya menyadari bahwa BRI fokus di segmen UMKM khususnya mikro. Di mana produk-produk yang ditawarkan di segmen itu harus mudah, murah dan cepat. “Oleh karena itu digital lah yang bisa menjadi jawaban bagaimana kita bisa provide layanan yang mudah, murah, cepat,” ujarnya.

Lanskap digital, ungkap Nyoman, perlu diimbangi dengan journey yang jelas. Selama beberapa tahun ke belakang, BRI pun terus berupaya untuk merangkai journey yang optimal bagi nasabah dalam mengakses layanan digital melalui berbagai produk.

BRI melakukan transformasi dengan menempatkan nasabah sebagai unsur penting. BRI menerapkan konsep hybrid bank dalam perbaikan bisnis proses, inovasi model bisnis, serta tata kelola jaringan kerja yang memadukan digital capabilities, physical network serta layanan financial advisor. Harmonisasi ketiganya kami yakini mampu menghadirkan layanan perbankan yang lebih efektif, efisien dan terintegrasi sesuai journey customer dan masyarakat Indonesia.

BRI memiliki BRISPOT yang dapat memangkas waktu pengajuan kredit dari 2 minggu menjadi 1 hari. Lalu, layanan digital banking BRImo dengan lebih dari 100 fitur andalan bagi 16,1 juta users, serta BRIAPI yang telah mengakomodasi lebih dari 475 partners layanan. Produk-produk tersebut diyakini membawa dampak besar bagi nasabah dalam mengakses layanan keuangan.

Melalui transformasi tersebut, sebanyak 95% transaksi dan layanan di BRI sudah terdigitalisasi. Sedangkan sisanya, BRI masih mempertahankan layanan di branch offices. Transaksi yang ditempuh nasabah di branch offices didominasi oleh transaksi dengan nominal besar serta membutuhkan advisory dari BRI. (Nng)

BRIMO Kini Dilengkapi Fitur Digital Bancassurance

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kesadaran masyarakat terhadap proteksi risiko yang terus meningkat, melihat peluang tersebut BRI yakin prospek bisnis bancassurance semakin meningkat.

Hal ini terlihat dari kinerja bisnis bancassurance yang dikelola Wealth Management BRI di segment affluent (BRI Private dan BRI Prioritas) periode bulan Mei 2022 tercatat mengalami pertumbuhan hingga 2,4 kali lipat dibandingkan periode tahun sebelumnya. Akselerasi kinerja ini tidak lepas dari upaya literasi finansial serta strategi pemasaran yang masif.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan kesadaran masyarakat terhadap produk asuransi yang terus patut dielaborasi dengan upaya literasi finansial. Dengan begitu, nasabah dapat menerima manfaat proteksi yang paling sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Dalam mendukung peningkatan kinerja, Handayani menambahkan bahwa BRI terus menyelaraskan strategi bisnis dengan digitalisasi. Hal itu tercermin dari rencana peluncuran produk pemasaran digital bancassurance melalui financial super Apps BRImo. Layanan finansial yang terintegrasi di BRImo diharapkan memberikan kemudahan bagi nasabah, sejalan dengan misi BRI menjadikan BRImo sebagai layanan digital banking yang menghadirkan solusi holistik bagi nasabah.

“BRI juga akan meluncurkan produk pemasaran digital bancassurance melalui aplikasi BRIMO Super Apps Transaksi Cepat, Premi Terjangkau & Manfaat Perlindungan Jiwa yaitu produk Life Care (memberikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia alami / kecelakaan) dan Acci Care (memberikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia karena kecelakaan dan cacat tetap). Melalui BRImo Super Apps, BRI sangat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi pembelian produk bancassurance kapan pun dan dimana pun,” ujar Handayani.

BRImo tercatat menjadi layanan digital banking dengan jumlah pengguna yang mencapai 16,1 juta user. Financial super apps tersebut dapat menyediakan lebih dari 100 fitur layanan perbankan hanya dalam genggaman tangan saja.(Nnm)

BRI Raih Predikat The Best Bank Service Excellence 2022

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dinobatkan sebagai The Best Bank Service Excellence 2022 berdasarkan hasil kajian Marketing Research Indonesia (MRI) yang dipublikasikan Majalah InfoBank. Predikat tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan yang diberikan oleh BRI.

BRI telah berhasil meraih performa pelayanan prima di beberapa kategori sekaligus, antara lain Overall Contact Center, Opening Account via Website – Konvensional, E-Banking Internet Banking, E-Banking Call Center. Kemudian, Walk in Channel ATM, Overall E-Banking, Overall Digital Channel, E-Banking Mobile Banking, dan ATM Public Area CRM.

Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha mengungkapkan BRI senantiasa berupaya memberikan layanan melampaui ekspektasi nasabah. “Penghargaan ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus berkomitmen meningkatkan kepuasan nasabah. Kami juga mengapresiasi kerja keras Insan BRILiaN (Pekerja BRI) atas kerja kerasnya melayani nasabah di seluruh Indonesia,” kata Arga.

Sebagai bank komersial tertua di Indonesia, layanan BRI didukung oleh 8.993 branch offices dan 221.531 E-channel di 34 Provinsi di Indonesia. Di samping itu, emiten bersandi saham BBRI ini juga memiliki 552.709 AgenBRILink untuk memastikan seluruh masyarakat di berbagai penjuru Indonesia dapat mengakses layanan perbankan.

Nasabah juga tetap bisa mendapatkan layanan keuangan di mana pun dan kapan pun melalui digital banking BRImo. Financial super apps milik BRI tersebut telah memiliki lebih dari 100 fitur sehingga dapat menghadirkan solusi holistik bagi nasabah dengan jumlah pengguna yang menembus 16,1 juta user.

Lebih lanjut, Arga menambahkan penghargaan ini membuktikan layanan BRI selalu melalui proses pembaharuan dan dapat beriringan dengan perubahan kebutuhan nasabah, terlebih di situasi pandemi COVID-19. Dirinya pun menyebut BRI terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan prima yang berorientasi pada nasabah atau customer centric.

Di samping itu, BRI konsisten membangun berbagai saluran media komunikasi untuk mempermudah para nasabah dalam menerima informasi yang dibutuhkan. Nasabah dapat memperoleh melalui website resmi (www.bri.co.id), Instagram (@bankbri_id), Twitter (@bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRI), serta Contact Center 14017/1500017.

“Semangat membangun saluran media komunikasi yang dilakukan secara terpadu juga kami terus tingkatkan, sehingga kepuasan nasabah dapat tetap terjaga,” tutup Arga.(Dnn)

BRI Setor Rp.27,09 Triliun Untuk Negara

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetorkan dana sebesar Rp.27,09 triliun kepada negara di sepanjang tahun 2021 lalu. Setoran tersebut terdiri dari pembayaran pajak senilai Rp.20,17 dan pembayaran dividen atas laba tahun buku 2020 senilai Rp.6,92 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan hal ini merupakan komitmen nyata BRI dalam memberikan economic value kepada seluruh stakeholders.

“Di tengah kondisi pemulihan ekonomi, BRI berhasil memberi makna kepada seluruh stakeholders melalui penciptaan economic value dan social value untuk menjaga fundamental kinerja Perseroan agar dapat terus tumbuh secara sehat, kuat dan berkelanjutan. Keberhasilan BRI mencatatkan kinerja gemilang pada tahun lalu merupakan hasil dari strategi transformasi yang telah dimulai pada 2018 dengan tema BRIvolution 1.0 dan dipertajam menjadi BRIvolution 2.0 pada tahun 2021, sehingga BRI mampu menghadapi tantangan dan peluang bisnis yang ada,” ujarnya.

Apabila ditarik lebih jauh, sejak tahun 2019 hingga 2021, BRI telah menyetorkan pajak dan dividen kepada negara dengan jumlah total mencapai Rp.82,04 triliun.

Sunarso menambahkan BRI telah menyiapkan empat strategi utama untuk meneruskan capaian positif hingga akhir tahun 2022 dan untuk dapat terus. Pertama, selective growth, di mana BRI berfokus pada sektor yang memiliki potensi tinggi, dengan eksposur minimum terhadap gejolak eksternal, yaitu sektor pertanian, industri bahan kimia, serta makanan dan minuman.

Selain itu BRI akan meneruskan strategi business follow stimulus dengan memfokuskan pertumbuhan berdasarkan stimulus pemerintah untuk membantu penguatan pertumbuhan ekonomi domestik. (Nnm)

BRI Dinobatkan Menjadi Bank Terbaik 2022

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI kembali mencatatkan prestasi atas kinerja solidnya, dengan meraih penghargaan menjadi salah satu Bank Terbaik 2022 untuk Bank Umum Kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4.

Penghargaan tersebut dianugerahkan Berita Satu Media Holding kepada BRI dalam rangka Majalah Investor Awards Best Bank 2022. Ajang apresiasi tersebut mengikutsertakan 107 bank umum nasional dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dewan juri dalam acara tersebut menetapkan enam kriteria bank yang layak diperingkat.

Pertama, bank yang laporan keuangannya tidak disclaimer. Kedua, bank dengan CAR minimal 8%. Ketiga, bank yang laba operasionalnya dan laba tahun berjalan 2021 positif. Keempat, aset pada 2021 bank umum nasional dan BPD minimal Rp1 triliun. Kelima, tidak dalam proses merger atau akuisisi. Keenam, Tidak terkena sanksi otoritas.

Terkait prestasi tersebut Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan prestasi tersebut tak terlepas dari upaya konsisten Insan BRILian atau pekerja BRI dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan kinerja perseroan. Selain itu, kata dia, prestasi ini pun tak terlepas dari inovasi-inovasi layanan perseroan untuk memberikan value bagi seluruh stakeholders BRI. Oleh karenanya, pihaknya berterima kasih kepada Berita Satu Media Holding, Majalah Investor dan Dewan Juri yang mengapresiasi secara objektif hasil kerja keras seluruh Insan BRILian tersebut.

“Pengahargaan ini juga kami dedikasikan kepada seluruh Insan BRILiaN (pekerja BRI) dan nasabah BRI di seluruh Indonesia. BRI akan terus berkomitmen untuk menjaga kinerja positif yang berkelanjutan dengan terus meng-create economic value dan social value kepada seluruh stakeholder,” ujarnya menekankan.

Dalam penilaian untuk mendapatkan penghargaan tersebut, dewan juri menyoroti beberapa kinerja BRI. Di antaranya pertumbuhan aset per kuartal I/2022 yang menjadi Rp1.650,28 triliun. Selain itu, langkah strategis BRI dalam memperkuat layanan dan produk digital yang semakin kokoh dan lebih luas dalam menjangkau seluruh masyarakat Indonesia juga menjadi penilaian khusus. (Nnm)

BRI Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia oleh Forbes Global 2000

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kinerja positif yang ditorehkan perusahaan-perusahaan dari Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di dunia internasional, salah satunya adalah masuknya tujuh perusahaan asal Indonesia di daftar 2.000 perusahaan terbesar di dunia versi majalah Forbes.

Salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI yang dinobatkan menjadi perusahaan publik terbesar di Indonesia dalam pemeringkatan Forbes 2022 Global 2000 World’s Largest Public Companies in Indonesia. Adapun secara internasional, BRI menempati ranking ke-349 dunia atau naik peringkat dari urutan ke-362 pada tahun lalu.


Mengutip situs resmi Forbes, terdapat 7 perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, dan 4 di antaranya adalah perusahaan BUMN. Dengan pencapaian ini, BRI menempati peringkat tertinggi di Indonesia untuk 8 tahun berturut-turut.
Untuk meraih posisi bergengsi tersebut, terdapat 4 aspek yang dinilai oleh Forbes, yakni dari aspek sales, profit, assets, dan tentunya market value. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan prestasi tersebut merupakan bukti bahwa pihaknya mampu menjaga kinerja positif yang berkelanjutan dengan manajemen risiko yang sangat terukur.


“Hal ini tentu menjadi prestasi bagi perseroan, karena kendati ekonomi dihadang krisis akibat pandemi Covid-19, BRI tetap mampu menjaga kinerja positif. Hal tersebut diraih BRI dengan kembali fokus pada pemberdayaan dan penyelamatan segmen UMKM di masa sulit, serta menjadi mitra strategis Pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, sangat layak jika prestasi tersebut didedikasikan bagi seluruh nasabah BRI dan Insan BRILiaN (pekerja BRI) di seluruh Indonesia,” ujarnya menegaskan.


Mengutip data Forbes, tercatat volume sales BRI mencapai US$12,77 miliar. Adapun profit mencapai US$2,17 miliar, assets senilai US$117,74 miliar dan market value sebesar US$50,14 miliar. Dalam penilaian tersebut, Forbes menggunakan data dari sistem FactSet Research untuk menyaring 2.000 perusahaan publik terbesar di seluruh dunia yang dilihat dari empat aspek tersebut.


Terdapat pula banyak faktor yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan oleh Forbes. Seperti ketepatan waktu pengumpulan data, kebijakan pelaporan perusahaan, kebijakan pelaporan khusus negara, dan jeda waktu antara saat perusahaan merilis data keuangannya dan ketika database Forbes memverifikasinya untuk pemeringkatan. (Nng)

Perkuat Financial Advisory, Cara BRI Memakmurkan Ekonomi Desa

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pengelolaan bisnis saat ini makin kompleks seiring perkembangan teknologi. Situasi ini perlu dibarengi dengan kemampuan pengelolaan potensi bisnis yang terbagi dalam wilayah-wilayah terkecil. Penguasaan data dan informasi pada suatu wilayah tanggungjawab terkecil harus lengkap dan faktual bahkan digital. Hal tersebut diungkapkan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.


Menurutnya, dulu, saat teknologi dokumentasi masih manual dan sangat sederhana, lahirnya ketentuan pokok Agraria, undang-undang terkait Gula hingga tata ruang lahan pertanian termasuk kehutanan telah menimbulkan konsekuensi positif atas perekonomian khususnya Jawa. Pulau Jawa yang berbukit, curah hujan tinggi, dengan penduduk padat berhasil dikelola dengan sistem administrasi warisan Hindia Belanda untuk keuntungan ekonomi dan sosial.


Menguasai Wilayah Terkecil Suatu Bisnis
Bagaimana bisa? Pengelolaan wilayah direpresentasikan dengan pembagian lahan produktif dan non produktif, ada persawahan, ladang, kebun dan tanah-tanah hutan. Tata kelola hutan misalnya, dibagi dalam unit-unit wilayah yang dikelola oleh kesatuan tertentu. Mulai dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Resor Pengelolaan Hutan (RPH) hingga petak-petak hutan.


Rancang bangun wilayah hutan yang produktif dimulai dari identifikasi dan inventarisasi tipe lahan, aliran sungai dan sosial budaya ekonomi masyarakat setempat. Luas area KPH setara administrasi kota/kabupaten di suatu provinsi, sedangkan RPH setara administrasi desa/kelurahan di suatu kecamatan.


KPH dipimpin oleh Administratur dan Asper, sedangkan RPH dipimpin oleh Mantri yang membina beberapa “pesanggem” atau petani petak terkecil di hutan produktif. Mantri hutan bertugas sebagai pelaksana teknis kehutanan, memastikan hasil hutan produktif dan efisien dengan treatment penanaman yang cocok, menguasai data dan informasi seluruh kegiatan, memberikan edukasi dan penyuluhan, serta membina hubungan harmonis dengan aparatur, lembaga dan masyarakat.


Tidak jauh berbeda, filosofi Mantri hutan sama halnya dengan tugas dan peran Mantri BRI. Bedanya, pemangkuan wilayah (tenurial) Mantri hutan berdasar Daerah Aliran Sungai (DAS), sedangkan Mantri BRI mengikuti administrasi pemerintahan saat ini. Sosok Mantri digambarkan dengan seseorang yang paling mengenal dan memahami satu wilayah bisnis terkecil. Begitu juga dengan Mantri Kesehatan, Mantri Hewan atau Suntik, Mantri Sunat, Mantri Lurah, adalah sama yaitu “seorang pelayan” bagi masyarakat suatu desa.


Sekitar 83 ribu desa tersebar di 34 provinsi di Indonesia, jika terdapat sekitar 27 ribu Mantri BRI, maka setidaknya Mantri BRI mampu melayani dan memberdayakan 3 desa sebagai wilayah bisnisnya. Belum lagi jika ditambah resources sinergi ekosistem Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian dan PNM, ada 63 ribu, tiap personil berbanding 1-2 desa.


Berbagai aktivitas dan peran dalam mengembangkan pelaku UMKM setempat tentu tidak serta merta dilakukan begitu saja. Selaku tenaga pemasar, Mantri BRI mengidentifikasi wilayah bisnis sebagai suatu ekosistem, memahami data potensi ekosistem pasar, ekosistem desa dan ekosistem pembayaran termasuk individu pelaku usaha dan lembaga/instansi pengelola.


Dikenal masyarakat karena menyatu dalam ekosistem, memberdayakan karena mengenali kebutuhan usaha dan menjadi rujukan karena telah mengedukasi para pelaku UMKM naik kelas. Secara tidak langsung Mantri BRI berperan sebagai financial advisor dan ikut membangun perekonomian desa. (Tnp)